My Psycho Boy

My Psycho Boy
DELAPAN


__ADS_3

PUKUL 06.00


"HHHHOOOOWWWWAAAAMMMM"


re mi terbangun dipagi hari dimana hari ini adalah hari kedua ia memulai beraktivitas disekolah barunya


ia berjalan dari ranjaangnya mengarah ke kamar Mandi


setelah ia selesai dengan urusannya ia pun mengambil tas dan melangkah ke meja makan untuk sarapan


ternyata disana sudah Ada bininya yang menyiapkan sarapan untuknya


"selamat pagi bibiku sayang" (Sapa re mi sambil memeluk bininya dari belakang)


"pagi manisnya Bibi"


"sepertinya Hari ini kamu semangat sekali ya"


"hihihihi.....iya nih bi.....Bibi masak apa?"


"gimana ?...kamu udah punya teman?"......


"udah ko bi baru akrab sama satu orang doang sih bi namanya Kimi dia baik dan lucu"


"waahhh......bagus dong jadi kamu gak kesepian.... gak apa-apa nanti juga bakal banyak temanya yang paling penting kamu harus baik dan selalu tolong temen kamu yang sedang susah"


bibirnya re mi memang selalu menkankan pada re mi untuk berperilaku tolong menolong , mendengar ucapan bibinya itu rau wajah re mi berubah menjadi kusut karena mengingat kejadian kemarin pagi dimana pertolongan ia ditolak secara kasar oleh pria yang bernnama xiang Chen


"lho ko muka kamu jadi masam begitu kayak perasaan air lemon" (ujar Bibi re mi )


"huhhh....jadi kemarin saat akuu mau berangkat sekolah aku bertemu seorang pria yaang sombong"


"sombong?....mksudnya?"


"iya jadi tu kmarin dia abis dikroyokin sama gerombolan preman sampai dia babak belur kaiknya juga luka trus Aku mau coba tolong dia buat jalan tapi dia maalah marah- maarah Dan bilang klo dia gak butuh bantuan"


"hmmm....mungkin dia malu atau memang tak ingin dibantu"


"dengar Bibi ya re mi setiap orang itu berbda-beda walaupun dia bilang kaalau ia tak butuh bantuan tapi hakikat seorang makhluk itu adalah saling membutuhkan jadi kamu harus tetap berperilaku tolong menolong...ok?"


"hmmmm....okay bi..." (jawab re mi dengan senyumman)


"nah gitu dong senyum ....yaudah sekarang kamu sarapan dulu ya " (ucapnya sambil menyodorkan sepiring nasi goreng kesukaan re mi)


"hihihi...iya bi...trimaksih yaa...."


"ummm....baunya enak sekali.....masakan Bibi emng good job "


"uhhh....iya dong bibinya siapa dulu?"


"bibinya re mi kim....hihihi"


***********


re mi yang telah berada di sekolah berjalan menyusuri lorong sekolah dengan penuh keyakinan dan harapan menjalani hari kedua ia berada di sekolah barunya


re mi berjalan sambil bersenandung tak sesekali ia tersenyum kepada setiap murid yang ia temui


ia sangat manis, baik hati , dan friendly senyuman yang tak pernah ia tahan dan ia sembunyikan


namun ia pun memiliki hati yang sangat rapuh

__ADS_1


hanya saja terkadang ia menutupinya dan menyimpannya dengan rapi


"ohayou" (sapaan dari seorang murid perempuan )


"haii....ohayou Kimi"


yaa itu adalah Kimi teman sebangku re mi yang juga baru sampai disekolah


"baru sampai?" (Tanya re mi)


"iya nih.....yaudah yuk ke kelas bareng"


"Ayo"


mereka pun berjalan bersama menuju kelas.


sesampaiinya di kelas mereka langsung duduk di bangku mereka


keadaan kelas yang masih sepi dan hanya baru Ada beberapa murid di kelas yang sedang membaca buku Dan ada yang sambil mendengarkan Musik


Kimi pun memasang earphone di telinganya Dan memutar Musik Shawn Mendes


begitu juga dengan re mi ia memilih untuk membaca sebuah buku novel yang selalu ia bawa di tasnya


baru saja ia ingin mengeluarkan sebuah novel dari dalam taasnya pandangannya terarahkan ke seseorang murid laki-laki yang baru saja tiba di kelas


pandanganya masih kepaada murid laki-laki itu meskipun murid tersebut telah duduk di baangkunya


Kimi yang melihat re mi menatapkan matanya ke arah xiang Chen merasa ingin Tau apa yang sedang difikirkan temannya itu kemudian dia melepaskan earphonenya


”re mi??" (ucap Kimi yang melihat teeman sebangkunya itu dari tadi memperatikan xiang Chen


"kamu ngapain dari tadi aku lihat kaamu ngeliatiñ ...."


"xiang Chen?"


"ha?.....kamu udah kenal sama dia?"


"hmmm....jadi ternyata cwwok sombong itu sekolah dissini dan bahkan satu kelas dengaan akuu"


"cwok sombong?....jadii kemarin yang kamu ceritain itu si xiang chen?"


"ho'oh"


"hmm...yàa dia orangnya emang begitu..pendiaam,, dingin dan yaang kamu bilaang kemarin dia marah-marah sàma kamu?....ttapi semua oranng ssekolah gak pernah liat dia marah ssama sekali lho bahhkan saatt dia dibully sama gengnya nam joe dia hanya diiam tanpa melawan "


"Masa si?....hmmm....tapi kemarin tu dia tempramen banget ...huuhh"


"kamu Tau gak?...dia tu gak pernah mau berteman sama murid lain lho meskipun yaa dia lumayan ganteng dan banyak juga murid perempuan yang mencoba deketin dia tapi gak pernah direspon sama sekali sama dia"


"hmmm....pintar kh anaknya?"


"ihhh....dia pinter dan dia itu saingan yang gak bisa aku sepelekan dikelas ini"


"uuwwwhhh.....tapi dilihat dari dirinya dia misterius sekali"


"iya...emang... "


"ekspresinya fleet banget dan Kaya Ada aura yang beda dari dirinya" (jelas re mi menganalisis)


"ummm....mungkin dia lagi banyak masalaha" (ucap Kimi sambil memasang kembali earphone di telinganya)

__ADS_1


"hmmm..."


re mi yang sesekali masih menatap xiang Chen yang sedang menulis-nulis di sebuah buku yang terlihat sangat penuh dengan tulisan


xiang Chen bahkan tak memandang sedikit pun disekitarnya ia hanya sibuk berkutik dengan bukunya itu seperti ada yang sedang ia tata dan rencanakan


****


xiang Chen pov


hari seperti sebuah misteri


ditaburi dengan kisaah yang tersurami


waktu yang terus membeleenggu


masalah selalu datang mengganggu


jiwa kelam yang tummbuh dalam jiwa


dihiasi dengan hati yang tak berwarna


seperti itulah yang tergambaar dalam diiri seorang xiang Chen


ini kisah nyata yaang dialami oleh seorang pemuda yang brasal dari shanghai


jiwannya yang terlapisi oleh suatu kekejamaan Dan hati yang tak berperasaan


ia terduduk sperti biasa sendiri sambil menatap buku milikñya Tak sekali ia teringat dengan mamanya yang sampai saat ini masih Ada dirumah sakit menunggu seseorang untuk mendonorkan darahnya


ini Hari kedua mamanya koma dan belum ada perubahan yang terjadi


hatinya kacau, sedih, dan bingung walaupun


dia sudah tau ternyata ia bukan anak kandung mamanya itu


tapi yang masih dia herankan adalah jika dia bukan anak kandung Hana kenapa tidak dari awal almarhum ayahnya tidak mengecamnya dengan menggatakan bahwa ia bukan anaknya


apakah mungkin ada cerita lainnya yang belum ia ketahui dan ditutupi oleh mamanya itu


yang jelas sampai saat ini ia sangat membenci almarhum ayahnya itu


*drrtttt dddrttttt ddrrtttt


telfone genggam xiang Chen berdering memperlihatkan panggilan dari dokter yang menangani mamanya dirumah sakit


"hallo..."


"hallo xiang Chen.....saya ingin mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pendonor untuk nyonya Hana saya harap kamu bisa membantu untuk mencarikan pendonor yang cocok untuk mama kamu karena bila hingga esok nyonya Hana tak mendapatkan pendonor maka akan membahayakan nyawanya"


mendengar perkataan dokter , xiang Chen hanya terdiam dan mencoba mencerna dangan lancar semua yang dikatakan oleh dokter tersebut


"hmmm....baiklah dok ...saya akan usahakan"


*bipp


"aaakkkhhhh" (keluh pelan xiang Chen )


"ma tolong beertahanlah.....Chen hanya punya mama dan masih banyak Hal yang ingin Chen Tanya kpada mama" (Gumam xiang Chen berharap sambil tertunduk )


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2