
*KREEKKKKK KREEEKKKKKK
suara retakan demi retakan dari tulang-tulang seorang pemuda yang sedang sial hari itu
*BUGGG BUUGGGG
"AAAAKKKKHHHH....."
"TOLONG...AMMPUNII SAYAAA" (suara rintihan pemuda itu)
*GUBRAKKK
dibantiingnya tubuh pemuda itu hingga menghancurkan sebuah bangku kayu
bajunya yang telah di penuhi banjiran cairan berwarna merah hingga bagaikan keringat yang mengalir di tubuhnya tersebut
"ayolah bangun....dasar lemah!"
"uhukkk uuhhhukkk" (batuk pria itu hingga mengeluarkan darah kental)
"berapa yang kaau inginnkan?". (Tanya pemuda itu dengan menahan rasa sakit)
"sebutkan saja nominal yg kau inginkann...uhukkk" (lanjutnya)
"uang?...kau fikir Aku menginginkan uang mu?!...."
*BUUUGGGG
hantamann tongkat besi melumpuhkan pemuda itu hingga membuatnya tak sadarkan diri
"huhh sudah mati kah?...cih...padahal aku belum puas bermain-mainnya.."
xiang chen yang merasa belum puas dengan apa yang telah ia lakukan pada do ha membuatnya menyeret jasad do ha hingga meninggalkan jejak seretan darah di lantai sebuah rumah kosong yg berada di hutan belantara
"hmmm....selanjutnya apa ya yg harus ku lakukan pada mu do ha yang menyedihkan" (ucap xiang Chen di hadapan jasad do ha yang ia buat terduduk di sebuah kursi goyang )
do ha adalah salah satu dari semua target yang telah tertulis di sebuah buku rahasia milik xiang Chen
ia adalah seorang miliyuner terkenal di kota Shanghai tempat xiang Chen tinggal
sikapnya yang selalu rakus akan jabatan dan juga harta para penduduk miskin
serta apabila ada penduduk yang tidak mampu memberikan hartanya maka do ha akan mengmbil salah satu anggota keluarganya apabila ia seorang wanita maka ia harus siap untuk dijadikan sebagai istri oleh do ha namun apabila ia seorang lelaki maka ia akan di jual keluar negri untuk menjadi seorang budak
sifatnya yang selalu mempermainkan wanita dan menyiksa para kaum miskin yang tak berdosa membuatnya menjadi salah satu dari banyaknya orang yang menjadi target xiang Chen
*SSREKK SREEKK
"hmmm ..... lihatlah do ha kau sekarang telah menjadi seonggok makhluk tak bernyawa dan tak berguna" (ucap xiang Chen sambil menggosok- gosokan sebilah pisau)
__ADS_1
"sekarang Aku akan membuat mu menjadi berguna ...."
tubuh do ha yang dibaringkan di sebuah meja panjang tempat xiang Chen selama ini beropraasi terhadap semua korbannya
xiang Chen kemudian meluncurkan pisau yang dari tadi ia asah menuju dada do ha
membelah dadanya dan mengambil isi dari tubuh do ha
kotoran dri isi perut Doha bercampur dengan darah kental berwarna kehitaman
tanpa merasa jijik xiang Chen mencongkel ginjal do ha tanpa berprasaan sdikit pun
*cress
satu ginjal do ha terjatuh ke lantai saat akan mencongkelnya dengan disertai darah yang memancar ke segala arah
"huhh kau kebanyakan minum do ha ...menyusahkan ku saja"
diambilah satu persatu organ tubuh do ha
"kau tau gak , aku mengambil semua hak orang tak berdosa yaang telah kau rampas tanpa balas kasih mu sedikit pun do ha" (ucap xiang Chen )
"masih baik aku tidak membuat mu merasa sakit saat hal yang paling berharga yang kau miliki terambil begitu saja" (lanjutnya yg masih berkutik dengan tubuh do ha)
tubuh do ha yang kini telah tak karuan bentuknya , baju xiang Chen pun yang berwarna hitam kini menjadi berwarna hitam kemerahan karena darah yang menyumprat ke bajunya setiap Kali ia beropraasi pada tubuh do ha yang malang itu
bukan tanpa maksud xiang Chen mempreteli organ- organ tubuh do ha ia mengambilnya untuk dijual ke berbagai tempat yang ingin membelinya dan hasil dari menjual semua organ tubuh itu akan ia berikan kepada semua warga yang membutuhkan dan hartnya yang telah dirampas dengan rakusnya oleh do ha
"xiang Chen pulangg"
xiang Chen melangkahkan kakinya menuju kamarnya
saat ia melewati kamar mamanya ia lihat pintunya terbuka dan tak tampak mamanya di kamar itu
"ma?"
"mama kemana ya?" (gumamnya)
lalu xiang Chen memiliki prasaan yang buruk tentang mamanya yang tidak ada dikamarnya
ia pun berjalan menuju dapur
"MA??!!"
xiang Chen terkejut melihat mamanya yang terduduk didapur sambil menggores- goreskan sebilah pisau ke tangannya
"APA YANG MAMA LAKUKAN??!!"
xiang Chen pun merebut pisau tersebut dari tangan mamanya
__ADS_1
keadaan tangan Hana yang telah meneteskan darah karena ia telah banyak menggoreskan pisau ke tangannya
lalu tanpa berfikir lagi xiang Chen pun membawa Hana ke rumah sakit
xiang Chen berlari sambil menggendong Hana untuk mencari transportasi umum di dekat rumahnya
*BRUMMMM
" Pak tolong antarkan saya ke rumah sakit "
"baik nak .."
*SESAMPAINYA DI RUMAH SAKIT CHANG HONG
"dok gimana keadaan mama saya?"
"nyonya Hana kehilangan banyak darah dan kebetulan sekali persediaan golongan darah A sedang kosong"
"ambil darah saya Aja dok saya anaknya ...pasti darah saya akan cocok"
"hmmm....baiklah Mari ikut saya untuk mengecek kecocokan darah kalian"
kemudian xiang Chen pun melakukan tes kecocokan darah sebelum di donorkan untuk Hana
"gimana dok?....saya bisa lanngsung mendonorkan darah saya buat mama kan?"
"maaf ...tapi golongan darah kamu tidak cocok untuk nyonya hana"
"hah?!....tidak mungkin dok ..saya anaknya tidak mungkin darah saya tidak cocok dengan mama saya sendiri"
"maaf tapi nyatanya darah kalian memang tidak cocok"
xiang Chen terkejut saat ia mendengar penjelasan dari doketer yang menyatakan bahwa darah ia tidak cocok dengan Hana
dan tak habis fikir selama ini mamanya tidak pernah memberi tahu tentang kebenaran yang sebenarnya terjadi
ia merasa sedih, kesal namun disaat ini ia berfikir tidak mungkin ia harus menuruti egonya dan membiarkan mamanya yang selama ini merawatnya terbaring koma
"lalu apa yang harus saya lakukan dok?"
"hmmm.....Kita hanya bisa menunggu sampai ada seseorang yang berbaik hati menyumbangkan darahnya untuk mama kamu"
"hah?!....menunggu ?!...menunggu sampai mama meninggal?!!" (gumam xiang Chen yang saat ini fikirannya sedang Tak karuan)
xiang Chen pun berjalan dengan sejuta masalah di fikirannya menuju ruangan dimana disana terbaring tubuh Hana yang tak berdaya
ia berdiri di samping ranjang kasur hana menatap dan seakan ingin sekali mengeluarkan semua Hal yang ingin dipertanyakan kepada mamanya
"ma?...kenapa selama ini mama gak terus terang Aja sama Chen....kenapa ma?"
__ADS_1
ucap xiang Chen yang merasa frustasi akan kehidupannya yang di penuh dengan masalah
BERSAMBUNG.......