
"AAAHHH AAAHHHHH......JAAANNGGGAAAAANNNN!!!!!!!"
Nam joe terbangun dari mimpi buruknya di dalam mimpinya ia melihat banyak sekali mayat mayat tergantung bersimbah darah dan seseorang dengan pakain hitamnya berlari mengejar nam joe
nam joe terbangun dengan keringat membanjiri tubuhnya ia merasa semua itu seakan akan nyata ia alami
"aakhhh sialll ...untung cuma mimpi"
*melihat ke arah jam
"aahh sudah pukul tujuh Aku harus bergegas ke sekolah"
nam joe pun berjalan menuju kamar mandinya Sesampainya di dalam kamar Mandi tiba tiba saja nam joe teringat dengan kejadian kemarin
dimana saat dia melihat jasad park Kim yang mengenaskan di dalam kamar mandinya
nam joe menjadi gelisah karena saat dia Mandi dia selalu was was dan memperhatikan disekelilingnya sungguh membuatnya jengkel
setelahnya ia rapih dengan seragamnya nam joe pun bergegas berangkat ke sekolah
Sesampainya di sekolah nam joe melihat xiang Chen yang sedang memperhatikan setiap murid dari balkon lantai tiga sekolahnya
nam joe yang menyadari bahwa xiang Chen memperhatikannya dengan tatapan dingin membuat nam joe menundukan pandanganya
xiang Chen adalah salah satu murid yang menjadi korban bully dari genknya lee sebelum lee menghilang
xiang Chen hanya menerimanya dengan diam tanpa membalas mereka sedikit pun karena xiang Chen dulu adalah seorang murid yang berpenampilan culun namun setelah dua tahun kemudian penampilan xiang Chen berubah
xiang Chen kini selalu memakai jaket hitam saat ke sekolah dan penampilannya tidak seperti orang culun lagi
*DI KELAS
"selamat pagi anak anak hari ini min ho tidak masuk sekolah jadi Kita langsung saja memulai pelajaran pagi hari ini" (jelas bu yura)
"hfftt min ho Hari ini mengapa tidak masuk yaa?" (Gumam Nam joe)
*BELL PULANG
*VIA CHATT
Nam joe: min ho
Min ho: ya?
__ADS_1
Nam joe: apa kau sakit?
Min ho: iya Aku sedang kurang sehat
Nam joe: ohhh semoga kau cepat sembuh
Min ho : iya trimaksih nam joe
"hmmm....ternyata ia beneran sakit apa mungkin karena ia shok akibat kejadian kemarin?..." (Gumam Nam joe)
Di pertigaan jalan yang ia lewati Nam joe melihat adanya supermarket ia pun melangkahkan kakinya ke supermarket tersebut untuk membeli sekaleng minuman bersoda
"xiang cen?!"
Nam joe yang sedang mengambil sekaleng minuman soda di kulkas Tak sengaja melihat xiang Chen yang sedang membeli banyak obat nyamuk
"untuk apa dia beli obat nyamuk sebanyak itu apa mungkin di rumahnya banyak sekali nyamuk hah sepertinya tidak masuk akal untuk jumlah pemakaian yang normal" (gumamnya)
"aaahhh yaa sudah lah untuk apa aku fikirkan dia isi otak ku sudah penuh dengan banyaknya masalah" (lanjutnya )
Nam joe pun pergi meninggalkan supermarket untuk menuju kembali ke rumah
sementara itu xiang Chen yang juga baru sampai ke rumahnya Tak sengaja ia mendengar ribut ribut dari dalam rumahnya
ternyata ada seseorang yang sangat ia benci yaitu papanya baginya ia bukanlah seorang papa yang patut di banggakan baginya ia adalah lelaki brengsek yang Tak bertanggung jawab
walaupun telah berpisah woo bong masih saja suka memaksa Hana mama dari xiang Chen untuk memberikan uangnya
selama ini setiap Kali xiang Chen ingin melawan papanya itu selalu dihalangi oleh mamanya semua itu membuat xiang Chen Tak tahan lagi menahan jiwa pembunuhnya
xiang Chen Tak bisa lagi berbohong seolah tak melihat seorang yang amat ia cintai selalu terluka
setelah itu xiang Chen pun mengambil sebilah pisau dari dapur dan perlahan mendekati woo bong dari belakang
namun woo bong mengetahui keberadaan xiang Chen di belakangnya karena Hana yang berusaha menyuruh xiang Chen pergi menjauh
"XIANG CHEN!!!" (ujar woo bong)
xiang Chen pun langsung mengayunkan sebilah pisau ditanganya menuju dada woo bong namun sayangnya pisau tersebut tertahan oleh woo bong
"DASAR ANAK GAK TAHU DIRI!!!...BERANINYA SEKALI KAU MENCOBA MEMBUNUH KU" (lanjut woo bong dengan penuh amarah)
"HAH?!!! ....APA?! KAU BILANG ...TIDAK TAHU DIRI??!!!....KAU LAH LELAKI ******** YANG TAK TAHU DIRI!!!!" (ucap xiang Chen)
__ADS_1
"XIANG CHENN...SUDAHLAHH PERGI DARI SINII!!!!." (teriak Hana sambil menangis)
"SUDAHLAH MAMA JANGAN TERUS MEMBELA MANUSIA BRENGSEK INI AKU SUDAH MUAK DENGANYAA"
"KAU MEMANG ANAK TAK TAHU DIUNTUNG" (ucap woo bong)
aksi saling dorong mendorong pisau terjadi diantara anak dan ayahnya itu Hana yang menangis membuat xiang chen sangat membenci tangisannya
karena bagi xiang Chen untuk apa menangisi seseorang yang hanya bisa memberikan penderitaan baginya
jiwa psikopat xiang Chen bergelora menekan xiang Chen untuk menghabisi lelaki yang Ada dihadapannya itu
ia pun baru mengingat bahwa ia selalu menyediakan pisau lipat di kantung jaketnya ia pun mengeluarkan pisau lipat itu dan dengan sigap ia mengakhiri semuanya
*JJLLEEEBBB
pisau lipat yang selalu ia asah itu kini menancap di atas kepala woo bong hingga menembus ke matanya
banjiran cairan kental berwarna merah kehitaman menetes ke lantai rumah xiang Chen
"XIANGG CHENNN!!!!".( teriakan Hana yang terkejut karena apa yang telah di lakukan xiang Chen kepada woo bong )
nafas xiang Chen tersenggal senggal dengan keadaan tangannya yang penuh dengan darah Segar milik woo bong
Hana yang menyaksikan kejadian itu sangat Tak habis fikir ia pun terpaku sambil membekap sendiri mulutnya
xiang Chen yang tersadar bahwa aksinya itu dilihat langsung oleh mamanya ia pun langsung menghampiri mamanya yang duduk terpaku
"mahh maafin xiang Chen semua Demi kebaikan mama" (jelas xiang Chen sambil mencoba menenangkan mamanya )
pandangan Hana pun menuju pada wajah anaknya yang dihiasi oleh percikan darah
"xiang Chen maafin mama"
"untuk apa ma ...mama gak salah Kita bisa mulai kehidupan baru Kita berdua tanpa seorang papa mah" (ucap xiang Chen dan ia pun memeluk mamanya dengan erat)
xiang Chen sangat tidak suka mellihat seorang wanita menangis dihadapannya apalagi bila wanita itu adalah orang yang ia cintai
walaupun ia sangat sadis dalam menghabisi korbanya namun semua itu ia lakukan karena suatu alasan
xiang Chen bukanlah seorang pria yang bodoh ia adalah salah satu pelajar pandai di sekolahnya berbagai penghargaan akademik selalu ia gapai dengan mudah
ia tahu apa yang harus ia lakukan dan ia tahu apapun yang ia lakukan harus selalu dilandasi dengan maksud dan tujuannyq
__ADS_1
Hana tak mengetahui bahwa anaknya telah menghilangkan banyak nyawa karena xiang Chen selalu memperlihatkan keadaannya yang baik baik saja saat di depan Hana.
BERSAMBUNG........