
"bi...kapan aku boleh pulang kerumah...aku bosan terus berada disini" (ucap re mi )
"Luka kamu masih belum memungkinkan kamu untuk pulang re mi....apa kamu mau berjalan-jalan berkeliling halaman rumah sakit?"
"huh.....hmmm....mau!...."
"ok...Bibi akan meminta izin pada dokter dahulu setelah itu Bibi akan menemani kamu"
"sip...trimakasih banyak Bibi😚"
"😄"
Tak lama kemudian Bibi hao datang dengan membawa sebuah kursi roda untuk re mi
"YEAAYYH!....akhirnya bisa berkeliling halaman"
kemudian Bibi mengajak re mi berkeliling taman rumah sakit
~PUKUL 22.00~
malam ini Bibi hao tidak bisa menemani re mi dirumah sakit karena esok ia harus mengantarkan pesanan nasi kotak untuk yayasan panti asuhan Santos Cristian
ketika re mi telah tertidur pulas diranjang pasiennya, xiang Chen lagi-lagi datang untuk melakukan rencananya
xiang Chen datang dengan melewati pintu utama rumah sakit ia memanfaatkan kelengahan para penjaga dimalam Hari
xiang Chen melangkahkan kakinya mengarahkan ia mendekat dengan re mi yang sedang tertidur membelakangi xiang Chen
xiang Chen memperhatikan tubuh re mi yang memperlihatkan dengan jelas lekukan tubuh idealnya
"tubuhnya bagus juga" (Gumam xiang Chen Tak sadar)
"hmmm.....kenapa aku malah memikirkan hal gak penting itu?"
lalu xiang Chen berjalan untuk lebih dekat dengan re mi sambil membawa sebilah pisau yang telah ia siapkan dari jauh-jauh Hari
baru saja ia ingin mengarahkan pisau itu ke leher re mi namun tiba-tiba re mi berbalik arah dan menarik tubuh xiang Chen seolah ia sedang memeluk sebuah guling
re mi semakin terasa nyaman dengan apa yang sedang ia peluk saat ini meskipun ia Tak sadar
xiang Chen hanya bisa pasrah entah apa yang ia fikirkan saat ini yang jelas saat ini jantungnya berdetak Tak sesuai irama
xiang Chen memperhatikan wajah cantik Dan manis re mi ketika ia sedang tertidur mungkin saja sekarang wajahnya memerah namun dirinya tak menyadari itu
"dia ternyata cantik sekali" (Gumam xiang Chen membatin)
__ADS_1
pisau yang terjatuh dari genggaman xiang Chen mengenai tangannya, sehingga tangannya terluka dan meneteskan Sarah dari dalam tubuhnya
re mi yang lama kelamaan menyadari Ada yang aneh dengan apa yang sedang ia peluk saat ini membuatnya seketika tersadar Dan terbangun
"ha?!..."
"xiang Chen..mmmmppppphhhhhh"
mulut re mi terbekap oleh tangan xiang Chen
"ussttt...jangan berisik...atau akan kubunuh kau!"
re mi melihat tangan xiang Chen yang terluka ia pun mengambilkan plaster bergambar boneka panda kesukaan re mi dari dalam taasnya
"nih"
"untuk apa?"
"untuk tangan mu....kau terluka"
"tidak perlu"
"kenapa?.....sini biar aku pakaikan"
re mi kemudian memasangkan plaster kebagian yang terluka pada tangan xiang Chen
"aakkhhh"
"maaf...."
"sudah"
"hmmm.....trimakasih"
"xiang Chen....apa kamu kembali kesini untuk mencoba membunuhku lagi?"
"tidak"
"kau bohong....ini apa?"
ucap re mi sambil memperlihatkan sebilah pisau yang tadi terjatuh dari genggaman xiang Chen
"hmmm...iya...aku datang kembali untuk membunuh mu"
"apa kau masih dendam dengan ku?"
__ADS_1
"iya"
"aaaahhhh" (re mi yang merintih karena lukanya yang kembali terasa sakit)
"re mi?"
xiang Chen mendekati re mi Dan ia terlihat sangat khawatir dengan re mi
"Aku tidak apa-apa...hanya saja Luka ini kembali terasa sakit"
"maaf re mi..."
"untuk apa?..."
"karna aku, kau jadi terus merasa sakit"
"tidak apa-apa....Kita inpas bukan?"
"hmmmm...baiklah"
"jadi apa sekarang kamu masih ingin membunuh ku?"
"tidak...aku sudah lupakan semuanya"
kata-kata yang keluar dari mulut xiang Chen sangatlah berbanding terbalik dengan hati dirinya
"benarkah?"
"iya...hmmm...trimaksih"
"untuk apa?....justru aku yang ingin berterimakasih pada kamu xiang Chen"
"kau tidak melaporkan ku lagi kepolisi setelah aku hampir ingin membuat mu mati"
"tapi...kau membawa ku kerumah sakit dan kamu udah menolong aku dari gangguan min ho, menolong Bibi saat akan tertabrak mobil, aku berutang budi banyak dengan mu xiang Chen"
"hmmm...aku Kira kau lupa untuk mengatakan terimakasih pada ku"
"jadi kau selama ini kau mengharapkannya?"
"tidak juga...selama ini aku berharap untuk bisa membunuh mu namun aku Tak mengerti setiap Kali aku ingin melakukannya selalu saja terhalangkan oleh sesuatu yang aneh"
"apa itu?"
"entah....yang jelas itu adalah Hal yang aneh dan menyiksa ku"
__ADS_1
BERSAMBUNG......