
Semua murid nampak fokus memandang wajah sang guru yaitu Faisal Aresh Dirgantara guru tampan idaman semua siswi yang sedang menjelaskan materinya. Semua siswi di kelas Aruna hanya asik memperhatikan wajah Faisal, bukan materinya. Terkecuali Aruna dia ingin sekali rasanya mencakar wajah gurunya itu.
Faisal disaat mengajarpun masih sempat sempat nya tersenyum kearah Aruna dan mengedipkan sebelah matanya. Bukannya membalas senyuman Faisal, Aruna justru menyangarkan wajahnya.
Faisal yang mendapatkan tatapan permusuhan dari Aruna tersenyum tipis merasa gemas, jika saja ini bukan jam pelajaran Faisal ingin sekali mencubit pipi Aruna yang mengembung karna kesal. murid kesayangannya benar-benar menggemaskan. batin nya
"Ckk lama-lama gue colok tuh mata!. Gk sopan banget perasaan." batin Aruna.
"Apa kalian sudah mengerti?!." Faisal.
"Sudahhhh Pakk!." kompak semua murid.
"Jika sudah mengerti maka buka halaman 72 dan kerjakan sebanyak 15 soal." Faisal.
Kelas itu pun nampak hening sesaat. Mereka semua sedang mengerjakan tugas yang diberikan Faissal.
Faisal berkeliling di kelas itu berpura pura untuk memeriksa tugas yang dikerjakan murid nya. Dan benar saja Faisal berhenti di meja nya Aruna.
"Kamu semakin bertambah cantik dengan wajah cemberutmu itu, Aruna." Faisal sedikit membungkukkan badan nya dan berbisik pada Aruna.
Aruna menghela nafas jengah, kesal dengan sikap Faisal yang selalu menggodanya.
"Jangan mengganggu saya, nanti tugas saya tak selesai selesai." ketus Aruna.
"Yasudah belajar yang baik anak manis." Faisal mengusap lembut punggung tangan Aruna, dan Aruna langsung nenepis kasar tangan gurunya itu. Faisal yang mendapat respon seperti itu hanya tersenyum tipis dan kembali ke meja nya.
Semua murid disana sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini, hanya saja siswi dikelas itu sangat iri pada Aruna karena selalu di perhatikan lebih oleh guru tampan idola mereka.
"Dasar tua-tua tidak tahu malu!." batin Aruna kesal.
30 menit berlalu dan mereka mengumpul kan buku tugas nya. Salah satu siswi ingin membantu Faisal membawa buku tugas murid nya namun Faisal langsung menolak nya.
"Saya minta Aruna untuk membawa buku ini." Titah Faisal.
"Saya tidak mau, lagipula masih banyak murid yang lain. Bukan nya tadi salsa ingin membantu bapak?." sahut Aruna kesal, kenapa selalu dirinya yang di tunjuk oleh Faisal.
"Saya hanya ingin kamu yang membawa buku nya, dan jika kamu menolak siap-siap saja nilai harian kamu akan saya kosongkan." ancam Faisal.
__ADS_1
"Bisanya hanya mengancam!, Yasudah saya yang akan membawa buku ini." akhirnya walau dengan terpaksa Aruna tetap membawa buku tugas ke ruangan guru menyebalkan nya itu.
***
Saat sudah sampai di ruangan nya.Faisal mengunci pintunya dan itu membuat Aruna takut seketika.
"Awas saja jika guru menyebalkan ini macam-macam!. Aku akan menendang masa depan nya itu!." batin Aruna.
"Kenapa Bapak mengunci pintunya?!. Awas saja jika Bapak macam-macam!." Aruna sangat panik saat Faisal berjalan mendekat.
"Biar tidak ada yang mengganggu kita." Faisal berjalan semakin dekat dan tersenyum miring.
"Jangan macam-macam ya!, Jika bapak macam-macam saya akan teriak!." sontak saja saat Faisal mendekat Aruna berjalan mundur dan
BRUGHH
Gadis itu terduduk di sofa yang ada di ruangan Faisal. Aruna tampak mengeluarkan keringat dingin.
"Kenapa wajah mu terlihat tegang seperti itu sayang, mana wajah sangar mu waktu di kelas tadi Hmmm?." Faisal mengurung Aruna di antara kedua tangan kekarnya, dan menarik wajah Aruna sehingga jarak keduanya sangat dekat.
jantung keduanya berpacu dengan sangat kencang, hembusan napas Faisal yang beraroma Mint bisa Aruna rasakan, parfum Faisal terasa sangat memabukkan.
"Astaga ingin sekali aku menerkam nya sekarang juga." batin Faisal gemas melihat wajah tegang Aruna.
"Mengapa jarak nya sedekat ini, semoga saja dia tidak berbuat macam-macam padaku." batin Aruna, di satu sisi dirinya sangat takut dan satu sisi lainnya dia merasa nyaman saat berada di dekat Faisal.
Kini jantung nya berdetak dua kali lebih cepat saat dia bertatapan langsung dengan Faisal. Jika di lihat-lihat guru nya tampan juga pikir Aruna.
dirasa sudah cukup menggoda Aruna dan karna takut dirinya khilaf Faisal pun membiarkan Aruna pergi.
"Yasudah kamu saya lepaskan. Seperti nya kamu ketakutan sayang." Faisal tersenyum miring dan mengusap perlahan bibir ranum Aruna. Dan Faisal membebaskan Aruna dari kungkungan nya.
Aruna yang mendapatkan kesempatan itu pun langsung berlari dan membuka kunci pintu nya.
"Huffftt untung aja tuh Bapak-Bapak gakmacam-macam." Aruna menarik nafas lega dan mengusap-usap dada nya.
"Woyy Aruna lama banget lo diruangan nya Pak Faisal?!. Ngapain aja kalian berdua?!." selidik putri sahabat baik Aruna.
__ADS_1
"Kalau lo nanya kayak gitu lagi, jangan salahin gue kalau lo tiba-tiba tinggal nama doang!." ujar Aruna nyolot.
"Ehh santai dong Bu boss, gue kan cuman nanya sensi amat dah!." Putri hanya tersenyum dengan tampang tak berdosa.
"Yaudah mendingan kita kekantin gue udah laper nih."
***
Aruna nampak sudah bosan menunggu jemputan dari supir pribadinya. Sudah 30 menit dia menunggu di depan gerbang sekolah berjalan mondar-mandir seperti orang gila.
Di sekolah nampak nya hanya ada dirinya dan penjaga sekolah. Sebenarnya tadi Aruna tidak sendirian tadi dia bersama putri namun sahabat nya itu sudah di jemput duluan dan mungkin sudah ada di rumah dan istirahat.
"Gilaaa lama banget Pak Dika jemputnya!. Gk biasanya dia kayak gini. Mau di telpon juga batrei nya habis." kesal Aruna sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"Khhemm." deheman seseorang yang tidak ingin Aruna lihat wajahnya saat ini.
"Udah sial malah nambah sial!!." batin Aruna.
"Sepertinya kita memang di takdirkan berjodoh buktinya kita bertemu lagi." ujar Faisal ramah namun sangat memuakkan bagi Aruna.
"Amit-amit dehh berjodoh sama Bapak!, udah tua jelek lagi!." sikap jutek Aruna sudah keluar.
"Jangan galak-galak nanti saya galakin di ranjang nangis. Oh iya kenapa belum pulang cantik? Pasti mau nungguin saya ya?." goda Faisal mengedipkan sebelah matanya.
"Ohh astaga guru tua dan mesum ini bener-bener minta di headshot kali ya!." batin Aruna kesal rasanya dia ingin sekali menyumpal mulu guru nya itu dengan kaos kaki nya. Dan Aruna hanya diam tidak menanggapi ucapan Faisal.
"lebih baik kita kamu pulang sama saya aja, kayanya supir kamu gk bakalan jemput dehh." ucap Faisal dengan nada tulus, Namun di abaikan oleh Aruna. dan Faisal hanya bisa menghela nafas panjang karna terus-menerus di tolak oleh Aruna.
"Gilaaa, yang bener aja gue berduaan disini ama nih guru cabul. Yang ada gue darah tinggi nanti. Mana Pak Dika juga belum datang jemput lagi. Mendingan diemin aja nih guru nanti juga capek sendiri." pikir Aruna dalam hati.
Dan akhirnya Faisal pun menemani Aruna walau tanpa sepertujuan gadis itu. Toh percuma juga kalau dilarang malah semakin nyebelin nantinya.
10 menit pun berlalu dan selama itu hanya Faisal yang mengeluarkan suara walaupun tidak pernah di redspon oleh Aruna.
"Seperti nya supir kamu tidak akan datang, lebih baik pulang bersama saya saja. Tak baik bidaari secantik kamu pulang sendirian. Nanti kalau ada yang nyulik kamu gimana?." tawar Faisal berbicara selembut mungkin.
"Iya juga sihh lagian ini udah sore juga, Kalau ada apa-apa di jalan gimana?. Ihh pasti bakalan serem banget!." monolog Aruna.
__ADS_1
"Yaudah kalau bapak maksa saya ikut mobil Bapak aja dehh. Dari pada saya yang cantik ini di culik kan?. Walaupun saya gk mau tapi gak papa lahh kuyy gass ken."