My Sexy Student

My Sexy Student
12. Kesepakatan Itu


__ADS_3

"Aruna!."


"Kok Lo masih di sini sih?." Aruna mengalihkan tatapan nya pada Putri yang baru keluar dari gedung sekolah.


"Tadi gue habis dari toilet, lah Lo ngapain masih disini, Pak Faisal juga belum pulang kenapa?." Putri menatap Faisal yang tengah menahan kesal karna ucapannya di potong oleh gadis itu.


"Kamu gk sopan banget potong-potong ucapan saya." nada Faisal terdengar jutek berbeda saat dirinya berbicara dengan Aruna.


"Hehe maaf pak lagian saya gk tau kalau Bapak lagi ngapel si Aruna." Putri menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, takut karna tatapan tak suka Faisal pada dirinya.


"Untung kamu satu-satunya temen Aruna, kalau bukan udah saya suruh buat ngisi soal matematika besok!. Yaudah kalau begitu Aruna saya pamit dulu ya, Putri! Jagain Aruna baik-baik jangan sampai lecet!." Faisal berkata lembut saat menyebut nama Aruna dan berkata ngegas memerintah Putri.


"Iya siap!, saya bakal jagain Putri Aruna dengan baik Pangeran!." Putri dengan tingkah konyol nya mengangkat tangannya hormat pada Faisal.


"Ishh apaan sih pada ga jelas!, udah bapak kalau mau pulang-pulang aja sana." usir Aruna secara Halus.


"Iya-iyaa, sampai jumpa besok malaikat tak bersayap ku." Faisal langsung tancap gas setelah mengatakan itu.


"Negeselin banget Pak Faisal, giliran sama Lo aja lemah lembut, lah sama gue ngegas teruss!. Mana gue mau dikasih pelajaran ama tuh guru Ishh." Putri menatap kesal mobil Faisal yang sudah menghilang dari pandangan nya.


"Berarti pesona gue gk main-main, bisa bikin cowok dingin kaya Pak Faisal bucin sama gue." bangga Hana dengan tersenyum miring, Putri yang melihat teman nya menyombongkan dirinya hanya memutar bola mata nya malas.


"Gk cewek nya gk cowok nya sama-sama ngeselin, gue doain kalian beneran jodoh, kasian Pak Faisal udah bucin sama lo."


"Gue sama Pak Faisal tuh gk di ciptakan untuk bersama."


Putri mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan Aruna, bahkan ekspresi sahabatnya sudah berubah sendu.


"Jodoh tuh ga ada yang tau!, lagian gue tuh bingung sama Lo, sebenarnya Lo itu suka gk sih sama Pak Faisal?!."


*


*


*


*


*


Pukul 20:00 Wib


Saat ini Hana tengah melamun di Balkon kamar nya pikiran nya kacau, dirinya benar-benar bingung bagaimana mengatasi semuanya dan tidak menimbulkan masalah yang lebih serius.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Aruna ini Mamah sayang!." Lamunan Aruna buyar seketika saat mendengar ketukan pintu dan suara sang Mamah.


"Sebentar!, Aruna buka kunci pintu nya dulu."


"Mamah boleh masuk kan?."


"Boleh kok Mah, Mamah tumben banget kekamar nya Runa, pasti ada hal penting yang mau Mamah bicarain ya?."Aruna mempersilahkan ibu nya masuk, dan duduk di kasur Queen size nya.


Renata tidak langsung berbicara dia mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan, tangan nya terukur memegang tangan Aruna lembut.


Renata menatap Putrinya dengan lembut


"Kamu masih inget ka kesepakatan kita 4 tahun yang lalu?."


"Kalau Mamah kesini cuman buat nanya itu, jawaban nya masih Mah, Lagian Runa gk mungkin lupa." kini tatapan Aruna menjadi sendu, tidak selembut tadi saat menatap wajah Renata.


"Kamu kenapa? Gk seneng ya sama kesepakatan itu?."


"Kalau Mamah mikirnya aku seneng itu salah besar Mah!, aku gk mau!, aku pengen batalin kesepakatan itu kalau aku bisa." Aruna mulai meneteskan Air matanya, wajah nya sudah dia tutup dengan kedua tangan nya.


"Maaf Aruna tapi kesepakatan itu gk akan bisa dibatalin, Mamah minta maaf karna gk bisa bantu kamu." Renata memeluk putrinya yang sudah menangis, dirinya merasa gagal menjadi seorang ibu karna tidak bisa membahagiakan putrinya.


"Maaf sayang Mamah gk bisa, walaupun bisa dari dulu kesepakatan itu gk mungkin pernah ada."


"Hiks,, Runa gk mau Mah!, Runa mohon batalin aja please!, hikss." Aruna menangis kejar berada di pelukan Ibu nya, dirinya benar benar hancur sekarang.


*


*


*


*


*


Skip pagi


Aruna memasuki area sekolah dengan wajah muram, tidak ada senyuman manis Aruna yang biasanya menyapa siswa siswi disekolah nya.


"Aruna kok mukanya murung ya?."

__ADS_1


"Iya, tumbuhan di lingkungan sekolah juga ikutan layu karna sang primadona sedang bersedih hati."


"Ishh kok Bebep Aruna yang cantik mata nya sembab, ini mah harus di aduin ke Pak Faisal fix yang bikin Aruna murung habis pasti di tangan pak Faisal"


begitulah ucapan para siswa yang melihat wajah murung Aruna.


Aruna tetap melangkahkan kaki nya menuju kelas tanpa berbicara sedikitpun.


"ASTAGA NAGA!!, Runa Lo kenapa?! Siapa yang bikin Lo nangis sampe kaya gini!, bilang sama gue bakalan gue bejek bejek tuh orang!." Putri meneliti wajah Aruna yang bengkak dan sembab sperti habis menangis bahkan air mata gadis itu masih ada di pelupuk mata nya.


"Pliss bilang sama gue, Lo kenapa?!, jangan diem aja Run!."


"gue Gk Apa-apa Put." perkataan Aruna berbanding terbalik dengan kondisi gadis itu sekarang, bahkan suaranya sangat parau membuat Putri semakin khawatir.


"Lo sakit?, Kenapa maksain buat sekolah sih."


"gue gk sakit Put." Aruna masih mencoba mengelak, tapi Putri tetap tidak percaya bahea gadis itu baik-baik saja.


"Amel!, Gue minta tolong sama Lo, tolong panggilin Pak Faisal kesini sekarang." Putri menyuruh teman kelas nya agar menjemput Faisal.


"dih ogah banget gue disuruh-suruh sama Lo!." Amel bersidakep dada menolak mentah mentah permintaan tolong Putri.


"kalau Lo gk nurut Gue bakal aduin Lo ke Pak Faisal!." Putri yakin Faisal pasti akan memarahi gadis yang mengabaikan sesuatu yang menyangkut tentang Aruna.


"terus Lo pikir gue takut?!, gue gak bakalan nurut sama Lo!." Amel masih dengan pertahan nya.


"batu banget sih Lo!, udah sana pergi Lo mau nilai rapot matematika Lo kosong kaya si salsa? gara-gara Aruna kenapa-kenapa terus gk lapor sma Pak Faisal?!." Andra dengan lantang menyuruh Amel yang semakin kesal karna di suruh-suruh.


"Gue gk apa-apa, gk perlu sampe manggil Pak Faisal segala. udah mendingan Lo duduk lagi aja." Aruna menunjuk Amel yang sudah akan berangkat karna takut ancaman Putri.


"udah Lo sana pergi gk usah dengerin Aruna!, cepetan malah bengong!." Akhirnya mau tak mau Amel menuruti perintah Putri yang menatap nya sangar.


"Lo tuh berlebihan banget, gue tuh beneran gk apa-apa."


"mana bisa gue percaya sama omongan Lo Runa?!."


*


*


*


*

__ADS_1


Hi🤗


__ADS_2