My Sexy Student

My Sexy Student
10. Ungkapan Hati Aruna


__ADS_3

kenapa kamu diam aja?, apa ucapan saya belum juga bisa bikin kamu percaya kalau saya itu cinta sama kamu?."


Aruna hanya diam tak bergeming, dirinya terkejut mendengar semua penuturan Faisal barusan, Hatinya terasa terhantam sesuatu yang membuatnya sesak sampai ke ulu hati. Apalagi saat melihat tatapan terluka Faisal kepadanya, apa sesakit itu yang di rasakan Faisal selama ini?, kenapa dirinya sangat jahat sekali sampai membuat seseorang di hadapan nya sangat terluka.


"Sebenarnya saya udah yakin dari lama kalau Bapak memang mencintai saya, tapi saya cuman mau denger semua yang bapak rasain selama ini, dan selama dua tahun Bapak selalu berada di sisi saya, apa Bapak pikir saya gk ngerasain apa-apa?. Jantung saya rasanya mau meledak saat Bapak didekat saya, saya seneng pas Bapak gangguin saya, saya juga rindu kalau bapak gk gangguin saya." Aruna menjeda perkataan nya untuk menetralisir rasa gugup nya.


"Saya gk bisa terus-terusan bohongin perasaan saya, jujur saya sudah lama merasakan perasaan aneh ini dana saya selalu berusaha menyangkal nya, tapi semakin saya menyangkal nya semakin besar pula rasa sesak yang saya rasakan. Mungkin saya sudah terlambat mengakui nya tapi setidak nya saya sudah mengatakan semua nya sama bapak, jadi perjuangan bapak selama ini gk sia-sia. Bapak berhasil buat saya jatuh cinta sama Bapak."


Setelah cukup lama memendam perasaan nya Akhirnya Aruna mampu mengutarakan semua nya, Walaupun sangat sulit untuk mengatakan itu semua tapi karna Aruna terus menguatkan hati nya kata-kata itu pun bisa terucap juga. Dirinya merasa lega sudah mengatakan nya pada seseorang yang ada di hadapan nya.


Faisal terlihat terkejut mendengar semua penuturan Aruna, bahkan dirinya merasa semua ini adalah mimpi, Faisal berharap jangan ada yang membangun kan nya jika ini memang benar-benar mimpi. Mata Faisal terlihat memerah dan berair jika sedikit saja dirinya bergerak sudah di pastikan air matanya akan jatuh.


Aruna juga mencintai nya, sesuatu yang ingin Faisal dengar sejak dua tahun lalu kini sudah dia dengar, bahagia? tentu saja Faisal sangat bahagia. hati nya kini tengah ber euphoria seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di hati nya. Faisal tertawa dengan lirih kini air mata nya ikut turun membasahi pipi nya.


"saya gk lagi mimpi kan?, yang kamu bilang tadi beneran?." Faisal nampak terharu, kini air mata yang jatuh bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia.


"Bapak gk lagi mimpi, semua nya nyata."


"jadi apa sekarang kita bisa di bilang pacaran?, soalnya kan kita berdua udah nyatain perasaan kita masing-masing. dan kalau kamu mau lebih dari pacaran saya bisa kok pulang dari sini langsung nyuruh orang tua saya buat ngelamar kamu." Faisal berucap dengan nada yang menggebu-gebu, laki-laki itu tak bisa menyembunyikan raut bahagia nya.


"maaf Pak, kalau soal itu saya gk bisa." Aruna menatap sendu Faisal.


"ke-kenapa gk bisa?."


"kita memang punya perasaan yang sama, tapi kalau buat jalanin hubungan saya gk bisa." Aruna sebenarnya ingin sekali menerima Faisal tapi ada satu alasan yang membuatnya tidak bisa menerima Faisal.


"haha,, sa-saya tau pasti kamu butuh waktu kan?, gk masalah kok saya bakalan kasih kamu waktu." ada sedikit perasaan was-was di hati Faisal saat mendengar penuturan Aruna yang tidak ingin menjalin hubungan dengan nya, tapi Faisal mencoba menyangkal perasaan itu toh Aruna juga sudah bilang kalau perempuan itu mempunyai rasa pada nya.

__ADS_1


"lebih baik kita pulang aja pak soalnya udah mau malam, takut di cariin sama yang di rumah." Aruna langsung berdiri bersiap untuk pulang.


"yaudah saya anterin ya?."


"gk usah Pak saya Naik taxi aja, sampai ketemu besok Pak, dadah!." Aruna meninggalkan Faisal yang masih duduk du kursi restaurant yang sedang menatap kepergian Aruna, merasa ada yang aneh dengan sikap Aruna yang tadi.


.


.


.


.


.


.


"itu Aruna habis dari toko buku, ada novel keluaran terbaru karna edisi nya terbatas makanya Aruna buru-buru kesana soalnya takut di serbu sama yang lain, Pah." Aruna mengucapkan berkali kali kata maaf dari dalam hati nya, karna sudah berbohong pada Ayah nya.


"lain kali kalau mau apapun izin dulu ya sayang, Mamah sama Papah khawatir takut nya kamu kenapa-kenapa. karna kamu gk apa-apa Yaudah lebih baik kamu bersih-bersih dulu habis itu langsung makan ya ,soalnya Mamah udah siapin makanan kesukaan kamu." Renata berucap dengan nada lembut.


setelah Aruna pergi ke kamar nya, kini hanya tersisa Renata dan Prasetyo. mereka seperti nya tengah memikirkan sesuatu.


"nanti setelah Aruna sudah makan, Mamah ke ruang kerja Papah, ada yang mau Papah obrolin."


"iya Pah."

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Saat ini Faisal dan Abaraham sedang berada di ruang kerja Faisal, dia tengah bercerita tentang kejadian sore tadi pada Ayah nya, Faisal menceritakan semuanya dengan raut wajah bahagia.


Faisal akan menceritakan semua hal yang bersangkutan dengan Aruna pada Ayah nya, dan dia sedikit malu jika menceritakan perihal wanita pada sang ibu. dan Abraham dengan senang hati mendengarkan semua aduan putranya.


"ternyata selama ini Aruna juga mencintai ku, hanya saja aku tidak tau apa alasan nya menyembunyikan perasaan nya dari ku." Faisal terus bercerita dan Abaraham hanya mendengarkan sambil sesekali tersenyum melihat raut bahagia putranya, Faisal seperti remaja yang baru di mabuk asmara.


"kau seperti nya sangat bahagia sekali, tapi sayang sekali walaupun Aruna mengakui perasaan nya tetap saja kalian belum bisa bersama, bahkan belum memiliki hubungan apapun. tadi nya saat mendengar Aruna juga menyukai mu, aku dan ibu mu akan langsung melamar nya malam ini juga. tapi ternyata tidak semudah itu untuk memiliki gadis pujaan mu." jelas Abraham dengan nada sedikit mengejek, yang mampu melunturkan senyuman Faisal.


"dia hanya butuh waktu saja, dan ayah seharus nya mendukung ku bukan nya malah mengejek dan membuatku menjadi putus asa seperti ini." Faisal menatap kesal ke arah Ayah yang suka mengejek nya.


"yaya apapun itu, Ayah akan tetap mendukung mu agar masa lajang mu berakhir, dan segera kembali bekerja di perusahaan. usia Ayah sudah tidak tua lagi, ayah butuh penerus perusahaan yang sudah di bangun dari Nol oleh kakek mu masa harus di teruskan oleh anak dari sekertarisku?."


"tunggu sebentar lagi, aku butuh waktu untuk meyakinkan nya sekali lagi."


...****************...

__ADS_1


maaf baru Up dan alurnya menurutku gk nyambung:'(. soalnya lagi ada kegiatan di real life:)


__ADS_2