My Sexy Student

My Sexy Student
2.Pulang Bersama


__ADS_3

Di dalam perjalanan keadaan nya sangat canggung. Aruna hanya memeperhatikan ke arah luar jendela sedang kan faisal hanya bisa mengehela nafas gusar. Dia bingung kepada diri nya sendiri kenapa saat ini perasaan nya ssngat gugup.


"Pak, kayak nya ini bukan jalan ke arah rumah saya deh." Bingung Aruna karna Faisal menjalankan mobil nya bukan ke arahh rumah nya. Dan bodoh nya lagi kenapa dari tadi dia tidak ngeh kalau jalan nya salah.


Dan Faisal hanya menatap Aruna sekilas dan kembali fokus untuk menyetir.


"Mau di bawa ke mana sihh guee?! , apa jangan-jangan nih guru mau nyulik gue terus mau berbuat kurang ajar ke guee!." Batin Aruna menjerit ketakutan, pikiran nya sudah mulai liar kemana-mana.


"Pak berhenti gak!, Bapak mau bawa saya kemana?!. Saya bilang berhenti Pak!, saya mau turu di sini aja!, turunin saya Pak!." Sentak Aruna pada Faisal. Namun Faisal masih fokus menyetir dan berpura-pura tidak mendengarkan teriakan Aruna.


Aruna saat ini sudah sangat gelisah bahkan dia berpikiran untuk meloncat dari mobil tapi sayang pintu nya di kunci oleh Faisal.


"Apa yang ada di pikiran gadis ini sihh, mengapa lucu sekali saat sedang ketakutan


Seperti ini Hhaha." batin Faisal tertawa senang namun wajah nya malah menunjukkan wajah datar.


"Hikss,,hikss,, turuin saya Pak." Aruna yang mulai panik pun menangis, walaupun di luar Aruna tampak seperti gadis yang kuat tetap saja dia adalah gadis yang cengeng.


Beberapa saat setelah melihat Hana menangis Faisal memberhentikan mobil nya di sebuah restaurant yang cukup terkenal.


"Syutt,, jangan menangis, saya gk akan berbuat macam-macam." Faisal langsung melepas sabuk pengaman nya dan sabuk pengaman Aruna. Lalu setelah itu Faisal menangkup wajah Aruna dan menghapus jejak air mata di pipi Aruna.


"Terus mau apa Bapak bawa saya ke tempat ini?!." Aruna menepis tangan Faisal dan mulai berhenti menangis.


"Tadi saat kamu nunggu supir, kamu bilang kamu lapar maka nya saya bawa kamu ke sini. Saya gk mungkin macam-macam sama anak orang, kalau saya mau hamilin anak orang pasti saya bakal nikahin dia dulu. Dan fikiran kamu terlalu liar, kamu kira saya mau ngapain kamu hem?." jelas Faisal sambil tersenyum lebar, senang sekali rasa nya menggoda murid kesayangan nya ini.


"Kalau mau bawa saya ke restaurant yahh bilang dong!!. Kan jadi nya tadi saya mikir nya jadi macem-macem. Lagian kan saya cuman jaga-jaga siapa tau aja Bapak emang mau macam-macam sama saya. Bapak kan tipe laki-laki yang kurang belaian!." pekik Aruna, pipi nya bersemu merah saat Faisal berbicara seperti tadi.


Sial!. Wajah guru nya terlihat sangat tampan di jarak sedekat ini!. Bisa-bisa Aruna luluh oleh Faisal, tidak bisa di biarkan!. Mulai saat ini Aruna Janji akan membangun tembok pertahanan di hati nya agar tidak jatuh pada pesona guru nya.


"Bisa-bisa nya kamu berpikiran kaya gitu Aruna. Atau sebenar nya kamu memang ingin di macam-macam sama saya?." goda Faisal menaik turunkan alis nya. Sungguh Aruna sangat cantik dengan pipi merah merona nya. Faisal jadi ingin cepat-cepat mengukung Aruna di ranjang nya. astaga pemikiran macam apa itu Faisal!.


"Tuh kan Bapak mulai lagi!!. Udah cepetan turun saya udah laper nihh!." sentak Aruna salah tingkah karna terus-terusan di goda oleh Faisal.

__ADS_1


"iya-iya maaf sayang."


.


.


Setelah selesai makan baru Faisal mengantar Aruna pulang.


"Pak, sampai sini aja ya. Makasih buat traktiran nya." Aruna takut ayah nya melihat Aruna pulang dengan laki-laki walaupun itu adalah guru nya. Makanya dia menyuruh Faisal berehenti agak jauh dari rumah nya.


"Memang nya kenapa?, saya juga kan mau kenalan sama calon ayah mertua." mulai lagi Faisal nya.


"Terserah Bapak aja!. Tapi pokok nya saya mau turun disini aja, terima kasih untuk tumpangan dan traktiran nya hati hati." Hana pun membuka pintu mobil.


***


Malam nya setelah Faisal mengantar Aruna pulang dia tak henti-henti nya membayangkan wajah Aruna, dari mulai ekspresi datar dan gugup nya gadis itu tadi siang.


Saat ini Faisal tengah berbaring di kasur king size nya.


.


.


Berbeda dengan Faisal, kini Aruna tengah memarahi Ayah dan Pak Dika.


"Pokok nya besok kalau Pak Dika gk jemput Aruna lagi, Aruna bakalan marah sama Pak Dika!. Dan Ayah kenapa membiarkan putri mu yang cantik ini pulang sendirian." oceh Aruna terlihat lucu dan menggemaskan sehingga Ayah dan Pak Dika hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah Lucu Aruna.


Tadi Pak Dika, tak menjemput Aruna karena tadi ada urusan mendadak sehingga harus putar balik, dan Ayah Aruna sedang rapat, jadi tak sempat untuk menjemput Aruna.


"Maafin saya Non, nanti besok-besok saya gak akan seperti ini lagi."


"Sudahlah Aruna, lagipula kamu tidak apa-apa kan?, dan bukti nya putri Ayah pulang dengan selamat." ujar Pras, Ayah Aruna.

__ADS_1


"Tapi tadi Aruna di gangguin sama guru nyebelin, dia selalu aja bikin Aruna naik darah." adu Aruna manja pada ayah nya.


"Astaga, seperti nya anak Ayah yang terlalu cantik hingga banyak laki-laki yang menyukai nya, yasudah sana tidur besok kan harus sekolah." Pras mengelus lembut puncuk kepala putri kesayangan nya itu.


"Hmm yaudah,,selamat malam Ayah, Pak Dika." Aruna mencium pipi ayah nya dan berlalu menuju kamar nya.


"Semoga aja guru nyebelin itu gk ganggu gue lagi." gumam Aruna dan mulai memejamkan mata nya bersiap untuk tidur.


****


Pagi nya keadaan kelas masih lumayan sepi, dikarenakan masih pagi juga. Saat ini Aruna dan Putri sedang berbincang-bincang di dalam kelas.


"Runa, gimana sih cara nya supaya bisa di sukai sama banyak orang?." tanya Putri dengan raut wajah yang cemberut.


"Maksud nya?."


"Ckkk, maksud gue apa sih rahasia lo kok lo bisa begitu di idam-idam kan nya oleh siswa-siswa di sekolah?!, dan sampe bikin Pak Faisal yang dingin itu ngejar-ngejar lo terus!, gue juga kan mau bagi lah pelet nya Runa." ujar Putri, karna memang sudah bukan rahasia umum lagi kalau Faisal memang terlihat tertarik pada Aruna.


"Dihh pelet yang kayak gitu mah gk ada apa-apa nya di banding pesona yang gue punya sejak dari lahir!. Dan tentang Pak Faisal gue mah bodo amat!, mau dia ngejar-ngejar gue, mau dia jungkir balik bodo amat! Gk perduli gue." ketus Aruna. Tak habis pikir dengan pertanyaan Ngaur sahabat nya itu.


"Jangan gitu mbak! Nanti giliran Pak Faisal nya udah gk gangguin lo lagi. Nanti malah kangen, sok jual mahal sih. Inget ya Aruna Pak Faisal tuh ganteng, tajir. Gue yakin yang ngantri buat jadi istri nya pasti banyak!." ujar putri terus terang mengeluarkan segala unek-unek nya selama ini, dia sudah muak kepada sikap jutek Aruna kepada Faisal.


Jika di pikir-pikir oleh Putri Faisal adalah tipe cowok yang langka, dan usia nya tidak terlalu tua. Entah apa yang membuat Aruna selalu menghindari guru tampan itu.


"Udah ceramah nya?! Gue mau tiduran jangan berisiki!." ketus Aruna dan tak menggubris ucapan Putri.


"Dih a-."


"Kak Aruna, di panggil sama Pak Faisal di suruh keruangan nya." ujar seorang siswi suruhan Faisal.


"Aduh ngapain lagi tuh guru manggil gue!." gumam Aruna kesal.


"Yaudah nanti gue kesana!."

__ADS_1


"Tuhh baru aja di omongin orang nya udah nyuruh lo ke ruangan nya aja tuh. "


__ADS_2