
"Menurut gue kali ini lo keterlaluan Run, bisa gk sih lo buka mata lo buat lihat perjuangan nya Pak Faisal?!, heran gue sama lo." Putri mengikuti Aruna pergi setelah kejadian di depan kelas nya. Kini Aruna dan putri tengah berada di bangku taman sekolah.
Tak habis pikir dengan sahabat nya kenapa bisa sangat marah hanya karna perlakukan Faisal tadi beserta teman-teman nya, bahkan sampai bilang tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
Aruna hanya melihat sekilas sahabat yang ada di depan nya.
"Kalau lo di posisi gue, gue yakin lo bakal lakuin hal sama kayak apa yang gue lakuin, jadi stop buat selalu belain tuh Guru!."
"Astagaa, gue bukan belain dia Run!, gue cuman ngutarain apa yang memang seharusnya gue lurusin, lo gk liat Pak Faisal sedih karna terus-terusan lo tolak?, 2 tahun lebih Pak Faisal ngejar lo, dan gk sedikit pun lo buka hati lo buat dia?!. Gila sih Run lo jahat banget!."
Aruna hanya diam mendengarkan setiap ucapan sahabat nya, hati nya sedikit tersentuh saat Putri bilang kalau Faisal sedih karna terus-terusan di tolak.
"Sebenernya apa sih yang buat lo gk bisa terima Pak Faisal?, dia baik, perhatian, gk pernah berpaling dari lo, penyabar, sipat dia hangat, apalagi yang kurang dari dia coba?!, gue bilang gini cuman takut suatu saat pas Pak Faisal udah gk ngejar lo lagi saat dia nyerah sama lo, terus semua nya berbalik ke lo, dimana lo yang rindu godaan nya dia, rindu di gangguin dia, rindu segala tentang dia."
"Kayak nya gue udah terlalu banyak ngomong deh, gue pergi dulu bentar lagi bel masuk." Putri pun meninggalkan Aruna yanh termenung karna ucapan nya. Biarkan Aruna mencerna setiap ucapan nya tadi.
Aruna merasakan Hatinya bergetar hebat saat mendengar ucapan Putri, siapa yang tidak luluh oleh perlakuan manis Faisal, ya yang di katakan Putri benar tidak ada celah kejelekan dalam diri Faisal. Sebenarnya Aruna selama dua tahun ini bersembunyi di balik sikap Jutek dan acuh nya.
"Gu-gue gk bisa terima Pak Faisal, gue hikss,,,."
Keadaan kelas XII IPA sangat riuh karna guru yang mengajarkan materi belum datang, seharusnya ini jadwal Faisal tapi entah kenapa sudah 15 menit dia belum datang. Biasanya Faisal akan langsung datang padahal bel sekolah belum berbunyi karna hanya untuk melihat wajah Aruna.
"Kok Pak Faisal belum datang juga yah, gk biasanya dia kayak gini." Celetuk salah satu siswa yaitu Andra.
Dan semua teman dikelasnya mengangkat bahu acuh.
"Sakit hati gara-gara di Tolak sama primadona sekolahan kita kali." celetuk Salsa yaitu salah satu Rival Aruna di sekolah yang terdengar seperti menyindir Aruna.
Aruna tak bergeming dari bangku nya. Dia hanya menelusupkan wajahnya di antara lipatan kedua tangannya, mencoba bersikap acuh.
__ADS_1
Merasa tak dapat respon dari Aruna, salsa kembali melayangkan ucapan pedas pada Aruna.
"Kok gue aneh ya kenapa Pak Faisal mau sama cewek arogan kayak Aruna. Padahal kan masih banyak cewek cantik yang suka sama Pak Faisal." sinis Salsa mengeluarkan unek-unek nya. Kesal sekali selalu Aruna yang menjadi most wanted di sekolah.
Aruna mendongak kan wajahnya yang menampilkan wajah datar dan tatapan menusuk yang gadis itu tunjukkan.
"Run biar gue aja yang bales nih cabe," Putri siap pasang badan melawan siapa saja yang berani mengganggu sahabat nya dan sebalik nya , tapi Aruna memberi isyarat agar putri tidak ikut campur urusan nya kali ini. Sesekali dia harus memberi pelajaran pada gadis angkuh di hadapan nya.
"Kenapa harus aneh kalau pak Faisal suka sama gue?, gue tuh cantik , pintar juga , jadi wajar aja kalau Pak Faisal ngejar-ngejar gue selama ini. Dia bakal beruntung kalau bisa dapetin gue, semua orang pasti bakal lebih milih berlian ketimbang batu krikil." Aruna menyunggingkan senyum miring yang tercetak jelas di wajahnya, percaya lah bahwa Aruna saat ini merutuki ucapan nya yang menyombongkan diri nya sendiri. Sebenarnya bukan Faisal yang beruntung tapi dirinya yang beruntung jika mendapatkan Faisal.
Salsa yang mendengar ucapan Aruna hanya bisa mengepalkan tangan nya kesal, lagi-lagi Aruna mengalahkan nya, percaya lah saat ini otak Salsa dipenuhi rencana licik untuk membalas Aruna. Lihat saja dia akan membalas nya dengan lebih kejam dari ini, Salsa pun meninggalkan kelas dengan emosi yang menggebu-gebu.
Sementara di dalam kelas semua orang memandang Aruna takjub, berani mengeluarkan kata-kata savage seperti itu. Dan mulai berbisik bisik tentang keberanian Aruna.
"Run lo keren banget gila!." Putri mengacungkan jari jempolnya ,pertanda puas karna ucapan Aruna barusan, dan Aruna hanya menggidikkan bahu nya acuh.
Sudah tiga hari sejak kejadian dimana Aruna meminta Faisal untuk menjauhinya, dan benar saja guru tampan itu tidak menampakkan wajahnya di depan Aruna. dan sudah dua kali Faisal tidak masuk ke kelas nya, bahkan di sekolah pun laki-laki itu tidak ada entah kemana.
Aruna di buat uring-uringan karna tidak melihat Faisal, terbesit rasa bersalah karna kejadian waktu itu, ucapan Putri terbukti benar kini semua berbalik padanya.
apa kali ini dia benar-benar sudah keterlaluan?, apa Faisal kali ini marah karna perlakuan nya kemarin, biasanya walaupun Faisal di tolak dan di acuh kan oleh Aruna pasti pria itu besok nua akan mengganggu nya lagi, tapi kali ini kenapa pria itu menghilang. Aruna berjanji pada dirinya sendiri jika besok bertemu dengan Faisal dia akan meminta maaf pada Pria itu.
"Pak Faisal di mana sih?." lirihan Aruna terdengar sangat parau, entah merasa bersalah atau rindu yang membuat Aruna uring-uringan.
"Lo kenapa sih akhir-akhir ini keliatan gak semangat banget?." Putri menatap Aruna lekat.
Saat ini keduanya tengah makan di kantin, dan sedari tadi Aruna hanya mengaduk-aduk makanan nya tidak selera.
"Gk apa-apa kok, tapi akhir-akhir ini perasaan gue kayak gk tenang aja, gue gk tau apa yang terjadi sama gue sebenernya." Aruna berkata dengan lesu.
__ADS_1
"Kalau perasaan lo gk karuan,, artinya lo lagi rindu seseorang."
"kamu demam Sal, apa perlu aku panggilin dokter buat periksa keadaan kamu?." seorang wanita cantik terlihat sangat khawatir saat melihat orang yang dia suka sedang berbaring lemahd di hadapannya.
"siapa yang nyuruh kamu masuk ke kamar saya?!." pria itu nampak marah saat melihat gadis itu masuk ke kamar nya tanpa izin.
"aku khawatir sama kamu Sal, aku begini karna aku perduli sama kamu, terus maaf aku gk hubungin kamu dulu kalau aku mau kesini."
wanita tersebut tampak bersedih karna laki-laki itu tampak tidak mengharapkan kehadirannya disini.
"saya gk perlu rasa simpati kamu, saya cuman mau kamu tinggalin saya sendiri!." tegas pria itu penuh penekanan.
"tapi aku ma-"
"SAYA BILANG PERGII!!." teriakan tersebut pasti akan terdengar sampai seisi rumah jika kamar nya tidak kedap suara. kemarahan pria itu benar-benar sedang di uji.
wanita di hadapan nya gemetar ketakutan, sungguh nyali nya langsung menciut seketika. teriakan tersebut mampu memeka kan telinga nya.
"Faisal a-."
"BELLA PERGII!!."
dan dengan gemetaran wanita yang bernama Bella tersebut langsung pergi dengan tergesa takut akan kemarahan Faisal.
ya Faisal saat ini tengah terbaring lemah karna sakit,
yuk dukung ceritaku supaya aku semangat buat Update terus:)
__ADS_1