My Sexy Student

My Sexy Student
9. Ungkapan Hati Faisal


__ADS_3

"PAK FAISAL!!, KATA NYA RUNA KANGAN SAMA BAPAK!, GK BISA TIDUR NYENYAK TIGA HARI INI KARNA GK DI GANGGUIN SAMA BAPAK!."


teriakan itu membuat semua orang mengarah pada yang memiliki suara lantang tersebut, dan menghentikan langkah kaki yang merasa nama nya di sebut.


"Ehhh Lo apa-apaan sih!!, ngapain teriak-teriak kayak gitu!. Malu tau!."


"Gue itu lagi bantuin lo, liat orang yang lagi bikin hati lo resah tiga hari ini nyamperin lo tuh!."


"Putri bego banget sih! Kenapa harus teriak kayak gitu sihh!." batin Aruna merutuki perbuatan konyol sahabat nya itu. Bahkan dirinya sampai terkejut saat Putri berteriak sangat keras sampai berhasil membuyarkan lamunan nya, dan kini semua orang yang berada di kelas memandang pada dirinya.


Dan seorang pria yang disebut nama nya kini sudah berada di hadapan nya sekarang, tubuh Aruna panas dingin antara malu dan dan deg-degan karna melihat tatapan Faisal yang memuja kepada dirinya.


"I-itu pak A-anu si Pu-."


"Beneran kamu rindu sama saya?." Faisal bertanya dengan senyuman yang terpatri indah pada bibir nya.


"Sa-."


"Iya pak Aruna rindu banget sama Bapak!, lagian Bapak kemana sih gk muncul dua hari ini. Aruna tuh uring-uringan tau gara-gara kangen di godain sama bapak." Putri kesa melihat Aruna yang gugup, maka dari itu dia segera memotong ucapan sahabat nya yang kini tengah melotot kaget karna ucapan nya barusan.


Aruna segera menggelengkan kepalanya cepat pada Faisal tidak membenarkan ucapan sahabat laknat nya itu. Walaupun kenyataan nya Aruna memang sedikit merindukan Faisal tapi jangan sampai di beritahu juga dong, mau di taruh di mana wajah Aruna nanti.


"Bohong Pak!, si Putri emang kayak gitu suka bercandain apalagi bikin saya malu si Putri emang jagonya kayak gitu."


Aruna melotot horor pada Putri, bersiap untuk mengubur hidup-hidup teman laknat nya. Berbeda dengan Faisal yang tadi nya terlihat sumringah kini raut wajah nya menjadi murung, Aruna mana mungkin merindukan dirinya seharusnya gadis itu senang karna tidak di ganggu oleh nya.


"Iya mana mungkin kamu rindu sama saya, yaudah kalau gitu saya permisi dulu. sekarang saya ada jadwal ngajar kelas lain, Aruna belajar yang rajin ya." Faisal meninggalkan kelas Aruna dengan perasaan sedih nya.


Semua murid kelas XII IPA menatap kepergian Faisal dengan perasaan nya masing-masing, ada yang merasa kasihan, ada yang ingin tertawa karna melihat wajah kusut Faisal, dan juga ada yang bersikap acuh karna kejadian di kelas.


"Kasian Pak Faisal tadi kelihatan nya seneng banget pas gue bilang lo rinduin dia tapi sekarang muka nya murung, terus biasanya kan kalau di Tolak sama lo dia tetep gk berhenti godain lo tapi sekarang dia kayak mau nyerah buat ngejar lo deh. Semoga aja Pak Faisal dapet yang bener-bener sayang sama dia, Pak Faisal yang malang."


Putri berbicara dengan nada yang di buat sangat dramatis untuk melihat reaksi Aruna, dan benar saja Aruna terlihat termakan omongan nya wajah bingung Aruna seperti sedang memikirkan ucapan nya.


"Udah tau perduli masih aja ngelak sih Run!." Putri mendumel dalam hati kesal karna sikap Aruna yang seperti tidak memiliki rasa pada Faisal.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Bel istirahat sudah berbunyi semua murid dan guru bersorak, waktu yang di tunggu-tunggu oleh semua orang Akhirnya tiba. semua orang pergi menyerbu kantin.


berbeda dengan Aruna yang terlihat tergesa-gesa meninggal Kan kelas nya bahkan mengabaikan teriakan Putri yang memanggilnya, Aruna harus menyelesaikan suatu urusan yang terus menghantui pemikiran nya belakangan ini.


Langkah Aruna berhenti di sebuah ruangan, sebelum mengetuk pintu Aruna mencoba menetralkan detak jantung nya ada perasaan ragu dalam dirinya. Tubuh nya panas dingin karna gugup tapi hatinya terus menguatkan tekad nya.


"Aruna lo pasti bisa!."


"Permisi Pak, mohon maaf menganggu."


"Aruna?, ada apa?." Faisal mengangkat wajah nya, dihadapan nya berdiri seseorang yang sudah membuat hidup nya berubah drastis.


Tatapan keduanya bertemu Faisal menatap Aruna dengan tatapan teduh, biasanya Pria itu akan menatap Aruna dengan tatapan memuja dan berbinar tapi kini hanya ada tatapan terluka.


"maaf Pak saya ganggu waktu istirahat bapak, saya-." Aruna menjeda ucapan nya dan menarik nafas perlahan sebelum melanjutkan kata-kata nya.


"itu anu,, Bapak habis pulang sekolah ada kegiatan gak?, ada yang mau saya omongin sama Bapak nanti."


.


.


.

__ADS_1


seperti perkataan nya tadi siang kini Aruna dan Faisal sedang berada di sebuah restaurant, keduanya terlihat sangat canggung, apalagi Aruna yang merasakan sensasi yang berbeda saat bersama Faisal. biasanya Faisal akan melontarkan candaan nya untuk menggoda Aruna kini berbeda 180 derajat di mana Faisal terlihat sangat dingin dan memberikan jarak pada keduanya.


suasana Restaurant sedikit sepi dikarenakan hujan lebat yang mengguyur kota jakarta sore itu, membuat semua orang malas untuk melakukan kegiatan nya.


"Apa yang membuat kamu menyuruh saya kesini?, seperti nya sangat penting sehingga harus berbicara berdua seperti ini." Faisal sepertinya tidak nyaman berada di situasi canggung seperti ini, apalagi melihat Aruna yang dari tadi kelihatan bingung untuk memulai pembicaraan.


Faisal berani bersumpah dirinya sangat merindukan gadis di hadapan nya, tiga hari tidak bertemu membuat nya drop. Aruna bagaikan vitamin untuk dirinya menjalani kehidupan sehari-hari.


"sebenarnya banyak yang mau saya pertanyakan dan bicarakan sama Bapak, tapi saya mohon Bapak harus jawab pertanyaan saya semua nya, Bapak setuju?, apapun yang saya tanyakan harus di jawab dengan sejujur-jurunya." Aruna membuat kesepakatan dengan Faisal, di karena kan Faisal penasaran dengan apa yang gadis itu sampaikan dirinya mengiyakan permintaan Aruna.


"ya saya akan jawab apapun pertanyaan kamu."


"yang menghantui perasaan dan pikiran saya selama ini tuh karna bapak terus deketin saya, bahkan selama dua tahun ini bapak gk pernah absen buat deketin saya. terus Bapak selalu beri saya perhatian lebih, dan sikap bapak sama ke saya dan ke orang-orang tuh beda banget. sebenarnya apa alasan bapak lakuin itu semua selama ini?."


Aruna bernafas lega karna bisa mengutarakan semua yang membebani pikiran nya. dirinya hanya perlu mendengarkan jawaban Faisal lalu pulang dengan tenang.


"saya rasa tanpa di jelaskan pun kamu sudah tau jawaban nya." Faisal menggigit pipi bagian dalam nya, apa selama ini perjuangan nya hanya di anggap angin lalu oleh gadis ini, bahkan semua orang pun tau kalau Faisal menyukai Aruna. terbukti dengan 2 tahun lebih Faisal berjuang sendirian, entah apa yang membuat Aruna tidak pernah menerima perasaan nya.


Aruna hanya diam mendengar pernyataan Faisal barusan, yaa seharusnya dirinya jangan menanyakan hal seperti ini, sudah tidak diragukan lagi kalau Faisal memang menyukai nya.


"waktu dua tahun saya habiskan cuman buat ngejar kamu, walaupun yang selalu saya dapatkan hanya penolakan kamu. gila memang berjuang dua tahun tapi tidak pernah berhasil membuat kamu melirik saya sedikit pun, semua orang bilang saya gila karna tidak pernah menyerah mengejar kamu."


Faisal menjeda ucapan nya sebentar, dan Aruna lebih memilih diam untuk mendengar semua yang Faisal utarakan. Aruna merasa dirinya sangat jahat walaupun bukan salah nya kalau Faisal menyukai dirinya.


"dengan apa yang saya lakukan selama ini kamu masih menanyakan apa alasan saya deketin kamu?, kalau bukan karna cinta saya gk mungkin bertahan sampai sejauh ini. walaupun terkadang saya pikir untuk nyerah aja, tapi buat lupain kamu juga susah. saya jadi bingung mau lanjut atau nyerah."


Faisal mengusap matanya yang berair, mau sekeras apapun hati nya jika menyangkut tentang Aruna dirinya bisa menangis juga. Faisal di kenal memiliki aura dingin dan tidak tersentuh, bahkan saat orang-orang menyapa nya Faisal akan bersikap acuh jangan kan senyuman melirik orang-orang saja pun Faisal tidak pernah. pasti semua orang tidak percaya jika seorang Faisal Aresh Dirgantara bisa menangis hanya karna seorang gadis.


"kenapa kamu diam aja?, apa ucapan saya belum juga bisa bikin kamu percaya kalau saya itu cinta sama kamu?."


...****************...


*aduhh kapan si Aruna peka sama pak Faisal, kasian selalu berjuang sendirian.


makasih buat yang udah baca cerita aku:) dan kasih aku suport:).

__ADS_1


__ADS_2