My Sexy Student

My Sexy Student
13.Faisal Salting


__ADS_3

Susah ngomong sama orang batu kaya Lo!." Aruna dengan perasaan kesal menaruh kepalanya di lipatan kedua tangannya, memejamkan matanya karna kepala nya sedikit pusing.


"Lo tuh yang batu!, gue gini juga karna khawatir sama lo!." Putri pun duduk di kursinya melihat Aruna yang memejamkan matanya, sepertinya sahabat nya ini sedang memiliki masalah.


Setelah 5 menit menunggu Faisal akhir nya pria itu datang juga dengan tergesa gesa dan langsung berlutut di dekat bangku Aruna. Wajah Faisal saat ini sangat cemas karna mendengar Amel yang menyuruh nya untuk segera ke kelas Aruna dikarenakan gadis itu terlihat tidak baik-baik saja.


"Aruna?." Faisal mengusap kepala Aruna selembut mungkin, mencoba membangunkan Aruna dengan cara yang paling lembut.


Karna merasa ada yang mengusik dirinya Aruna mendongakkan wajah nya dan yang pertama dia lihat adalah wajah Faisal yang terlihat cemas sedang menatap nya.


"Bapak ngapain disini?." Ujar Aruna lirih.


Faisal yang melihat kondisi wajah Aruna saat ini terkejut pasal nya gadis itu terlihat sangat pucat dengan mata bengkak nya.


Faisal memegang kening Aruna dan yaa suhu tubuh Aruna panas.


"Kamu sakit?, kenapa maksain buat sekolah sih!, kenapa gk istirahat aja dirumah!."


Aruna tersenyum mendengar Faisal yang mengomel menghawatirkan nya, kenapa Guru nya menggemaskan sekali saat sedang cemas. Berbeda dengan Faisal yang menatap Aruna bingung karna gadis itu tiba-tiba tersenyum.


"Bapak lucu deh kalau lagi marah." walaupun suaranya sangat pelan tapi Faisal masih bisa mendengar nya dengan jelas ucapan Aruna. Dan semua siswa-siswi hanya menyimak Aruna dan Faisal tak berniat mengganggu keduanya.


"Kamu itu lagi sakit, masih sempet sempet nya godain saya." Tak bisa di pungkiri bahwa Faisal saat ini tengah salting karna ucapan Aruna.


"Sakit saya langsung hilang waktu liat muka Bapak." Astaga ada apa dengan Aruna tidak biasa nya dia melantur seperti ini, apa ink efek karna demam nya yang membuat sebagian fungsi otak nya terganggu?. Jika Aruna sadar pasti dia akan menganggap dirinya gila karna menggoda Faisal.


Faisal kembali terkejut karna penuturan Aruna yang sedikit ngaur tapi tetap saja itu membuat Faisal kembali salah tingkah dan tak berani menatap Aruna yang kini tengah memandang nya tanpa kedip.


Jantung Faisal tak berhenti berdetak sangat cepat, apa Aruna tidak sadar dengan apa yang telah dia katakan barusan. Faisal kembali sadar bahwa dirinya kesini karna Aruna sakit bukan malah diam seperti orang bodoh.


"Ini kenapa malah jadi Uwwu-uwwuan!, saya panggil Bapak kesini tuh buat ngecek keadaan Aruna bukan nya malah baper kaya remaja labil!, terus Aruna Lo kenapa malah ngelantur gak jelas sih?!."


Putri tak habis pikir pada keduanya yang satu salah tingkah dan yang satu lagi berbicara ngelantur, bukan nya cepat membawa Aruna ke UKS Faisal malah nampak asik di goda Aruna yang saat ini wajah nya sudah semakin pucat.


"Astaga apa yang kamu pikirkan Faisal bodoh!." Faisal merutuki dirinya sendiri karna tidak ingat situasi. Kini atensi nya menatap Aruna yang sudah sangat lemas.


"Kita ke dokter sekarang ya, Dan untuk Putri bilang pada Guru yang mengajar bahwa Aruna sakit." Faisal segera beranjak dari berlutut nya dan langsung menggendong Aruna yang Sudh lemas ala Bridal Style.

__ADS_1


Semua mata dikelas tertuju pada Faisal dan Aruna, seperti menonton siaran drama korea secara langsung. Semua siswi menjerit tertahan melihat Faisal begitu gagah mengangkat Aruna.


"Bapak mau bawa saya kemana?." Aruna melingkarkan tangan nya dileher Faisal dan menatap Faisal yang sangat tampan walaupun pandangan nya mulai mengabur karna Aruna sudah tidak kuat akibat pusing.


Faisal menjawab pertanyaan Aruna sambil terus berjalan beruntung sebagian besar kelas sudah di ajar jadi tidak banyak yang melihat adegan yang membuat siapa saja potek hati nya.


"Saya mau bawa kamu ke rumah sakit."


"Kenapa gk ke rumah Bapak aja?." astaga ada apa dengan Aruna disisa-sisa kesadaran nya masih bisa menggoda Faisal.


"Aruna berhenti berbicara seperti itu, kamu lagi sakit nanti saja kalau sudah sembuh baru kamu godain saya sepuasnya." tak lama setelah Faisal berbicara seperti itu Aruna tersenyum dan langsung tak sadarkan diri.


*


*


*


*


"Bagaimana keadaan nya Dok?." Faisal menatap Aruna yang terbaring di brangkar rumah sakit.


Faisal menyimak dengan baik ucapan sang Dokter.


"Tapi tidak ada hal yang serius kan?."


"Tidak ada, kalau begitu saya pergi dulu permisi." Setelah kepergian sang Dokter Faisal menarik kursi untuk duduk disebelah kiri ranjang Aruna. Menggenggam tangan Aruna yang terdapat jarum infus dan mengecup nya lembut.


Aruna belum sadar kan diri sejak 1 jam yang lalu, faisal rasanya ingin menangis melihat Aruna yang terbaring lemah Seperti ini, pengaruh Aruna dalam hidup nya sangat besar bisa membuat Faisal uring-uringan, gelisah, sedih, bahagia, dan Patah hati.


Aruna terlihat sangat tenang dalam tidur nya, sampai-sampai tidak membuka mata nya lama sekali. Padahal baru satu jam tapi terasa seperti berhari hari. faisal memang bucin nya Aruna.


"Cepat sembuh yaa, saya juga merasa sakit lihat kamu sakit kaya gini."


Faisal tak berhenti mengecupi tangan Aruna yang terdapat jarum infus, pasti Aruna kesakitan karna tangan nya dimasuki jarum, pikir Faisal makanya dia terus mencium tangan Aruna.


"Kamu bikin saya panik dan senang di waktu bersamaan, disaat kamu lagi sakit kenapa sempat-sempat nya godain saya?, sampe bikin saya lupa daratan karna diterbangin jauuuh karna kata-kata kamu tadi." Faisal berbicara sambil tak henti-henti nya tersenyum. Padahal Aruna hanya menggoda nya seperti tadi kenapa efek nya bisa sampai menjadi gila.

__ADS_1


"Saya dulu gk se bucin ini karna perempuan, kamu tau? Bahkan saya gk pernah respond perempuan manapun tapi kenapa di antara semua perempuan yang mengejar saya hanya kamu yang bisa bikin saya tunduk di bawah kaki kamu, kamu gadis jutek, galak, suka marah-marah kalau saya goda, bar-bar, kenapa bisa bikin saya bucin terus sma kamu? Saya kaya laki-laki yang gk punya harga diri meski di tolak berkali-kali tetep ngutarain cinta sama kamu dengan gk tau malunya."


Faisal tersenyum geli mengingat tingkah konyol nya tempo lalu, dengan tidak tahu malu nya mengejar-ngejar Aruna. Memang cinta itu sangat memabukan ternyata membuat Faisal menjadi tidak waras karna mencintai Faisal sampai lupa pada dirinya sendiri.


Faisal terus menatap wajah Aruna dengan tatapan memuja tuhan seperti nya sangat senang saat menciptakan Aruna sampai tidak ada satu kekurangan pun pada diri Aruna.


"Saya yakin kalau kamu sadar pasti kamu bakalan masang muka galak karna saya terus-terusan bicara kaya orang gila, cantik cepet bangun yaa saya kangen liat muka galak kamu. Pengen di omelin sama kamu lagi sa-."


"Iya saya juga kangen kok sama Pak Guru tampan bucin nya Aruna." ucapan Faisal terhenti karna suara Aruna dan gadis itu yang membuka mata nya dengan wajah menahan tawa.


Sebenarnya Aruna sudah bangun saat Faisal berbicara dengan dokter tapi gadis itu memilih untuk berpura-pura tidur untuk melihat reaksi Faisal. Beruntung dia memilih pura-pura masih pingsan dan bisa mendengar semua curhatan Faisal.


Ada rasa senang didalam hati Aruna saat Faisal tidak berhenti membanggakan dan memuji nya seperti itu. Faisal begitu memuja dan mencintai nya, Aruna jadi terharu bisa sangat di cintai oleh Faisal.


Faisal tidak Fokus pada raut wajah Aruna dan pada saat Aruna siuman laki-laki itu malah terlihat salting saat Aruna memanggil nya "Guru tampan bucin nya Aruna" senang sekali dipuji Aruna walaupun nada gadis itu sedang mengejek dirinya.


"Bapak kenapa diam aja?, yaudah saya pingsan lagi nih." Aruna menatap Faisal yang hanya memandang tangan Aruna berada di genggaman nya. Faisal salting, benar benar seperti remaja labil.


"Ja-jangan pingsan lagi, saya gk suka liat kamu lemah kaya tadi, itu bikin saya sakit." Faisal memberanikan memandang Aruna tatapan kedua nya bertemu.


"Makanya jangan diem aja, tadi aja ngomong panjang lebar, sekarang diem kaya patung."


"Saya malu kamu godain terus." Faisal menutup wajah nya dengan tangan Aruna. Aah Faisal menggemaskan sekali kalau seperti ini, wajah sangar nya sangat tidak cocok saat Faisal tersenyum Malu.


"Baru digodain gitu aja udah salting gimana Aruna yang tiap hari bapak gombalin?."


"Itu bukan gombal itu tulus dari lubuk hati saya yang terdalam, jangan di bahas lagi ya, kamu mau makan? Atau minum?." Kini Faisal sudah kembali ke mode biasanya.


"Aku mau cepet" keluar dari rumah sakit. Aroma nya bikin aku pusing, ohh iyaa gimana sekolah aku? Tas aku jga." Aruna menepuk jidatnya lupa kalau sekarang masih jam sekolah.


"Jangan di pukul gitu dahinya nanti sakit, sekolah kamu udh di izinin sama Putri, tas kamu udh saya bawa ada di mobil saya, nanti pulang nya setelah tenaga kamu udah pulih lagi." Jelas Faisal dan mengusap dahi gadis itu.


"Makasih ya udah tolongin Aruna tadi."


"Sama-sama."


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


part paling panjang,πŸ™‚


__ADS_2