
"gak apa-apa sekarang saya di mata kamu nyebelin, tapi tunggu aja pasti sebentar lagi kamu bakalan cinta sama saya." Faisal berkata dengan nada kelewat lembut yang mampu membuat jantung Aruna berpacu dengan kencang. tapi Aruna menampik perasaan itu dan kembali sikap jutek dan arogan nya.
"itu gk akan pernah terjadi, Pak Faisal Aresh Dirgantara!." tekan Aruna dan menatap Faisal penuh permusuhan dan saat Aruna akan pergi tangan nya di cekal oleh Faisal.
"Aruna apa supir kamu jemput kamu kamu hari ini?, kalau enggak saya antar kamu lagi sekalian kita makan bareng." ujar Faisal lembut. Mengabaikan tatapan permusuhan dari Aruna.
"Bapak kenapa sihh selalu deketin saya!, saya tuh risih tau gak kalau deket sama Bapak!." sentak Aruna, masa bodo dengan diri nya yang tidak sopan pada guru nya. Mood nya benar-benar buruk sejak pagi dan itu semua karna Faisal.
"Ckk, bilang aja kalau kamu tuh deg deg an kalau deket sama saya kan?, udah gk usah sok-sok an bilang risih segala. Lagi pula wajar kan deg-deg an kayak gitu, itu tanda nya secara tidak langsung kamu suka sama saya." goda Faisal dengan mendekat kan wajah nya pada Aruna. Kebetulan sekolah nya sudah sepi jadi tidak akan ada yang lihat.
Blussh pipi Aruna kembali memerah, perkataan Faisal tepat sasaran. Jantung Aruna berdetak dua kali lebih cepat, rasa nya dia ingin pingsan saat ini juga. Niat nya yang akan bersikap sinis pada Faisal berakhir dengan diri nya yang merona oleh Faisal.
"Kumohon jangan membuat ku seperti ini, ini tidak baik untuk kesehatan jantung ku." batin Aruna dengan posisi masih menatap dalam wajah Faisal tanpa berkedip.
"Astaga bibir nya benar-benar ingin ku astaga Faisal tahan tahan." batin Faisal, dia tergoda dengan bibir merah alami Aruna.
Lama bertatap-tatapan dan masih berada dalam pikiran nya masing-masing, dan dengan detak jantung kedua nya yang tidak bisa di kontrol. Menjadi bukti perasaan kedua nya.
Dan dengan menggunakan insting sebagai lelaki nya Faisal mendekat kan lagi wajah nya pada Aruna dan memejamkan mata nya, seperti nya dia benar benar sudah tergoda dengan bibir Aruna, sehingga akal sehat nya mulai hilang.
Aruna kini mulai tersadar dari lamunan nya karna dia merasa wajah Faisal semakin dekat dengan wajah nya, dan di tambah dengan Faisal yang memjamkan mata nya.
"Mau ngapain lagi nih guru, gk bakalan gue biarin nihh guru ngerjain gue lagi." batin Aruna.
Sedikit lagi bibir Faisal akan berhasil mendarat di bibir Aruna dan
Plakk
Aruna mencaplok wajah faisal dengan tangan nya, dan menoyorkan nya kebelakang. Karna Aruna tidak mau masuk kedalam perangkap Faisal seperti tadi pagi yang dia kira Faisal akan mencium nya ternyata tidak.
"Dasar guru kurang ajar!!, fedofil! Rasain nihh!!."
__ADS_1
Brukk
Aruna menginjak kaki Faisal dan langsung berlari tanpa rasa bersalah, meninggalkan Faisal yang sedang mengerang kesakitan karna kaki nya di injak sangat keras oleh Aruna.
"Sial!!, Sakit sekali kaki ku arggh!, harus nya aku tidak tergoda tadi." sesal Faisal meringis kesakitan dan melihat Aruna mengacungkan jari tengah kepadanya.
.
.
.
Saat ini sudah malam, kota jakarta malam ini di guyur oleh hujan yang lebat dan sedikit guntur.
Aruna saat ini tengah bersandar pada kepala ranjang, dia sedang melamun membayangkan mengapa akhir-akhir ini saat berdekatan dengan Faisal jantung nya berdetak dua kali lebih cepat, bahkan persasaan nya sedikit menghangat saat melihat wajah Faisal walaupun rasa jengkel lebih mendominasi.
Bahkan saat dia bersama Faisal entah itu bertatapan atau berpelukan Aruna selalu merasakan gejolak aneh dalam diri nya seperti ada sesuatu namun sulit di gambarkan dengan kata-kata.
"Kayak nya gue harus pergi ke dokter spesialis jantung dehh, gue harus nanyain ke dokter kenapa jantung gue akhir-akhir ini selali berdetak lebih keras, dan soal tadi siang tuhh guru hampir aja ambil first kiss yang udah gue jaga selama 17 tahun, masa harus di ambil sama orang lain sihh." gumam Aruna sambil tersenyum sambil memegangi dada sebelah kiri nya, dan kembali terbayang saat Faisal mengatakan hal-hal yang harus nya tak dia dengar.
.
.
.
Tak beda jauh dengan Aruna, kini Faisal sedang berendam di dalam bathube sambil melamun, dia membayang kan wajah Aruna yang imut.
Dan tiba-tiba terlintas bayangan tadi siang saat dia tergoda oleh bibir ranum milik Aruna, dan sampai-sampai dia hilang kendali.
"Gadis itu benar-benar cantik dan kelebihan nya memiliki bibir yang sexy, dan postur tubuh yang ideal, seperti nya jika dia di ikat di kasur dan di suruh meneriak kan nama ku dengan keras pasti aku tidak akan keluar kamar selama satu minggu, aahhh akan ku buat kau menjadi milik ku Aruna, seperti nya aku harus menuntaskan nya sendiri."
__ADS_1
Membayangkan melakukan sesuatu yang seru bersama Aruna membuat sesuatu dalam diri Faisal bereaksi, apalagi jika dia benar benar melakukan nya dengan murid kesayangan nya itu. Dan akhir nya Faisal memutuskan untuk menuntaskan nys sendiri. Fantasi liar Faisal kini tengah berkeliaran ke mana-mana.
.
.
.
Skipp pagi
Saat ini Aruna sedang berjalan di koridor sekolah nya, Aruna selalu berangkat pagi maka nya koridor nya sedikit sepi.
"Aruna tunggu!." seseorang di belakang Aruna memanggil nama nya.
"Sial!, ini masih pagi menagapa harus bertemu dengan nya." gumam Aruna kesal, walaupun dia belum melihat siapa gerangan yang memanggil nya, namun Aruna sudah hapal betul suara itu. Suara yang membuat pipi nya merona marah karna mendengar kata-kata yang seharus nya tak di dengar oleh nya.
"Aruna kamu sungguh tidak sopan, tidak mendengar kan perintah guru kamu."
"Ada apa lagi sih?!." dengan perasaan kesal Aruna membalikkan tubuh nya. Menghadap pada seseorang itu. yaa tentu saja tebakan Aruna tidak meleset sudah di pastikan yang memanggilnya adalah Faisal.
"Kamu harus ikut ke ruangan saya." Faisal berbicara serius sambil memandang wajah Aruna lekat.
Dan yang di tatap hanya bisa memalingkan wajah nya, mencoba menyembunyikan rona merah pipi nya.
"Tuhh kan jantung gue gk bisa di kontrol lagi huwaa, mana muka nih guru ganteng banget lagi." batin Aruna.
"Tapi saya nggk mau!, udah sering Bapak panggil saya keruangan Bapak. Tapi apa?!, ujung-ujung nya Bapak mau godain saya!." Aruna menolak dengan menyangarkan wajah nya dan melipat tangan nya di dada.
"Astaga imut sekali calon ibu dari anak-anak ku." batin Faisal yang gemas dengan wajah Aruna yang di buat seram seperti itu namun di mata Faisal itu sangat menggemaskan.
"Tapi kamu harus keruangan saya. Saya gk suka penolakan Aruna." tegas Faisal di setiap perkataan nya.
__ADS_1
"Bapak jangan maksa gitu dong!, memang nya mau ngapain sih!. Palingan Bapak cuman mau modusin saya doang kan?!." kesal Aruna dan menunjuk kan wajah sangar nya lagi.
"Saya tuh kangen sama kamu tau gak?!, saya tuh pengen peluk kamu lagi, dan kamu harus tanggung jawab udah bikin kaki saya sakit." Faisal yang mengikuti gaya bicara Aruna dan menirukan ekspresi kesal Aruna.