My Sexy Student

My Sexy Student
8. Faisal sakit


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan huh?!, kamu membentak nya sampai ketakutan seperti itu?." Abraham tak habis pikir dengan anak nya kenapa bisa sangat marah seperti itu. Padahal Bella berniat baik untuk menjenguk dan merawat nya tapi di tolak mentah-mentah oleh putra nya.


"Aku tidak ingin di ganggu, lebih baik tinggalkan aku sendiri." Faisal memejamkan mata nya, suara nya terdengar parau sekali , diri nya butuh istirahat sekarang.


"Tapi setidak nya kamu berbicara baik-baik pada nya, jangan sampai membentak nya seperti tadi, sekarang dia masih menangis dan sedang di tenangkan oleh Mamah mu."


Abraham mendapatkan Bella menangis sesegukan dan badan nya bergetar katanya habis di bentak oleh Faisal. Makanya Abraham segera pergi kekamar anaknya untuk memeriksa apa yang terjadi. Dan dirinya melihat putra nya sedang terbaring memejamkan matanya dengan selang infus di tangan nya. Menyedihkan sekali dampak karna di tolak seorang gadis kecil.


"Aku sudah bicara lembut tapi dia malah ngeyel dan tetap ingin menemaniku, bahkan beraninya memegang tanganku." Faisal terlihat sangat kesal saat mengingat dimana Bella berani memegang tangan nya, yang boleh menyentuh diri nya hanya Aruna seorang saja. dasar Faisal Bucin!.


Faisal drop saat kejadian kemarin dimana Aruna meminta nya untuk jangan menggangu gadis itu lagi, saat menerima penolakan seperti itu Faisal sedih dan minum-minum alkohol, dua hari dia habiskan hanya untuk minum-minum dan menangisi Aruna. Sehingga kondisi nya Drop dan harus di rawat di rumah sakit tapi Faisal yang keras kepala tidak mau dirawat di rumah sakit dan akhirnya dia dirawat dirumah.


"itu hal yang wajar kalau Bella memegang tangan mu, dia khawatir bahkan saat mendengar kabarmu sakit dia memaksa pulang saat itu juga padahal diri nya sedang ada pemotretan,tapi dia memilih meninggalkan itu semua demi kamu."


Bella adalah putri dari rekan bisnis Abraham, bahkan Faisal dan Bella hampir di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, namun Faisal berhasil menolak perjodohan itu karna hati nya sudah di isi oleh Aruna seorang. namun Bella tak pernah menyerah dirinya menyukai Faisal sejak pertama kali bertemu dan terus berusaha mengejar Faisal walaupun dirinya di tolak mentah-mentah oleh Faisal.


"ayah tau saat Wanita itu menyentuh tangan ku rasanya aku ingin mengadukan nya pada Aruna, walaupun Aruna bukan milikku rasanya aku seperti menyelingkuhi dia karna sudah bersentuhan dengan wanita lain."


lihat lah Faisal memang sudah tidak waras, hanya karna tangan nya di sentuh saja sudah membuatnya merasa berselingkuh dari Aruna, padahal diri ny tidak mempunyai hubungan apapun dengan Aruna. Astaga Bahkan Abraham sempat berpikiran untuk membawa putra semata wayang nya itu ke psikiater. siapa tau Faisal memang sudah tidak waras.


"Astaga, aku tak habis pikir putra ku sangat menyedihkan seperti ini, di tolak oleh sang pujaan hati dan berubah menjadi budak cinta yang menyedihkan." sindir Abraham pada putra semata wayang nya. Sebagai seorang ayah ia tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan kegilaan putranya.


"Sebaiknya ayah pergi dari sini jika hanya ingin mengejek ku." Faisal berbalik badan tidur memunggungi sang ayah, dirinya kesal sekali harus nya ayah nya mendukung anak nya tapi ini malah sebaliknya.


"Aku jadi penasaran apa yang dimiliki gadis itu sehingga membuat putraku yang hatinya sedingin es bisa luluh dan patah hati, kau dulu sangat arogan sekali menolak semua wanita yang mendekati mu, tapi sekarang lihatlah kau sangat menyedihkan di tolak berkali-kali tapi tidak pernah kapok."


Abraham terkekeh pelan mengingat saat Putranya belum mengenal gadis itu, sikap nya angkuh dan tak tersentuh, bahkan dengan Abraham yang notabene nya ayah nya sendiri saja jarang berkomunikasi tapi saat mengenal gadis itu, Faisal banyak berbicara pada nya selalu mengadu karna gadis pujaan nya tak pernah menerima nya.


"Aruna memiliki daya pikat nya sendiri, bahkan saat mendengar nama nya saja aku sudah tersenyum, melihat wajah kesal nya membuat ku ingin mengurungnya selama nya bersama ku, dan saat melihat senyuman nya membuat hatiku bergetar hebat, haahh,, aku merindukan nya setengah mati sekarang."

__ADS_1


Faisal menceritakan yang selama ini dia rasakan pada gadis itu sambil tersenyum, begitu besar pengaruh gadis itu pada dirinya, Dua hari tidak bertemu Aruna membuatnya merindukan murid kesayangan nya itu.


"Astaga Dirimu seperti remaja labil kemarin sore yang sedang putus cinta, ingat umur mu sudah tidak muda lagi, dewasa lah sedikit. Yasudah istirahat lah agar cepat sembuh dan kembali mengejar pujaan hati mu itu." Abraham mengusap sebentar kepala anak nya, Abraham selalu mendukung apapun yang di lakukan putranya. Lain kali dia akan membantu putra nya untuk mendapatkan gadis itu.


.


.


.


.


.


"Kalau perasaan lo gk karuan,,, itu artinya lo lagi merindukan seseorang."


"lo lagi merindukan seseorang."


"merindukan seseorang."


"seseorang."


"Astaga kenapa harus kepikiran itu sihh!!." Aruna menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan memori saat dimana Putri bilang kalau dirinya merindukan seseorang, astaga kenapa ucapan putri terngiang-ngiang di otak nya.


Saat ini Aruna Tengah tiduran terlentang di kasur Queen Size nya. Berguling-guling seperti orang gila, bagaimana bisa dirinya menjadi Uring-uringan seperti ini, logika nya menyangkal bahwa dia merindukan Faisal tapi hati dan perasaan nya tidak bisa di bohongi.


Dua hari dia tidak bertemu Faisal bagaimana tidak rindu jika setiap hari yang dia lalui Faisal pasti menempel pada nya, menggoda dan mengganggu nya dan sekarang saat Faisal tidak muncul di hadapan nya dirinya merindukan pria itu, tapi bukan kah ini keinginan dirinya meminta Faisal untuk tidak mengganggu nya lagi. Astaga memikirkan nya saja membuat Aruna pening.


Lebih baik dirinya bersiap untuk tidur. agar memiliki tenaga untuk menyambut hari esok, dan berharap agar semua nya berjalan lancar.

__ADS_1


.


.


.


.


.


malam menejelang pagi sang mentari menyinari bumi dengan cahaya terang nya, semua orang bersiap diri untuk memulai semua kegiatan nya hari ini.


Aruna tertunduk lesu, tak bersemangat untuk memulai kegiatan belajar nya. diri nya berpikir untuk membolos sekolah saja, tapi di satu sisi dia takut kena amuk orang tua nya.


"lo kenapa lagi sih Run?, dari kemarin kayak nya tuh muka kusut terus kayak kanebo kering." Putri memilih duduk di dekat sahabatnya yang terlihat tak bersemangat. merasa khawatir melihat kondisi Aruna yang telihat lesu dari kemarin.


"gak tau nih, perasaan nya masih sama kayak yang kemarin." Aruna menopang wajah nya dengan kedua tangan nya.


"kalau ini sih cuman bisa di sembuhin sama Pak Faisal doang." Aruna melirik Putri dengan mengerutkan Kedua alisnya bingung.


"lo gk inget perkataan gue kemarin huh?, keadaan lo sekarang tuh akibat lo rindu sama Pak Faisal, nanti kalau udah ngeliat muka pak Faisal pasti perasaan gundah lo juga ilang dengan sendiri nya." ucapan Putri membuat Aruna sadar akan perasaan nya selama ini, dan dirinya kembali diam tanpa menanggapi ucapan sahabat nya


"PAK FAISAL!!, RUNA KANGAN SAMA BAPAK!, GK BISA TIDUR NYENYAK TIGA HARI INI KARNA GK DI GANGGUIN SAMA BAPAK!."


teriakan itu membuat semua orang mengarah pada yang memiliki suara lantang tersebut, dan menghentikan langkah kaki seseorang yang mendengarnya.


...****************...


makasih buat yang udah mampir dan kasih dukungan di ceritaku:)

__ADS_1


__ADS_2