
"Bapak jangan maksa gitu dong!, memang nya mau ngapain sih?!. Palingan bapak cuman modusin saya doang kan?!." Aruna kesal dan menunjukkan wajah sangar nya lagi namun terlihat imut di mata Faisal.
"Saya tuh kangen sama kamu tau gak?!. saya tuh pengen peluk kamu lagi, dan kamu harus tanggung jawab udah bikin kaki saya sakit." Faisal mengikuti gaya bicara Aruna dan menirukan ekspresi kesal Aruna. Dan sialnya raut wajah Faisal terlihat imut di mata Aruna.
"Aduhh." Aruna memegangi dada nya saat melihat ekspresi yang wajah imut Faisal, Aruna berani bersumpah Faisal terlihat menggemaskan saat ini bahkan kini jantung Aruna berdetak dua kali lebih cepat.
"Deg deg an kamu kumat lagi ya?, makanya kalau suka sama seseorang tuh bilang jangan di pendem sendirian, nantinya kayak gini jantung nya sakit ya?." ujar Faisal dengan nada menggoda.
"Bu-bukan deg-deg an, tadi kayaknya ada yang salah sama jantung saya." ujar Aruna beralibi, padahal yang dikatakan Faisal sedikit benar.
"Membohongi perasaan sendiri itu tidak baik Aruna, tapi yasudah lah. Setelah istirahat kamu ke ruangan saya, bye cantik." Faisal pun berlalu meninggalkan Aruna yang mematung karna perkataan Faisal barusan.
"Woyy!!."
"Astaga!, gimana kalau gue punya penyakit jantung huh?!." Aruna memegangi dadanya terkejut karna tiba tiba sahabat laknatnya mengagetkan nya.
"Iya Ishh maaf, lagian siapa suruh tadi ngelamun pak Faisal dalem banget." Goda putri ya dari tadi dia melihat Aruna dan Faisal mengobrol.
"Suka-suka gue lah!, lagian siapa sih yang ngelamunin guru nyebelin!." kesal Aruna dan meninggalkan Putri yang mengekor dibelakangnya.
"Huhh jutek banget sih calon istri nya Pak Faisal!.
.
.
.
.
Seminggu sudah berlalu sejak kejadian dimana Aruna menginjak kaki faisal. Kini hubungan keduanya sudah lumayan dekat, dan itu artinya perjuangan Faisal tidak sia sia. Aruna juga sudah tidak terlalu jutek saat bersama Faisal.
Dan seperti saat ini Aruna menemani Faisal makan siang di dalam ruangan Faisal, Faisal bukan hanya mengajak tapi memaksa Aruna untuk menemani nya makan siang.
Keduanya makan dengan sangat lahap, apalagi Faisal saat ini hatinya sangat berbunga-bunga, dia tak henti-hentinya memandangi wajah Aruna yang terlihat menggemaskan saat makan dengan lahap apalagi pipi gadis itu yang menggembung lucu sekali.
"Cantik."
Aruna menolehkan kepalanya menghadap Faisal.
__ADS_1
"Hah?."
"Saya bilang kamu cantik." Faisal menatap lekat kedua mata Aruna. Tangan Faisal terulur untuk membersihkan sisa saus yang ada pada sisi bibir Aruna.
"Uhukk uhukk." Aruna batuk karna tersedak oleh makanan nya.
"Ini minum dulu makanya makan tuh pelan pelan, gak ada yang bakal ambil makanan kamu kok." Faisal memberikan air minum untuk Aruna dan langsung di tenggak oleh gadis itu.
"Siapa suruh tadi usap-usap bibir saya huh!."
"Tadi ada saus di bibir kamu."
"Seharusnya bapak bilang aja langsung kalau ada saus di bibir saya. Gk usah pake acara usapin bibir saya, bapak kira kita lagi dinner romantis huh?!." Aruna sebal karna perlakuan manis Faisal, Aruna kesal saat jantung nya tak berhenti berpacu dengan cepat saat Faisal menatapnya dengan intens dan saat pria itu mengusap bibir nya.
Entah apa yang faisal pikirkan dia hanya memandang wajah Aruna. Memperhatikan Aruna yang kesal karna ulah nya, apalagi saat bibir merah Aruna bergerak tanpa henti.
"Lagian ngapain sihh pake acara makan bareng segala."
"Kamu masih inget kan perjanjian waktu itu?, kamu bilang satu minggu penuh kamu bakalan nurutin kemauan saya. Lagian siapa suruh nginjek kaki saya." Faisal tersenyum puas, puas memandang wajah Aruna yang mempesona.
"Huh padahal siapa suruh waktu itu gangguin saya!, Dan makasih buat makan siangnya saya pergi dulu bel istirahat sebentar lagi bakalan bunyi, permisi Pak."
"Menggemaskan."
.
.
.
.
Sekarang hari minggu Aruna dan putri memiliki rencana untuk hangout bareng, saat ini Aruna tengah bersiap siap tapi Putri sudah datang untuk menjemput nya.
"Jadi kalian mau main kemana?." tanya Ferdi ayahnya Aruna.
"Nggk tau sih, tapi kayaknya bakalan ke Mall deh soalnya ada barang yang mau aku sama Aruna beli." Putri sudah tidak canggung lagi kepada kedua orang tua Aruna yaa karna putri sudah 3 tahun berteman dengan Aruna dan itu membuat kedua orang tua Aruna mempercayai Putri.
"Tapi pulang nya jangan kemaleman ya, terus kalian cuman jalan berdua aja?." Ferdi selalu menanyakan hal seperti ini jika Aruna akan pergi bermain.
__ADS_1
"Ya iya dong om cuman berdua, lagian Putri sama Aruna kan gk punya pacar." Putri tertawa mendengar pertanyaan Ferdi. Lagipula laki-laki mana yang dekat dengan Aruna selain Faisal. Sebenarnya banyak yang ingin mendekati Aruna tapi gadis itu terlalu cuek dan dingin sehingga banyak yang takut di tolak.
"Kamu kan sudah lama beteman dengan Aruna, pasti kamu tau kan yang de-."
"Put berangkat sekarang yuk, takut kesorean." Aruna Yang baru datang memotong ucapan Ferdi.
"Yaudah Pah, Mah, Kita berdua pamit ya." keduanya pergi keluar dari rumah Aruna.
"Hati-hati di jalan, jangan ngebut ya!."
"Iya Mah tenang aja, Dadah!."
Mobil Aruna dan putri sudah melesat jauh. Kini hanya tersisa Ferdi dan Renata.
"Aruna tumbuh menjadi wanita cantik, pasti banyak yang menginginkannya. Apa kamu yakin dia tidak memiliki pacar?."
"Sudah jangan di bahas lagi Pah, papah tadi kan denger sendiri kalau Aruna gk punya pacar. Lagipula kita tau anak kesayangan kita kayak gimana dia gk akan mengecewakan kita." Renata mencoba menenangkan kegelisahan suaminya, Dan Ferdi hanya menghela nafas semoga yang dikatakan istri nya benar.
.
.
.
.
di sisilain kini Aruna dan Putri sedang bersenang senang, mereka pergi ke wahana permainan. karna weekend wahana nya di penuhi oleh sepasang kekasih seperti nya Hanya Aruna dan Putri yang tidak membawa kekasih, walaupun tidak bersama kekasih mereka berdua terlibat sangat bahagia.
"gila semua nya pada bawa pasangan, apalah daya kita yang jomblo ini huhuu." ujar Putri terlihat dramatis.
"dihh apaan sih lebay banget, lagian kenapa harus sedih kalau semuanya bawa pasangan." sahut Aruna kesal tak habis pikir dengan sahabatnya.
"iya Ishh cuman bercanda kok, lagian kita kan udah sepakat mau habisin masa-masa sekolah kita cuman berdua." Putri tersenyum dan memeluk Aruna, dan Aruna pun membalas mereka terlihat seperti saudari kembar yang saling menyayangi walaupun terkadang selalu terjadi perselisihan di antara keduanya.
"stop peluk-peluk nya mendingan sekarang kita naik bianglala, udah gak sabar pengen olahraga jantung." keduanya pun pergi kewahana tersebut.
"Arghhhh!!, pegang tangan gue Arunaaa!!. Arghhhh." putri menjerit histeris karna permainan tersebut melaju sangat kencang. Aruna pun tak kalah histeris dari Putri.
akhirnya permainan spot jantung itu berhenti Aruna dan putri turun dengan sempoyongan. dan keduanya tertawa bahagiaa. sehingga tanpa mereka sadari ada seseorang yang dari tadi menatap keduanya dari kejauhan.
__ADS_1
"kamu terlihat sangat cantik saat tertawa lepas seperti ini, dan saya senang melihat kamu bahagia, walaupun bukan saya yang menciptakan tawa indah dari bibir kamu." ???