
Ini adalah hari terakhir Briyan tidak bertemu dengan Monica. Tentu Briyan senang bukan main lihat saja sekarang dia tengah baik terhadap teman teman nya.
"Cepet Lo pada hari ini mau makan apaan gue yang bayar." Ucap Briyan
"Ogah Lo kan bocah boong mulu."Cubir Bayu
"Mau gak kalo gak mau mending buat Septian. Iya gak sep?"
"Ah Lo mah begini kalo ada mau nya doang." Celetuk Septian
" Yeuy.. Orang lagi baik dibilang ada mau nya." Gerutu Briyan
"Kan emang Lo begitu!" Ucap Bayu dan Septian secara bersamaan
"Sekarang beda." Jawab Briyan
"Alah boong Lo." Ucap Bayu
"Serah Lo pada!" Kesal Briyan
"Ye..udah gede keselan malu ama bocah!" Cibir Septian
"Mau gak nih?" Tanya briyan lagi
"Nanti Lo ninggalin kita berdua lagi males gue." Ucap Septian
"Enggak elah takut banget Lo." Jawab Briyan
"Awas ampe tipu tipu gue gerek leher Lo!" Ucap Bayu sudah was was
"Iya ngapa si." Jawab Briyan
"Briyan..!!" Ucap Luna memanggil anak nya
Briyan mengerucutkan bibir nya ia sudah paham mama nya ini ingin apa.
"Apa ma?" Tanya briyan
" Hayo kamu mau kemana?" Tanya Luna
"Mau jalan jalan lah mah kayak holang holang." Jawab Briyan
"Enggak kamu mending diem diem dirumah. Istirahat biar besok gak capek." Ucap Luna
"Cih..!Bosan ma 3 hari diem dikamar doang." Gerutu Briyan
"Bayu sama Septian temenin Tante ke mall yuk." Ucap Luna langsung membuat Septian dan Bayu berbinar
"Ayuk Tan langsung cusss.." Ucap Bayu
"Briyan kamu diem diem dirumah awas aja kabur!" Teriak Luna
"Akkhh... cepet cepet besok kek!" Teriak Briyan
Lagi dan lagi Briyan harus diam dikamar dengan rasa bosan yang melanda nya.
"Gue ngapain coba dikamar diem begini." Ucap Briyan
"Gue kerumah Monica yang ada gue diusir. Gue keluar rumah aja gak boleh gimana mau kerumah Monica." Ucap Briyan
"Gue telfon aja kali ya. Gak ada larangan nya kan." Ucap Briyan langsung mengambil ponselnya
__ADS_1
Briyan mulai mencari kontak Monica yang ia beri nama 'Monica❤' setelah dapat ia langsung menelfon Monica dan berharap diangkat oleh Monica.
"Hallo." Terdengar suara Monica seperti bangun tidur
"Sayang aku kangen." Ucap Briyan
"Hm."
"Cih..!Jahat banget si orang kangen di jawabannya 'Hm' doang!"
"Emang mau apa?kan gak boleh kemana mana."
"Ya..ya ngomong apa kek jangan 'Hm' doang."
"Ya ngomong apa gak tau."
"Katanya cewek peka ini mah gak peka nama nya."
"Aku bukan cenayang sayang yang tau semua isi pikiran kamu."
"Ya aku tau."
"Terus kamu nelfon aku mau ngapa?"
"Aku rindu tau."
"Huft..Besok kan ketemu Bray."
"Besok itu sama saja kayak setahun tau."
"Lebay."
"Ya aku lebay karena kamu."
"Melakukan apa?"
"Memarahi teman temanmu,memarahi tetanggamu."
"Iya itu benar."
"Dan kamu menjadikan Bayu sebagai pelampiasan bukan?"
"Iya."
"Briyan ya ampun kenapa kamu ngelakuin itu?"
"Aku bosen,aku kesel,aku rindu kamu."
"Ya gak gitu Briyan sayang."
"Oh...jadi sekarang tuan putri Briyan udah bisa ngerayu."
"Emang kenapa?"
"Gak papa malah bagus."
"Yeuy.."
"Monica kamu tau gak?"
"Apa?"
__ADS_1
"Aku sayang kamu"
"Aku tau."
"I love you."
"I love you too."
"Udah makan belum?"
"Males ada bang Sandy."
"Kenapa?"
" Lagi ganas dia."
"Bang Sandy yang ganas apa kamu."
"Dua dua nya."
"Bisa aja kamu bilang nya."
"Bisa dong kan punya mulut."
"Baru bangun tidur?"
"Iya. Capek tau di suruh luluran ini,luluran itu."
"Demi kebaikan sayang."
"Demi kebaikan juga sama aja aku nya capek capek juga."
"Aku tau."
"Jadi kamu lagi apa?"
"Lagi telfonan sama bidadari."
"Gombal aja terus."
"Gombal sama calon istri gak papa kan."
"Hmm."
"Apa mau aku gombalin cewek lain?"
"Awas aja kalau kayak gitu abis kamu!"
"Galak."
"Siapa yang kamu bilang galak?!"
"Ah..enggak itu tadi mama."
"Bohong."
"Bener deh."
"Awas aja bohong."
"Iya sayang. I love you."
__ADS_1
"I love you too."