
Malam tiba dan demam Monica juga sudah menurun berkat Briyan yang mengurusnya. Dan sekarang kakak Monica alias Sandy ada di rumah Briyan karena Monica yang meminta agar abang nya itu datang kesitu.
" Lama banget aku takut bang Sandy kenapa napa." Decak Monica
" Sabar. Mungkin macet." Ucap Briyan
Monica menyenderkan kepalanya di bahu Briyan dengan manja. Memang sekarang Monica sedikit manja dengan Briyan dan terkadang sifat nya tidak bisa ditebak dalam sehari.
" HALLO HAPERYBADEH!" Seru Sandy nyelonong masuk kedalam rumah Briyan
Briyan dan Monica hanya memutar bola mata jengkel.
" Ini gue udah dateng Lo gak seneng." Ucap Sandy
" Lama!" Cibir Monica
" Manja banget Lo sama Briyan." Cibir Sandy
" Suka suka dong bang kan udah halal." Sahut Briyan
" Mati jadi nyamuk gue disini." Gerutu Sandy kesal
" Bang Sandy nginep disini aja ya." Ucap Monica
" Kuliah gue dirumah gimana?"
" Pindahin aja kesini." Jawab Monica
" Enak banget lo kalau ngomong seenak jidat." Cibir Sandy
" Turutin aja si bang ribet banget lo." Ucap Briyan
" Lo enak gue gimana. Ya kali gue harus ngeliat lo berdua mesra mesra-an depan mata!" Kesal Sandy
" Ya emang kenapa." Ucap Monica
" Enggak!Pokok nya gue gak mau!" Bantah Sandy
Mata Monica sudah berkaca kaca bersiap sebentar lagi ia akan menangis. Briyan yang melihat itu pun bingung harus bagaimana.
__ADS_1
" Bang turutin gak Lo bang." Ucap Briyan
" Enggak!"
" Bang please." Ucap Briyan mengeluarkan puppy eyes nya membuat Sandy bergidik ngeri
" Iya..iya gue turutin." Ucap Sandy pasrah
****
Pagi tiba Monica dan Briyan keluar dari kamar mereka dengan seragam yang sudah lengkap. Iya hari ini mereka memutuskan untuk sekolah.
" Pagi ma." Ucap Briyan dan Monica secara serempak
" Pagi." Jawab Luna seraya menyiapkan makanan
" Papa mana ma?" Tanya Monica
" Papa ada kerjaan di luar negeri." Jawab Luna
" Mon panggil abang kamu gih suruh sarapan." Ucap Luna
" Kamu gak boleh gitu loh Mon sama abang sendiri." Kata Luna
" Bukan gitu ma bang Sandy tuh kalau di rumah aja jarang sarapan karena kalau di bangunin sama mama suka ngamuk katanya ganggu." Jawab Monica
" Ya udah deh. Berarti nanti abang kamu dirumah sendiri Mama soal nya ada di butik sampe besok. Mau ngerancang model dress baru." Ucap Luna
" Iya ma."
*****
Pukul 11 siang Sandy baru bangun dari tidur nya. Ia terlonjak kaget karena bangun kesiangan.
" ****** gue kesiangan." Ucap Sandy langsung beranjak dari tempat tidur nya
" 10 menit lagi tuh dosen dateng mati gue kalau belom siap."
" MONICA ADEK LUCNUT DASAR!" Seru Sandy
__ADS_1
*****
Seharian ini Monica tidak memudarkan senyum nya sedikit pun membuat teman teman nya heran sekaligus bingung sendiri. Bahkan terkadang Monica tertawa lepas sendirian,Briyan pun tidak tahu apa penyebabnya.
" Mon serius aku nanya kamu baik baik aja kan?" Tanya Briyan,entah sudah berapa kali Briyan menanyakan itu
" Alhamdulillah puji syukur Allah aku baik baik aja." Ucap Monica tanpa melunturkan senyum nya
" Lagi seneng Bray biarain apa." Ucap Bunga
" Lo ngerasa aneh gak si, kemaren dia diem gak ngomong apa apa sekarang senyam senyum sendiri." Ujar Septian
" Gue juga gak tau." Ucap Briyan bingung sendiri
" Aneh emang." Kata Lia
" Mon gak gila kan?" Tanya Bayu
" Lo yang gila." Sinis Monica
" Istri Lo kalau sama Bayu sensian Bray." Ucap Septian
" Pms dia kalau deket Bayu." Kata Bunga
" Sialan lo!" Kata Bayu
"Assalamualaikum." Suara itu membuat seluruh pandangan mereka ber-6 jatuh kedepan kelas. Memang sekarang hanya mereka yang ada didalam kelas
" Waalaikumsalam." Jawab Bayu
" Kunaon?" Tanya Septian
" Ada paket buat Monica."
Seketika tubuh Monica menjadi menegang saat mendengar kata paket. Senyum nya yang tadi terbit kini telah hilang di gantikan dengan tatapan kosong dihadapan nya.
" Bay, ambil terus buang." Desus Briyan
Briyan memeluk Monica dan Monica menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik Briyan. Perlahan demi perlahan air mata nya luruh dengan sendirinya.
__ADS_1
" Suuuttt gak papa kan ada aku." Ucap Briyan membelai rambut Monica dengan lembut.