
Setelah mengetahui isi kotak itu Monica menjadi pendiam,tidak banyak bicara mau makan pun harus di paksa dulu oleh Briyan terlebih lagi Monica tidak mau keluar dari dalam kamar. Isi dalam kotak itu masih menguasai kepala Monica hingga membuat nya terkuai lemas.
" Mon makan dulu kamu belum makan loh seharian." Bujuk Briyan
Monica menggelengkan kepala nya tidak mau.
" Huft...Makan ya sedikit aja." Bujuk nya lagi
Lagi dan lagi Monica hanya menggelengkan kepala nya seraya menatap kosong arah depan.
Briyan yang sudah tidak tega pun memeluk Monica erat. Malam ini harus nya keluarga Monica datang namun karena Monica sedang dalam kondisi seperti ini jadi mereka tidak bisa datang.
" Jangan takut ada aku disini." Kata Briyan
" Makan oke aku suapin." Ucap Briyan yang akhirnya mendapat anggukan dari Monica
*****
" Gue gak mau tau buat dia tambah stress dan jatuh memohon sama gue." Ucap seseorang berjubah hitam yang tengah berbicara kepada anak buah nya
" I-iya bos." Jawab anak buah nya takut
" Pergi dan jalanin tugas kalian selanjutnya." Perintah orang itu
*****
" Gue gak mau tau kalian cari orang itu sampe dapet!" Ucap Septian yang tengah berada di markas nya bersama dengan anak anak geng yang lainnya
" Yon stalking Lo dapet gak?" Tanya Bayu yang tengah nyemil kacang
" Ada udah gue kirim lama ke briyan." Jawab Yoyon
" Udah tau rencana besar dia?" Tanya Septian
" Udah. Bahkan untuk rencana sebelum sebelum nya." Jawab Yoyon
" Gak salah gue milih Lo masuk sini." Ucap Septian
" Iya dong gak salah." Seloroh Yoyon
" Kotak nya mana bay?" Tanya Septian
" Udah gue kasih Yoyon buat di cari tau." Jawab Bayu
" Tumben cepet." Cibir Septian
" Otak gue lagi jalan." Seloroh Bayu
*****
__ADS_1
Setelah Monica tertidur pulas,Briyan meninggalkan nya sebentar ke balkon kamarnya.
"Huft..." Briyan bingung kenapa banyak sekali masalah yang datang kehidup Monica kenapa tidak kehidup nya saja, pikirya.
" Gue udah tau rencana Lo gue tinggal lempar bom itu dan Lo hancur." Ucap Briyan
" Lo tertalu bodoh menghadapi gue. Jalan pikir Lo terlalu pendek." Ucapnya lagi
Setelah puas ia masuk kembali dan menutup pintu balkon. Setelah semua nya beres, Briyan membaringkan tubuhnya di samping Monica memeluk pinggang Monica dan tertidur pulas.
****
pagi hari nya Monica mendadak demam, suhu tubuh nya meninggi membuat Briyan tidak tega meninggalkan Monica dirumah.
" Bagaimana dok?" Tanya Briyan
" Saya sarankan agar nona Monica tidak terlalu banyak pikiran sehingga membuat nya stress seperti ini atau keadaan nya akan fatal nanti." Ucap dokter itu
" Terima kasih dok."
" Baik saya permisi."
Setelah dokter itu pergi Briyan menghampiri Monica yang tengah termenung.
" Hey jangan bengong." Ucap Briyan menyingkirkan rambut Monica
" Jangan takut kan ada aku disini." Ucap Briyan membelai rambut Monica
" Sekarang kamu makan." Ucapnya lagi seraya mengambil piring diatas nakas
" Buka mulut kamu."
Monica menurut membuat Briyan tersenyum senang.
" Cepet sembuh okay." Ucap Briyan terus menyuapi Monica
" Udah. Kenyang." Ucap Monica
" Oke sekarang minum obat nya." Titah Briyan
" Assalamualaikum." Briyan dan Monica sama sama menoleh ke asal suara. Ternyata teman teman mereka yang datang.
" Waalaikumsalam." Jawab Briyan
Monica kembali menenggelamkan wajah nya didada bidang Briyan tidak peduli dengan teman temannya yang datang.
" Mon gak usah ngumpet gue gak gigit." Ucap Bayu yang langsung mendapat tatapan tajam dari Briyan.
Briyan terus membelai rambut Monica dengan lembut dan terkadang mengecupnya.
__ADS_1
" Kenapa?" Tanya Briyan
" Mau jengukin Monica emang gak boleh." Ucap Bunga
" Ya boleh." Sahut Briyan
" Ya udah."
" Jangan sakit terus Mon sepi gak ada lo." Ucap Bayu
" Tumben." Ucap Bunga
" Tumben apa?"
" Tumben omongan nya gak nyakitin." Lanjut Bunga
" Sepi gak ada yang ngajak ngelud gue." Ucap Bayu
pletak!
" Kamu Monica lagi sakit juga." Ujar Lia
" Sukur pacar marah." Ucap Bunga
Monica terus saja menenggelamkan wajah nya enggan untuk melihat teman temannya. Ia nyaman berada di posisi itu.
" Mana buah nya?" Tanya Briyan
" Hah?!"
" Iya lah kan jengukin orang harus bawa buah tangan." Jawab Briyan
" Perhitungan banget lo." Cibir Septian
" Canda elah."
" Garing." Cibir Bunga
" Ngantuk." Bisik Monica
" Tidur okey." Jawab Briyan
" Temenin."
" Iya."
" Keluar dulu sana Monica mau tidur." Usir Briyan
" Iya...iya."
__ADS_1