My Sweet Ceople SUDAH TIDAK DI LANJUTKAN

My Sweet Ceople SUDAH TIDAK DI LANJUTKAN
perjodohan


__ADS_3

“ Makasih!” Ucap Monica ketus begitu Briyan mengantarkan nya sampai rumah.


“ Sama-sama sayang. Jangan lupa makan jangan lupa minum nya.” Sahut Briyan lembut.


“ Hm.”


“ Assalamualaikum!” Seru Monica begitu ia memasuki rumah nya.


“ Waalaikumsalam.” Sahut Briyan yang tengah bermain play station di ruang keluarga.


“ Dih gak kuliah Lo bang?” Tanya Monica


“ Cuti.”


“ Bisa gitu.”


“ Bisa lah!”


“ Mentang-mentang universitas punya papa seenak jidat Lo aja mau kuliah apa gak!”


“ Hm.”


“ Udah lah gue mau ke kamar.”


“ Woii! Kata mama nanti malem jangan kemana-mana!”


“ Iyaaa! Santuy gue nolep di kamar!” Sahutnya.


Setelah mengantarkan Monica pulang tadi, Briyan langsung pergi menuju markas XIEX. Teman-teman nya sudah ada di sana sejak tadi. Begitu ia sampai ia sudah melihat betapa ramai nya maskar sekarang, anggota XIEX memang lah banyak bukan hanya dari SMA Garuda tapi dari sekolah lain juga ada. Geng XIEX memang terkenal seluruh Indonesia, sangat amat terkenal. XIEX tidak pernah di pandang buruk oleh masyarakat. Karena kegiatan yang sangat membantu masyarakat.


Entah itu acara baksos, kerja bakti, santunan anak yatim-piatu, menyumbang untuk panti jompo, membantu orang yang tidak mampu. Briyan sebagai ketua dengan Septian sebagai wakil nya, Bagas sebagai bendahara XIEX. Bahkan setiap setahun sekali XIEX selalu mengadakan acara sosial besar-besaran dengan mendatangi panti asuhan, panti jompo, dan mendatangi rumah rumah yang di rasa kurang mampu.


Briyan berjalan memasuki markas dengan kedua tangan di masukan kedalam saku celana, begitu ia masuk kedalam dirumah utama sudah ada anggota lainnya yang tengah bermain karambol, mabar, makan, bermain kartu. Markas nya adalah rumah lantai dua yang di beli dari uang kas mereka. Jangan di tanya ramai nya rumah itu sekarang, sangat amat ramai. Rumah nya memang besar, sengaja karena memang anggota XIEX sangat lah banyak.


Mereka mempunyai dua markas. Dua dua nya sama sama besar bisa menampung lebih dari 500 orang lebih. Briyan berjalan menaiki tangga tempat dimana sekarang anggota inti tengah berkumpul, memang seperti itu sebelum anggota lainnya tau, anggota inti harus tau lebih dulu.


“ Finally, what I've been waiting for is coming.” Ucap Septian yang melihat Briyan memasuki ruangan khusus anggota inti.


“ Abus nganter pacar ye bos?” Tanya Bayu


“ Iya lah! Emang Lo pada jomblo.”


“ Sombong amat si!” Sahut Bayu


“ Gas uang kas ada berapa?” Tanya Briyan


“ 3 juta setengah.” Jawab Bagas


“ Bayar lo Bay uang kas! Nunggak mulu lo.” Ucap Yoyon


“ Kayak Lo gak aja Yon.”


“ Lo berdua nunggak mulu kapan lunas nya?!” Tanya Bagas


“ Besok gue nyicil deh Gas.” Ucap Bayu


“ Gue besok bayar setengah dulu deh.” Kata Yoyon.


“ Anak buah Bima mau Lo apain Bray?” Tanya Septian

__ADS_1


“ Biarin aja dulu, gue mau liat dia ngemis ngemis sama gue.” Sahut Briyan seraya duduk di samping Septian


“ Gak sekalian Lo bikin meninggal aja Bray?” Tanya Yoyon


“ Tadinya. Tapi gak jadi, gue mau liat gimana rasanya Bima saat anak buah kesayangan nya di Sandra sama gue.” Sahut Briyan.


“ Bima sent this letter earlier. “ Ucap Septian menyerahkan surat dengan putih kepada Briyan.


Lo pikir gue akan mohon-mohon sama Lo buat minta lepasin anak buah gue? Enggak bodoh! Gue gak minat. Dia Cuma anak buah gak guna yang bisa nya nyusahin gue. Terserah lo mau buat mati tuh anak juga gue gak masalah. Gue nantang Lo besok di perbatasan pas pulang sekolah. Kalo lo berani Lo terima tantangan gue kalo Lo takut lo pengecut!


Briyan meremas surat itu hingga kertas itu yang semula mulus sekarang sudah tidak terbentuk lagi. Rahang nya mengeras pertanda ia sangat marah kali ini, ia melempar kertas itu dengan kencang.


“ Kebawah bilang sama anak-anak!”


Anggota inti yang lainnya beserta Briyan berjalan menuju bawah menghampiri anggota lain dan untuk memberi tahukan jika besok mereka akan tempur dengan geng Sky Fighter.


“ Kumpul!” Arahan Septian membuat seluruh anggota langsung kumpul di hadapan Briyan.


“ Besok di perbatasan.” Dirasa seluruh anggota sudah paham dengan apa yang Briyan ucapkan, mereka semua mengangguk mengerti. Bahkan ada yang langsung mengisyaratkan kalau ia marah.


“ Monica Lo di mana ****!!” Seru Sandy menggedor-gedor pintu kamar adiknya itu.


“ Monicaaa astagfirullah!” Serunya lagi


“ Mana adikmu San?” Tanya Bisma—papa Monica


“ Gak tau Sandy pa.” Jawab Sandy


“ Ya udah nanti kalo udah ketemu suruh kebawah.” Ucap Bisma


“ Iyaa pa.”


“ Apaan si bang? Ganggu tau gak lo!” Sahut Monica dengan mata terpejam yang artinya sedari tadi ia tertidur.


“ Bangun mama sama papa udah nunggu lo di bawah!” Ucap Briyan


“ Ngapain?” Tanya Monica


“ Lo mandi siap-siap nanti Lo tau mau ada apaan.”


“ Siap siap yang rapih!” Seru Sandy seraya keluar kamar.


“ Briyan mau di bawa kemana si ma? Astaghfirullah dari tadi di tarik-tarik Mulu.” Dumel Briyan kesal


“ Kamu dandan yang ganteng kita mau keluar.” Jawab Luna—mama Briyan


“ Males ma. Mama kalo mau jalan-jalan mending sama papa aja deh.”


“ Enggak! Kamu harus ikut.”


“ Males ma.”


“ Briyan ikut atau motor sama mobil kamu papa tarik!” Ancam Rizal—papa Briyan


“ Oke-oke Briyan nurut.” Jawab Briyan terpaksa.


Kali ini Monica sudah siap dengan stelan nya dress selutut tanpa lengan berwarna soft blue di padukan dengan heals dengan warna senada, rambut yang kuncir menjadi satu, make-up tipis yang membuat wajah imut nya bertambah berkali-kali lipat.


“ Mama! Papa! Bang Sandy!” Serunya seraya menuruni tangga.

__ADS_1


“ Berisik Mon!” Tegur Sandy yang datang dengan minuman di tangan nya.


“ Ada acara apa ma?” Tanya Monica


“ Bocah kepo diem!” Sahut Sandy


“ Gue gak nanya Lo!”


“ Bodo amat!”


“ Dari mana aja kamu? Dari tadi di cariin juga.” Ucap Ana


“ Ketiduran ma.” Sahut Monica


“ Kebiasaan!”


“ Ada acara apa ma?”


“ Makan malam sama temen lama mama sama papa.”


“ Ouhh.”


Tidak lama tamu yang di tunggu-tunggu datang, keluarga Leonardo dengan siap menyambut tamu yang datang.


“ Hayy Luna!” Sapa Ana cepaka cepiki


“ Hayy Ana! Udah lama banget kita gak ketemu.”


“ Iya hahaha aku juga kangen sama kamu.”


“ Mana anakmu Lun?”


“ Ada di mobil lagi ngambil ba—”


“ Nah ini anak-ku!”


“ Hallo tante.”


Ana nampak tersenyum melihat Briyan menyapa nya dengan sopan.


“ Oh iya anak mu mana An?”


“ Ada di dalem. Yuk masuk aja!”


Setelah itu mereka pun masuk kedalam, di lihat Monica yang sudah duduk dengan tengah di meja makan. Ia memang tidak ikut menyambut tamu dengan alasan malas.


“ Silahkan duduk.” Ucap Bisma


“ Loh Monica!” Ucap Briyan terkejut


“ Kalian saling kenal?” Tanya Ana


“ Iya dong tante! Monica ini kan pacar Briyan.” Bahkan secara gamblang Briyan mengakui Monica sebagai pacar nya di hadapan keluarga nya.


Tampak kedua belah keluarga tersenyum senang.


“ Apaan si ngaku-ngaku lo!” Sangkal Monica


“ Enggak kok kan tadi gue udah bilang sama lo.”

__ADS_1


“ Berarti kalo di jodohin mau dong?” Tanya Rizal


__ADS_2