
Disebuah kamar bernuansa hitam putih lebih tepat nya kamar kedua pasutri yang kini tengah tertidur lelap seraya berpelukkan. Mencari kenyamanan mereka bersama. Semalam mereka baru bisa tidur pukul 3 pagi. Hayo ngapain?
" Engghh..." Erangan itu berasal dari mulut Briyan. Ia perlahan membuka mata nya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah polos istri nya saat tertidur.
Briyan malas sekali untuk bangun pagi ini, Ia terlalu nyaman dengan posisi nya sekarang. Dan sekarang pun ia malah mengeratkan pelukannya.
Namun tidak lama Monica ikut terbangun karena pergerakan dari Briyan. Ia melihat Briyan yang ternyata masih tertidur. Setelah itu ia melihat jam yang ada dikamar Briyan.
"What jam 9!" Batin Monica
Ia segera melepaskan lengan kekar yang melingkar diperut nya. Setelah lepas ia pun bangun perlahan lahan takut briyan bangun. Namun baru saja ia hendak berdiri tangan nya sudah ditarik hingga ia kembali keatas kasur nya.
" Briyan udah ah bangun. Udah siang tau." Ucap Monica
" Ya emang kenapa." Jawab Briyan namun mata nya masih terpejam lalu mempererat pelukannya
" Ya gak enak nanti sama mama." Ucap Monica
" Ya enggak lah pasti Mama ngerti." Jawab Briyan
" Ya tetep aja gak enak Bray." Ucap Monica
" Enggak udah diem diem aja disini." Ucap Briyan
" Bray!"
" Hm."
" Lepas ah aku mau mandi."
" Enggak."
" Lepas gak Bray."
" Enggak udah lanjutin aja tidur nya sayang."
" Lepas gak Bray atau..."
" Atau apa Hem?"
" Tidur diluar!"
Buru buru Briyan melepaskan pelukannya dan mengubah posisi nya menjadi duduk. Monica menyeringai senang karena ancaman nya tadi berhasil.
" Aku mandi dulu kamu jangan tidur lagi awas aja tidur lagi." Ucap Monica langsung berjalan kearah kamar mandi
" Hm."
15 menit menunggu Monica mandi membuat Briyan semakin mengantuk namun baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya Monica keluar dari kamar mandi menggunakan celana hot pens dan kaos kebesaran.
" Mandi sana!" Ucap Monica
" Hm."
Seraya menunggu Briyan selesai mandi, Monica membereskan kamar nya yang terlihat berantakan seperti kapal pecah sekarang. Selesai membereskan kamar nya Monica bingung karena Briyan tidak kunjung keluar dari kamar mandi.
Tok...tok..tok..
" Briyan kamu mandi apa tidur si didalem?" Teriak Monica
" Ah..iya aku udah selesai kok." Ucap Briyan
" Mandi lama banget!" Cibir Monica
" Aku tunggu dibawah!" Seru Monica
__ADS_1
Monica keluar kamarnya lalu menghampiri keluarga Briyan dibawah sana.
" Eh Monica baru bangun." Ucap Luna
" Enggak kok mah bangun nya udah dari tadi cuma tadi beres beres kamar dulu." Jawab Briyan
" Briyan mana Mon?" Tanya Luna
" Mandi pa." Jawab Monica
" Ya udah kamu makan aja dulu. Mama mau kebutik nanti malam baru pulang." Ucap Luna
" Iya ma."
" Ya udah mama berangkat. Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam." Jawab Monica
Setelah Luna pergi Monica menyiapkan makanan untuk dibawa ke kamar nya. Saat sudah siap Monica berjalan menuju kamarnya dan kamar Briyan.
ceklek..
Saat Monica masuk ia langsung melihat pemandangan Briyan yang tertidur pulas diatas kasur seraya memeluk guling.
" Subhanallah. " Gumam Monica
" BRIYAN..!!!" Teriak Monica membuat Briyan langsung bangun dan mengubah posisi nya menjadi duduk
" Ah iya kenapa Mon..hoamm.." Ucap Briyan seraya menguap
" Bangun. Gak ada tidur tiduran." Ucap Monica
" Aku ngantuk sayang." Gumam Briyan yang masih setengah sadar
" Bergadang sama ngantuk beda sayang."
" Gak ada bergadang lagi abis ini. Tambah males kalau tetep di izinin bergadang."
" Yah..kok gitu si. Gak seru ah."
" Mau terus bergadang apa tidur di luar."
" Tidur di luar nya diganti jadi tidur dikamar aja yah."
" Itu mah mau nya kamu!"
" Ya aku kan mau nya enak."
" Gak ada bergadang lagi pokok nya. Kalau masih bergadang seminggu tidur diluar."
" Jahat banget si seminggu."
" Mau seminggu apa sebulan?"
" Iya...iya seminggu."
" Good husband."
" Iya..iya.."
" Briyan i'm coming!!" Seru Bayu yang datang bersama Septian dan Bunga
" Masuk bukan nya salam malah teriak teriak." Cibir Monica
" Bay Lo ganggu tau. Mereka lagi romantis tuh." Ujar Bunga
__ADS_1
" Bapak lo romantis!" Ucap Briyan
" Terus apa dong?" Tanya Bayu
" Gue..."
" Berduaan?"
" Atau.."
" Macan betina gue lagi ngamuk!" Ucap Briyan
" Wah Mon parah Lo dibilang macan betina." Ucap Bayu
" Tulang lunak diem." Ucap Monica
" Hahaha..Tulang lunak bay." Ledek Septian
" Jahat Lo mon sama gue." Ucap Bayu
" So?"
" Gila bay istri songong sekarang." Ucap Bayu
" Ponakan gue nanti jangan yang songong kayak emak ya Bray. Bisa bahaya kalau emak sama anak sama sama songong." Ucap Bayu
" Kok Lo yang repot si. Gue yang punya anak Lo yang ngatur. kalau gitu Lo aja yang punya anak." Ucap Monica
" Lah gimana bikin nya nanti kalau lahiran keluar nya dari mana." Ucap Septian
" Dari mana kek." Ucap Monica
" Up to you dah Mon." Ucap Bayu
" Eh btw sekarang kalian tinggal disini? kenapa gak beli rumah aja?" Tanya Bunga
" Disini sampe lulus doang nanti kalau dah lulus baru punya rumah dewek." Jawab Briyan
" Oh." ucap Bunga
" Sialan Lo." Ucap Briyan
" Mon gue laper ambilin makanan sono Mon." Ucap Bayu
" Emang gue pembantu Lo." Ucap Monica
" Lo kan ibu rumah tangga disini Mon." ucap Bayu
" Kaki Lo masih berfungsi kan buat jalan? Mata Lo masih berfungsi kan buat liat jalan?"
" Ya iyalah Lo kira gue cacat." Ucap Bayu
" Ya udah jalan sendiri. Males banget."
" Bayu mah emang males." Ucap Septian
" Aturan nikah nya masih lama aja biar Bayu tambau di siksa sama Briyan." Ucap Monica
" Ahh..jahat kamu masa rela aku merana." Ucap Briyan
" Itu kamu aku enggak." Ucap Monica
" Istri Lo mulut nya pedes Bray. Ngeri gue." Ucap Bayu
" Permisi non Monica sama den Briyan di depan ada yang nyariin."
__ADS_1