My Sweet Ceople SUDAH TIDAK DI LANJUTKAN

My Sweet Ceople SUDAH TIDAK DI LANJUTKAN
married


__ADS_3

Tepat pagi ini Monica sudah siap dengan gaun pernikahan nya. Gaun berwarna putih yang tampak elegan ditubuh Monica. Sangat menawan dan cantik dipakai ditubuh Monica.


" Monica sayang sudah siap belum?" Tanya Ana yang juga sudah siap dengan gaun yang ia pakai


"Sudah kok mah." Jawab Monica berjalan menghampiri Mama nya.


Ana memperhatikan Monica dari atas sampai bawah. Gaun pengantin yang benar benar cocok ditubuh Monica, Rambut yang tata serapih mungkin, makeup yang benar benar cocok diwajah Monica, high heels yang benar benar cocok dikaki jenjang milik Monica.


" Ma?" Panggi Monica


" Eh iya sayang Ayuk papa sama Abang kamu udah nunggu." Ucap Ana


" Mama kenapa si?" Tanya Monica


" Enggak Mama cuma terpana sama kecantikan kamu doang." Ucap Ana


" Apasih mama bisa aja." Ucap Monica


" Ya udah yuk." Ucap Ana


Lain hal nya Briyan sekarang. Ia sudah siap dengan tuxedo putih nya namun jantung nya sekarang sudah berdetak tidak karuan, Nerveus, Grogi. Sedari tadi ia terus saja menajatkan doa agar ijab kabul nanti lancar.


" Nerves banget lo." Ucap bayu yang datang bersama Septian


" Ya iya lah coba elo bay. Kejang kejang kali lo." Ucap Septian


" Ya gak ampe kejang kejang kali sep." Ucap briyan


" Bayu bisa ampe kejang kejang. Ulangan mtk aja udah kayak orang jantungan." Ucap Septian


" Yeuy..Gila Lo!" Cibir Bayu


" Briyan sayang Ayuk turun Monica sama keluarga nya udah dateng tuh." Seru Luna


" Iya ma sebentar." Ucap Briyan


" Tarik nafas buang Bray masa ijab kabul doang lo gak bisa. " Ucap Bayu


" Bisa lah gue. Gila aja gak bisa." Ucap Briyan langsung berdiri dengan sigap


" Asik babang gue udah mau nikah. Gue kapan?" Ucap bayu


" Cari dulu cewek yang bener." Ucap Septian


akhirnya Briyan memutuskan untuk turun kebawah dan menemui kedua belah pihak keluarga. Saat briyan sampai dibawah ia melihat betapa ramai nya acara ini. Bahkan diluar sana sampai ada paparazi.


" Ayuk sayang." Ucap Luna langsung menuntun anaknya


Saat sampai didepan penghulu Briyan melihat Monica yang sudah duduk disana. Briyan berjalan dan duduk disamping Monica.


Sempat terjadi kontak mata antara Briyan dan Monica namun sang penghulu berdehem pertanda acara akan dimulai.


" Baik. Bagaimana sudah siap?" Tanya penghulu


Briyan mengangguk lalu menjabat tangan sang penghulu.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawin nya Monica putri Leonard dan Briyan geonardo dengan emas 25 karat, 1 buah mobil Bugatti, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawin nya Monica putri Leonard dengan emas kawin tersebut,dan sebuah mobil dibayar tunai." Ucap briyan dengan sekali tarikan nafas


Monica menghela nafas lega lalu setelah itu mereka membaca surah Al Fatihah.


Monica menatap Briyan lalu mencium tangan Briyan dan Briyan mengecup kening Monica dengan penuh cinta.


Setelah acara ijab Kabul selesai mereka semua kembali pergi menikmati hidangan kecil karena acara resepsi nya akan diakan malam nanti.


" Cie temen gue udah punya suami." Goda bunga yang datang bersama Septian


" Lo sama Septian kapan nyusul nya?" Tanya Monica balik menggoda


" Ah elo..Tunggu aja nanti." Ucap bunga


" Bray jagain Monica awas aja Lo nyakitin Monica gue gerek leher Lo." Ucap Bunga


" Sep cewek lo galak." Ucap Briyan


" biasa singa nya lagi bangun." Ucap Septian


Tidak lama Bayu datang bersama dengan Lia.


" Cie..ceople baru." Goda Briyan


" Doain aja bre." Ucap bayu


" Monica aku gak nyangka kamu udah nikah aja." Ucap Lia


" Samawa bro nanti malem jangan lupa." Ucap Bayu seraya mengedipkan sebelah matanya


" Kamu nanti malem mau kemana?" Tanya Monica dengan polosnya


Briyan tersenyum saat melihat kepolosan Monica "Gak kemana mana kok Bayu cuma ngajak main doang entar malem." Ucap Briyan


" Jangan bergadang loh Bray." Ucap Monica


" Iya sayang." Ucap Briyan


*****


Sore ini Monica sudah berganti baju dengan gaun baru. Gaun berwarna gold yang sangat amat cantik dikenakan Monica. Sedangkan Briyan mengenakan tuxedo berwarna hitam.


Acara resepsi sebentar lagi akan dimulai. Briyan memeluk pinggang Monica dengan posesif. Banyak tatapan para tamu yang melihat iri kearah briyan dengan Monica. Tamu bertambah banyak malam ini karena memang tadi pagi hanya acara ijab kabul saja.


Tidak lama Bunga, Septian, Lia, dan Bayu menghampiri Monica dan Briyan dengan nafas yang terengah engah.


" Ngapa Lo berempat?" Tanya Briyan


" Gila didepan banyak banget paparazi gue berempat diserbu nih." Ucap Bayu


" Biasa paparazi haus akan info." Ucap Monica


" Iya dah." Ucap Bayu

__ADS_1


" Eh btw Lo gak kedepan acara nya udah dimulai kan?" Ucap bunga


" Iya. Males gue diri didepan berjam jam mending gue disini keliling. Iya gak mon." Ucap Briyan


" Nikah gak niat Lo berdua." Cibir Septian


" Capek Sep Lo aja dah yang gantiin sama bunga." Celetuk Monica


" Kuy bung." Ucap Septian


" Udah gak waras Lo berdua." Cibir Bayu


" Kan tadi disuruh gantiin lumayan lah." Ucap Septian


" Ijab kabul nya nanti sekarang resepsi nya. Iya gak sep." Ucap Bunga


" Gila!" Cibir Monica,Briyan,Bayu, dan Lia secara bersamaan


" Mending kita foto bareng bareng mumpung pengantin nya ada disini." Usul Lia


" Aduh Doi gue pinter banget si." Goda Bayu membuat pipi Lia bersemu


" Cieee..Lia bulshing." Goda Monica


" Apasih Monica." Ucap Lia namun Bayu malah memeluk pinggang Lia layaknya seorang kekasih


" Aduh..panas deh gue." Ucap Septian


" Udah Ayuk langsung foto foto aja." Ucap Monica


Ketiga pasangan itu akhirnya pergi keatas panggung untuk foto bersama. Kebahagiaan mereka, mereka tuangkan malam ini. Bukan berarti kisah mereka berhenti sampai sini. Ini baru awal kisah mereka masih panjang perjalanan mereka nanti nya.


Selesai berfoto foto ketiga pasangan itu turuh kembali. Monica dan briyan yang tengah bermesraan, Bayu yang terus menggoda Lia, Septian yang bermesraan dengan Bunga.


Benar benar harmonis jika dilihat namun siapa sangka jika ada yang tidak suka dengan kebahagiaan mereka. Iri karena kebahagiaan mereka. Dia benci melihat kebahagiaan, Dia hanya ingin melihat kesengsaraan. Dia tidak suka dengan apa yang membuat mereka bahagia.


Memperhatikan nya dari jauh saja sudah membuat nya panas, emosi sudah menguasai dirinya, sisi kelam nya bangun karena melihat ketiga sepasang kekasih itu bahagia, benci nya terhadap mereka sudah besar, Dia benci melihat itu.


" Perasaan gue gak enak." Batin Briyan


" Kok kayak ada yang merhatiin." Batin Septian


" Banci lah perasaan gue gak enak." Batin Bayu


" Bray kamu kenapa?" Tanya Monica saat melihat sang suami termenung


" Ah.. enggak kok." Ucap Briyan


" Loh Septian kenapa bengong?" Tanya bunga


" Enggak tau perasaan aku kayak ada yang merhatiin dari tadi." Jawab Septian


" Bay kamu kenapa?" Tanya Lia


" Eh..enggak gak pa-pa." Jawab Bayu

__ADS_1


__ADS_2