
" Gue di sini..." Ucap bima dari belakang briyan
" ANJING LO *****..!!!" bentak briyan
Bukkk...
Briyan sudah tidak bisa mengontrol emosi nya jika sudah seperti ini, ia memukuli bima secara membabi buta sampai bima terkapar lemah di hadapan nya
"Denger ya sekali lagi lo gangguin Monica, habis lo hari itu juga! " bentak briyan
" BRIYAN.. KAMU INI SUDAH BERAPA KALI IBU BILANG!! " seru bu Laras
" Wiihh... Berapa kali tuh bu? " Ucap bayu
" DIAM KAMU BAYU!! " bentak bu laras
" Briyan... Briyan Udah berapa kali ini bilang ke kamu berhenti berantem di sekolah! Mau jadi apa kamu kalo terus terus an kayak gini?!! " Ucap bu laras membentak
Briyan hanya bisa mendengar kan omelan dari guru nya dan menerima apapun itu hukuman nya, toh ia juga tidak akan di keluarkan dari sekolah ini karena ini adalah sekolah keluarga nya
" Sekarang kalian berdua ikut ibu ke ruangan saya!! " Ucap bu laras
Briyan hanya menurut saja apa yang di katakan guru itu ia juga terlihat sangat santai tidak ada rasa takut atau kecemasan dalam diri nya saat ini
Sedangkan di tempat lain kini Monica masih memikirkan kejadian tadi namun lamunan nya menjadi buyar saat bunga berteriak saat masuk ke dalam kelas
"MONICA!! " Teriak bunga membuat Monica tersentak kaget
" Apaan si bung?! Pelan Pelan dong ngomong nya! " Kesal Monica
" Itu.. Briyan... Itu.. " Ucap bunga terbata bata
monica yang mendengar nama briyan di sebut menjadi bangun dari duduk nya dan lia yang duduk di samping Monica menjadi ikut bangun
" Briyan? Kenapa? Jawab gue bunga! " Kesal Monica karena bunga hanya diam saja
__ADS_1
" Briyan masuk ruang Bk gara gara mukulin anak baru" Ucap bunga
Monica yang mendengar itu langsung berlari menuju ruang Bk di mana briyan berada, di sana sudah ramai sekali murid murid yang ingin melihat briyan
"MINGGIR GAK LO PADA! " bentak Monica membuat murid murid yang berkerumbunan di sana menjadi menyingkir dan memberi jalan untuk Monica
" LO SEMUA KENAPA MASIH DI SINI?! PERGI LO SEMUA!! " Ucap Monica langsung membuat semua murid murid pergi dari ruang bk dengan sejuta dumelan
Monica menunggu di depan rumah bk dengan perasaan yang campur aduk meski ia tau bahwa briyan tidak akan di do dari sekolah tapi sungguh ia sangat khawatir sekarang
Ceklek...
Monica langsung menatap ke arah pintu ruangan tersebut, dan yang pertama muncul adalah sosok briyan, Monica langsung memeluk briyan erat briyan yang di peluk hanya menyungging senyum di bibir nya dan mengelus puncak kepala Monica
"Tuan putri kenapa? " Tanya briyan seraya melepaskan pelukan Monica dan menatap wajah Monica yang sudah basah dengan air mata
" Tuan putri gak boleh nangis, nanti jadi nya jelek " Ucap briyan seraya menghapus air mata yang keluar dari kedua pelupuk mata Monica
Namun tak berselang lama bima keluar dari ruangan itu dan berhenti menatap Monica sedangkan Monica yang di tatap kembali memeluk briyan dan menyembunyikan muka nya pada dada bidang milik briyan setelah itu bisa pergi dengan senyum devil nya
" Dia udah pergi " Bisik briyan
" Hei.. Tian putri kan udah di bilangin gak boleh nangis nanti jelek muka nya " Ucap briyan menghapus air mata Monica
Briyan kembali memeluk Monica singkat lalu mengajak Monica pergi dari situ. Briyan mengajak Monica menuju rooftop sekolah agar Monica bisa menyegarkan otak nya
" Kita masih ada kelas briyan " Ucap Monica Saat tau dia akan di ajak kemana oleh briyan
" Suuutt... Tuan putri ikut pangeran aja ya " Ucap briyan seraya menggenggam erat tangan Monica
Sampai lah mereka di rooftop dan briyan langsung mengajak Monica ke ujung rooftop dan duduk di sana seraya merasakan angin siang
" Sekarang tuan putri tau gak kenapa pangeran ajak kesini? " Tanya briyan seraya menatap ke arah Monica
Monica menggeleng " enggak.. " Jawab monica
__ADS_1
Briyan tersenyum seraya mengacak acak rambut Monica " Supaya tuan putri nya pangeran gak sedih lagi " Ucap briyan seraya menggenggam tangan Monica
Monica tersenyum ia merasa beruntung karena tuhan mengirim briyan untuk membuat hidup nya lebih berwarna, Monica memeluk briyan erat
"Terima kasih tuhan karena engkau telah mengirim sosok briyan di hidup Monica sekarang " batin Monica seraya meneteskan air mata nya kali ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia
Briyan melepaskan pelukan Monica dan kembali muka Monica yang sudah basah karena air mata
" Kan aku udah bilang sama kamu tuan putri nya pangeran gak boleh nangis nanti jadi jelek" Ucap briyan seraya menghapus air mata Monica
Namun Monica malah menggeleng kan kepala nya dan tersenyum ke arah briyan
"Makasih.. " Ucap Monica seraya menatap briyan
" Untuk? " Tanya briyan
" Untuk semua nya " Jawab monica
Briyan yang akan paham dengan arah pembicaraan Monica menjadi mengerti " Kamu gak perlu berterima kasih sama aku, karena kamu it sumber kebahagiaan aku sekarang " Ucap briyan
" Yakin kalo aku ini sumber kebahagiaan kamu? " Tanya Monica
" seratus persen aku sangat yakin kalo tuan putri aku ini adalah sumber kebahagiaan aku saat ini" Ucap briyan
"Yakin seratus persen? " Ucap Monica menguji briyan
" Aku yakin sayang.. " Ucap briyan
" Gitu ya.. " Ucap Monica
Briyan mengangguk " Udah gak sedih tuan putri nya pangeran?" Tanya briyan
"Enggak.. Sedih nya udah ilang karena pangeran berhasil membuat pelangi di saat tuan putri ny ini sedang sedih " Ucap Monica
Briyan tersenyum " Gak nangis lagi dong " Ucap briyan.
__ADS_1
" Insyaallah enggak " Jawab monica
-----------------------------------------------