
Malam ini saat Briyan tengah mandi, pintu rumah Briyan dan yang mengetuk. Awalnya Monica malas untuk turun tapi karena pembantu Briyan sedang di luar, orangtua Briyan juga belum pulang jadi mau tidak mau Monica yang harus membuka-kan pintu.
" Iya sebentar." Ucap Monica
Ia berjalan menuju pintu. Saat ia membuka pintu ternyata tidak ada yang datang melainkan ada sebiha box hitam entah dari siapa.
" Siapa Mon?" Tanya Briyan yang baru saja selesai mandi terbukti dengan handuk yang melingkar di lehernya.
Monica mengidikkan bahu nya. " Tapi ada box gak tau buat siapa."
" Kamu masuk kamar aja sana, itu paling box nya abang kamu."
" Ya udah."
Briyan tersenyum lalu mengacak acak rambut Monica. Setelah Monica pergi Briyan mengambil box itu dan membawa nya masuk kedalam.
lalu ia meletakkan box itu di atas meja lalu berlari menuju kamarnya untuk mengambil ponsel diabyang tertinggal didalam kamar. Setelah mendapat ponsel nya Briyan turun kembali kebawah.
" Sep." Ucap Briyan menelfon Septian
" Hm."
" Lo dimana?"
" Di rumah sama Bay bay."
" Buru sini kerumah gue ngambil barang."
" Barang apaan."
" Buru kesini gak usah bacot."
" Iya iya."
Setelah itu Briyan membuka box itu seraya menoleh noleh takut Monica ikut melihat.
Damn!
benar dugaan nya. isinya adalah teror yang di kirim untuk Monica. Isi nya berupa boneka bayi dengan kepala yang sudah terpisah dari badan nya dan ada bercak bercak merah. Boneka bayi adalah salah satu kelemahan Monica sejak dulu, ia membenci boneka bayi entah karena apa.
" Assalamualaikum." Ucap septian dari depan pintu rumah Briyan
" Waalaikumsalam, Masuk Sep."
" Wish kado buat gue ya." Ucap Bayu
" Lo mau?"
Bayu melihat isi nya, begitu ia sudah tau isinya. Ia memundurkan kepala nya menatap jijik isi box itu.
__ADS_1
" Enggak dah buat Lo aja."
" Tadi kata nya mau." Ejek Septian
" Ogah dah gue kalo isi nya begituan."
" Nih lo cari tau siapa pengirim nya." Ucap Briyan
" Entar gue kasih Yoyon."
" Si minta nyonyon songong masa sama gue."
" Gak peduli gue."
" Yeuy e'ek Lo."
" Bau."
" Bodo."
" Btw Monica tau."
" Gak."
" Udah baikan Bray Monica?"
" Eh ada Septian." Ucap Monica seraya menuruni tangga
" Ada gue juga Mon."
" Bodo amat emang gue peduli."
" Songong banget Bray istri lo."
" Gak peduli gue." Sahut Monica
" Gak ngomong sama Lo."
" Bodo,mulut mulut gue."
" Minta di jitak lo."
" Gak peduli."
" Bertahan aja Lo Bray sama dia."
" Bertahan lah."
" Gue yakin gak lama Lo gila gara gara Monica."
__ADS_1
" Sotoy!"
" Monica laptop gue Lo kemana-in!!" Seru Sandy dari arah kamarnya
" Dikamar gue. Jangan di ambil gue lagi nonton drakor."
" Bodo! Laptop laptop siapa."
" Lo ambil mobil lo gue rusakin."
" Gue minta papa yang baru."
" We bang Sandy." Sapa Septian
" Woii sep." Sahut Sandy
" Bang Sandy awas aja di ambil nanti gue bilang ke papa besok Lo nikah."
" Songong Lo Mon."
" Nah kan bukan gue doang yang bilang dia songong abang nya aja bilang."
" Diem!"
" Sukur."
" Lagian ngapain si?"
" Tugas skripsi gue belom kelar."
" Make laptop briyan aja si."
" Ogah ya kali gue ngetik ngulang."
" Bodo derita Lo."
" Mon nonton drakor nya pake laptop aku aja."
" Gak mau."
" Mon."
" CK!iya iya."
*****
" Sialan Lo awas aja besok."
" Ini baru rencana awal nya sayang belom kita ke inti nya."
__ADS_1