
" Mon bangun udah pagi!" Seru Briyan yang sudah geregetan karena Monica tidak kunjung bangun.
sedikit info: Briyan dan Monica memutuskan untuk homeschooling dan itu atas permintaan Briyan sendiri.
" Eughhh!" Lenguh Monica seraya merentangkan kedua tangannya keudara.
" Bangun sayang udah siang." Ucap Briyan dengah lembut.
" Males!" Sahut Monica kembali tidur.
" Bangun atau aku bikin kamu gak bisa jalan?"
" Ish! Iya iya."
Monica merubah posisi tidur nya menjadi duduk. Rambut nya yang acak-acakan bak singa menjadi kesan lucu di mata Briyan. Monica mengucek mata nya, lalu menoleh kearah Briyan yang sudah siap dengan pakaiannya.
" Kamu mau kemana?Hoaammm.." Ucap Monica seraya menguap.
" Mau keluar sebentar."
" Ikut!"
" Enggak! Kamu diem diem aja dirumah."
" Jahat banget si!"
" Enggak sayang. Aku cuma sebentar kok keluar nya gak lama." Ucap Briyan lembut.
" Pokok nya aku ikut!" Desaknya terus
" Enggak!"
" Aku mau ikut Briyan." Rengek Monica
" Enggak sayang."
" Kamu jahat! Tidur diluar!"
Briyan mengusap wajahnya gusar " Dengerin aku! Aku cuma keluar sebentar gak lama, gak sampe sore juga aku pulang kok."
" Gak mau tau! Aku ikut titik!"
" Mon!" Briyan memberikan tatapan tajam kearah Monica yang Briyan yakin Monica pasti langsung menurut.
__ADS_1
" Cih! Denger ya aku gak takut sama mata kamu itu. Aku ikut atau kamu tidur di luar!"
" Sebentar doang sayang. Nanti aku beliin kamu coklat deh."
" Gak mempan!"
" Boneka."
Monica tampak menimbang nimbang ucapan Briyan " Enggak."
" Tiket konser BTS."
" Corona gak boleh kemana mana."
" Ayolah sayang. Aku cuma pergi sebentar kok."
" Enggak! Mau sebentar kek mau lama aku tetep ikut!"
" Woyy! Masih pagi ribut aja terosss." Sahut Sandy yang berdiri di depan kamar mereka.
" Kenapa si?"
" Ini nih bang masa gue mau ikut gak boleh." Adu Monica
Monica mencibikan bibir nya, perkiraan nya salah ia kira ia akan di bela nyata nya tidak.
" Iya udah sana kamu boleh pergi!" Putus Monica
" Makasih sayang." Ucap Briyan mengecup bibir Monica singkat.
" Aduhh mata gue pagi pagi udah dapet dosa aja." Ucap Sandy langsung berlari pergi.
" Monica masakin gue sarapan!" Seru Sandy
" Masak sendiri!"
*****
Briyan membawa mobil nya dengan kecepatan sedang hingga sampai pada sebuah rumah tua yang ia yakini sudah ada orang yang tunggu didalam.
" Where is your boss? "
" Wow! Akhirnya yang ditunggu dateng juga."
__ADS_1
Briyan tersenyum tipis lalu ia bertos ala laki laki pada laki laki bertubuh besar di depan nya.
" Masuk aja! Biasa dia ada didalem."
Briyan berjalan lurus menuju pintu yang sudah hampir rapuh. Ia mendobrak pintu itu dengan kasar lalu masuk kedalam.
" Finally you come too" Ucap seorang Laki laki bertubuh besar dengan rambut gondrong nya.
" Menurut Lo?"
" Sans bro! Jadi ada apa?"
" Lo tau jadi gak usah nanya!"
" Hahaha! Oke..oke."
" Gue udah tau Lo tenang aja. Duduk manis dan liat semuanya."
" Menjamin beres?"
" Lo tenang aja. Semua nya pasti beres!"
" Jaminan?"
" Kalo gak beres Lo boleh bunuh gue."
"Good offer"
" Oke gue setuju!"
" You can see the development tomorrow"
" Oke."
" Ngomong ngomong istri lo cantik juga. Boleh kali gue pake."
BUGh!
" Gak usah macem macem!"
" Sans Bro! Gue cuma bercanda."
" Bercanda Lo gak lucu!"
__ADS_1
" Hahaha! Lo possessive as well as it turns out."