MYSTERI HANGING ROPE

MYSTERI HANGING ROPE
Awal perkenalan


__ADS_3

Sepasang suami istri yang harmonis dan memiliki anak kembar berusia 15 Tahun, sangat sulit membedakan mereka kecuali orang tuanya. Kakaknya bernama Arianna dan adiknya bernama Brianna. Kakaknya mempunyai sifat penakut dan sombong sedangkan adiknya mempunyai sifat humoris dan pemberani.


Suatu hari mereka pindah rumah di daerah perkebunan. Sebelumnya itu adalah hutan yang sudah dibersihkan oleh penduduk sekitar. tapi masih ada tersisa beberapa pohon tua, yg tidak bisa dipotong karena keras.


"sayang, Mama sengaja tidak memberitahu kalian, karena mama ingin memberikan kalian kejutan".


Brianna tersenyum bahagia tapi Arianna seperti bingung dan bertanya "lalu Ma...bagaimana kesekolah? rumah kita yang baru terlalu jauh kesekolah".


Ayah mereka langsung turun "gak apa-apa sayang, pekerjaan ayah dan sekolah kalian satu arah, jadi kalian tak perlu jalan seperti biasa"


mereka tersenyum bahagia


Arianna dan Brianna langsung mengemasi barang-barang mereka dan memilih kamar mereka. Saat Arianna membuka pintu kamarnya dia melihat tempat tidur bayi dan beberapa main-mainan. "Sepertinya kamar ini adalah tempat bayi dan barang-barangnya sengaja ditinggalkan" dalam hati Arianna.


Ariana Langsung turun dan meminta Ayahnya untuk membantunya membuang perlengkapan bayi itu. Dia kembali mengemas barangnya dan membuka lemari, dia melihat tali panjang dan tebal yang bercucuran darah yg sudah kering dan bau,dia kaget dan langsung menjerit"ahhhhhhhhhh..."


Brianna yg disamping kamarnya langsung mendengar suara kakanya dan berlari, seketika ia mendengar suara,seperti orang yg meloncat,dari lantai atas kebawah.di langsung terdiam,kakaknya menjerit lagi dan dia langsung sadar.


"Kenapa kak?ada apa?"


"Aaaaada tali didalam lemari itu..."


"Cuma tali!emang talinya kenapa?"dia langsung membuka lemari itu"ini hanya sebuah tali dan bangkai tikus yang sudah mati kak"


"ha?tapi talinya adaaa..."


"Dh lah kak, lebih baik talinya kita buaaat....ayunan,dibelakang rumah kita ada pohon tu,yok kak"


"Yoda deh,bentar aku beresin baju dulu"


"sayang..."


"iy mah?" Sahut Arianna dan Brianna


"Mama sama Papa mau belik peralatan dapur bentar,kalian tunggu dirumahnya!"


"iy mah, tapi jangan lamanya" ucap Brianna


"iy sayang"


Mereka turun dan seketika lupa dengan tali itu, mereka berjalan keluar dan bertemu seorang laki-laki remaja, laki-laki itu menghampiri mereka "hai,nama Reza"


"hai nama ku Brianna (sambil bersalaman dan melihat kakaknya) hmmm, ini kakak ku namanya Arianna, gak adak yang bisa melihat perbedaan kami"


"Ada kok,aku buktinya"


"Apa perbedaannya?"


"Adeknya ramah klok kakaknya sombong (to the point)"

__ADS_1


"Hahaha, bukan itu Lo maksud ku"


"Ud ud,yok masuk dek"


"Tunggu dulu,ini cuma kalian berdua?"


"orang tua kami keluar bentar (dengan suara keras)" ucap Arianna


"ohhh,hmmm kalian mau dengar kisah rumah ini gak?"


Arianna pun langsung ketakutan


"Maksudnya apa?"


"Dan cerita Poh..."


"Udahla, aku gak percaya gitu-gituan (sambil masuk)" ucap Arianna


"Kami masuk dulunya, dah" ucap Brianna


Reza membalas dengan senyum


Seketika, hari sudah mulai sore, mereka mendengar suara klakson mobil "Tinnn" (Menurutku gitu suaranya,wkwkwk), mereka langsung beranjak dari tempat tidur mereka masing-masing dan membuka pintu.


"Ma,pa,kok lama banget? katanya sebentar" ucap Arianna


"Maafin mama y, kan banyak barang-barang yang kita perlukan, soalnya barang yang dirumah lama Uda gak pada bagus,maaf y sayang, ha, ha, ha?"


"iy ma"


"Arianna, Brianna, ayo turun,waktunya makan malam"


"iy ma" serentak mereka berdua


Arianna yang mendengar suara ibunya langsung turun, sedangkan Brianna setelah mendengar suara ibunya dia langsung membuka pintu kamarnya dan mendengar suara loncatan itu lagi, yang membuat dia diam seperti terhipnotis. Arianna yang melihat kursi Brianna kosong, dia langsung berjalan keatas, dan melihat Brianna yang terdiam seperti patung.


"Dek (sambil menepuk bahunya)"


"Ha?


"kok kamu ko gak turun? ayo makan malam"


"Iy kak,ayo kak"


Setelah selesai makan makan malam, mereka langsung kekamar mandi menyikat gigi.


"Setelah usai sikat gigi, kalian langsung tidur, supaya besok gak terlambat kesekolah, biar kalian bisa mandiri, dan gak dibangunin mama terus, ya sayang" ucap ayahnya.


"Iy pa" ucap Arianna

__ADS_1


Mereka menoleh ke arah Brianna, yang diam sambil menyikat giginya.Diwaktu yang sama,ibunya sedang mencuci piring, karena pergi terlalu lama dia tak sempat membersihkan dapur yang penuh dengan debuh, dia melihat ke lantai ada jejak kaki bercak merah, seperti warna darah yg sudah kering. Dia tidak terkejut atau ketakutan karena dia selalu berpikir positif.


"Mungkin ini jejak kaki orang yg memperbaiki rumah ini,dia terluka atau mungkin kena cat" dalam hatinya.


kembali ke Brianna


"Dek?"


"Brianna?"


"Iy kak, iy pah? hmmm iy pa"


"yaudah,langsung naik, jangan lupa berdoa"


"Iy pa" dengan serentak


Di rumah lama mereka,Arianna dan Brianna satu kamar karna Arianna penakut, di rumah baru mereka Arianna pisah kamar supanya Arianna menghilangkan rasa takutnya, tapi karena kejadian tadi pagi yg dia alami (melihat tali berlumuran darah yg sudah kering) rasa takutnya bertambah.


"Brianna"


"Ya kak"


"Malam ini kakak tidur sama kamu ya!"


"Klok papa tau nanti gimana?"


"Tadi papa dh tau, soalnya hmmm kamar kakak masuk berantakan"


"Yaudah kak, intinya kita besok jangan terlambat bangun"


"Iy deh, kakak yang buat alarm"


Bunyi alarm "Bangun woi bangun, bangun woi bangun, bang..."


"Ahhhh, bising banget (sambil mematikan alarm)" ucap Arianna


"Kak,ayo bangun,nanti kita terlambat,cepat nanti papa marah"


"Iy (sambil menguap)"


Mereka pun langsung bersiap-siap turun


"Sarapan dulu ya sayang"


"iy ma"


Mereka berangkat kesekolah dan ayahnya pergi kerja, dan seperti biasa di rumah lamanya mamanya selalu sendiri dirumah. Tapi di rumah ya ini, dia kurang nyaman, dan dari pagi tadi hingga siang, dia melihat jejak kaki bercak merah, akhirnya dia sadar dari tadi pagi dia hanya sendiri, dan dia sudah membersihkan jejak kaki yang sudah kering, dan dia mencoba mencocokkan kakinya, ternyata jejak kaki tersebut sedikit lebih kecil dari kakinya.


"Sepertinya jejak kaki ini masih baru, darahnya belum kering (dia mencoba untuk berpikir positif, agar ketakutannya hilang sambil berjalan kearah pintu)"

__ADS_1


Tetapi dia terus melihat banyangan anak kecil, dan dia terus berusaha berjalan sampai kearah pintu, tetapi dia bukan kepintu depan melainkan pintu belakang, berkali-kali dia pergi kearah pintu depan tapi yang dibukanya pintu belakang. Dia mulai ketakutan dan tak dapat berkata-kata. Dia hanya bisa menunggu suaminya dan anak-anaknya pulang, dia berusaha keluar untuk melihat pintu belakangnya, dia melihat dua rumah yg sederhana dan satu pohon yang besar, tapi di sana tidak ada orang satu pun, halaman belakang mereka ditutupi oleh tembok (Yaaa,bisa lah kalian banyangan ya guys, jadi dari halaman depan mereka gak bisa lihat halaman belakang, walaupun rumah mereka berjarak-jarak).


__ADS_2