
Reza yang tadi berada didekatnya sudah pergi berjalan kerumahnya, dan terdengar suara hp Brianna berdering, dia terkejut karena nomor itu tidak mempunyai nama lalu dia mengangkatnya sambil berjalan membuka pintu rumah, suasana diam dan sunyi.
"halo, ini siapa?"
Lalu terdengar suara telepon rumah, dia pergi berlari untuk mengangkat.
"halo, ini atas nama siapa?"
Tiba-tiba hp Brianna dan telepon rumah sama-sama berbunyi, dia bingung harus yang mana duluan yang dia angkat, tanpa berpikir panjang dia mengangkat hp nya, lagi-lagi hp nya tidak ada suara, ingin mengangkat telepon rumah tapi langsung mati, hp nya berbunyi lagi tapi dia mengabaikannya dan melemparnya ke sofa setelah itu dia menutup pintu, dia langsung pergi mandi karena hari sudah mau malam dan badannya terasa yang kotor setelah berolahraga walaupun hanya sebentar.
Tak disangka setelah Brianna selesai mandi, Papa dan Mamanya menunggu di ruang tamu dan Papanya langsung berjalan cepat kearah Brianna dan menamparnya dengan keras.
"prakkkkkk"
Brianna terkejut dan ketakutan, apa yang terjadi dengan Papanya??? sedangkan Mamanya hanya bisa diam.
"kenapa Papa nampar Brianna (sambil menahan air mata tapi tidak bisa)"
"kamu sadar perbuatan kamu membuat Papa malu"
"aku gak ngerti maksud Papa"
Baru ini Brianna merasa takut kepada Papanya karena Brianna tidak pernah melawan atau membantah apa kata Papanya, Brianna ingin berbicara dan bertanya tapi tangannya langsung gemetar karena tamparan itu sangat keras.
"kamu tidak mau bertanya kenapa Papa menampar kamu? kenapa Papa marahin kamu? pasti ada sebabnya kan"
"kenapa Papa nampar aku?"
"yang pertama, tadi sore kami pulang kamu gak ada di rumah, kakak kamu Uda kesakitan tapi kamu bisa keluyuran"
"aku per.."
"jangan potong kalau Papa lagi bicara (dengan suara kuat dan tegas)"
"udah mas, hati-hati Lo kamu punya penyakit jantung, Brianna, kamu masuk ke kamar (dengan lembut)"
"gak bisa, dia belum tau kesalahannya tapi dia Uda dapat hukuman, sebagai Adik bukannya gelisah atau cemas kakaknya lagi berada di rumah sakit"
"itu memang kesalahan ku, tapi aku mau dengar apalagi kesalahan ku selain itu"
"ohhh jadi kamu Uda mulai berani ya? kamu tau dari tadi kami hubungi hp kamu tapi gak diangkat Papa hubungi telepon rumah juga gak ada yang angkat"
__ADS_1
Brianna langsung menunduk kan kepalanya.
"itu bukan kesalahan ku, aku gak tau itu, aku gak tau (ucap dalam hatinya)"
"kalian kembar dan pasti kalian mempunyai batin yang sangat dekat, tapi kakak kamu sedang terluka apa kamu merasakannya? kamu tau sayang kakak kamu sedang membutuhkan kamu, sekarang jujur sama Papa, apa yang terjadi disekolah? pasti penyebabnya ini teman-teman kalian, iy kan? oke kalau kamu tidak mau jawab, besok Papa mau bicara sama wali kelas kamu"
"Pa... penyebab kak Arianna begitu bukan karena teman-teman"
"jangan potong kalau Papa lagi bicara"
Gila banget kalau Papanya lagi marah.
"yang ketiga, kamu tadi ngapain?"
"selesai mandi Pa"
"kamu mau undang siapa sampai buka pintu selebar itu? (sambil menunjuk pintu depan)"
"tadi pintunya Uda Brianna tutup Pa, Brianna kira Mama sama Papa yang...."
"tadi kami pulang pintunya Uda terbuka, jadi maksud kamu kami yang salah'
Brianna langsung tersadar dan berlari kearah sofa, tempat dimana dia tadi melemparkan hp androidnya.
"bukannya kamu minta maaf atau menanyakan kabar Arianna, kamu mala lari, kamu kenapa makin bandal Brianna?"
Brianna mengingat ucapan Reza, yang katanya bahwa nasib mereka berada ditangan Papanya yang hanya bisa mengendalikan Mamanya, yang berarti Brianna satu-satunya yang selalu didekat Mamanya, agar Mamanya tidak dimasuki oleh roh jahat. Brianna berjalan kembali kearah Papanya dan mendekati Mamanya.
"disini ada kuntilanak Pa (to the point), bukan hanya aku yang merasakan Arianna juga, dan bukan kami yang pertama tau, orang-orang dikampung ini juga sudah tau, mereka sengaja menjadikan kita tumbalnya, Arianna begitu karena Papa, karena Papa gak pandai cari rumah, Papa asal ngambil rumah yang gak tau gimana kondisi rumah itu, itu semua salah Papa karena Papa (berbicara dengan suara menjerit), ahhhhkkkk, Papa salahi aja aku terus (sambil memegang tangan Mamanya), memang ini semua salah ku ini karena aku"
"uda sayang, kamu masuk kamar aja, biar Mama yang jelaskan sama Papa kamu, Papa kamu emosi karena kakak kamu lagi sakit, nanti Papa kamu makin emosi"
"memang kak Arianna sakit aku yang buat?"
"terus kenapa kalian sembunyikan dari Papa? kenapa kalian menutupi ini semua? sejak kapan itu terjadi?"
"itu karena kak Arianna yang minta Pa, dan itu berawal saat kak Arianna gak sengaja...., kukunya mana?"
"kuku? kuku siapa?"
"itu Lo Ma, kuku si Kunti"
__ADS_1
"siapa Kunti? kamu jelas-jelas dong bicara (ucap Papanya)"
Brianna mengingat kejadian sebelumnya, dia berusaha mengingatnya, harus sampai mengingat dimana dia menyimpan.
"terakhir kali aku berdiri ditangga sama kak Arianna, dan sebelum itu aku menyimpan... ku simpan dimana sih, kok aku jadi pikun gini ya (dalam hati Arianna)"
"kamu kok diam Papa tanya?"
"Kunti itu siapa sayang? itu aja dulu jawab"
" kuntilanak"
"ah (serentak Papa dan Mamanya)"
"kuntilanak?" (ucap Papanya)"
"jadi selama ini dirumah ini ada kuntilanak? (ucapa Mamanya)"
"bukan hanya kuntilanak Ma... Pa, banyak hantu disini dan hobinya mengganggu, pokoknya banyak Ma... Pa"
"kamu dengar dari siapa? itu hoax Brianna, tumben kamu percaya gitu-gituan, biasanya kalau ada seperti itu kamu cuek, ini serius banget nanggapinya, banyak pula lagi, kamu dengar dari mana, ha? jangan karena Papa ketawak kamu jadi lega masalah tadi, jangan percaya gitu-gituan, Papa mau mandi, malam ini kamu yang jaga kakak kamu di rumah sakit, besok Papa jemput kamu dari rumah sakit untuk pergi sekolah, jadi persiapkan baju sekolah, sepatu, tas, dan lainnya, karena Pada sama Mama capek, ayo siap-siap"
"mati aku, aku gak bisa nolak, kalau aku tinggali Mama, si Kunti pasti berkuasa kalau sebaliknya aku nolak nanti aku dikira Papa gak punya hati sama saudara sendiri, gimana ini"
" Uda? kok bengong?"
"Uda, kamu seperti biasa bicara gak usah terlalu stress, sama anak sendiri bicara seperti itu"
"gimana gak stress, lihat pikirannya udah kemana-mana, pasti takut repot disuruh jaga kakaknya"
"enggak kok Pa, tapi aku takut Mama kenapa-kenapa"
"maksud kamu Papa diluar tidur, kan pikirannya flashback lagi ke masalah setan, gak siap-siap jadinya, ini Uda jam berapa cepat geraknya"
"iy Pa"
"Papa gak mau kamu percaya gitu-gituan laginya, sekedar takut gak papa, pasti disetiap rumah memang ada hantu, ini sampai dapat kuku, Papa gak ngerti jalan pikiran kamu"
"tapi dia bisa menghancurkan keluarga ini"
"apa lagi itu? aduh"
__ADS_1
"iy sayang Mama percaya sama kamu, kamu siap-siap ya, Mama akan akan jaga diri Mama baik-baik"