
"Ku-kun, ti-ti, la nak (dengan suara gemetar), haaaaa (dengan suara keras****)"
Papanya yang ada dikamar mandi bersebelahan dengan dapur mendengar suara jeritan yang keras, dia langsung cepat-cepat memakai bajunya dan melihat istrinya pingsan dilantai dan Arianna yang sedang memegang pisau. Brianna kaget dan langsung cepat-cepat munutup leher dengan rambutnya. Arianna yang mempunyai 1001 cara, agar papanya percaya, walaupun itu memang bukan kesalahannya.
"Pa, papa jangan salah paham dulu, jadi tadi mama minta aku ambil pisau untuk motong daging, terus mama tiba-tiba lihat kecoa di daging itu, terus mama pingsan, lagian pa ngapain beli daging ada darahnya? bau lagi pa"
"Oh, jadi kecoanya mana? (sambil menggendong istrinya)"
"Udah gak ada darahnya kan di wajah mama" dalam hati Brianna
"Uda di buang Brianna tadi pa, Brianna kan pemberani, ya kan Bri?"
"Huh? (sambil melihat kakaknya main mata), iy pa"
"Kalian rapikan ya! depan juga belum siap? uda jam berapa ini, cepat kalian rapikan!"
"Pa, daging y ku buang aja y?"
"Tapi itu daging sapi, masih baru dipotong"
"Yaudah pa, tapi darahnya ku buang ya?"
"Iy, cuci bersih ya! papa naik dulu"
"Masih baru dipotong? tapi darahnya kok bau banget"
"Mungkin papa gak ikut beliknya pasti si kuntilanak itu yang beli sendiri, aku yakin banget dia udah mempengaruhi papa" ucap Arianna
"Jangan ucap nama hantu yang satu itu, dengar namanya aja aku udah merinding, dan baru kali ini aku dengar suaranya, nyata di depan ku tapi suaranya kok jauh ya, jauh banget pantesan papa gak dengar (sambil mengambil daging sapinya)"
"Kita doain aja semoga Mama kembali dan cepat bangun, aku uda rindu banget terasa berhari-hari gak jumpa sama Mama (sambil meneteskan air mata), udah ah aku rapikan yang didepan ya"
"Jangan, kita sama-sama rapikan aja, soalnya aku takut sendirian, kamu bantuin aku dulu rapikan dapur, nanti kita sama-sama rapikan"
"Gak ada waktu kak, ini udah sore"
"Jangan dong dek, mana tau dia udah keluar dari tubuh mama, terus dia ada di sini, terus aku dicekiknya, aku mati kamu jadi anak satu-satunya"
"Ya udah, cepat aku nunggu disini"
"Disitu aj ya (sambil melihat dagingnya), Lo, darahnya udah hilang, berarti dia ada disini dek, Uda di ambilnya"
"Berarti mama uda kembali, aku mau ke atas dulu"
"(Menarik tangan Brianna) tunggu dulu, percuma kamu ke atas kalau di bawah masih berantakan, papa nanti marah"
"Eh dengar nya kuntilanak, aku yakin kau ada disini dan aku gak akan biarkan keluarga ku hancur karena kau, aku percaya ada hantu atau setan atau apalah itu namanya, tapi aku gak percaya kalau ada hantu yang gak takut sama iman, jadi semakin kau mendekat rumah mu akan kuhancurkan, jadi pergi lah ketempat asal mu, he... kau jawab, kau lihat ini bekas cakaran mu (sambil berputar pelan), cakaran ini akan ingat sebelum kau pergi"
"Tempat ku memang disini"
"Setidaknya kau gak usah ganggu keluarga"
"Dari lahir aku udah bahagia dan sewaktu aku hidup aku berjanji sebelum aku mati aku harus bahagia, tapi kenyataannya berbeda jadi aku ingin kebahagian itu sesudah aku mati dan kalian bukan mangsa pertama ku"
"Dek, udah (sambil memasukkan dagingnya ke kulkas), ayo ke depan (sambil menarik Brianna)!"
"Gak mau (menariknya tangannya kembali), kalau kakak di posisi ku, pasti kakak udah emosi"
"Tapi ini udah sore, sebentar lagi malam, papa nanti ngamuk"
__ADS_1
Setelah Arianna dan Brianna pergi, kuntilanak itu menangis "hi hi hi hi.." suara itu terdengar jauh hanya terdengar oleh penduduk yang jauh dari rumah itu, semua masyarakat disitu bingung "suara itu ada lagi" "iy, suara itu sama" "padahal kita udah minta maaf, kenapa dia keluar" "Iy, terus tadi ada suara ketawak, suaranya sama persis, terus suaranya dekat, pasti dia ada dirumah itu" "aku gak mau suamiku jadi mangsanya" "tapi kenapa rumah dibuat ada orang?" "supanya itu jadi mangsanya, selagi rumah itu berisi pasti rakyat disini damai dan jangan ada yang kasi tau kalau rumah itu ada penunggunya" "...." Reza yang ingin menghampiri rumah Arianna dan Brianna mendengar pembicaraan rakyat disitu.
"Masih terang gini ada suara kunti, ih serem, tapi aku udah janji sama Arianna sore ini kerumahnya, nunggu di depan aj, jahat banget mereka keluarga Arianna jadi tumbalnya"
Brianna dan Arianna yang sedang membersihkan rumah tiba-tiba ada ketukan pintu "Tok Tok Tok".
"Eh Reza masuk yok"
"Gak usah aku di sini, Arianna nya mana"
"Jadi kami cari kak Arianna bukan aku?"
"Dua-duanya, aku cuman mau main-main aja, kita duduk di luar aja"
"Arianna lagi bersih-bersih, kamu lihat rumah ini kok gitu banget?"
"Enggak kok, aku selalu lewat rumah kamu sepi, jadi menurut aku pintu rumah kamu jangan sering di tutup, kalau bisa pagi sama sore harus dibuka dan kalian kalau ada waktu kosong kalian harus kumpul bersama"
"Kami selalu kumpul, ya kalau pintu memang kami tutup soalnya kami takut maling, dan di rumah lama kami, kami disebut keluarga ku yang paling bahagia di sana atau keluarga harmonis, tapi saat kami pindah disini Papa ku selalu sibuk dan pulang sore setelah jemput aku dan kak Arianna Papa pergi lagi"
"Hai Reza, lama banget datangnya?"
"Iy, soalnya aku baru pulang sekolah"
"Ternyata anak bandal, pasti lo pernah main judi kan?"
"Kok tau sih, aku pulang lama karena aku ikut ekstrakurikuler paskibraka"
"oh... jadi gitu to"
"Jadi ceritanya gak cuek lagi ni?" ucap Brianna
"Biasanya orang yang mempunyai sifat cuek pasti romantis, Makan-makan lah kan udah ku puji"
"Apaan sih, gak nyambung, lagian aku cuman mau dengar cerita dia kok"
"Cerita apa?" ucap Reza
"Itu loh, cerita yang kau bilang bunuh diri itu"
"sssttt, pelan kan suara mu!"
"Bilang lah, gak usah tutup mulut ku segala"
"Memangnya kenapa? apa rakyat disini belum tau cerita mu itu atau cerita itu kau karang ya? iy kan" ucap Brianna
"Udah mau malam, besok aku datang lagi y, da"
"Aku mau lihat mama, udah bersih kan?"
Brianna langsung berlari naik ke atas saat dia berada di ujung tangga atas dia mendengar suara loncatan itu lagi, kelebihan dari pendengarannya dia bisa mendengar suara makhluk halus kelemahannya adalah dia mudah terhipnotis dan terbawak suasana, Arianna yang berada dibawah nya menepuk bahunya.
"Woi... ini lagi ngantri? masuk aja mikir-mikir"
"Kalian ngapain? Mama kalian lagi sakit kalian malah main-main"
"Mama sakit Pa?"
Brianna langsung berlari, dia masih trauma, takut itu bukan mamanya.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa disana? sini mama banyak pertanyaan, Mama nanyak Papa kamu dia malah ketawak, bilang mama sakit"
Brianna menghampiri dengan jalan pelan.
"Woi itu Mama, percaya deh sama kakak, nanti mama curiga (dengan suara pelan)"
"Pertanyaan apa Ma? (sambil duduk)"
"Seingat Mama masih pagi, Mama bangun kok udah malam? saat Mama nanyak Papa kamu Mama di bilang sakit"
"Badan Mama panas, aku ganti lagi air nya ya" ucap Arianna
"Gak usah, Mama cuman butuh kalian, cuman kalian yang bisa buat Mama sembuh"
"Udah selesai ngobrolnya, jadi kalian gak mau makan malam ni?" ucap papanya
"Mama lupa masak sayang, maafin mamanya, memang mama tidur berapa jam sih?"
"(Brianna tiba-tiba memeluk Mamanya dan menangis) Aku mau mama jangan berubahnya, jangan biarkan siapa pun ngambil papa!"
"Ngambil Papa, maksudnya sayang? oh... kamu mau nikah lagi ya mas?"
"Enggak, Brianna jelaskan maksud kamu apa bicara kayak gitu"
"Mati, bisa-bisa Brianna gak sanggup berbohong (dalam hati Arianna), jadi gini Ma Pa, maksud Brianna itu dia udah sayang banget sama Mama bukan berarti aku gak sayang ya, jadi kalau Papa punya waktu kosong Papa ngajak kita kayak dulu lagi jalan-jalan, gitu loh maksud Brianna"
"Maafin Papa ya sayang, tapi papa naik jabatan jadi pekerjaan papa bertambah, ya udah lah, itu nanti aja kita bahas, kita makan malam dulu"
"Itu apa mas?"
"Lauk, kamu makan bubur aja ya?, kamu sanggup jalan? kalau gak bisa kamu makan disini"
"Aku makan disini sama Mama" ucap Brianna
"Mama kamu bisa sendiri"
"Gak mau, kalau gitu Mama ikut kita ke bawah"
"Mama kamu lagi sakit kalau jatuh gimana?"
"Ya... jalan pelan-pelan lah"
Lampu tiba-tiba padam, Brianna langsung memeluk Mamanya dengan erat, suara petir yang kuat dan gelap membuat Arianna ketakutan dan berteriak.
"Haaaaaaa"
Suara pintu yang tertutup tanpa sebab dengan keras.
"Plakkkk"
Membuat dia semakin ketakutan, teriakkan nya semakin keras.
"Haaaaaa"
Tapi dicampur suara melengking.
"Kak suara mu"
"Yang melengking itu bukan suara ku"
__ADS_1
"Ma?" ucap Arianna