MYSTERI HANGING ROPE

MYSTERI HANGING ROPE
Sesuatu yang nyata itu yang dapat dipercaya bukan hanya bicara


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, Brianna menunggu Papa, Mama dan Arianna pulang dari rumah sakit, Brianna tertinggal dirumah karena Papanya sangat begitu mencemasi Arianna dan tanpa berpikir panjang dan banyak bertanya Papanya langsung menggendong Arianna, sangat membosankan dirumah sendirian berjam-jam hanya mendengar suara-suara yg tidak jelas dimana berada suaranya, saat ia hendak duduk di sofa terdengar suara ketukan pintu "Tok Tok Tok, Tok Tok Tok..."


"Ya, sebentar"


*kraekk (membuka pintu)


Yang datang ternyata adalah Reza, Brianna heran mengapa Reza berpakaian rapi dengan memakai celana olahraga, dia memandang dari atas hingga sepatunya.


"asyik... mau joging kemana bang? rapi banget?"


"maksud ya?"


"pkek gk ngerti Abang ini, ini (sambil menunjuk celana yg dipakai Reza) mau kemana?"


"ehhh, itu Lo, kamu lupa? kakak kamu mana?"


"apaan yang lupa?"


"olahraga sore"


"oh, kakak ku lagi dirumah sakit, gimana kalau kita aja?"


"kakak kamu kenapa? kok bisa masuk rumah sakit? kita jenguk dia aja"


"tenang dulu! (dengan suara tenang dan tegas), kakak ku gk kenapa-kenapa kok, cuma gak enak badan, lagian aku gak tau dirumah sakit mana, kita berdoa aja semoga dia cepat sembuh dari sakitnya"


"aku salut sama kamu, kamu udah lembut baik lagi terus kmu gak cemburu aku perhatian sama kakak kamu?"


"coba ulang!"


"gak ada replay, yaudah ganti baju sana! aku tunggu disini"


"bentar ya"


Saat Brianna berjalan masuk dia memegang dadanya yang berdetak lebih cepat.


"Ya Tuhan, ada apa dengan jantung ku? pasti semua anak remaja akan mengalami seperti aku, gak boleh-gak boleh, aku harus tetap hati-hati dan jaga sikap, seperti biasa"


Beberapa menit kemudian Brianna akhirnya selesai.


"memang benar ya, kemana pun cewek pergi sekalipun ke hutan selalu lama"


"(senyum malu), ini jadi gk olahraga?"

__ADS_1


"jadi dong, yuk"


"kita cepat y, soalnya orang tua ku gk bawa kunci, kita jalan santai aja"


"iy, tapi kalau mau cepat, lari santai bukan jalan santai (sambil mengambil langkah untuk mulai berlari)"


Reza mau bicara tapi gak ada bahan cerita sedangkan Brianna ingin bertanya sesuatu kepada Reza tapi Brianna bingung mulai bertanya yang mana, pertanyaan Brianna banyak banget.


"Reza!? Brianna! (serentak)"


Reza jadi malu sedangkan Brianna gak ada ekspresi karena dia sambil memikirkan sesuatu.


"kamu aja dulu, kamu mau ngomong apa?"


Brianna sambil menatap mata Reza.


"aku mau ngomong serius sama kamu"


"serius? ngomong apa?"


"aku yakin, kalau bola mata berputar-putar pasti dia berbohong, jadi aku harus memastikan jawabannya dari matanya (dalam hati Brianna)"


"ngomong apa?"


"ahhh, santai aja, sambil lari dong"


"jadi aku mau nanyak, kamu pernah cerita sama kakak ku tentang horor, nah terus kakak ku menceritakan pada ku cerita kamu, cerita itu nyata dan peran dari tokoh itu pernah hadir di desa ini, jadi pertanyaan ku dari banyaknya rumah disini rumahnya saat masih hidup yang mana? (sambil fokus menatap mata Reza)"


"jadi kamu cuma nanyak itu? sampai menatap mata ku seperti itu? nanti kamu jatuh cinta"


"enggak (sambil mengedipkan matanya yg menahan perih dan beralih pandangan kearah lain)"


"iy deh, jadi aku akan jawab pertanyaan kamu, belum kamu tanya pun aku akan jawab, jadi jawaban ku ini adalah inti dari semua pertanyaan kamu (sambil menghentikan kaki dan mengambil tempat untuk duduk)"


"oke, aku akan menjadi pendengar yg baik"


"cerita ini aku dengar dari orang tua ku dan orang-orang di desa ini, aku belum lahir, kamu juga"


"lanjut"


"jadi 4 tahun sebelum aku lahir, katanya ada perempuan yang selalu bahagia sebelum orang tuanya tiada, dia anak tunggal, orang tuanya meninggal karena kecelakaan saat dia masih kuliah, setengah tahun dia depresi dan stress karena menurutnya kekayaan tiada arti tanpa keluarga, dia ketinggalan semester dia pun harus mengulang semester yang ia tinggalkan, dia bertemu dengan seorang pria yang ternyata itu adalah adik kelasnya dulu, sekarang mereka satu kelas, pendek cerita akhirnya mereka pacaran karena tau perempuan itu kaya apalagi orang tuanya gak ada lagi, laki-laki itu melamarnya tapi dia membuat syarat kalau semua kekayaan yang dia miliki harus diganti nama dia, tanpa berpikir panjang perempuan itu langsung setuju kecuali rumah yang ia tempati, karena rumah itu mempunyai banyak momen-momen indah"


"rumahnya yang mana?"

__ADS_1


"ayo balik, nanti di jalan aku kasih tunjuk , mereka pasti sudah pulang"


"oke"


Sesampainya didepan rumah Brianna, Reza menunjuk rumah itu.


"kecurigaan ku ternyata benar, hanya saja aku gak tau ceritanya (dalam hati Brianna)"


"kenapa tanah itu kosong? karena itu milik dia, kenapa hanya daerah sana yang ditembok? karena itu juga milik dia, dan dulu ini adalah hutan, banyak warga ingin menghancurkan rumah ini tapi sebagian warga yang sudah lama tinggal di desa ini mengatakan "sebaiknya rumah ini diperbaiki", sesudah ini diperbaiki ada 6 kali orang tinggal disini dan semuanya mengalami sial dan kalian yang ke 7"


"terus... dia kok bisa jadi kuntilanak?"


"katanya dia hamil duluan, aku gak tau banyak tentang cerita ini, tapi inti dari cerita ini, sekarang berada ditangan Papa kamu dan yang mengendalikan hanya bisa Mama kamu"


"maksudnya?"


"jadi kuntilanak itu suka sama pria yang mempunyai pasangan tapi dia membenci pria yang sudah punya anak, jadi dia masuk menggantikan roh pasangan dari pria itu sampai pria itu melupakan anaknya, apa kamu mau?"


"(menggeleng sambil berpikir)"


"enggak kan? itu dia intinya dan yang mengendalikan Mama kalian ya kalian, jadi kalian harus tetap keluarga yang harmonis, kalau gak senang banget si Kunti"


"aku ada pertanyaan lagi"


"apa?"


"kenapa orang-orang yang dibelakang bisa meninggal"


"ehe, mau ku ulang lagi ceritanya? karena itu milik dia, dan sebelum dia meninggal orang-orang pada ceritain dia karena hamil diluar nikah, sekarang kamu Uda legakan? pertanyaan mu Uda ku jawab semua, sekarang aku balik dulunya, ngomong-ngomong mereka lama banget"


"(berpikir)"


"woi, Uda gak usah takut, lagian hantunya cuma satu"


"kamu... percaya gak kalau ku bilang aku bisa mendengar suara makhluk halus?"


"hmmmm, gimana ya, dulu juga ada yang bilang kayak gitu, tapi ternyata dia penipu"


"jadi maksudnya kamu gk percanya? gk papa sih, kalau ini, aku Uda menghabiskan waktu ku untuk berolahraga, kamu percaya gak?"


"itu aku percaya"


"brarti harus nyata gitu ya?"

__ADS_1


"bukan gitu maksud aku, kan kamu bisa dengar ya pastinya kamu juga bisa melihat tapi kalau melihat gak bisa dengar, itu masih 50% aku percaya, ini kamu bisa lihat?"


"cuma bisa dengar, yaudah lah aku capek, aku masuk duluan"


__ADS_2