MYSTERI HANGING ROPE

MYSTERI HANGING ROPE
Arianna berada dalam kesulitan


__ADS_3

Ariana memasukkan benda yang ada di tangannya ke kantong celananya dan langsung membuka pintu sambil tersenyum menyambut seseorang yang berada diluar, saat dia melihat wajah tamu tersebut wajah Brianna jadi berubah cuek atau tanpa ekspresi. Brianna yang melirik kakaknya lalu melirik tamunya menjadi ketawak tapi ditahannya, yang datang ternyata adalah Reza.


"Oh, ternyata Bapak Reza, kirain siapa"


"kok Bapak sih"


"iy biar suasananya gak krik krik gitu"


"hm (pura-pura batuk), ini ternyata masa depan mu dek?"


"(sambil menutup mulut Arianna), aku tadi bercanda" dengan suara pelan


"oh cuma bercanda (sambil melipatkan lengan tangannya dan bersandar di pintu), masak sih bercanda nanti bisa jadi Doa loh"


Ekspresi Brianna berubah menjadi gugup dan malu, dia secara spontan dia mencubit punggung Arianna.


"auwww (teriaknya keras), yang kamu cubit pelangi ku"


"sorry kak aku gak tau"


Arianna menatap Brianna dengan tajam seolah-olah kesalahan Brianna sangat besar, Reza yang penasaran langsung bertanya.


"pelangi apa (bertanya dengan suara lembut sambil menatap Brianna dengan wajah lucu), ha?"


Brianna terkejut dan dia gak tau mau ngomong apa seperti pikirannya benar-benar kosong, dia langsung mengalihkan wajahnya dan berpikir mengganti topik pembicaraan, tapi Arianna langsung berbicara.


"kalau gak ada yang mau di bicarakan lagi kami masuk dulu (sambil menarik tangan Brianna)"


"tunggu dulu"


"kak jangan gitu tamu itu harus dihargai, silahkan masuk Bapak Reza"


"masuk? aku mau ajak kalian olahraga, kalian gak bosan dirumah terus, nilai sosial kalian rendah banget"


"bukanya kami gak punya nilai sosial, yaaa kami masih orang baru disini, nanti kalau kami punya kesalahan kami jadi bahan gosip, kami gak mau" ucap Arianna sambil menghela nafas


"tenang aja ada Abang Reza, pertama kali kalian disini kalian kan udah kenal aku, jadi anggap aja aku ini orang yang paling kalian percaya"


"huh... masak?"


"kalian jangan salah, kalian selalu menilai kalau orang yang pertama kalian kenal adalah orang yang munafik tidak setia atau jahat pokoknya sifat negatif yang ada di pikirin kalian, tapi itu salah justru orang yang pertama kalian kenal adalah kebalikan sifat negatif"


Brianna mendengar Reza dengan tatapan yang tulus sambil senyum.


"waktu ku habis cuma karena dengar omong kosong mu, kenapa kau gak ngambil ekskul Drama aja"


Reza ingin menjawab tapi Arianna bicara lagi.

__ADS_1


"ohhh pasti kalau kau ikut Ekskul drama pasti selalu jadi bawahan (sambil tertawa dengan keras), sakit kali perut ku adu adu"


"gak ada yang lucu Lo kak"


"jadi gini, orang tua kami gak ada di rumah, gimana kalau sore aja kita Olahraga, kalau kamu mau kamu boleh pergi kalau kamu gak mau kamu juga boleh pergi, kalau gak mau pergi masuk juga boleh"


Brianna langsung melanjutkan ucapan Arianna dengan polos.


"nanti aku kenali kamu sama Mama Papa ku"


Tiba-tiba semuanya diam sejenak. Reza menanggapinya dengan positif.


"baik lah, kalau begitu ceritanya aku balik dulu, nanti sekitar pukul 16.00 sore aku datang tapi kalian harus on time"


"eh emang kau emak ku apa? ngatur-ngatur lagi, kalau Brianna bisa on time kalau aku gak bisa, aku selalu sibuk"


Dalam hati Brianna "sibuk dengan siapa? sibuk sama setan kali ya"


Reza heran kenapa dari tadi Arianna bersandar di pintu, lalu dia memandang dengan pelan kebawah dan melihat kaki Arianna lebam.


"gak usah gitu lihatnya"


"kaki mu kenapa?"


Brianna langsung mengubah ekspresi nya seperti tidak suka dia langsung berjalan ke depan dan duduk di bangku yang sudah ada di halaman depan.


"ini harus cepat di obati kalau gak nanti bisa jadi parah"


"udah?"


"udah apa?"


"udah siap bicaranya? ini masih pagi jadi jangan buat emosi dulu, sekarang kamu pergi di dalam masih banyak yg perlu kami rapikan"


"yaudah aku balik dulu" dengan wajah lesu


Saat Reza berbalik teryata di belakang ada Brianna yang menghalanginya.


"aku memang suka bercanda tapi ada waktunya bercanda dan ada waktunya serius, aku mau nanyak, aku selalu heran saat kau ku undang masuk tapi kau selalu menolak, kenapa?"


Reza terkejut mendengar pertanyaan Brianna, dalam hati Reza berkata "benar-benar sulit pertanyaannya dari pada soal ujian Matematika", dengan cepat Reza langsung menjawab ke arah Arianna dan berjalan cepat "nanti aku jemput kalian".


Saat Reza berjalan tiba-tiba mobil hampir menabraknya, ternyata itu Papa Mamanya, Reza langsung meminta maaf dan kembali berjalan dengan cepat. Arianna yang mengetahui Mama Papa nya kembali dia langsung berjalan masuk terpincang-pincang. Mereka keluar dari mobil dengan wajah yang bingung, Papanya langsung bertanya kepada Brianna.


"apa kamu baik-baik saja?"


"iy sayang, siapa orang tadi?"

__ADS_1


"Ma... Pa, aku baik-baik aja, yang tadi itu teman kami (sambil melihat Arianna), lah kak Arianna mana? ucapnya pelan, rumahnya gak jauh kok dari sini, sebenarnya kami udah kenal lama tapi karena Papa selalu sibuk dan Mama jarang keluar jadi belum pernah ketemu"


"kamu nyindir papa ni?"


"gak ada maksud gitu Pa (sambil mengambil barang-barang yang ada tangan Mamanya), aku bantu ya Ma (sambil berjalan masuk)"


Brianna berjalan masuk sedangkan Papa dan Mamanya masih diluar.


"biarkan lah Mas, namanya anak remaja butuh pergaulan dan sosial"


"iy tapi kalau salah pergaulan gimana? susah jadinya"


"enggak akan kamu percaya sama aku (sambil mengajak suaminya masuk)"


Sesampai di dapur Brianna jadi lupa melihat Mamanya, apa benar itu Mamanya. Brianna terkejut mendengar suara kran Air hidup, dia langsung memeriksanya, ternyata itu Arianna. Arianna seperti mermaid tapi mermaid mengeringkan ekornya Arianna membasahi kakinya.


"kakak kenapa disini?"


"sssttt (memberikan kode diam), pelan kan suara mu, kalau Papa cari aku bilang lagi mandi begitu juga dengan Mama, ya?"


"iy, tapi untung ya disitu ngapain?"


"biar kaki ku dingin, makin lama makin sakit apa lagi punggung ku, karena gak kamu rasain, udah sana"


"tapi punya 1001 alasan"


Saat Brianna berbalik.


"waduh, Mama buat aku terkejut"


"kamu ngapain?"


"Papa mana Ma?"


"lagi istirahat"


"Mama mau ngapain?"


"Mama mau bersihkan ikan"


"Brianna aja"


Terdengar suara teriakan keras dari kamar mandi "haaaaaaaaaaa", Mama ya yang penasaran langsung memeriksanya.


"Ya Tuhan, Arianna kamu kenapa? ini kaki kamu kenapa? jawab Mama sayang, kamu gak usah takut, apa jangan-jangan laki-laki yang mencurigakan tadi yang buat kamu seperti ini"


"Mama jangan salah paham, laki-laki tadi teman ku dia baik, ini karena aku jatuh dari tangga sebelum dia datang ini udah terjadi, jadi jangan bawah dia, terus namanya bukan laki-laki tapi Reza, aku mohon Ma jangan kasih tau Papa masalah ini"

__ADS_1


Tiba-tiba papanya datang karena mendengar suara teriakan.


__ADS_2