MYSTERI HANGING ROPE

MYSTERI HANGING ROPE
Perpindahan roh


__ADS_3

Aku sih gak percaya, kata orang dulu, kalau ada suara lemparan batu keras dari atas genteng tapi batunya gak menggelinding atau jatuh dan seperti ada suara lemparan pasir, apa lagi kalau rumahnya itu gak pakai asbes pasti kedengaran banget. Kata orang dulu artinya ada orang yang sirik dengan menggunakan makhluk halus atau makhluk halus itu gak terima tempatnya diganggu, tapi karena orang yang ada di dalam rumah itu imannya kuat, jadi dia gak bisa ganggu orang itu walaupun makhluk halus itu berada di dalam. Karena makhluk halus itu gak bisa ganggu, jadi suara genteng yang bunyi. kalau gak salah suaranya kayak gini "Plakkk" atau "Bamm", kadang suaranya bisa berbeda-beda tempat. Aku gak tau ini benar atau enggak, tapi sih aku gak percaya walaupun aku udah ngalamin.


Ok guys, kok aku jadi curhatnya😂🤣


Gue lanjutin ya


Terdengar suara mobil melaju pelan ke depan rumahnya, itu adalah suami dan anak-anaknya.


"Mama ngapain diluar yh?" ucap Arianna


"Habis belanja mungkin" ucap Brianna


"Mana belanjanya?"


"Ya udah jadi makanan"


"Uda selesai bicaranya, atau kalian mau papa kunci di dalam?"


Mereka turun dan menyapa mamanya.


"Ma..., mama pasti udah masak makanan kesukaan Brianna, iy kan? ayo ma kita makan siang! (sambil menarik tangan mamanya)"


Mama hanya terdiam dan mengikuti Brianna kearah ruang makan.


"Aku gak makan, hari ini aku diet" (sambil meletakkan tasnya di sofa)" ucap Arianna


"Gak ada diet-diet, kalau mau kurus sehat harus olahraga, bukan diet gak makan, itu namanya mau cari mati (dengan tegas dan lancang)" ucap Ayahnya


"Iy pa (dengan suara pelan dan seperti gak terima)"


Arianna yang sedang berada di dapur merasa bingung, biasanya ibunya selalu menyiapkan makanan sebelum mereka pulang dan makanan itu tidak boleh dingin sebelum mereka makan, tapi diatas mejanya hanya tersedia air putih, dan dari tadi ibunya tidak ada berkata sedikit pun, seketika dia mendengar suara-suara "Aku gak mau mati, tapi kau udah mati ******, (anakku mana...?, mana rumah ku?, mana keluarga ku?), hey disini kita semua keluarga dan mangsa kita adalah manusia", tapi saat dia melihat di sekelilingnya gak ada siapa-siapa kecuali Mamanya, lalu dia memanggil Mamanya.


"Ma, gak papa kok kalau mama gak masak, kita bisa beli makanan jadi, ma...ngomong dong!"


Arianna dan papanya yang sudah selesai mengganti baju, berjalan ke dapur.


"Mama minta maaf ya sayang"


"Ha?, tadi mama di..."


"Karena mama gak masak, tadi mama keluar, kamu jangan marah-marah dong sama!"


"Aku gak dak marah, tapi dari tadi mama diam"


"Mama tau mama salah, tapi kamu jangan bentak-bentak mama dong"


"Ha?"


"Oh... jadi mama gak masak?, yaudah gak usah dipermasalahkan (kok istri ku jadi kayak gini ya, gak mau ngalah, dalam hatinya) Arianna tolong beli lauk di warung ya!"

__ADS_1


"Ih papa, aku gak tau dimana? kalau aku tersesat gimana?"


"Kamu tinggal lurus aja, Brianna temani kakak kamu"


"Aku dirumah aja pa, aku mau nemenin mama (sambil memandang Mamanya yang seperti bukan mamanya)"


"Pasti Brianna


juga merasa kalau mamanya beda, dalam hati papanya. ya udah kamu sendiri aja"


"Ah papa ah, duitnya?"


"Hati-hati, kamu lurus aja jangan belok-belok (sambil memberi uangnya)"


"Ok deh pa"


"Brianna? kamu ganti pakaian dulu sana!"


"Mama kok dari tadi diam ya? Mama kenapa ya Tuhan?"


"Brianna? (sambil mengelus kepala Brianna)"


"Iy pa"


Brianna yang dari tadi mendengar suara-suara aneh tapi dia tidak memperdulikannya, dia memikirkan Mamanya. Suara itu tidak hilang sampai dia berada di kamarnya. Brianna yang biasanya happy dan selalu tersenyum harus meneteskan air mata.


Arianna yang sedang membeli lauk di warung tiba-tiba bertemu Reza.


"Eh, ternyata kakaknya to, senyum napa sih, aku tu kayak musuh mu jadinya, padahal kita ini satu kampung, tau gak (sambil berjalan), kata orang tua dulu disini tu ada hantu gak kenal sombong, ceritanya tu gini"


Wajah Arianna langsung serius mendengarnya.


"Mau dengar gak?"


"Boleh la boleh, tapi jangan panjang-panjang soalnya rumah ku udah mau sampai"


"Hem, jadi gini, waktu semasa hidupnya, hantu ini selalu tersenyum waktu matinya pun ekspresinya tersenyum, waktu di kubur pun tersenyum, mengkaya dia di sebut hantu tak kenal sombong"


"Dia meninggal karena apa?"


"Dia meninggal karena bunuh diri (dia gak tau yang ku ceritakan ini pemilik rumahnya yang dulu, dalam hatinya)"


"Pasti dia orang baik, orang baik kok bisa jadi hantunya?"


"Mana ku tau, gak diterima Tuhan kali dia karena bunuh diri"


"Bunuh dirinya dimana?"


"Ha? mana ku tau, rumah mu uda sampai, aku balik dulu ya"

__ADS_1


"Cerita kamu enak banget, gimana kalau ceritanya di dalam, di dalam juga ada Arianna mama sama papa ku"


"Lain kali aja ya, klok gak nanti sore aku datang"


"Yaudah deh, nanti sore datang ya!"


"Jadi...ceritanya kita udah temenan ni?"


"Yeah gitu, aku masuk dulu ya, bye (sambil tersenyum kecil)"


"Membalas dengan senyuman"


Arianna masuk dan melihat rumah sunyi seperti kosong, dia berjalan ke dapur dan meletakkan lauknya diatas meja, lalu dia naik keatas dan membuka pintu kamar Brianna, dia melihat Brianna yang sedang menangis, dia pun langsung menghampirinya.


"Dek, kamu kenapa nangis? mana mama sama papa? dek?"


"Kakak gak merasa ada perubahan sama mama? mama udah berubah kak, aku gak tau sebabnya apa, tapi mama tega fitnah aku tadi"


"Mama gak dak berubah, dari mananya berubah, jadi mama sama papa dimana?"


"Mereka keluar, mama manja banget tadi, sampai papa panggil aku sayang pun gak di ijinkan, terus waktu aku lihat dari atas papa lagi ganti baju, mama ketawak sendiri, terus tadi aku dengar suara ada yang ingin mengambil kebahagiaan keluarga ini, tapi aku gak tau itu suara apa"


"Dek, sejak kapan kamu bisa becanda sambil nangis, ngakak aku sumpah (sambil ketawak besar)"


"Aku gak bercanda, memang dari kecil aku bisa dengar suara tapi aku gak tau itu suara apa, aku mulai sadar waktu aku umur 7 Tahun kak, dan aku gak berani kasih tau karena aku tau pasti gak ada yang percaya, waktu aku SMP aku pernah cerita sama kawan sebangku ku, responnya sama kayak kakak"


"Kenapa kamu gak cerita sama kakak?"


"Karena aku tau kakak orangnya cuek, kalau gak kakak alami pasti kakak gak percaya, tadi ku kira respon kakak cuek, ternyata kakak bisa ketawak juga"


"Iy dek, kakak belajar dari cerita Reza"


"Ceritanya gimana?"


"Intinya itu dulu di kampung ini ada orang yang selalu tersenyum pokoknya dia yang paling bahagia di dunia ini, susah senang dia selalu tersenyum akhirnya dia bunuh diri entah apa sebabnya, nanti sore Reza mau datang lanjut ceritanya"


"Panjang juga ya?, memang kakak percaya sama ceritanya?"


"Iy juga ya, awas aja kalau dia ngarang"


"Uda lah, lauknya mana?"


"Di meja makan, hapus dulu dong air matanya, iy deh kakak percaya sama kamu, sekarang kamu dengar suara apa (sambil ketawak kecil)?"


"Gak ada (sambil menghapus air matanya)"


"Yok lah makan, nanti kamu sakit"


"Miauuwww"

__ADS_1


"kucing" dengan serentak


__ADS_2