MYSTERI HANGING ROPE

MYSTERI HANGING ROPE
Mulai menghampiri


__ADS_3

Tiba-tiba suara pintu terbuka, mendengar suara itu, mamanya langsung menutup pintu itu dan berjalan kedepan. Dia tidak ketakutan tapi dia mulai gelisah dan mencoba berpikir hal positif. Tenyanyata itu suami dan anak-anaknya, dia pun langsung tenang.


"Mama..., papa lama banget tadi jemputnya, dah mau hampir jalan kaki tadi kami (sambil berjalan ke sofa)" ucap Arianna


"Anak mama hebat banget klok bisa jalan dari sekolah ke rumah"


"Aaha, mama jahat, oh y ma rumah lama kita dah hancur, emang itu mau jadi tempat apa ma?"


"Mama jugak gak tau, tapi semoga tempat itu jadi tempat yang berguna nantinya"


"Uda gak usah bahas rumah lama, sekarang rumah baru kita lebih nyaman, iy kan?" ucap Ayah


"Semoga kejadian tadi hanya perasaan ku aja" dalam hati ibunya


"Iy pa, rumah ini betul-betul nyaman bangat, penduduk sekitar sini juga ramah" ucap Brianna


"Kami naik dulu yah pa, ma" ucap Arianna


"Kalau dah siap, langsung turun bantu Mama kamu rapikan rumah, ya sayang" ucap Ayahnya


"ok pa" kata Brianna


"Iy deh pa (menghela napas)" kata Arianna


Arianna dan Brianna pun masuk kekamar mereka masing-masing. Arianna membuka lemari bajunya dan melihat tali, dia teringat tali itu belum dibuangnya, dia membawa tali itu dan berjalan ke kamar Brianna.


"Dek, ni na buat kamu, terserah mau kamu apain, kalo bisa kamu buang aja, gak guna"


"Kan dah aku bilang, tali ini kita buat ayunan dibelakang, yok!"


"Gak dak waktu buatnya, kita harus bantu Mama, klok kita terlambat turun, papa bisa marah lo, aku mau balik kamar dulu"


"Tunggu dulu (sambil menarik tangan Arianna), buatnya ni cepat kok, ayok!"


"Kamu jangan carik masalah, kamu tau klok papa marah gimana, siap bantu Mama aja"


"Yodah deh (sambil meletakkan tali)"


Setelah mereka usai mengganti baju, mereka turun.


"Aku nyapu dan ngepel ya ma!"


"Salah, kamu bersihkan halaman depan, sapu dan siram bunga, mudah kan? nyapu dan ngepel itu tugas Brianna, ayo kita kerjakan sekarang"


"Coba aja, kalo kejadian pagi tadi gak terjadi, mungkin aja pekerjaan ini uda hampir selesai" dalam hati Mamanya


Mereka pun mulai mengerjakannya. Arianna yang sedang menyapu halaman tiba-tiba dia melihat rumput liar yg seperti di hutan, dia sejenak berpikir


"Pasti rumput ini bisa tumbuh dimana aja, tapi waktu berkemah dari sekolah, kata guruku rumput ini hanya bisa tumbuh di hutan, mana mungkin ini dulunya hut..."


Di belakang Arianna, ada Reza yang menunggu Arianna berdiri, tapi Reza uda lama berdiri dan ia kira itu adalah Brianna.


"Mana mungkin ini kakaknya, rajin banget, Sampek natap rumput kyk gitu kali, dia kan orangnya cuek" dalam hati Reza

__ADS_1


"Woi....(sambil menepuk bahunya) lo masih kenal gue kan? gue Reza, yg semalam kita kenalan"


Arianna tiba-tiba kaget dan langsung berdiri, wajahnya penuh emosi tapi menahannya sambil menghela napas.


"Oh, iy iy, gue kenal, lo orang yg bilang gue sombong kan (dengan suara keras)"


"Mati aku (dalam hatinya), maaf saya salah orang, adik kamu dimana?"


"Oh..., jadi kamu kira aku Briana?"


"(Mengangguk)"


"Noh, tu nongol, lagi nyapu"


Brianna pun langsung berjalan kearah mereka


"Uhuk, misi bang, kak, kalian lagi bicara tentang apa?"


"Gak usah manggil Abang, panggil Reza aja, lagian kita seumuran kok"


"Iy deh Reza, masuk yok, soalnya mama kami baru siap masak, masakan mama kami enak lo"


"Mau masakan seenak apapun, klok makannya di dalam, yang iy bukan selera malah merinding (dalam hatinya Reza), ihhh..."


"Eh, lo kenapa (dengan suara membentak), jangan-jangan lo mikir masakan mama ku gak enaknya"


"Bukan gitu, aku baru ingat tadi aq disuruh Ayah ku ke warung, bye, da-da Brianna"


"ya"


"Tapi dia lucu ya kak (sambil senyum)"


"Lucu dari mana, buat emosi iy"


Brianna bernyanyi sambil berjalan masuk rumah


"Awalnya ku pura-pura, lama-lama ku jadi suka oh Tuhan inikah yang namanya cinta, tadinya biasa saja..."


"Ihhh, terserah mu lah"


Briana yang masuk langsung keatas, sedangkan Arianna pergi ke dapur untuk mencuci tangan, mamanya langsung memanggilnya.


"Brianna"


"Ya ma?"


"Hmmm, kamu jangan buka pintu belakang, apa lagi kalo kamu Sampek masuk kedalam"


"Kenapa ma? lagian penduduknya ada kok, nanti dikira mama sombong lo"


"Kamu orangnya penakutkan, pokok nya kalau mama bilang jangan ya jangan, terus kamu bilang jugak sama adik kamu, bilang mama larang kita buka pintu dapur, itu aja, ya sayang?"


"Iy ma, mama kenapa ya larang aku? aku jadi penasaran (dalam hati Arianna)"

__ADS_1


"Tinnn" papa nya keluar dari dalam mobil dan heran melihat tempat tidur bayi itu berada di depan rumahnya.


"Kayak nya tempat tidur ini uda aku buang, kok ada disini, atau belum diambil tukang sampah kalinya"


"Pa? papa kenapa?"


"Eh? ini sayang, papa ingat tempat tidur ini udah papa buang, kok ada disini nya?"


"Oh, mungkin pa gerobak sampah nya gak muat, mungkin besok dibawak"


"Iya yah, gak kepikiran papa, yok sayang masuk!"


Mereka pun masuk,dan seketika tempat tidur bayi itu bergerak. Waktu tidak terasa hari pun sudah malam.


Brianna teringat membuat ayunan


"Aduh, tu kan lupa lagi, buat ayunan nya gak jadi-jadi, karena kelamaan mandi, bsk aj deh (sambil melihat kearah tempat tali tersebut), lah kok gak adak, tadi aku letak disini, dimana nya (sambil mencari)"


Arianna yang menunggu di depan pintu, yang takut bercampur dengan penasaran, dia bingung, yang akhirnya...


"Dek"


"Masuk aja kak"


"Hmmm, kamu carik apa sih? kok heboh banget"


"Itu lo kak, tadi aku letak disini talinya, kok gak ada yah, tadi mama ada masuk ke kamar ku atau mungkin papa, apa yang harus kubilang nanti kak, papa pasti marah banget atau papa pasti mikir aneh-aneh tentang tali itu"


"Apa mungkin mama ya? pasti mama Uda tau tujuan tali itu, mengkaya diambil" dalam hati Arianna


"Kamu polos banget sih, masak Iyah papa masuk kamar kita, kalo mama si mungkin"


"yah kalo mama kasih tau papa gimana?"


"Sayang, ayo turun makan malam"


"Iy mah (dengan suara keras), kita lihat aja nanti, yok!"


Brianna yang sering mendengar suara loncatan itu membuat dia terhipnotis dan dia tidak ingat kalau dia mendengar suara loncatan. Tapi hari ini dia tidak mendengarnya (kayaknya tu setan lagi piknik, wkwkwk).


"Ma, aku mau nayak, tenta..."


"Makan dulu sayang, nanti kalau udah siap, baru bicara"


"Iy pa. Papa kok biasa ajah ya, mama jugak (dalam hati Brianna)"


Selesai makan malam, mereka langsung bersihkan meja makan dan gosok gigi


"Apa yang tadi mau kamu bilang Brianna?"


"ehhh, gak jadi pa"


"Yaudah, langsung tidur ya!"

__ADS_1


"Iy pa" dengan serentak


Mereka naik dan masuk kekamar mereka masing-masing, disaat Arianna membuka lemari untuk mengambil baju sekolah, tiba- tiba (tiba-tiba cinta datang kepadaku...).


__ADS_2