Nadia For Aidan

Nadia For Aidan
Prolog


__ADS_3

Nadia Paramitha


***


"Kapan aku dapet kerja ya bun?"


"Sabar sayang.... semua pasti ada waktunya dan jangan lelah untuk berdo'a" jawab bunda menenangkanku


"Aku pengen kerja deket-deket rumah aja bun, biar gak usah ngekos kasian bunda kalau aku tinggal sendiri"


"Bunda juga berharap seperrti itu, tapi kalau sudah rezekinya harus jauh dari rumah, gimana?" jawab bunda sambil menggodaku.


"Aku mau sama bundaa..." jawabku manja


"Ya udah gak usah ngelamar kerja, tunggu ada yang ngelamar aja ya"


"Aaaa...bunda sih gitu" gerutuku


Sudah dua bulan ini aku menyandang gelar S.Pd. Rasanya ingin cepat-cepat bisa menyalurkan ilmu yang aku dapat dari universitas perguruan tinggi tersebut. Selama belum mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusan keilmuanku, aku masih melakukan aktivitas yang sama seperti waktu kuliah dulu, membantu bunda menjual hasil masakannya lewat sosmed.


Aku hidup berdua dengan bunda semenjak kelas 2 SMA dulu, waktu ayah tiba-tiba dipanggil oleh sang pemilik jiwanya karena kecelakaan lalu lintas yang menimpanya. Tahun yang begitu berat bagi keluarga kami. Bersyukur aku masih punya keluarga yang selalu menguatkan kami. Ayah pergi meninggalkan kenangan yang berharga, dia adalah cinta pertama dalam hidupku. Walaupun ayah pergi meninggalkan banyak warisan untuk aku dan bunda, tapi bunda tak pernah menggunakannya dengan serakah. Bahkan bunda mau berjualan untuk menambah penghasilan dan tentu saja agar ada kegiatan yang bermanfaat.

__ADS_1


"Bun, besok kita mau bikin apa?" tepatnya bunda yang bikin, aku sih bagian pemasaran aja,hihihi..


"Sepertinya besok bunda mau selesaikan dulu, pesenan kue hantaran tante Reni buat nikahan anaknya"


"Jadi besok kita libur dulu dong?" tanyaku


"Bantuin bunda ya..."


"Siaaap bun" jawabku penuh semangat.


Verel Aidan Pramulya


***


"Kak, kita jalan-jalan yu!" pinta Varely adik perempuanku satu-satunya


"Kakakmu masih capek dek" jawab mama


Aku tak menjawab ajakan adikku, karena perjalanan yang melelahkan dan aku kangen dengan kamarku yang telah lama ku tinggal dan hanya ingin tidur tanpa ada yang mengganggu. Yah, sesimpel itu keinginanku hari ini. tak terasa senjapun datang, dan tak ku sangka aku bisa tidur selama itu. Akupun bangun  dan bergegas untuk mandi dan berwudhu karena waktu maghrib akan segera habis.


Setelah selesai shalat aku turun dari kamarku ke ruang keluarga dan disana sudah ada mama, papa dan adikku.

__ADS_1


"Mam, kenapa gak bangunin Aidan sih?"


"Mama kasian, takut kamu masih capek" jawab mama


"Makan dulu sana, mama udah siapin makanan kesukaan kamu tuh" perintah papa


Akupun berlalu menuju meja makan, sepertinya masakan mama semakin membuat perutku bergemuruh.


Selesai makan aku kembali berkumpul di ruang keluarga. kami berbincang-bincang meluapkan rasa kangen selama ini.


"Dan, kamu dah punya calon belum?" tanya papa


"Calon apa sih pah?"


"Buat temenin kakak tidur" jawab adikku meledek


"Iya sayang, kan enak ada yang bantuin mama buat perhatiin kamu" tambah mama


"Nantilah mam" jawabku dengan muka malas.


***

__ADS_1


 


 


__ADS_2