Naruto In Another World

Naruto In Another World
Chapter 1


__ADS_3

Di sebuah desa yang bernama Desa Konohagakure terdapat dua orang remaja berbeda gender sedang berjalan berduan sambil di iringi canda tawa diantara mereka. Hingga orang-orang yang melihat mereka di buat ikut tersenyum dan ada juga yang merasa iri karenanya.


Kedua remaja tersebut adalah Uzumaki Naruto dan tunangannya yang bernama Hyuga Hinata.


Keduanya saat ini sedang berjalan-jalan di sekitar desa tersebut sambil mengobrol satu sama lain.


"Naruto-kun sebenarnya kita mau Kemana sih. Bukanya kamu kemarin ingin mengajaku kesuatu tempat. " Ucap Hinata kepada sang tunangan.


"Oh iya aku lupa, hehehehehe. Maaf ya Hinata-chan. " Ucap Naruto dengan tersenyum dan mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Hinata yang mendengar ucapan dari Naruto di buat cemberut dan sedikit kesal.


"Huh, Naruto-kun. " Ucap Hinata dengan cemberut.


"Hehehehe, maaf ya hime. " Ucap Naruto yang merasa bersalah dan berusaha meminta maaf.


Hinata yang melihat tunangannya meminta maaf dan merasa bersalah di buat menghela nafas. Karena ia juga memaklumi tunangannya yang belakangan ini agak sibuk dengan misinya sebagai shinobi.


"Baiklah aku maafkan kali ini Naruto-kun. Tapi janji jangan ulangi lagi. " Ucap Hinata kepada Naruto.


"Ya aku janji kepadamu Hime, aku tidak akan menguranginya lagi. Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke restoran favoritmu itu dan setelah itu aku akan mengajakmu keempat yang ingin aku tunjukkan. Bagaimana. " Ucap Naruto kepada Hinata yang berusaha menebus kesalahannya.


Hinata yang mendengar itu semua di buat senang dan bahagia. Karena tunangannya ini memang yang terbaik menurutnya.


Ia juga merasa tidak sia-sia mengejar-ngejarnya dari kecil. Walaupun saat mereka masih kecil tangannya itu di anggap bodoh dan payah oleh orang-orang.


Tetapi sekarang ia menjadi orang nomer satu di Dunia. Bahkan banyak wanita yang mengejar-ngejarnya.


Tapi menurut Hinata bagaimanapun keadaan tunangannya itu tetaplah Naruto yang ia kenal. Baik itu saat ia di katakan bodoh dan payah atau saat ia sudah sukses saat ini. ia akan terus mencintainya dalam keadaan apapun itu.


"Mmm baiklah Naruto-kun, aku akan ikut kamu saja. " Ucap Hinata yang mengiyakan ajakan Naruto.


Naruto yang melihat Himenya setuju akan kalanya tadi di buat tersenyum senang.


"Yosh saa kalau begitu ayo kita mulai kencan kita ini Hime. " Ucap Naruto dengan sedikit berteriak kencang hingga orang-orang yang ada di sana mendengar ucapan Naruto tadi.


Hinata yang mendengar teriakan Naruto di buat merona di wajahnya karena malu di pandangi oleh orang-orang yang ada di sana.


Tapi walaupun begitu ia juga ikut senang saat melihat Naruto senang.

__ADS_1


Setelah itu Naruto dan Hinata pergi ke sebuah restoran kesukaan Hinata untuk makan bersama.


Tidak jauh dari tempat Naruto dan Hinata terdapat dua pasang mata berbeda tempat yang mengamati kegiatan Naruto dan Hinata tadi dengan ekspresi cemburu dan tidak suka di wajah mereka.


"Naruto-kun. " Ucap kedua orang yang sedari tadi melihat kegiatan Naruto dan Hinata sedari tadi dengan lirih.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Naruto dan Hinata sampai juga di restoran yang mereka tuju. Setelah itu Naruto dan Hinata masuk kedalam restoran tersebut dan memesan beberapa makanan kesukaan Hinata dan khusus untuk Hinata atas permintaan dari Naruto.


Selama makan bersama mereka berdua sangat menghayati dan meresap kebersamaan mereka berdua. Hingga mereka tidak menghiraukan sekeliling mereka yang kadang-kadang ribut atau sebagainya.


Setelah makan bersama di restoran tersebut, Naruto langsung mengajak tukangnya itu kesuatu tempat yang menurutnya indah dan cantik.


"Ayo Hime, aku akan menunjukkan sebuah tempat yang sangat indah kepadamu. Aku yakin tempat ini belum pernah ada yang menemukannya dan mendatanginya. " Ucap Naruto kepada Hinata dengan penuh keyakinan.


Hinata yang mendengarkan ucapan dari Naruto di buat penasaran dan juga senang karenanya.


"Baik Naruto-kun. " Ucap Hinata yang mengiyakan ucapan dari Naruto tadi.


Naruto yang mendengarkan jawaban dari tunangannya Hinata di buat tersenyum senang.


Setelah itu Naruto langsung memegang tangan Hinata dan langsung membawanya keempat yang mereka tuju.


Setelah sampai di sana Hinata di buat terdiam dan terpesona akan apa yang ia lihat di depan matanya.


"Tentu, karena ini spesial untuk Himeku sayang. " Ucap Naruto dengan senyum di bibirnya.


Hinata yang masih memandang hamparan bunga di depannya langsung menengok kearab tukangnya dan langsung memeluknya.


"Terima kasih Naruto-kun, sudah membawamu keempat yang begitu indah ini. " Ucap Hinata sambil memeluk Naruto.


"Sama-sama Hinata-chan, lagi pula aku hanya ingin memberikan yang terbaik selama aku masih hidup. Juga maafkan diriku yang bodoh selama ini, hingga tidak melihat dirimu yang selalu mencintaiku apa adanya. Aku berjanji akan selalu ada untukmu di mana pun dan jalanmu, Hinata-chan. " Ucap Naruto dengan tulus sambil membalas pelukan Hinata.


"Mmm, aku juga akan selalu ada untuk Naruto-kun dimanapun dan kapanpun. Aku mencintaimu Naruto-kun. " Ucap Hinata dengan tulus dan mempererat pelukannya.


"Aku juga mencintaimu Hime. " Ucap Naruto dengan tulus.


Selama beberapa saat mereka saling berpelukan satu sama lain dan meresap kebersamaan mereka berdua tanpa ingin melakukan apapun.


Di saat mereka sedang meresap kebersamaan mereka berdua. Tiba-tiba terdapat sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul di depan mereka berdua. Hingga lubang hitam tersebut menyedot mereka berdua kedalamnya.

__ADS_1


Naruto dan Hinata yang melihat dan merasakan hal tersebut di buat waspada. Akan tetapi mereka terlambat, hingga membuat mereka memasuki lubang hitam tersebut.


Di sebuah kegelapan tak berujung terdapat seorang remaja laki-laki yang sedang kebingungan akan apa yang terjadi kepadanya hingga bisa terdampar di kegelapan tak berujung itu.


Remaja tersebut tidak hanya bingung akan keadaannya saja. Akan tetapi ia juga panik akan keadaan tukangnya saat ini yang tidak ada di sampingnya.


"Apa yang terjadi kepadaku dan dimana ini. Kenapa tempat ini begitu gelap dan sunyi. Oh ya dimana Hinata-chan, apakah ia baik-baik saja. " Ucap remaja tersebut yang sedang merasakan kebingungan, panik dan khawatir.


Selama beberapa saat remaja tersebut mulai di baut bosan dan ketenangnya mulai goyah akan semua yang terjadi denganya saat ini.


"Akh....... sebenarnya apa yang terjadi denganku saat ini. Aku bahkan tidak dapat menggunakan kempuanku untuk menemukan keberadaan Hinata-chan. HOI SIAPAPUN YANG MENDENGARKANKU MAKA JAWABLAH. " Ucap Naruto yang berteriak dan berusaha mencari petunjuk.


Merasa tidak ada jawaban, Naruto terus berteriak dan berjalan kearah yang tidak ia ketahui. Hingga tiba-tiba ia melihat sebuah cahaya yang mendekat kearab dirinya.


Naruto yang melihat hal tersebut di buat senang akan tetapi juga waspada.


"Hoi bocah, kau tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Kupingku ini bisa tuli nanti. " Ucap seseorang dari balik cahaya tersebut.


Naruto yang mendengarkan hal tersebut di buat penasaran akan penampilan dari orang tersebut.


Karena kalau dari suara yang ia dengar, Naruto menebak bahwa ia adalah seorang Kakek-kakek tua. Tetapi itu semua baru tebakannya saja.


"Siapa kau. " Ucap Naruto yang masih waspada dengan orang tersebut.


"Hohohoho, tenang Naruto, kau tidak perlu takut. " Ucap orang tersebut yang mulai menampakan wujudnya.


Naruto yang melihat wujud dari orang tersebut di baut terpaku dan melebarkan matanya.


"Kakek Hagoromo, kenapa kau ada di sini dan dimana aku saat ini. " Ucap Naruto kepada orang yang ada di depannya yang ternyata adalah orang yang ia kenal.


Orang tersebut adalah Otsutsuki Hagoromo atau bisa di sebut Rikudo Sennin bagi para shinobi.


"Hohoho, tenanglah dirimu dulu Naruto. " Ucap Hagoromo kepada Naruto.


"Bagaimana aku bisa tenang Kakek, kalau saat ini keberadaan Hinata-chan tidak di ketahui. " Ucap Naruto kepada Hagoromo.


"Tenang saja Naruto, kekasihku itu baik-baik. " Ucap Hagoromo yang menenangkan Naruto.


Naruto yang mendengar hal tersebut sedikit di buat lega. Akan tetapi ia juga masih sedikit khawatir bila tidak melihatnya sendiri.

__ADS_1


"Kalau begitu dimana dia sekarang Kakek. " Ucap Naruto kepada Hagoromo.


"Tenanglah dirimu dulu Naruto, dan untuk keadaan kekasihku itu aku jamin bahwa ia baik-baik saja. Untuk saat ini ada yang ingin aku bicarakan kepadamu. Juga ada yang ingin bertemu denganmu. " Ucap Hagoromo yang berusaha menenangkan Naruto.


__ADS_2