Naruto In Another World

Naruto In Another World
Chapter 11


__ADS_3

Sebelumnya.


"Karena aku sedang baik hati maka aku akan segera akhiri penderitaan kalian ini. " Ucap Naruto sembari melakukan segel jutsunya.


Fire : Phoenix's Eternal Fire Stlyle


Whuuuuuusssssss


Akhhhh...............


Panassssa..........


Hinata dan yang lain yang melihat hal tersebut hanya dapat menghela nafas panjang saja dan mereka juga mulai berpikir bahwa Naruto akan lebih mudah marah di dunia ini jika menyangkut orang-orangnya.


Maka dari itu mereka harus sering mendampinginya Naruto kemanapun. Jika tidak maka satu kerajaan akan hilang dari peta dunia.


Setelah melihat musuhnya terbakar habis Naruto hanya mendecik tak peduli.


Hinata yang melihat semuanya telah selesai langsung mendekati tunangannya itu dan menenangkanya.


Lanjut......................


"Sudah Naruto-kun, jangan terlalu terbawa emosi. Karena itu tidak baik untukmu. " Ucap Hinata menenangkan tunangannya itu.


Sedangkan Naruto yang mendengar hal tersebut hanya menghela nafas dan menenangkan dirinya.


"Terima kasih Hinata-chan. Ya sudah kalau begitu lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita saja, supaya kita bisa sampai ke kota atau desa terdekat. " Ucap Naruto yang sudah tenang dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Sedangkan Hinata dan yang lain, yang mendengarkan ucapan Naruto hanya menganggukan setuju.


Setelah itu Naruto dan yang lain kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari kota atau desa terdekat untuk mereka memulai hidup yang baru di dunia baru itu.


Beberapa jam kemudian akhirnya Naruto dan yang lain tiba di sebuah kota kecil di pinggir hutan kegelapan.


Hinata dan ketiga Kunoichi yang lain yang melihat kota di depan mereka di buat senang dan lega. Karena mereka sudah terlalu lelah untuk berjalan lagi bila tidak kunjung menemukan pemukiman.


"Akh... akhirnya kita menemukan sebuah kota juga. Aku benar-benar lelah setelah apa yang kita lalui sepanjang perjalanan tadi. " Ucap Ino yang bernafas lega karena telah menemukan sebuah kota.


"Yah, kali ini aku setuju denganmu Ino. " Ucap Karin yang menyetujui ucapan Ino dan juga di angguki kedua Kunoichi lainnya.


Sedangkan Naruto yang mendengar dan melihat itu hanya di buat tersenyum saja.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita langsung masuk saja kesana, setelah itu kita cari penginapan untuk kita menginap dan beristirahat. " Ucap Naruto kepada yang lain.

__ADS_1


Sedangkan yang lain yang mendengar ucapan dari Naruto tadi hanya mengangguk setuju dan juga senang karena mereka akhirnya bisa beristirahat juga.


Setelah itu Naruto dan yang lain berjalan menuju gerbang kota untuk mulai memasuki kota tersebut.


Tapi sesampainya mereka di depan gerbang kota, mereka di berhentilah oleh dua orang penjaga gerbang kota.


"Berhenti, tunjukkan bukti identitas kalian bila ingin memasuki kota dan bayar 5 koin perunggu untuk biaya masuk. " Ucap salah satu seorang penjaga gerbang kota kepada Naruto dan kelompoknya.


Naruto yang di berhentilah dan di tanyakan identitas oleh penjaga gerbang di buat kaget karena lupa bahwa ia dan yang lain belum memiliki identitas di dunia ini.


Berbedahalnya dengan Hinata dan yang lain, yang di buat bingung akan ucapan penjaga gerbang tersebut.


Naruto berpikir beberapa saat hingga ia memutuskan untuk berbohong kepada penjaga gerbang tersebut.


"Maaf, tuan identitas kami hilang selama perjalanan kemari. Karena kami harus melawan beberapa moster dan bandit selama perjalanan, yang mengakibatkan kartu identitas kami hilang. " Ucap Naruto kepada penjaga tersebut.


Sedangkan Hinata dan yang lain, yang mendengar ucapan Naruto di buat mengerutkan kening mereka. Hingga mereka memahami bahwa Naruto sedang berbohong tentang kartu identitas mereka yang hilang.


Sedangkan sang pejaga gerbang yang mendengar penuturan Naruto hanya menatapnya beberapa saat untuk memastikan kebenaran ucapan Naruto tadi. Hingga penjaga tersebut menganggukan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, tapi jika kalian ingin tetap masuk maka kalian harus membayar biaya 1 koin perak perorangan untuk biaya denda karena memasuki kota tanpa kartu identitas. Tapi ingat setelah memasuki kota usahakan kalian membuat ulang kartu identitas kalian. " Ucap penjaga kota tersebut kepada Naruto dan yang lain.


Sedangkan Naruto dan yang lain hanya menganggukkan kepala mereka sebagai tanda bahwa mereka mengerti akan ucapan penjaga gerbang tersebut l.


Setelah selesai dengan urusan tersebut, Naruto dan yang lain mulai memasuki kota tersebut.


Selama berjalan di dalam kota Naruto dan yang lain terus memperhatikan apa saja yang ada di kota tersebut dan mereka juga tidak luput dari perhatian penduduk kota ataupun para petualang yang ada di kota tersebut.


Hal tersebut di karenakan penampilan mereka yang cukup mencolok dengan jubah Akatsuki mereka dan juga tampang mereka yang tampan dan cantik bagi sebagian orang yang melihatnya.


Sedangkan Naruto dan yang lain, yang di perhatikan oleh orang-orang di sekitar mereka, hanya menghiraukannya dan terus berjalan sembari mengingat tata letak kota dan mencari penginapan.


Selama satu jam mereka berkeliling kota untuk memahami tata letak kota dan juga mencari informasi. Akhirnya mereka memutuskan menyudahinya dan mencari sebuah penginapan untuk tempat mereka beristirahat.


Setelah menemukan sebuah penginapan yang cukup baik menurut mereka.


Mereka langsung saja memasuki penginapan tersebut.


Setelah memasuki penginapan tersebut, Naruto dan yang lainnya dapat melihat orang-orang yang ada di dalamnya.


Penginapan tersebut nyatanya tidak hanya melayani layanan penginapan saja. Karena mereka ternyata juga membuka restoran di dalamnya yang dapat di kunjungi secara umum.


Naruto yang melihat semuanya hanya menganggukkan kepalanya nya saja. Karena menurut Naruto dengan adanya restoran di penginapan tersebut maka pastinya akan banyak orang berkunjung kesana dan pastinya akan ada beberapa informasi yang bisa di dapatkan.

__ADS_1


Setelah memasuki penginapan tersebut Naruto dan yang lainnya langsung menuju resepsionis untuk menyewa beberapa kamar untuk mereka tempati.


Sesampainya mereka di depan meja resepsionis, Naruto dan yang lainnya dapat melihat dua orang wanita yang bertanggung jawab di sana.


Tapi yang menarik perhatian mereka adalah adanya telinga dan ekor hewan di tubuh mereka, yang membuat mereka terlihat menarik di mata mereka.


" Selamat datang di penginapan Angsa Putih, ada yang bisa kami bantu. " Ucap kedua resepsionis kepada Naruto dan yang lainnya saat mereka sudah berdiri di depan meja resepsionis.


"Nona bisa kami menyewa beberapa kamar untuk kami menginap di sini untuk beberapa hari. " Ucap Naruto kepada kedua resepsionis di depannya.


"Tentu tuan muda, tapi sayangnya kami saat ini hanya memiliki satu kamar tersisa. Tapi tenang saja tuang muda, kamar tersebut adalah tipe keluarga. Jadi bila anda mau anda dan orang-orang anda bisa tinggal di sana bersama. " Ucap salah seorang resepsionis kepada Naruto.


Naruto yang mendengar hal tersebut di buat mengerutkan keningnya dan mulai berpikir.


"Tempat ini memang bagus untuk mengumpulkan beberapa informasi dari para pengunjung restoran. Tapi jika kami tinggal dalam satu kamar bersama. Maka aku akan menyebut ini akan sangat merepotkan. Karena pasti Hime-Chan dan yang lain akan sering berdebat nantinya hanya untuk masalah tidur. Hah. " Ucap Naruto dalam hati berpikir beberapa kemungkinan yang akan terjadi nantinya.


Beda halnya dengan keempat Kunoichi yang bersama Naruto, yang saat ini mereka miliki pendapatnya masing-masing untuk masalah ini.


Seperti Hinata yang agak keberatan untuk tinggal dalam satu ruangan bersama. Walaupun ia sangat senang jika bisa tidur bersama tunangannya itu. Tapi jika harus bersama wanita lain dan mereka belum memiliki status yang jelas di sisi Naruto. Maka ia akan sangat keberatan. Walaupun memang ia sudah mengizinkan mereka untuk dekan dengannya, tapi semua itu ada batasnya.


Beda halnya dengan Ino, Karin, dan Kaguya yang saat ini sangat senang jika mereka bisa tidur bersama dengan orang yang mereka cintai dan mungkin mereka bisa melakukan beberapa hal nantinya untuk menetapkan status mereka di sisinya.


Setelah beberapa saat berpikir Naruto memutuskan bertanya kepada para gadis untuk mengambil keputusan.


"Jadi bagaimana. " Ucap Naruto singkat kepada keempatnya.


"Tidak aku tidak setuju jika harus berbagi ruangan dengan mereka. Terlebih lagi mereka belum memiliki status yang jelas di sisiku. Jadi aku tidak setuju. Tapi aku akan setuju jika kita berbagi ruangan. " Ucap Hinata menjawab pertanyaan kekasihnya it, seakan-akan ia tau apa pertanyaan dari Naruto tadi dan ia juga memerah di wajahnya saat mengatakan ucapannya yang terakhir.


Naruto yang mendengar hal tersebut dari tunangannya hanya menghela nafas. Karena ia tau pasti bahwa Himenya pasti akan menolak.


Berbeda halnya dengan Ino dan yang lain. Mereka di buat kesal akan ucapan dari Hinata tadi. Karena menurut mereka jika seperti itu caranya. Maka mereka akan sulit mendekati Naruto dan akan lama mengklaim status mereka di sisinya.


Maka dari itu di mulailah perdebatan di antara Hinata, Ino, Karin, dan Kaguya untuk mengeklaim pendapat siapa yang benar dan keputusan apa yang benar.


Sedangkan Naruto yang melihat itu semua hanya menghela nafas panjang. Karena ia tau pasti hal tersebut akan terjadi cepat atau lambat.


"Hah, merepotkan dan entah kenapa aku saat ini merasa seperti Shikamaru yang setiap waktu selalu menghela nafas dan berkata merepotkan. Memang harus aku akui bahwa WANITA itu memang merepotkan. " Ucap Naruto dalam hati sambil meratapi nasibnya saat ini dan di masa depan nanti.


Hampir setengah jam Hinata dan ketiga kunoici lainnya berdebat akan pendapat mereka masing-masing.


Hingga salah seorang pengunjung restoran di sana meresa terganggu dan berteriak kepada mereka untuk berhenti berdebat.


Ya, walaupun bukan hanya ia yang terganggu tapi hampir semua yang ada di sana terganggu akan perdebatan empat Kunoichi itu. Tapi mereka hanya menghiraukannnya saja.

__ADS_1


__ADS_2