
Sebelumnya.
"Ha'i Naruto-kun. " Ucap Keempat gadis itu secara bersamaan.
"Kemanapun kamu pergi aku akan selalu bersamamu Naruto-kun. " Ucap Hinata kepada tunangannya itu sembari merangkul tangan kanan Naruto.
Sedangkan Naruto yang mendengar ucapan tunangannya itu dan melihat senyumnya di buat senang dan membalas senyumnya kembali sembari mengelus-elus kepalanya.
"Terimakasih Hime. " Ucap Naruto sembari mengelus rambut Hinata.
Sedangkan Hinata yang di perlakukan seperti itu tentunya ia di buat senang dan sedikit menganggukan senyum menyeringai kepada ketiga Kunoichi yang saat ini di landa rasa iri dan cemburu saat melihat Hinata mendapatkan semua itu.
Lanjut.......................................
Selama perjalanan menuju Guild Naruto dan kelompoknya selalu mendapatkan perhatian dari orang-orang sekitar, karena penampilan mereka yang cukup misterius dan juga sudah tersebarnya cerita tentang mereka saat di dalam restoran penginapan sebelumnya.
Maka dari itu banyak yang mempertanyakan siapa mereka dan seberapa kuat mereka.
Tapi bagi Naruto dan kelompoknya mereka hanya menghiraukannya dan tetap berjalan menuju Guild Petualang sesuai tujuan mereka sebelumnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Naruto dan kelompoknya sampai juga di depan sebuah gedung yang cukup besar di kota itu.
Selama beberapa saat mereka cukup mengagumi gedung serikat tersebut. Karena dari penampilannya memang cukup menarik dan juga agak klasik bagi mereka.
Hingga mereka memutuskan untuk memasuki gedung Guild Petualang tersebut.
Di saat berjalan memasuki gedung Naruto sedikit berbicara kecil atau berbisik kepada keempat gadis yang ada di sampingnya mengenai beberapa hal.
"Hinata-chan, Ino-chan, Karin-chan, Kaguya-chan saat di dalam kita akan di tes mengenai level atau batas kekuatan kita. Maka dari itu aku menyarankan agar kita menekan kekuatan kita ke tingkat Jonin atau Rank S. Karena jika kita menguranginya lagi maka akan banyak orang yang curiga akan kekuatan kita. Terlebih lagi sebelumnya kalian berempat telah membocorkan aura kalian di penginapan. Jadi dengan batas tingkat Jonin menurutku itu lebih dari cukup. " Ucap Naruto berbisik kepada keempat gadis itu dan di balas anggukan oleh mereka sebagai tanda bahwa mereka mengerti maksud dari Naruto.
Setelah memasuki gedung Naruto dan kelompoknya dapat melihat orang-orang di dalamnya yang sedang melakukan beberapa hal atau saling mengobrol.
Hingga semua itu terhenti di saat Naruto dan kelompoknya memasuki Guild Petualang.
Banyak dari orang-orang tersebut yang memperhatikan Naruto dan kelompoknya dengan rasa penasaran dan ada juga yang memasang wajah sombong dan arogan.
Sedang Naruto yang menjadi objek perhatian hanya mengabaikannya dan berjalan menuju meja resepsionis dan begitu juga dengan para gadis Kunoichi.
Sesampainya di meja resepsionis Naruto dan keempat gadis Kunoichi itu langsung di sambut oleh resepsionis yang ada di sana dengan cukup ramah.
"Selamat datang di Guild Petualang, ada yang bisa saya bantu. " Ucap salah seorang resepsionis yang ada di sana.
"Kedatangan kami kemari adalah untuk mendaftarkan diri kami menjadi seorang petualang. Apakah bisa, nona. " Ucap Naruto kepada resepsionis yang ada di depannya.
"Oh tentu tuan, kalau begitu biar saya ambilkan dulu formulirnya. " Ucap resepsionis tersebut dan mulai meninggalkan Naruto dan kelompoknya.
Di sela-sela menunggu resepsionis tadi kembali, Naruto memutuskan untuk memberitahukan beberapa hal kepada tunangannya dan ketiga Kunoichi yang ada di sampingnya.
"Kalian berempat, saat mengisi formulir nanti tulis ras kalian menjadi ras manusia. Mengerti. " Ucap Naruto kepada keempatnya.
__ADS_1
"Ha'i Naruto-kun. " Ucap keempat kunoichi itu secara bersamaan saat menjawab ucapan dari Naruto.
Di saat Naruto dan kelompoknya sedang mengobrol atau berbicara tiba-tiba ada sekelompok orang yang mendekati Naruto dan yang lain dengan memasang wajah arogan di wajah mereka.
"Hai cantik, apakah kalian ingin mendaftar menjadi seorang petualang. Bagaimana jika kalian masuk keparty kami saja. Kami jamin kalian akan aman dan kami juga akan menjaga kalian dengan baik. Dari pada kalian bersama pria yang lemah itu, lebih baik dengan kami yang pasti terjamin keamanannya. Ya kan kawan-kawan. " Ucap salah seorang pria yang ada di kelompok tersebut dengan arogan dan juga memasang tatapan tidak sopan kepada Hinata dan yang lainnya.
"Kau benar kawan, lebih baik kalian ikut bersama kami saja dari pada bersama pria lemah itu. " Ucap pria lain yang juga ada di kelompok tersebut dengan arogan.
"Ya benar, lebih baik kalian ikut bersama kami saja. Kami jamin kalian akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya. " Ucap pria lain lagi dengan arogan dan tatapan mesum kepada Hinata dan yang lain.
Naruto yang mendengar itu semua hanya menaikkan alisnya dan langsung memasang wajah malas kepada kelompok tersebut. Karena ia sangat malas meladeni orang-orang seperti mereka atau lebih tepatnya ia sudah malas untuk berurusan dengan orang yang arogan dan sok kuat seperti mereka-mereka ini.
Sedangkan untuk Hinata, Ino, Karin, dan Kaguya yang mendengar semua itu juga dibuat mengangkat alis mereka, sebelum mereka serasa ingin tertawa saat mendengar orang-orang itu mengatakan Naruto lemah. Dan mereka tentu sedikit emosi saat kelompok tersebut memandang mereka berempat secara mesum. Tapi emosi tersebut tidak dapat menahan rasa ingin tertawa mereka saat orang-orang itu mengatakan Naruto lemah.
Mereka berempat tidak bisa membayangkan reaksi orang-orang tersebut jika tau seberapa kuat Naruto itu dan mengetahui jika Naruto adalah seorang pahlawan dunia. Juga jangan lupa ia adalah veteran perang yang pernah melawan seorang dewi.
Mereka berempat benar-benar ingin tertawa saat mengingat itu semua. Mereka juga berpikir, jika seorang pahlawan dan seorang veteran yang pernah melawan dewi saja lemah. Maka mereka-mereka ini atau yang ada di bawah mereka mau di sebut apa.
Tapi berbeda halnya dengan orang-orang yang ada di sana yang melihat itu semua. mereka ada yang merasa kasihan kepada Naruto dan kelompoknya karena harus berurusan kepada kelompok tersebut dan ada juga yang merasa tidak peduli akan hal tersebut.
Karena menurut orang-orang tersebut, Naruto dan kelompoknya hanya lah petualang baru atau amatir yang pastinya level mereka masih rendah dan itu lah yang membuat Naruto dan kelompoknya di kasihani.
Hinata, Ino, Karin, dan Kaguya yang sudah tidak dapat menahan tawa lagi di buat tertawa cukup keras di depan kelompok tersebut dan tentunya membuat orang-orang itu tersinggung.
"Hahahhahhahha. " Tawa Hinata dan yang lainnya yang merasa tidak kuat lagi menahan tawa mereka.
Orang-orang yang ada di sana yang melihat Hinata dan ketiganya tertawa di buat penasaran dan juga ada yang menyebut mereka gila.
"Hei, apa yang aku tertawakan ha. " Ucap salah seorang yang ada di kelompok tersebut yang sudah tidak dapat menahan emosinya.
"Hahahaha, Oh maaf-maaf. Tadi kalian menyebut Naruto-kun lemah. " Ucap Karin yang masih tertawa.
"Memangnya kenapa ha, lagi pula dia memanglah lemah. Lihat saja tampang bodohnya itu. " Ucap orang tadi menjawab pertanyaan Karin yang masih merasa marah karena mereka masih tertawa di hadapan mereka.
"Hahahaha, kalau Naruto lemah makau kau apa tidak berguna atau sangat lemah, hahahaha. " Ucap Ino sambil tertawa.
"Ka..... Kau... " Ucap orang tersebut yang merasa tak terima saat mendengar ucapan Ino tadi.
Tapi ucapan pria tersebut atau orang tersebut terputus saat salah satu orang yang ada di kelompok tersebut sudah merasa jengah atau sudah tidak tahan akan tawa dari Ino dan yang lainnya.
"Sudah cukup, kalian benar-benar membuatku muak dengan tawa kalian itu. Lebih baik kalian terima pukulanku ini. " Ucap pria yang juga ada di kelompok tersebut yang merasa sudah muak mendengar tawa dan ucapan dari keempat kunoichi itu. Hingga ia langsung melakukan pukulanya menuju Ino.
Hiaaaaaaaaatttt
Tapi pukulan tersebut harus terhenti saat tiba-tiba orang tersebut merasakan suatu ancaman di depannya.
Whuuuuuussss
"Kau lanjutkan itu maka kau akan merasakan ini ada di dalam jantungnya atau bahkan menebusnya. " Ucap Naruto yang ternyata sudah ada di depan pria tersebut dengan tangan yang terbungkus oleh sebuah petir.
__ADS_1
Cicit~ cici~
. cicit~
cicit~ cicit~
. cicit~
Lightning : A Thousand Birds Chirping
Terdengarlah sebuah suara yang cukup yaring di telinga orang-orang yang ada di sana. Hingga mereka melihat tangan Naruto yang mengeluarkan sebuah petir yang siap menembus jantung orang yang tadi ingin memukul Ino.
Orang-orang yang ada di sana yang merasakan hawa atau aura intimidasi dari jutsu Naruto di buat sedikit bergidik ketakutan.
"Skill apa itu, aku benar-benar bisa merasakan bahwa Skill itu bisa langsung membunuh dalam sekejab bila orang itu mau. Siapa sebenarnya dia, kali ini aku benar-benar harus merasa kasihan kepada orang-orang bodoh itu yang mencari masalah kepada pria itu. " Ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan keributan antara Naruto dan kelompok tak di kenal itu dengan lirih tapi masih dapat di dengar oleh orang-orang yang ada di sekitar. Hingga mereka mengangguk setuju dengan ucapan pria itu.
Sedangkan orang yang ada di hadapan Naruto dan kelompoknya di buat kaget dan terintimidasi dengar jutsu tersebut. Hingga membuat mereka mulai ketakutan.
Tetapi berbeda halnya dengan Ino dan ketiganya yang merasa biasa-biasa saja. Walaupun awalnya mereka terkejut akan tindakan Naruto yang tiba-tiba mengeluarkan jutsu pembunuh tersebut. Tapi mereka langsung memasang raut biasa-biasa saja dan hanya mengharapkan Naruto tidak membunuh mereka.
"A......... Apa yang akan kau lakukan. " Ucap pria yang saat ini siap menjadi target jutsu andalan dari Hatake Kakashi tersebut.
Naruto yang mendengar hal tersebut tentu di buat tersenyum atau menyeringai kejam.
"Itu tergantung tindakanmu selanjutnya. Jika melanjutkan arah tanganmu itu. Maka bisa aku pastikan kau akan bertemu dengan Dewa Kematian. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan pria tersebut dengan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.
Di saat Naruto mengangkat kepalanya terlihatlah sebuah mata merah dan bentuk aneh di mata Naruto yang memperlihatkan ketajamnya kepada orang-orang yang ada di sana khusus pria yang ada di depan Naruto.
Pria tersebut yang melihat tatapan mata Naruto dibuat bergetar ketakutan dan di buat tak berdaya. Terlebih lagi saat ia melihat mata merah Naruto. Ia seperti biasa melihat kematiannya sendiri di sana dan begitupun dengan anggota kelompoknya yang lain yang merasa ketakutan dan kematian saat menatapnya.
Sedangkan orang-orang yang ada di Guild tersebut juga di buat kaget dan merasa terintimidasi akan tatapan dan mata Naruto saat melihatnya. Mereka seperti benar-benar melihat Dewa Kematian yang akan merenggut nyawa pria yang ada di hadapannya tersebut.
Sebentarnya tidak hanya orang-orang tersebut saja yang di buat kaget akan penampakan mata Naruto tersebut. Karena Hinata, Ino, Karin, dan Kaguya juga di buat kaget akan penampakan tersebut. Mereka benar-benar kaget saat Naruto memiliki mata Sharinggan tersebut.
Hingga mereka memutuskan untuk bertanya kepada yang bersangkutan mengenai mata tersebut.
Walaupun mereka menebak pasti itu ada hubungannya dengan Kami-sama dan Rikudo Sennin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo semuanya ✋✋✋✋😊
Gimana nih kabarnya, apakah sehat semua? Semoga pada sehat semua ya, amin.
Nah gimana nih ceritanya apakah seru, menarik, ada yang kurang atau gimana nih?
Sebelumnya ada yang nanya, Naruto itu di kirim kedunia mana?, terus nanti kerajaan yang Naruto bangun namanya Uzumaki kah, Shinobi kah, atau apa? untuk semua jawaban itu mari kita tunggu kelanjutannya ya 😉
__ADS_1
Barang kali ada yang mau komen Silahkan, barang kali ada yang mau ngeriti ya Silahkan, atau barang kali ada yang mau saran ya Silahkan.
Kalau begitu saya pamit dulu ya bay bay ✋✋✋✋😊