Naruto In Another World

Naruto In Another World
Chapter 15


__ADS_3

Sebelumnya.


Sebentarnya tidak hanya orang-orang tersebut saja yang di buat kaget akan penampakan mata Naruto tersebut. Karena Hinata, Ino, Karin, dan Kaguya juga di buat kaget akan penampakan tersebut. Mereka benar-benar kaget saat Naruto memiliki mata Sharinggan tersebut.


Hingga mereka memutuskan untuk bertanya kepada yang bersangkutan mengenai mata tersebut.


Walaupun mereka menebak pasti itu ada hubungannya dengan Kami-sama dan Rikudo Sennin.


Lanjut....................................


"Bagaimana mau lanjut. " Ucap Naruto sambil menyeringai kepada pria yang ada di hadapannya.


Sedangkan pria dan kelompok yang ada di hadapannya sudah di buat lemas ketakutan akan intimidasi dari Naruto.


Hingga Hinata yang melihat itu semua memutuskan untuk menyudahinya dan membiarkan pria dan kelompok tersebut pergi untuk saat ini.


"Sudah Naruto-kun, lagi pula kami kan tidak apa-apa dan lagi pula bukanya kita kasini untuk mendaftarkan diri menjadi petualang dan mendaftarkan party kita. Juga untuk kau dan kalian untuk kali ini akan kami maafkan. Tapi bila hal ini terjadi lagi, maka tidak akan ada hari esok untuk kalian. Mengerti. " Ucap Hinata yang menenangkan tunangannya itu dan juga memberi peringatan untuk kelompok tersebut.


Kelompok tersebut yang mendengarkan ucapan dari Hinata tentu langsung di buat senang. Karena mereka akan lepas dari cengkeraman orang yang ada hadapan mereka itu dan dapat memiliki kesempatan hidup yang lebih panjang. Maka dari itu mereka langsung menerima ucapan dari Hinata tanpa berpikir panjang.


"Te...... Tentu nona, kami berjanji tidak akan pernah terjadi hal serupa lagi. Kami janji. " Ucap mereka kepada Hinata dengan terbata-bata.


Hinata yang mendengar hal tersebut hanya menganggukkan kepalanya saja. Toh bila mereka menguranginya ya berarti itu adalah konsekuensi mereka.


Sedangkan Naruto yang mendengar semua itu hanya diam dan menon aktifkan jutsunya saja dan tetap mengaktifkan sharinggannya.


Setelah menon aktifkan jutsunya, Naruto langsung berbalik arah kembali menuju resepsionis untuk menyelesaikan tujuannya ketempat tersebut dan membiarkan para bajingan-bajingan itu.


Sedangkan resepsionis yang sudah sedari tadi ada di sana hanya di buat terdiam awalnya. Karena ia tidak ingin ikut campur. Kecuali bila akan terjadinya pertempuran, maka ia akan menghentikannya. Bagaimanapun hal seperti ini biasa terjadi di dalam Guild. Jadi ia tentu hanya diam saja.


Tapi itu semua berubah saat ia melihat dan merasakan jutsu Naruto yang terasa mengintimidasi di hadapamya. Terlebih lagi saat ia melihat mata Sharinggan Naruto. Ia benar-benar di buat bergetar ketakutan saat melihatnya.


Hingga itu semua tersadarkan saat Naruto menyadarkanya tepat saat ia ada di hadapannya.


"Hallo nona, jadi apa saja yang harus kami lakukan sekarang. " Ucap Naruto kepada resepsionis yang ada di depannya.


"Ah, tu... tuan. Anda hanya perlu mengisi formulir ini dan meletakan tangan anda di tablet ini untuk menentukan Rank anda. " Ucap resepsionis tersebut dengan terbata-bata saat menjelaskan langkah-langkahnya.


Naruto dan kelompoknya yang mendengar hal itu hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa mereka memahami akan ucapan dari resepsionis tadi.


Setelah Naruto dan keempat langsung saja mengisi formulir yang telah di berikan oleh resepsionis tadi, yang ternyata bersisi tentang nama, Job, ras, dan Skill. Tentu saja untuk Skill mereka hanya mencantumkan beberapa dan itu pun jutsu Rank rendah.


Karena bagaimanapun sebagai seorang shinobi mereka harus selalu menyembunyikan apa yang harus di sembunyikan.


Setelah mengisi formulir tersebut Naruto dan keempatnya mengembalikan formulir tadi kepada resepsionis tersebut.


Setelah itu, Naruto dan keempat langsung di uji Rank mereka dengan menempatkan tangan mereka pada batu tablet di hadapan mereka.

__ADS_1


Saat resepsionis menyuruh mereka meletakan tangan mereka pada tablet tersebut. Hinata memutuskan untuk melakukannya terlebih dahulu dan menghasilkan cahaya yang cukup terang dan menghasilkan sebuah tulisan huruf S pada tablet tersebut.


Hal tersebut tentu membuat beberapa orang yang ada di sana di buat kaget akan Rank milik Hinata. Karena menurut mereka sebelumnya pasti Rank milik Hinata sangat lah rendah untuk pemula. Tapi ternyata Rank milik Hinata sangat tinggi untuk pemula.


Setelah Hinata menguji Rank nya, Ino memutuskan untuk selanjutnya dan menghasilkan hal yang sama seperti halnya Hinata.


Setelah Ini menguji Rank nya, Karin langsung maju kedepan untuk juga menguji Rank nya dan tentunya menghasilkan hasil yang sama seperti halnya Hinata dan Ino.


Dan setelah itu Kaguya memutuskan untuk maju setelah Karin selesai menguji Rank nya dan tentunya hasilnya sama seperti halnya Hinata, Ino, dan Karin.


Saat ini hampir seluruh ruangan di buat terdiam akan Rank gadis-gadis tersebut yang menurut mereka sebelumnya pastilah rendah. Tapi kenyataanya adalah mereka memiliki Rank tinggi. Terlebih lagi keempatnya adalah Rank S dan itu di saat yang bersamaan.


Saat ini banyak dari mereka yang ada di sana di buat berpikir seberapa kuat pria yang mendampingi gadis-gadis itu atau Naruto nantinya. Mereka benar-benar di buat penasaran. Begitupun kelompok orang yang sebelumnya mencari masalah kepada Naruto dan kelompoknya. Mereka benar-benar di buat ketakutan dan menyesal telah mencari masalah dengan kelompok tersebut.


Terlebih lagi di dalam kelompok mereka bahkan tidak ada yang berada di Rank S sama sekali. Mereka benar-benar lemas saat ini.


Setelah melihat Hinata dan ketiga nya selesai. Naruto memutuskan untuk maju dan menguji Rank nya.


Setelah Naruto meletakan tanya terjadilah hal serupa seperti apa yang terjadi dengan saat Hinata dan ketiga menguji Rank mereka, yaitu keluarnya cahaya yang cukup terang dan tak lama kemudian cahaya tersebut meredup dan memperlihatkan sebuah tulisan yang tertulis S+ yang mana berarti Rank milik Naruto adalah S+.


Setelah melihat Rank milik Naruto, sekali lagi orang-orang yang ada di sana di buat terdiam karena kaget melihat hal tersebut. Walaupun sebelumnya mereka sudah menebak pastinya lebih tinggi dari keempat gadis yang mereka lihat. Tapi tetap saja itu mengagetkan bagi pemula.


Walaupun Rank S+ cukup banyak di dunia ini bahkan di kota itu ada cukup banyak. Tapi tetap saja cukup mengagetkan mereka yang melihatnya.


Setelah selesai menguji Rank dan sebagainya, Naruto dan kelompoknya mendapatkan kartu identitas mereka sebagai petualang dan itu membuat mereka tidak perlu lalu repot saat masuk dan keluar kota atau desa nantinya.


Setelah semua urusan selesai, Naruto dan party Akatsuki memutuskan untuk mengambil beberapa misi untuk mereka lakukan nantinya.


Maka dari itu mereka langsung mencari beberapa misi yang menurut mereka menarik untuk di lakukan dan setelah selesai mencari, mereka menemukan beberapa yang menurut mereka menarik untuk di lakukan.


Setelah itu mereka langsung mengajukan nya kepada resepsionis untuk di sahkan sebelum mereka menjalankannya. Misi-misi tersebut di antara lain adalah membunuh beberapa moster dari beberapa Rank dan mencari tanaman obat dari biasa dan langka. Terhitung misi yang mereka ambil terdapat lima misi dan itu membuat mereka tertarik untuk melakukannya.


Faktor pendukung lainnya dari mereka memilih misi-misi tersebut adalah karena mereka harus memasuki hutan kegelapan dan itu sesuai dengan rencana yang Naruto katakan sebelumnya.


Setelah misi-misi tersebut di sahkan oleh resepsionis. Naruto dan party nya langsung bergerak menuju hutan kegelapan untuk menjalankan misi mereka dan mungkin menjalankan rencana mereka.


"Kalau begitu terima kasih nona, kami pergi dulu. " Ucap Naruto kepada resepsionis tersebut sebelum pergi.


"Sama-sama Naruto-san, dan anda bisa panggil saya Elis. " Ucap resepsionis tersebut yang menyebalkan namanya yang bernama Elis sambil tersenyum.


" Oh tentu Elis-san, dan kau bisa memanggilku Naruto saja dan tak perlu terlalu formal itu terlalu ribet untukku. " Ucap Naruto kepada Elis dan membalas senyumnya.


Sedangkan Elis yang melihat senyum Naruto di buat merona melihatnya. Hal tersebut tentunya tidak luput dari pandangan Hinata dan ketiga Kunoichi yang ada di sana. Dan tentunya itu membuat mereka mengerutkan keningnya dengan emosi cemburu.


"Dan begitupun, kamu tidak perlu terlalu formal cukup panggil aku senang Elis. " Ucap Elis dengan rona di pipinya.


"Oh tentu Elis-chan, kalau begitu aku pergi dulu Elis-chan. " Ucap Naruto sebelum menghilang dengan jutsu shunshinnya.

__ADS_1


Elis yang mendengar panggilan dari Naruto di buat terdiam dan sedikit merona di pipinya karena malu dan sedikit senang.


Berbeda halnya dengan Hinata yang notabennya adalah tunangan Naruto dan Ino, Karin, dan Kaguya yang notabennya naksir Naruto di buat cemburu dan merasa ingin mencabik-cabik Naruto dan Elis. Hingga mereka memutuskan untuk menghilang dan mengejar Naruto menggunakan shunshin mereka masing-masing.


Sedangkan orang-orang yang ada di sana yang melihat Naruto dan party tiba-tiba menghilang di buat kaget dan mereka langsung berasumsi bahwa mereka adalah party assasin karena kecepatan mereka.


Tak berselang lama setelah pergi dari guild petualang, Naruto dan party langsung muncul di gerbang kota sebelumnya saat pertama kali ia memasuki kota.


Wuuuuuuuussssssss


Setibanya Naruto di gerbang kota, Naruto dan party langsung di sambut dengan orang-orang yang merasa kaget akan kemunculan Naruto dan party nya.


Bagaimana mereka tidak kaget, jika tiba-tiba ada orang yang muncul secara mendadak di dekat mereka.


Naruto yang melihat hal tersebut sedikit merasa bersalah dan meminta maaf kepada mereka akan hak tersebut.


"Ah maaf maaf, jika kami mengagetkan kalian. " Ucap Naruto meminta maaf kepada orang-orang yang ada di sana sambil sedikit membukukan kepalanya.


"Ah sudah lah nak, tidak apa apa dan tolong jangan lakukan hal itu lagi. " Ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang cukup tua.


"Sekali lagi kami minta maaf semuanya. " Ucap Naruto sambil sedikit menundukan kepalanya dan di ikuti Hinata dan yang lainnya.


"Ya ya tak apa nak, Oh bukanya kau orang yang kemarin kehilangan identitas. " Ucap penjaga gerbang lagi kepada Naruto yang ternyata itu adalah orang yang sama dengan orang yang meriksa Naruto saat memasuki kota untuk pertama kalinya.


"Ah itu benar tuan. " Ucap Naruto menjawab pertanyaan pria itu tadi.


"Jadi saat ini kau ingin pergi Kemana. " Ucap pria tadi bertanya kepada Naruto.


"Oh kami ingin pergi menjalankan misi ke hutan kegelapan. " Ucap Naruto menjawab.


"Oh, apakah kau sudah kembali membuat identitasmu. " Ucap pria tadi lagi.


"Oh tentu tuan, liat ini kartu identitas saya. " Ucap Naruto sambil menundukan kartu petualangnya.


Penjaga gerbang tersebut yang melihat kartu identitas langsung mengambilnya dan memeriksanya.


Setelah di memeriksa kartu tersebut, penjaga gerbang tersebut di buat tidak percaya akan Rank milik Naruto. Karena sebelumnya ia tidak mengira bahwa Naruto memiliki kekuatan yang cukup kuat di dalam dirinya.


Tapi sekarang ia harus mengakui bahwa Naruto memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk bergerak bebas kemanapun ia mau.


Setelah memeriksanya penjaga tersebut langsung mengembalikan identitas tersebut kepada Naruto.


"Baiklah ini kartun, tapi bila kau ingin keluar bersama mereka. Mereka juga harus menunjukkan identitas mereka juga. " Ucap penjaga tersebut sambil menyerahkan identitas Naruto kembali.


Naruto, Hinata dan yang lain hanya mengangguk dan langsung menyerahkan identitas mereka satu persatu.


Setelah selesai memeriksa party Akatsuki, penjaga tersebut langsung memperbolehkan mereka lewat dengan bebas. Walaupun ia masih merasa tidak percaya bahwa orang-orang yang ada di depannya memiliki kekuatan yang cukup kuat dan dalam satu party yang sama, juga terlihat misterius.

__ADS_1


__ADS_2