
******
Diapartemen nara
Dimalam hari bintang yang menghiasi langit hanya terlihat sedikit dan sebagiannya menyembunyikan diri
"Kamu tinggal disini dulu" ujar nara
"Tapi,ini beneran karena salsa?" ucap vani memastikan
"Iya" jawab nara lembut
"Kamu tidurlah,pulihkan dirimu untuk besok" ujar nara
"Eh-,iya kak" kata vani tersadar dari lamunannya lantas menuju kamar
"Ikut aku" nara berjalan kesatu ruangan yang dikelilingi oleh tembok
"Untuk apa kau membawa ku kesi-"
"Lihat ini" nara memotong ucapan shaka dan memperlihatkan video yang dilaptop miliknya
"Salsa?" tanya shaka
Divideo itu terlihat seorang gadis didepan cafe berbicara dengan seorang pria dan gadis itu membentak sang pria karena tidak mau membelikan seblak.
BERCHANDYAAA BERCHANDYAAA
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya shaka yang masih fokus melihat laptop
"Mereka merencanakan sesuatu,lihat gerak-gerik mereka" ucap nara bersedekap dada
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya shaka melihat nara mengotak-atik laptop itu
Nara menoleh kearah shaka lantas kembali fokus kepada laptopnya dengan senyum smirk menghiasi wajahnya
"Nanti kau akan tau" ujar nara fokus mengotak-atik laptopnya
"Lebih baik kau tidur" ucap nara dingin membuat suasana diruangan itu sedikit mencekam
Shaka meneguk salivanya susah
"Jadi gini rasanya kalo dengar orang dengan nada dingin" batin shaka
"Kau dengar aku?" tanya nara datar melihat kearah shaka membuat shaka tersadar dari pikirannya
"Dimana kamar ku?" tanya shaka balik
"Sebelah vani" jawab nara singkat kembali fokus kepada laptop
"Kau..?"
"Disini" jawab nara
"Baiklah,aku pergi dulu" pamit shaka pergi menuju kamarnya
"Huftt"
"Aku suka permainan mu" ucap nara smirk
******
Dipagi hari yang amat cerah telah terlihat perempuan berbaju putih dengan punggung yang berlubang dan dihiasi oleh darah
BERCHANDYAA BERCHANDYAAA
"Vani dimana?" tanya shaka melihat nara yang sedang memasak
__ADS_1
"Ditaman belakang" jawab nara singkat
"Kau masak apa" ujar shaka berdiri disamping nara
Semenjak kejadian dihari vani dan salsa bertengkar,shaka tidak berani menyentuh nara sedikit pun bahkan berbicara saja hanya mengenai hal-hal yang penting.
"Nara" panggil shaka yang mendapat deheman dari nara
"Kenapa kau berubah?" tanya shaka membuat nara menghentikan aktivitasnya
"Aku tidak berubah,kau saja yang tidak mengerti" ujar nara tersenyum kearah shaka lantas kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu gepet canda,alias memasak
"Otak ku yang lemah atau emang aku yang tidak paham?" pikir shaka
Btw itu hampir sama ya mas
"Sudah jangan dipikirkan,ayo makan" ucap nara berjalan dengan makanan yang ada ditangannya lantas menaruhnya kemeja.
"Aku akan memanggil vani,kau makan lah terlebih dahulu" nara berjalan meninggalkan shaka yang hanya berdiam diri ditempatnya
"Haisss,ini sebenarnya kenapaaa" ucap shaka menarik rambutnya frustasi
"Dahlah,mending makan" ucapnya pelan menuju kemeja makan lantas memakan makanan yang dimeja
Disisi lain
"Vani,ayo makan" ucap nara melihat vani duduk dikursi memandang bunga mawar berwarna hitam yang menghiasi tanah
"Vani?"
"Eh,i-iya kak" ucap vani tersadar dari lamunannya
"Ayo kita makan"
"Iya" vani berdiri lantas berjalan mengikuti nara
******
"Mm..,ayo kak,aku juga udah lama gak kepantai" ucap vani menerima ajakan nara
"Ya sudah,nanti sekitar jam 1 siang kita kesana" ucap nara tersenyum kearah vani dan dibalas oleh vani
"Oke"
"Kalian tidak membawa ku?" tanya shaka yang menyimak pembicaraan keduanya
"Emangnya kau diajak?" nara tersenyum miring sambil bersedekap dada membuat shaka mengerucutkan bibirnya.
Nara yang melihat shaka tertawa akan tingkah shaka yang terlihat kekanak-kanakan
"Aku hanya bercanda" ujar nara
"Jadi,aku boleh ikut" tanya shaka berbinar
"Tidak" ucap nara melihat makanannya lantas melihat shaka yang kembali mengerucutkan bibirnya.
"Tidak boleh kalo kau tidak ikut" ucap nara terkekeh pelan
"Yes" shaka tersenyum lebar mendengar penjelasan nara
******
Pukul 13:16
"Vani,nara,ayo pergi" ujar shaka senang
"Mas shaka,kenapa ya kak" pertanyaan yang dilontarkan oleh vani berhasil membuat nara tertawa
__ADS_1
"Dia kurang minum obat" jawab nara singkat berjalan menuju shaka yang didekat mobil
"Kurang minum obat?,emang mas shaka sakit apa ya?" gumam vani melihat shaka dan nara yang sedang berbincang
"Vani,ayo" panggil nara
"Eh,IYA KAKK" jawab vani sedikit berteriak
"Nanti aku tanya mas shaka aja deh" ucap vani pelan berjalan menuju keduanya
******
Pantai
"Pantainya udah diupdate" ucap vani melihat pantai yang amat indah itu
"Ayo" nara dan shaka berjalan kemasuk kepantai
"Kak nara,mas shaka,tunggu" ujar vani berlari mengejar keduanya
"Aku kesana dulu" ujar nara menuju tempat penjual kepala muda alias kelapa muda
"Aku ingin nganti baju,kau tunggu lah disini" ujar shaka mengambil baju ditas lantas menuju tempat nganti baju.entah apa namanya author tidak tau
"Lohh,kok aku ditinggal sih" ujar vani sedikit kesal
"Aku dateng kak nara aja deh" ucapnya berjalan menuju kearah nara yang jaraknya sedikit jauh dari dirinya
"Ck,kalo jalan pake kaki dong jangan pake mata" ucap vani kesal ketika ada orang yang sengaja menabraknya
"Kamu tidak apa-apa" tanya orang itu
"Lo gak liat tangan gue luka tau" ucap vani kesal
Benar,siku gadis itu sedikit lecet akibat tergores dengan pasir dipantai itu
"Aku minta maaf" ucap orang itu
"Liat nih" vani memperlihatkan sikunya yang terluka lantas melihat kearah orang itu
DAMN
Betapa terkejutnya vani ketika melihat orang yang bertabrakan dengannya
"Farrel?" ucap vani pelan dan mendapat senyuman dari laki-laki itu
"Apa kabar vani,maaf karena membuatmu terjatuh" ucap laki-laki yang bernama farrel itu
"Gapapa,lain kali lo kalo jalan liat liat ya" ucap vani tersenyum
"Apa sakit?" tanya farrel
"Udah tau sakit,masih aja nanya" batin vani
"Gak kok" ucap vani dengan senyum terpaksa
"Vani?" panggil nara
"Eh kak,kakak udah selesai belinya?" ujar vani melihat kearah nara yang berdiri tepat ditengah tengah dirinya dan farrel
"Ini siapa?" tanya nara dingin melihat kearah farrel
"In-"
"Perkenalkan aku farrel" ucap farrel memperkenalkan diri menjulurkan tangan kearah nara
"Tcih,dasar buaya" batin vani memutar bola matanya malas akan tingkah buaya farrel
__ADS_1
"Ayo pergi" ucap nara menarik tangan vani meninggalkan farrel
"Sampai mana kau bisa menghindar dari ku,cantik" gumam farrel melihat nara dengan senyum miring