
"Omaa" panggil ibu shaka berlari masuk kedalam rumah
"Ada apa?" tanya omamelihat mata ibu shaka sembab
"Maafkan linda oma.." ucap ibu shaka sesengukkan
"Maafkan linda yang tidak becus menjaga vani.." ucapnya lagi membuat oma nai bingung
"Sebenarnya ada apa kinan?" tanya oma nai kepada seorang perempuan yang sedang berjalan kearah mereka
"Ada kucing yang diberi ikan tetapi memilih tulang" ucapnya lantas pergi menuju tangga
"Siapa maksudmu kinan?" tanya oma mengerti akan ucapan kinan
Kinan berbalik menatap kearah ibu shaka
"Tanya saja pada kakak,yang terlalu memanjakan dirinya" ujarnya lantas berjalanmenuju kamarnya
"Ada apa dengan vani,linda?" tanya oma mengetahui bahwa vani lah yang sering dimanja-manjakan oleh linda
"Vani,ikutan balap liar oma.."
DAMN
Bagaikan ditusuk oleh seribu jarum oma nai meneteskan air mata kali pertamanya didepan keluarganya
"Ba-balap liar?" tanya oma
"lya oma.." ibu shaka memeluk oma yang mematung tak percaya
"Kau pasti bohong linda" oma nai melepaskan pelukan kasar lantas berjalan menuju kamarnya membuat ibu shaka terdiam melihat kearah dirinya
"Oma.." gumam ibu shaka pelan
"Tenang lah,oma hanya membutuhkan waktu untuk sendiri" timpal seseorang dari arah pintu membuat ibu shaka menoleh kearahnya
"Tapi.." ucap ibu shaka pelan karena melihat sang suami berjalan kearahnya
Ayah shaka memeluk ibu shaka yang mulai meneteskan air mata lantas mengusap lembut kepalanya
"Oma butuh waktu,sayang" ucap ayah shaka
"Tapi,apakah oma akan mengerti"
"Pasti,pasti oma akan mengerti,oma lah orang pertama yang selalu menyelesaikan masalah jika mengenai keluarga kita"
******
Didalam mobil
"Sudah salsa,jangan bersedih hati" ucap nara mengusap punggung salsa
"Tapi ini semua salah salsa kak.." ucap salsa sesengukkan
"Sebentar ya sal,kakak angkat telepon dulu" ujar nara mengambil benda pipih ditasnya sang sedang berdering
"Kak shaka?" gumamnya pelan
[Hal-]
"Assalaamu 'alaikum" potong nara membuat shaka terkekeh pelan
[Wa'alaikumus salam] jawab shaka
"Ada apa kak?" tanya nara sambil terus mengusap punggung salsa
[Ayo pulang]
"Kakak diparkiran ya?,aku sama salsa kesana ya sekarang" ujar nara hendak mematikan telepon
[Aku di depan kalian sayang] ucap shaka membunyikan klakson mobilnya
"Kenapa dibawa kesini kak?" nara melihat kearah mobil itu yang dimana terlihat shaka sedang memegang handphone dan melihanya dari jendela mobil
__ADS_1
[Biar kamu gak cape jalan,sayang] ucapnya melihat kearah nara sambil tersenyum
"Udah ya,aku matiin" ujar nara mematikan telepon sepihak
"Salsa,kita pulang sekarang ya" ujar nara berdiri,menunduk melihat kearah salsa yang dibalas anggukkan pelan olehnya
"Kak,entar kalo ada yang jual martabak tolong berhenti dulu ya kak" ujar nara naik kedalam mobil yang dianggukki oleh shaka
"Salsa?" tanya shaka singkat
"Tidak kak,salsa tidak mau apa-apa" jawabnya sesengukkan
"Vani bagaimana kak?" tanya nara
"Dia hanya butuh waktu untuk sendiri" ucap shaka fokus kejalan
"Lalu..."
"Bagaimana dengan oma" tanya nara pelan
"Nanti,kita lihat dirumah" ucap shaka singkat
******
Dirumah sakit
"ARGHHHH!!" geram vani memegang kepala lantas menarik rambutnya sendiri
"Kenapa sal,KENAPAAA" vani turun dari ranjang pasein lantas menendang dinding
"ARGHHH,BANGS*D" teriak vani benci mengingat wajah salsa
"GUE JADI DIBENCI KARNA LO SAL" vani menendang dinding lalu terduduk lemas dilantai
"Gue jadi dibenci karna lo sal.." ucapnya menangis
"Kenapa?,kenapa harus lo?"
"Gue sayang sama elo sal,tapi rasa benci gue ngalahin rasa sayang gue ke elo" ucapnya memegang kedua lututnya lantas menenggelamkan kepalanya disana
"ARGHH,KENAPA HARUS ELO SI ANJ*NG" teriaknya meninju dinding membuat darah segar keluar dari sana
"Gue cape sal,gue cape"
"Gue cape harus ngalah terus dari lo,gue juga pengen ngerasain kebahagiaan" ucapnya terisak lantas pingsan dilantai
******
Dirumah oma nai
"Assalaamu 'alaikum" ucap nara masuk kedalam rumah
"Wa'alaikumus salam" jawab semua orang pelan seperti tidak makan dalam sebulan
"Oma..,gimana?" tanya nara ragu
"Oma didalam kamarnya" jawab salah satu perempuan yang sedang duduk disofa
"Oma..,sudah tau?" tanya nara lagi
"Ya" setelah mendengar jawaban dari perempuan itu nara lantas berlari menuju kamar oma nai
"Oma" panghil nara mengetuk pintu kamar oma nai
Hening.
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar oma nai membuat nara khawatir
"Kak shaka" teriak nara menuju ruang tamu membuat semua orang yang berada disana mengerutkan keningnya bertanya-tanya ada apa
"Sini kak" nara menarik tangan shaka menuju kamar oma nai
"Kenapa kesini?" tanya shaka datar
__ADS_1
"Dobrak" jawab nara dingin membuat shaka sedikit terkejut akan sikap nara berubah
"Ada oma didalam" ucap shaka melihat kearah pintu kamar oma
"Dobrak saja" jawab nara mempertahakan nada dingin khas miliknya yang sekarang hanya didengar oleh shaka sedangkan yang lainnya masih diruang tamu.
"Hm" shaka mendobrak pintu itu tetapi tidak bisa lalu ia mencoba lagi
"What?,mengapa pintu ini keras?" tanyanya dalam hati
"Ayo" ucap nara membuat shaka menoleh kearahnya
"Dobrak" ucap nara dingin membuat shaka yang paham sedikit merinding tapi rasa itu ia tepis
DUBRAKK (anggap ae suara bensin,yakali, suara pintu maksudnya)
"Dimana oma?" tanya shaka pelan melihat ruangan itu kosong tidak ada satu orang pun
"Cari" nara dan shaka mencari keberadaan oma nai tapi nihil tidak ada siapa pun didalam kamar itu
"Sebaiknya jangan memberitahu mereka dulu" ujar nara yang tidak mau membuat mereka bertambah shock,tapi shock sedikit gak ngaruh si wir,yakali ngaruh lah
"Ini.." gumam nara pelan melihat kain diarah jendela lalu menariknya dan ternyata kain itu disatukan
"Lihat ini" ujar nara kepada shaka memperlihatkan kain panjang itu
"Untuk apa?" tanya shaka
"Apa mungkin.." kemana kah oma jika dia lari dari sini?pikir nara
Nara berlari dari ruangan itu membuat shaka bingung menatapnya lantas mengejar dirinya
'Rumah sakit' hanya itu yang ada dikepala nara sekarang
"Tunggu,ada apa?" tanya shaka yang berhasil mencekal tangan nara
"Ikuti aku" ucap nara dingin menghempaskan tangan shaka kasar yang berhasil membuat tangan shaka yang mencekalnya terlepas
"Kenapa dia?,sebenarnya ada apa?" tanya shaka bingung lantas berjalan mengikuti nara
******
Dirumah sakit
BRAKK
Nara menendang pintu ruangan rumah sakit itu membuat para perawat yang lewat disitu terkejut
"Mohon maaf kak,ini fasilitas rumah sakit tolong jangan dirusak sesuka hati ya kak" ucap satu perawat memberanikan diri dan mendapat abaian dari nara
"Oma,vani?" ucap shaka masuk kedalam ruangan itu yang terlihat oma nai dan vani sedang berpelukan
"Na-nara?,shaka?" oma nai melepaskan pelukan lantas menyembunyikan vani dibelakangnya
"Dari mana kalian tau kalau oma ada disini?" tanya oma nai melihat kearah keduanya secara bergantian
"Nara oma" ucap shaka
"Nara?" oma melihat kearah nara yang diangguki oleh nara
Masalah yang pertama sudah diselesaikan tapi pertanyaannya mengapa oma keluar dari jendela kamar menggunakan kain?dan kenapa tidak dari pintu depan? pikir nara
"Vani" panggil nara melihat vani bersembunyi dibelakang oma nai
Nara yang melihat vani hanya diam menunduk berjalan kearah vani membuat oma nai menyembunyikannya
"Aku hanya ingin bicara dengannya oma" ucap nara yang berhasil membuat oma berjalan sedikit ke samping
"Maafkan aku,karna aku meninggalkan mu tadi" ucap nara memeluk vani
"Iya kak" jawabnya membalas pelukan nara
Oma nai tersenyum melihat kedekatan kedunya lantas memeluk keduanya
__ADS_1
"Akurlah seperti ini terus" ujar oma nai
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya shaka pelan bingung dengan semua yang terjadi