
"Mengapa ayah dan bunda tidak memberitahu ku bahwa aku akan dijodohkan?" Ucap nara melihat langit yang sedang mendung
"Mungkin saja ayah dan bunda ingin yang terbaik untuk ku" Ucap nara berpikir positif sambil terus melihat langit
"Tenanglah,aku tidak akan memakan mu" Ujar laki-laki dengan suara yang serak
Ya itu adalah adrian
Nara menoleh kearah adrian yang sedang berjalan menuju kearah nya
"Mengapa kamu menerima nya?" tanya nara kembali melihat langit yang mendung
Adrian tersenyum simpul kearah nara sebelum beralih melihat langit
"Sebelum kau melihat ku aku sudah lebih dulu mengenal mu Nara arshellia aurora" ujar adrian yang berhasil membuat nara melihat kearah nya
"Apa maksud mu?" tanya nara bingung
Adrian menoleh melihat nara yang kebingungan lalu tersenyum sebelum meninggalkan nara
Wajah nara memerah melihat adrian pertama kali tersenyum ke pada nya
"Dia?Tersenyum?" batin nara
Sementara itu diruang tamu yang dimana para orang tua tengah membicarakan perjodohan nara dan adrian
Adrian yang sedang turun dari balkon menuju ruang tamu di panggil oleh sang ibu
"Adrian kemari lah" panggil sang ibu
Adrian berjalan menuju sang ibu yang duduk di sofa bersama calon mertua.
Adrian menaikkan sebelah alis nya
"Pernikahan kalian akan dilakukan 3 hari lagi" jawab sang ayah yang melihat adrian menaikkan sebelah alis nya
Adrian berdehem tanda dia menyetujui nya
"Baju pernikahan kalian sudah bunda pesan" Ujar ibu nara sambil tersenyum kearah adrian yang berhasil membuat adrian melihat kearah nya
Adrian tersenyum kearah ibu nara yang membuat wajah tampan nya menjadi sangat tampan
"Baik jadi kita anggap mereka berdua sudah menyetujui perjodohan ini,kami pamit permisi" pamit ayah adrian yang diangguki oleh ayah nara
Setelah pulang nya adrian dan orang tua nya nara masih menatap langit dengan tatapan yang sendu sambil sesekali membicara kepada langit
"Nak,bunda masuk nya" izin sang ibu masuk kekamar nara
Ibu nara melihat nara menatap langit yang mendung seakan akan sudah ingin hujan
"Nak" panggil sang ibu menepuk pundak nara
Nara menoleh menatap sang ibu yang tersenyum kepada nya
Nara menghamburkan pelukan nya kepada sang ibu yang membuat ibu hampir terjatuh tetapi berhasil menjaga keseimbangan nya,seketika air mata nara yang ia tahan terjatuh dipelukan sang ibu
"Ada apa sayang" tanya sang ibu lembut sambil mengusap punggung nara
"Bunda siapa lelaki itu,mengapa kami dijodohkan.." lirih nara yang masih setia dipelukan sang ibu
Ibu nara menatap nara sendu,ia mengusap punggung nara lembut sambil melihat keatas langit yang dimana masih ada satu bintang yang terang
"Sayang apakah kamu melihat bintang itu" ucap ibu nara sambil melihat kearah satu bintang
Nara melerai pelukan nya dan beralih melihat bintang yang ditunjukkan oleh sang ibu
"Kamu lihat bintang itu nak,dia sendiri tapi bisa menerangkan sebagian kegelapan,dia sendiri tapi bisa membuat langit yang mendung menjadi indah dengan diri nya seorang" potong ibu nara sebelum melanjutkan ucapan nya
"Tapi sayang dia menarik perhatian sebagian orang yang melihat dirinya indah,nak seandainya bunda menjadi diri nya maka bunda akan bersembunyi dari mata orang-orang yang mengganggap dirinya indah tapi bunda akan menunjukkan diri untuk orang-orang yang mengasihani bunda karna hanya bunda sendiri yang terlihat"
"Mengapa bunda?" Tanya nara menoleh melihat sang bunda yang setia menatap bintang
"Karna orang-orang yang melihat nya dengan menganggap dirinya indah itu hanya sementara sayang,sedangkan orang-orang yang mengasihani nya belum tentu akan menganggap diri nya indah dengan sendiri nya" ucap ibu nara menoleh kearah nara lantas berpamitan dengan nara sebelum pergi meninggalkan nara
__ADS_1
"Apa aku sholat istikharah aja ya?" ujar nara lantas berjalan menuju tempat tidur
Waktu sudah menunjukkan pukul 01:30 malam yang dimana orang-orang masih melaksanakan tidur nya tetapi sebagian orang juga melaksanakan sholat
Terlihat nara sedang berdoa dengan air mata yang berderai membasahi mukena nya
******
Pukul 08:30 pagi yang dimana makhluk dibumi sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa
Diistana besar keluarga ganendra
Terlihat laki-laki yang memakai jersey basket sedang meminum air
"Shaka sini dulu boys" panggil sang ayah dari halaman belakang yang dimana itu adalah kebun
Shaka berlari kecil menuju halaman belakang
"Ada apa pi?" tanya shaka
"Tolong ambil mobil papi di bengkel shak,sepertinya sudah selesai diperbaiki" ujar sang ayah tanpa melihat shaka
"Kunci?" tanya shaka dengan nada dingin
"meja,kamar" singkat sang ayah dengan nada yang tak kalah dingin
Shaka berjalan kearah tangga yang dimana tujuan nya menuju kamar sang ayah
"eh,shaka ada apa nak?" tanya sang ibu yang melihat shaka di depan pintu yang terbuka
"Ambil kunci mom" jawab shaka dengan nada lembut kepada sang ibu
"Baiklah,Mommy keluar dulu ya shak" ujar sang ibu lantas pergi dari kamar menuju dapur
Setelah mengambil kunci mobil shaka menuju bengkel yang dimana dia tadi memesan taxi sebelum kesana
"Ok mas,sudah diperbaiki" ujar salah satu pekerja bengkel
Shaka berdehem tanda mengiyakan
Dia mengendarai mobil nya menuju pulang kerumah tetapi di jalan ia berhenti karna melihat nenek-nenek yang sudah tua tetapi masih berjualan ditengah panas nya matahari
Dia memberikan uang 25 lembar seratus ribuan kepada nenek-nenek itu
Tanpa ia sadari ada gadis yang melihat nya memberikan uang kepada nenek-nenek itu
Sebelum sampai di rumah ia mampir ditoko kue terlebih dahulu
"Assalammualaikum" sopan shaka masuk kerumahnya
Ya lelaki itu sudah sampai dirumah nya
"Wa'alaikumus salam" Jawab sang ayah dan ibu secara bersamaan yang sedang makan dimeja makan
"Sudah?" tanya sang ayah
"Hm" shaka berdehem membalas ucapan sang ayah
"Shaka ingin kerumah nara" ucap shaka
"Kenapa?" tanya shaka heran karna ibu dan ayah nya sedang melihat kearah dirinya
Tawa ibu dan ayah shaka keluar karna tidak bisa menahan tawa melihat polosnya shaka
"Untuk apa kamu kesana boy" ujar sang ayah yang masih setia menertawakan shaka sampai wajah nya pun sudah memerah
"Mau kesana untuk apa,sedangkan baju kamu saja masih seperti itu shak" ucap sang ibu yang berhasil membuat shaka melihat baju nya
Shaka menepuk keningnya pelan,seketika wajah shaka memerah menahan malu karna dirinya masih mengenakan jersey basket nya yang terkena oli karna tadi ia membantu pekerja bengkel
"Untung saja aku belum kesana" batin shaka
"Ya sudah boy,kamu mandi dulu" ucap sang ayah menghentikan tawa nya
__ADS_1
Shaka berjalan kearah lift menuju kamar nya yang berada di lantai 3
Setelah selesai mengenakan baju nya shaka berpamitan kepada sang ibu dan ayah nya sebelum pergi menuju rumah nara
******
Dirumah nara
Ibu nara yang sedang menyapu halaman depan melihat shaka menggunakan motor sport nya berhenti didepan rumah nara
"Eh nak shaka" ucap ibu nara sambi tersenyum kearah shaka
"Assalaamu 'alaikum" ucap shaka tersenyum beralih menyiumi punggung tangan ibu nara
"Wa'alaikumus salam" jawab ibu nara
"Ayo nak masuk" ajak ibu nara
Shaka tersenyum berjalan menuju sofa khusus untuk tamu tetapi langkah shaka terhenti ketika mencium aroma makanan yang ia sukai
Shaka berjalan menuju dapur,ya mungkin di anggap lancang
Shaka melihat gadis yang memakai gamis dan jilbab berwarna senada yang sedang memasak
Shaka yakin bahwa itu adalah nara
Ia memeluk gadis itu dari belakang yang membuat gadis itu terkejut
"Si-siapa kamu" tanya gadis itu ketakutan
Shaka tersenyum dan menyimpan dagu nya dipundak gadis itu
"Lepaskan" ujar gadis itu mencoba melepaskan tangan shaka yang melingkari perut nya tapi nihil tenaga nya tidak sekuat tenaga shaka
"Diam lah,aku hanya ingin memeluk mu bukan kan kita akan menikah 2 hari lagi hm?" ujar shaka dengan suara yang serak membuat tubuh gadis itu merinding
"A-Adrian?" ujar gadis itu lantas berbalik tetapi shaka tidak melepas tangan nya hanya saja melonggarkan nya
"Ada apa sayang hm?" tanya shaka melihat wajah nara yang sangat cantik
"Lepaskan kita belum menikah" ucap nara pelan
Ya gadis itu adalah nara yang sedang memasak udang yaitu makanan kesukaan shaka
Shaka mengeratkan pelukan nya yg berhasil membuat nara sedikit terangkat dan jarak mereka hanya 1 cm sekarang ya.. Bisa di bilang begitu
"Kenapa emang nya hm?" tanya shaka melihat nara
"Ti-tidak boleh,kita masih bukan muhrim" ujar nara berusaha melepaskan pelukan shaka
Suara barang yang jatuh berhasil membuat nara dan shaka menoleh kearah sana yang dimana ibu nara memjatuhkan sapu terkejut melihat nara dan shaka
"Astaghfirullah al adzim" ucap ibu nara beristighfar
"Kalian ngapain nak ya allah" ujar ibu nara pelan yang membuat shaka melepaskan pelukan nya
"Ini bukan seperti yang bunda pikirkan bun" ujar nara berjalan menuju sang ibu
"Pernikahan kalian akan dipercepat" ujar ibu nara lantas pergi kearah tangga menuju kamarnya
Nara membalikkan badan nya menoleh menatap shaka
"Maafkan aku" ujar shaka tulus melihat nara
"Tidak,ini juga kesalahan ku" ujar nara tersenyum kearah shaka
"Mengapa ada wanita selembut dan sebaik diri mu nara?" batin shaka
"Kau ingin makan?" tawar nara yang melihat shaka melamun menatap nya
"Tidak terimakasih,ini untuk mu" shaka memberikan kue yang ia beli tadi
"Terimakasih" ujar nara lantas mengambil nya sembari tersenyum
__ADS_1
"Aku pamit dulu permisi" pamit shaka lantas pergi
Tanpa nara sadari ia tersenyum melihat punggung shaka yang hampir sudah tak terlihat