Naven

Naven
Bab 4.Malam pertama gagal


__ADS_3

"Sini kamuu" pekik ibu shaka yang mengejar sang suami sambil mengepalkan tangan kearah nya


"Bercandaa doang honeyy astagaaa" jawab ayah shaka


"Mom?"


Ibu shaka dan ayah shaka pun menoleh melihat kearah tangga yang dimana disitu sudah ada nara


"E.. Sayang kenapa kamu belum tidur?" ujar ibu shaka nyengir


"Gimana bisa tidur" ujar ayah shaka yang membuat sang istri menoleh kearah nya sambil memberikan tatapan tajam


"Bercyandyaa bercyandyaa" ujar ayah shaka lantas pergi dari situ menghindari amukan sang istri


"Awas kamu ya" ujar ibu shaka pelan


"Mommy gomong sesuatu?"


"E.. Enggak sayang,kamu tidur lagi gih" ujar ibu shaka lantas mendorong nara pelan kearah kamar


Didalam kamar tersebut memperlihatkan seseorang yang sedang menunggu sang istri ya yang dimana itu adalah shaka


"Huftt gagal" ujar shaka pelan menatap langit-langit kamar nya


Flashback on


"Shaka.. lain kali aja ya" ucap nara memohon ketika shaka meminta hak nya


"Kapan?" tanya shaka yang masih setia memeluk nara dari belakang


"Kapan-kapan" ujar nara nyengir yang berhasil membuat shaka berdecak kesal


Nara membalikkan badannya yang dimana membuat mereka sekarang saling berhadapan


"Aku belum siap,lain kali aja ya" ujar nara mengusap lembut pipi shaka


Shaka melepaskan pelukan nya lantas duduk ditepi ranjang


Nara yang melihat shaka pun tersenyum lantas keluar karna mendengar suara gaduh


Flashback off


Shaka melihat kearah pintu yang dimana nara sudah berdiri disana


"Ngapain?" tanya shaka melihat nara lantas mengubah posisinya menjadi duduk ditepi ranjang


"Gak ngapa-ngapain" ujar nara berjalan kearah ranjang lantas duduk disamping shaka


"Masih marah?"tanya nara melihat kearah shaka


Bukannya menjawab pertanyaan nara shaka tiba-tiba memeluk nara lantas mengecup area wajah nara tetapi belum sampai bibir nara


"Boleh?" tanya shaka


Nara mengangguk tanda mengiyakan


"Tidur" ujar shaka


Mereka merebahkan diri lelah karna seharian ini mereka sibuk membalas sapaan para tamu.Ya tau lah..


"Huftt"

__ADS_1


"Kenapa?" shaka menoleh kearah nara yang sedang melihat langit-langit kamar


"Tidak,aku hanya rindu bunda dan ayah" ujar nara sedih


"Besok kita kesana" ujar shaka lantas memeluk nara


"Tidurlah" ujar shaka


******


Di dimensi lain canda


Bercyandyaa bercyandyaa jadi keikutan ibu shaka


Dirumah nara


"Yah,apa kita tidak bisa memberitahu nara sekarang?"


"Ini bukan waktu yang tepat"


"Tetapi nara sudah menikah yah"


"Aku tau,tapi aku harus menyelidiki sesuatu terlebih dahulu sebelum memberitahu nara"


"Dia pasti akan mengerti"


"Sudah,lebih baik kamu tidur aku akan keruangan kerja ku"


"Kamu selalu seperti ini"


Suara barang yang terjatuh pun menghentikan kericuhan mereka yang membuat mereka terdiam


"Sudah,kamu tidurlah" ujar orang itu lantas pergi


"Ck,sudahlah" ujar orang itu lantas pergi menuju salah satu ruangan


******


Di rumah ganendra


Nara terbangun melihat wajah sang suami yang sedang tidur nyenyak sambil memeluk dirinya,mereka berdua tertidur sehabis mengerjakan sholat subuh dan membaca Al-qur'an


"Tampan" batin nara melihat wajah sang suami


"Kenapa hm?" ucap shaka terbangun


"E.. tidak,a-aku mau mandi" ujar nara hendak pergi tetapi tangan nya dipegang oleh shaka


"Shaka.." ujar nara dengan wajah memelas


"Iya sayang hm?" balas shaka sambil menarik nara pelan kepangkuan nya


"Aku mau mandi" ujar nara pelan


"Bareng"


"Gak- ,Shakaa" ucapan nara terpotong ketika shaka tiba-tiba mengendong nya


"Bercanda sayang" shaka menurun nara didepan pintu kamar mandi sambil tersenyum


"Mandi sana sayang,mau bareng?" tanya shaka yang melihat nara terdiam

__ADS_1


"Eugh enggak" ucap nara lantas menutup pintu kamar mandi


Semua makhluk dibumi sudah kembali melakukan aktivitas nya masing-masing seperti biasa


"Sayang ayo" ujar shaka berjalan kearah nara yang sedang menyiram tanaman


"Kemana?" tanya nara menoleh melihat kearah shaka


"Kerumah kamu"


"Oh iya lupa,ayo"


"Kenapa?" tanya nara kepada shaka yang melihat nya dengan menaikkan sebelah alis nya


"Baju kamu" ujar shaka


"eh iya,bentar ya mau ganti baju" ucap nara lantas pergi kedalam rumah menuju kamar nya


******


Dirumah nara


"Assalammualaikum" sapa nara sopan


"Wa'alaikumus salam" jawab ibu nara berjalan membukakan pintu


"Nara" ujar ibu nara lantas memeluk nara


"Gimana nak,apa lagi diproses ya?" pertanyaan yang dilontarkan ibu nara pun berhasil membuat nara bingung


"Apa nya bun?" tanya nara balik


"Debay nak"


"Ohh,belum bun nara gak berani" ujar nara jujur


"Terlalu jujur" batin shaka yang menyimak interaksi kedua nya


"Yasudah nak gak papa,besok ya buat nya" ucap ibu nara


"Gamau ah bun,sakit tau nanti" ucap nadar bergelidik ngeriii


"Yaudah gk papa,ayo masuk"


"Mau makan apa" tanya ibu nara kepada shaka dan nara yang duduk disofa


"Gak usah repot-repot bun" ujar nara


"Itu mah kamu ra,bunda tanya shaka" ujar ibu nara yang berhasil membuat nara mengerecutkan bibir nya


"Gak usah kaya gitu ra,gak bagus" ujar ibu nara melihat nara yang berhasil membuat nara bertambah kesal


"Bundaaa"


"Iya nak,bunda cuma bercanda kok"ujar ibu nara nyengir sambil mengangkat satu tangan menunjukkan jari tengah dan jari telunjuk nya


"Makan apa shak" tanya ibu nara beralih melihat shaka


"Tidak bunda,saya sudah makan dirumah" ucap shaka membuat nara melihat shaka mengerjapkan mata nya


"Dia bicara panjang bingit" batin nara

__ADS_1


"Bun ini buat bunda sama ayah nara bawain spesial"


"Yaudah ya nara pulang dulu bundaa" ujar nara lagi lantas berdiri menyiumi punggung tangan ibu ya


__ADS_2