
"Kenapa oma jahat padaku?" lirih seseorang yang berada dikamarnya
"Sal,aku masuk ya" ujar orang diluar tanpa izin dari pemilik kamar orang itu langsung masuk kedalam
"Sal,kamu kenapa" ujar orang itu kepada pemilik kamar yang dimana itu adalah salsa
"Hiks.." salsa menghamburkan pelukannya kepada orang itu
"Vani,oma jahat sama salsa" ucapnya sesengukkan
"Oma gak jahat,oma gak salah sal,oma berhak sayang sama siapa aja" ucap orang itu yang dimana itu adalah vani
"Tapi aku gak rela van,kalo oma lebih sayang sama dia.." lirihnya
"Udah jangan nangis lagi,kamu tambah jelek loh" gurau vani membuat salsa mengerecutkan bibirnya
"Vani..." salsa memicingkan mata menatap tajam vani
"Eee bercanda doang sal,byee sal" ucap vani lantas keluar sambil tertawa
"Vani awas kamu ya" salsa keluar dari kamar hendak mengejar vani
"Salsa" panggil seseorang cepat melihat salsa yang hendak berlari mengejar vani
"Oma?"
"Ayo ikut oma"
"Kemana oma?" tanya salsa yang tangannya sedang ditarik oleh oma nai
"Ikut saja"
Salsa mengedarkan pandangannya melihat ruangan bernuansa hitam seperti tidak ada kehidupan
"Kemari"
"Ada apa oma?" tanya salsa mendudukkan diri disebelah oma nai
"Kau,tau nara" pertanyaan yang dilontarkan oleh oma nai berhasil membuat salsa meneguk salivanya,karena oma nai terkenal dengan sifatnya yang tegas
"Kau tuli?" tanya oma nai sekali lagi membuat salsa berkaca-kaca
"Ti-tidak oma" jawab salsa menunduk mencoba menahan air matanya yang hendak keluar
"Lalu mengapa kau tidak menyukainya?" oma nai membuka lembar demi lembar buku yang ada ditangannya
Tangis salsa pecah didalam ruangan itu karena baru pertama kalinya oma nai bertanya kepadanya dengan nada seperti itu
"Kau terlalu lemah salsa,pantas saja kamu mudah salah paham" ucap oma nai menutup buku yang ia pegang
"Oma..." lirih salsa yang melihat oma nai berdiri berjalan menuju rak buku
Ya mereka berada dikamar yang penuh akan rak buku
"Oma,maafin salsa" salsa mengenggam tangan oma nai membuat oma nai menglepaskan tangannya pelan
******
Dikebun oma nai
"Shaka,dimana nara?" tanya ibu shaka mengambil buah strawberry lalu memakannya
"Dia bersama oma"
"Kamu mau kemana shaka?" tanya ayah shaka melihat shaka yang berdiri hendak pergi
"Kedapur" ucap nya lantas pergi
"Dasar anak itu,tidak berubah dari dulu" ujar ibu shaka melihat kearah ayah shaka
"Ya begitu lah"
__ADS_1
"Oh iya,salsa bagaimana,apa dia bisa menerima nara" ujar ibu shaka yang mengetahui bahwa salsa dekat dengan oma nai
"Sepertinya butuh waktu"
"Salsa juga terlalu manja kepada oma" ujar ibu shaka
"Ya begitulah"
"Bagaimana dengan hendra,apa dia akan memberitahu nara?" tanya ibu shaka mengalihkan topik pembicaraan
"Aku tidak tau" jawab ayah shaka mengambil buah lagi
"Apa kamu sudah menasehati hendra?"
"Ya,dia bilang akan memberitahunya diwaktu yang tepat"
"Aku tidak mengerti dengan pikiran hendra" ucap ibu nara menoleh melihat vani yang berjalan keluar rumah
Jadi kebun oma nai tepat disamping rumah itu yang dimana bisa melihat orang-orang yang berjalan keluar rumah.
"Mengapa vani pergi dengan seorang laki-laki" ibu shaka melihat vani yang masuk kemobil laki-laki berhoodie hitam dengan tulisan 'Garexsa'
Ayah shaka menoleh melihat kearah yang dilihat ibu shaka
"Mungkin temannya"
"Hm"
"Kau tidak perlu terlalu memikirkan hal itu" ujar ayah shaka yang melihat kekhawatiran diwajah istrinya
"Tapi aku khawatir,bagaimana pun vani adalah keponakan ku,ibunya menitipkannya padaku"
"Tenang lah sayang,lebih baik kau telepon vani"
Ibu shaka mengambil benda pipih diatas meja lalu mengotak-gatik benda itu
[Halo tan,ada apa?] tanya vani disebrang sana
[Aku lagi dijalan tan sama temen] ujar vina jujur
"Mau kemana?"
[Mau kerumah temen tan,kerjain tugas kelompok] jawab vani
"Sama siapa vani?,apa kamu sudah izin dengan oma?"
[Sama verin dengan teman-teman yang lain tan,aku juga sudah izin dengan oma nai] ujar vina
"Baiklah,hati-hati vani"
"Iya tan" ibu shaka mengangguk mematikan telepon
"Bagaimana?" tanya ayah shaka
"Dia ingin mengerjakan tugas kelompok" ucap ibu shaka bernafas lega
"Tuh,apa yang aku bilang selalu benar" ucap ayah shaka membanggakan diri
"Hanya seperti itu" ujar ibu nara
"Hahaha,hanya bercanda sayang" ayah shaka memeluk istrinya lantas mengecup kening istrinya singkat
******
Dirumah nara
"Kapan kamu ingin memberitahu nara" tanya ibu nara
"Sudah ku bilang,diwaktu yang tepat" jawab ayah nara tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
"Mengapa kamu terlihat egois hendra?" ucap ibu nara sedikit emosi
__ADS_1
"Ini demi kebaikan kita semua" ucap ayah nara mengotak-gatik laptopnya
"Aku lelah dengan sikap egois mu hendra" ucap ibu nara sedikit berteriak lantas keluar dari ruangan itu
"Sekarang aku tidak ingin membuat mu mengerti,kau harus mengerti ini dari dirimu sendiri" ucap ayah nara
Ibu nara berjalan kearah kamarnya dengan air mata yang terus menetes
"Mengapa kau tetap bersikap egois hendra.." lirihnya sambil menghapus air matanya
"Huftt" ibu nara menatap langit-langit kamarnya
"Ya allah,apa ini ujian ku,jika ini ujian ku mohon tolong bimbing hamba ya rabb" ucap ibu nara menunduk mengadahkan tangan berdoa
"Huftt,sebaiknya aku sholat" ibu nara berjalan menuju kamar mandi lantas berwudhu disitu lalu mengambil mukena dan melaksanakan sholat
******
"Eumm" leguh seseorang yang sedang tidur merasa ternganggu ketika ada yang meniup telinga nya
"Nara,aku mohon jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi" ucap orang itu yang dimana itu adalah shaka lantas memeluk nara yang sedang tidur lalu mengecup singkat semua area wajah nara
"Eumm.." nara membuka matanya sedikit mengintip siapa yang memeluknya
"Kak shaka?" panggil nara memastikan membuat shaka membuka matanya menatap nara lekat
"Kakak kenapa?" tanya nara melihat mata shaka mulai berkaca-kaca
Shaka menenggelamkan wajahnya dileher nara membuat nara tersentak kaget
"Jangan tinggalin aku ra" lirih shaka menangis dileher nara
Nara mengusap lembut rambut shaka,bingung dengan tingkah shaka tetapi ia kasihan kepada shaka jadi sungkan bertanya kepadanya
"Udah nya kak" ucap nara menenangkan shaka
"Sini,liat aku kak" nara mengangkat kepala shaka membuat shaka mendongak melihat kearahnya
"Jangan nangis okay?" nara mengusap lembut pipi shaka sementara air matanya terus-menerus menetes dari mata shaka
"Hm" shaka berdehem lantas menenggelam wajahnya lagi dileher nara
"Kakak mau makan?" nara dibuat kesal oleh shaka karena ia tidak menjawab pertanyaan dari nara
Nara menunduk sedikit melihat wajah shaka ternyata shaka sudah tertidur
"Lucu" ucap nara tersenyum
Nara berjalan pelan kearah pintu lantas pergi menuju tangga
"Kak.." panggil perempuan yang melihat nara hendak turun
Nara berbalik melihat orang yang memanggilnya ternyata itu adalah salsa
"Iya,ada apa" ucap nara lembut tersenyum kearah salsa
"Hati dia terbuat dari apa?" tanya salsa didalam hati lalu matanya mulai berkaca-kaca
"Ada apa sa?" tanya nara yang sudah berada didepan salsa
"Kak,aku minta maaf atas sikap ku tadi siang" ucap nya menunduk
"Aku sudah memaafkan mu,bahkan aku menganggap kamu tidak pernah berbuat salah padaku" ujar nara tersenyum kearah salsa
Salsa tiba-tiba memeluk nara erat membuat sang empu terkejut lantas membalasnya
"Hatimu sangat-sangat lembut kak.." lirih salsa
"Aku tidak selembut sayyidah khadijah,aku hanya wanita biasa yang masih belajar taat pada perintah allah " nara mengusap punggung salsa lembut lalu mengurai pelukan lantas mengusap pipi salsa
"Kamu wanita kuat,kamu wanita yang hebat,jangan menangis okay"
__ADS_1
"Masya allah"