Naven

Naven
Bab 13


__ADS_3

"Kak,gimana dengan sekolah vani?" tanya vani menunduk.


"Satu bulan lagi kamu akan belajar secara homeschooling" ujar nara memotong buah-buahan yang ada dimeja.


"Homeschooling ya..." vani mengingat akan teman-temannya.


"Ini demi kebaikan mu,jika tidak salsa pasti akan mengetahui keadaan dirimu sekarang" jelas nara menatap vani.


"Terus,oma gimana kak?" tanya vani mendongak menatap nara.


"Tenang saja,oma sudah ku beri pengawal" nara mengambil salah satu buah-buahan yang ia potong lantas memakannya.


"Aku kangen oma,kak" ucap vani sedih.


"Besok aku bawa oma kesini" sahut shaka berjalan kearah mereka.


"Kau yakin?" tanya nara.


"Ya,tidak baik juga jika oma terus disana" ujar shaka mengambil buah yang dipotong oleh nara.


"Hm,baiklah"


"Tapi jika ada masalah,kau yang bertanggung jawab" sambung nara.


"Kau meremehkan ku?" shaka menatap nara yang disampingnya.


"Tidak,hanya saja aku kurang percaya padamu" ujar nara.


"Terserah kau saja,ngomong-ngomong kita tidak pernah bulan madu" shaka menaik turunkan alisnya menggoda nara.


"Jangan aneh-aneh,disini ada vani" nara mengambil potongan buah lalu menatap vani.


"Aku,kak?" vani menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk miliknya.


"Hm" nara memakan potongan buah yang ia ambil tadi.


"Sudah lah,lagian mana mungkin vani tau" keukeh shaka.


"Tidak,urusan ini juga belum selesai" ujar nara membantah.


"Ish,terserah kau saja lah" lelah shaka membuat nara terkekeh pelan.

__ADS_1


"Kau sudah memberitahu,vani?" tanya aska.


"Hm" deheman nara membuat aska menghembuskan nafas lelah padahal dirinya juga seperti nara.


"Kak,aku boleh nelpon oma gak?" kata vani yang sedari tadi menyimak pembicaraan keduanya.


"Maaf vani,tapi untuk sekarang kamu tidak boleh menghubungi oma sebelum oma yang menghubungi terlebih dahulu" nara memotong ucapan nya dulu sebelum melanjutkan.


"Karena salsa menghubungi handphone oma dengan miliknya,sehingga dia mengetahui siapa saja yang menghubungi oma" jelas nara panjang kali lebar.


"Begitu ya.." gumam vani pelan.


"Jangan sedih,kan kau besok akan bertemu dengan oma" ujar nara melirik shaka membuat shaka yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas.


"Kak shaka,janji ya?" tanya vani menatap shaka.


"Hm"


"Tumben sekali kau memanggil shaka kakak" ujar nara.


"Kalo manggil mas gak cocok aja kak,kan kak shaka spek harimau bukan kucing" canda vani.


"Sadar juga ternyata" ujar vani pelan sambil mengambil satu buah yang dipotong nara membuat shaka bersedekap dada dengan mengerucutkan bibirnya.


"Jangan begitu,dia memang galak tapi jika orang itu menganggunya terlebih dahulu" ujar nara membuat shaka menatapnya teduh.


"Iya,kak" sahut vani.


"Sepertinya kau sangat mengenal ku ya?" ujar shaka menarik salah satu sudut bibirnya.


"Ck" shaka berdecak kesal karena melihat nara mengedikkan bahu nya.


"Cukup tau" canda vani melihat shaka yang tidak dihiraukan oleh nara.


"Tau apa?" tanya shaka menatap tajam vani.


"Oke-oke,kalem oke?" vani mengangkat kedua tangannya menyerah.


"Kalian ini" nara mengeleng kepalanya pelan dengan kekeh kecil.


"Lagi pula,kak shaka yang ngampangan orangnya" jujur vani.

__ADS_1


"Siapa yang bilang?" tanya shaka karena setahunya ia bukan orang yang ngampangan.


"Kak shaka gak denger tadi?,bukannya tadi suara aku ya" polos vani membuat nara terkekeh pelan.


"Kau ingin membodohiku?" shaka memicingkan matanya menatap vani.


"Yaudah sih" vani mengedikkan bahunya acuh lalu mengambil handphone miliknya yang terletak dimeja.


"Huftt,kalian berdua membuatku pusing" keluh shaka menepukl keningnya pelan.


"Peduli?" tanya vani tanpa menoleh kearah shaka.


"Setelah ada nara,kau mulai berani dengan ku vani" ujar shaka membuat vani menghentikan jarinya yang hendak mengetik.


"Sudahlah,vani hanya bercanda" ujar nara menengahi keduanya.


"Kau tidak lihat tadi?" shaka menatap vani dengan nara yang memegang salah satu pundaknya.


"Maaf,kak.." vani meletakkan handphone miliknya kemeja lantas menunduk tidak berani menatap tatapan tajam shaka.


"Aku hanya bercanda" ujar shaka membuat vani mendongak menatapnya.


"Ish,aku kira kakak serius loh" ujar vani bersedekap dada.


"Kakak juga?" tanya vani pada nara yang tadi terkekeh pelan.


"Ish,dikerjain aku bah" ujar vani kesal ketika mendapat anggukkan pelan dari nara.


"Hahaha,kami hanya bercanda,oke?" ujar shaka.


"Cukup tau" ujar vani kesal mengalihkan pandangan dengan wajah kesal.


"Yaudah sih" shaka mengikuti ucapan yang sering dilontarkan vani dengan diiringi mengedikkan bahunya.


"Ish,kakakk" vani menatap shaka kesal membuat shaka terkekeh pelan.


"Iya maaf" ujar shaka.


Tawa dan canda ria mereka lakukan dimeja makan itu.


Hello,jangan lupa mampir dinovelku yang satunya ya cuy,judulnya ALLIA NATARA MAHESA cari aja ya guys.

__ADS_1


__ADS_2