Naven

Naven
Bab 6.Salsa?


__ADS_3

"Oma nai,ini gimana makannya" tanya nara polos membuat oma nai terkekeh


"Gini sayang" oma nai memotong makanan itu karna ia sedang duduk bersebelahan dengan nara


"Makasih oma nai" nara tersenyum melihat kearah oma nai begitu pun dengan oma nai membalas senyum nara


"Mengapa kalian hanya diam tidak memakan makanan kalian" tanya oma nai melihat yang lain belum menyentuh makanannya sama sekali


"I-iya oma nai,ini kami ingin makan" jawab yang lain terbata-bata


"Hm" oma nai berdehem mengiyakan


Setelah selesai makan oma nai membawa nara berkeliling rumah memperkenalkan ruangan-ruangan yang ada didalam rumah mewah itu


"Oma,kita main piano yuk" ajak nara melihat piano diruangan itu


"Ay-" ucapan oma nai terpotong ketika melihat nara berlari dan menabrak seorang perempuan


"Eh maaf kak" ucap nara mengulurkan tangan kepada perempuan itu


"Siapa kau" tanya nya dengan nada tidak suka dan menangkis tangan nara


"Perkenalkan aku nara" ucap nara memperkenalkan diri tersenyum kearah perempuan itu


"Cih" perempuan itu pergi meninggalkan nara


"Kenapa dia?" tanya nara menoleh melihat punggung perempuan itu


"Nara,kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya oma nai menepuk bahu nara pelan


"Eh oma,aku tidak apa-apa oma" nara berbalik menampilkan senyumnya kepada oma nai yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik


"Oma,nara boleh tanya" ujar nara berjalan dengan oma nai mengandeng tangan nya


"Boleh,tanya apa" tanya oma nai


"Perempuan itu tadi siapa oma" tanya nara mendudukkan diri ditempat duduk piano itu


"Itu salsa sayang" jawab oma nai berjalan kearah sofa yang dekat dengan piano itu


"Dia kenapa oma,kenapa dia terlihat seperti tidak suka dengan nara" ujar nara melihat kearah oma nai


"Tidak nara,dia hanya tidak terbiasa dengan orang baru" jelas oma nai


"Ini kita mau nyanyi apa oma" tanya nara


"Terserah kamu saja sayang"


"Oke" nara memainkan piano dengan sangat baik


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintip mereka


"Aku harap kamu tak akan meninggalkan ku" ucapnya lantas pergi

__ADS_1


******


Dikamar oma nai


Setelah puas bermain piano oma nai mengajak nara kekamarnya


"Wow,kamar oma nai sangat bagus dan juga besar" ucap nara kagum melihat sekeliling kamar oma nai


"Oma,nara boleh tidur bareng oma" tanya nara kepada oma yang sedang duduk ditepi ranjang memperhatikan dirinya


"Boleh dong" ujar oma nai tersenyum kearah nara


"Yey,makasih oma" nara berjalan kearah oma nai lantas memeluknya


"Oma,aku ingin tidur disin-" ucap seseorang yang membuka sedikit pintu masih memegang handle pintu itu


"Oma?" panggil orang itu berkaca-kaca melihat oma nai dan seorang perempuan berpelukan membuat mereka menoleh


"Salsa?" ucap oma nai melepaskan pelukan


"Oma nai jahat" ucap orang itu lantas pergi yang dimana itu adalah salsa


Oma nai menghembuskan nafas lelah melihat tingkah salsa yang terlihat kekanak-kanakan


"Oma,mengapa salsa tadi berlari sambil menangis?" tanya seorang perempuan yang sedikit muda dari nara


"Dia hanya kesal,kemarilah vani"


"Hallo" ujar nara tersenyum sambil melambaikan tangannya pelan


"Perkenalkan,nama ku vani kak" ujar vani mendudukkan diri disamping oma nai yang berada ditengah-tengah mereka


"Aku nara" ujar nara memperkenalkan diri juga


"Aku tau kak,kakak istri mas shaka kan" ujar vani tersenyum kearah nara


"Mas?,what dia manggil kak shaka dengan panggilan 'Mas'?" batin nara sedikit kesal


"Ada apa kak,mengapa kakak bengong?" ujar vani heran dan oma nai juga heran melihat nara terdiam


"T-tidak apa-apa" jawab nara gugup mencoba tersenyum kearah vani


"Oh iya,ini oma ada paket untuk oma" vani memberikan paket itu kepada oma nai yang langsung diambil oleh oma nai


"Baik,terimakasih vani" ujar oma nai lantas berjalan menuju lemari menyimpan paket itu didalam lemari membuat nara dan vani saling bertatap-tatapan


"Itu apa vani?" bisik nara pada vani


"Aku juga gak tau kak"


"Mungkin paket penting" ujar vani lagi


"Nara,vani,mengapa kalian berbisik-bisik" tanya oma nai berjalan menuju mereka berdua

__ADS_1


"Hehe,gak kenapa-kenapa oma" ucap keduanya nyengir


"Oma,vani dateng mama dulunya" pamit vani


"Dadahhh" vani melambaikan tangan berjalan kearah pintu membuat oma nai terkekeh


"Oma" panggil nara melihat kearah oma nai


"Iya,ada apa sayang" ucap oma nai membuka buku yang ia bawa


"Mmm..,Gak jadi oma" ucap nara melihat buku yang ada ditangan oma nai


"Itu buku apa oma"


"Ini album sayang"


"Boleh nara liat gak oma?" tanya nara melihat oma nai


"Boleh,ini" oma nai memberikan buku itu kepada nara


"Ini siapa oma" tanya nara menunjuk foto perempuan yang masih kecil


"Ini salsa sayang" jawab oma nai sambil tersenyum


"Salsa?,yang tadi nara tabrak ya?" tanya nara tanpa mengalihkan pandangan


"Iya sayang"


"Dia adik kandung kak shaka ya oma?" tanya nara lagi melihat kearah oma nai


"Bukan,dia bukan adik kandung shaka"


"Orang tuanya yang mana oma"


"Dia yatim piatu nara" potong oma nai sebelum melanjutkan ucapannya


"Dia kehilangan orang tuanya saat masih bayi dan nenek-nenek yang merawat dia menghembuskan nafas terakhirnya yang dimana ia masih kelas 2 SD dan oma yang menemukan dia dipinggir jalan sambil menangis,lalu oma membawa dia kerumah ini dan dihari itu oma merawat dirinya sendiri karna dia hanya ingin dengan oma dia tidak suka dengan kehadiran orang baru,makanya tadi saat dia melihat kita berpelukan dia menangis karena dia takut oma lebih menyayangi kamu dari pada dirinya" tanpa oma sadari air matanya jatuh setetes demi setetes


"Oma.." nara melihat kearah oma nai yang sedang menangis lantas langsung memeluk oma nai erat


"Maafkan sikap salsa yang kurang ajar padamu nara.." lirih oma nai


"Nara sudah memaafkannya oma,bahkan nara menganggap salsa tidak pernah melakukan kesalahan pun kepada nara" ucap nara disela-sela tangisnya


"Ya allah nara,shaka tidak salah memilih kamu nara" ucap oma nai lantas memeluk nara erat


"Oma jangan nangis oke,oma kan kuat" ucap nara tersenyum melerai pelukan lantas mengusap pipi oma nai


"Kamu juga nara"


Mereka berdua saling menghapus air mata keduanya yang terus-menerus mengalir


"Aku bangga padamu nara" ucap orang yang mengintip mereka berdua pelan lantas pergi

__ADS_1


__ADS_2