Naven

Naven
Bab 8.Vani?


__ADS_3

Terlihat para orang tua sedang berkumpul diruang tamu membahas sesuatu.


Ibu shaka yang asik mengobrol dengan sepupunya pun terhenti karena suara nada dering dari handphonenya


"Halo?" ujar ibu shaka


[Halo bu,kami dari pihak rumah sakit SUVA mengabarkan bahwa saudari vani nersellia alivia mengalami kecelakaan ditempat balap liar dan tadi ada 3 perempuan dan 4 laki-laki yang membawanya kesini dan sekarang saudari vani sedang ditangani oleh dokter] ujar seseorang disebrang sana dengan nada seperti perawat.ya tau lah


Trang


Ibu shaka menjatuhkan benda pipih ditangannya lemas mendengarkan ucapan sang perawat lantas meneteskan air mata


"Ada apa mom?" tanya shaka mewakili semua orang yang sedang melihat kearah ibu shaka


"Va-vani shak.." ujar ibu shaka gemetaran lantas memeluk shaka


"Ada apa dengan vani?" tanya ayah shaka


"Vani kecelakaan yah" ucap ibu shaka sedikit berteriak


******


Dirumah sakit SUVA


"Vani" teriak ibu shaka berlari kedalam rumah sakit


"Mom.." ujar nara yang melihat kehancuran diwajah ibu shaka


"Mommy akan baik-baik saja" ujar shaka menenangkan nara lantas merangkul pinggang nara


"Ayo kita masuk" ujar shaka lantas keduanya berjalan masuk kedalam rumah sakit


"Apa yang sebenarnya terjadi verin" ucap ibu shaka menangis sambil menguncang bahu verin yang hanya menunduk sambil menangis


"Tan,sebenarnya ini bukan salah verin" ucap seorang laki-laki berdiri didepan verin melindunginya


"Lalu,SIAPA HAHH!?!?!" teriak ibu shaka mendorong laki-laki yang mencoba melindungi verin


"Al.." lirih verin dibelakangnya


"Gak rin,ini harus dijelasin" ucapnya lantas mengalihkan pandangan melihat ibu shaka kembali


"Ini semua kehendak vani sendiri tante,dia bilang dia sudah diijinkan oleh omanya lalu dia mengikuti balapan dan kami tanya lagi tapi jawabannya tetap sama dan dipertengahan jalan motornya ditendang oleh lawan dan vani kehilangan keseimbangan lalu dia jatuh dari motor,kepalanya membentur aspal sedikit keras" jelas laki-laki itu


Flashback on


"Van,lu yakin mau ikut balapan?" tanya teman vani yang perempuan


"Iyalah,gue udah lama nunggu lawan yang sepadan sama gue" ucap vani menyombongkan diri


"3 menit lagi bakalan dimulai" ujar seorang laki-laki berjalan menuju mereka


"Yaudah lo cek motor gue gih" ucap vani

__ADS_1


2 menit kemudian..


"Van,lo yakin kah?" kali ini yang menanyakannya adalah verin


"Iyalah wir" perempuan yang berpakaian dengan baju yang kurang bahan itu berjalan kearah mereka lantas menembakkan peluru kearah atas yang dimana itu adalah langit


Dipertengahan jalan lawan vani berbuat curang dengan menendang keras motor vani,membuat vani yang sedang fokus dengan jalanan kehilangan keseimbangan lantas terjatuh dari motor dan membentur aspal sedikit keras


"VANII" teriak sebagian temannya berlari kearah vani


Flashback off


Penjelasan dari teman vani membuat ibu shaka mematung tak percaya akan tingkah vani yang terlihat dewasa didalam rumah


"Dok,bagaimana keadaannya" tanya ibu shaka melihat sang dokter keluar dari ruangan


"Ada benturan dikepala pasein dan luka-luka ringan dibadannya,tapi alhamdulillah pasein baik-baik saja namun jika kepala pasein terbentur lagi itu akan membuat keadaan yang fatal,bisa membuat pasein hilang ingatan atau menjadi stres perlahan-lahan,jadi tolong dijaga pasein untuk tidak membentur apa pun" jelas sang dokter


"Ya allah.." lirih ibu shaka mendengar penjelasan sang dokter


"Apa saya boleh masuk dok" tanya ibu shaka pada sang dokter


"Tentu,kalau begitu saya permisi" pamit sang dokter lantas pergi


Ibu shaka masuk kedalam ruangan rawat vani


"Ya allah vina..." lirih ibu shaka melihat vani


Semua orang yang berada diruangan itu sedih dan kasihan melihat kehancuran diwajah ibu shaka


"Nara.." lirih ibu shaka berbalik melihat nara lantas memeluknya


"Nara..,Vani nara.." lirih ibu shaka yang berada dipelukan nara


"Sabar mom..,kita doain vani semoga cepat sadar ya.." ujar nara menyabarkan ibu shaka


"Egh" gumam seseorang membuat semuanya menoleh kearahnya


"Vani?" panggil ibu shaka melihat vani mulai membuka matanya perlahan-lahan


"Eghh" gumamnya lagi mencoba membuka mata


"Vani,kamu sudah sadar nak" ujar ibu shaka mendekat kearah vani


"Tante?,dari mana tante tau kalo vani disini?" tanya vani heran.author males cuy nulis pertanyaan 'iki dimini tinti" udah tau dirumah sakit juga malah nanya kan aneh.


"Temen kamu yang ngasih tau tante"


"Kenapa kamu ikutan balap liar?" tanya ibu shaka memasang wajah datar yang dimana semua orang tau jika ibu shaka memasang wajah datar artinya ia sedang menahan amarahnya


"Maafkan vani tante" ucap vani pelan mengalihkan pandangan menghindari kontak mata dengan ibu shaka


"Ingat,saya tidak suka orang yang bermuka dua" ucap ibu shaka lantas pergi dalam hati yang kecewa karena sikap vani yang dirumah dengan yang diluar berbeda

__ADS_1


"Tante.." vani meneteskan air mata melihat kekecewaan dalam wajah ibu shaka


"Untung oma tidak disini vani" ucap seorang perempuan lantas pergi dari ruangan itu dan semuanya keluar dan hanya tersisa shaka,nara,dan salsa


"Vani.." panggil salsa pelan membuat vani melihat kearahnya


"Kamu puas?,kamu puas udah ngerebut semuanya dari aku sal?HAH!?" teriak vani emosi


"Maksud kamu apa van?" ucap salsa bingung meneteskan air mata


"Kamu udah ngerebut semuanya dari aku sal,kamu ngerebut kasih sayang oma dari aku waktu aku masih kecil,kamu ngerebut kasih sayang semua orang dari aku sal!" vani menunjuk kearah salsa dan sekarang salsa melihat rasa sayang vani sekarang berubah menjadi benci padahal vani lah yang selalu menasehati dirinya dan selalu bersikap dewasa layaknya seorang kakak


"Termasuk kak nara dan mas shaka!,aku kaya gini karna kamu sal!,karna kamu!,aku ngerasa mereka semua udah gak sayang sama aku sal karna dari itu aku berpikir bahwa semuanya terserah aku,karna kalian udah gak peduli sama aku,gak sayang sama aku" ucap vani sedikit berteriak membuat salsa terkejut


"Jadi ini semua gara-gara aku" batin salsa menunduk sambil berkaca-kaca layaknya jendela


"Vani.." nara yang tadi hanya mendengarkan ucapan mereka sekarang mencoba menjadi penengah


"Udah kak,aku udah berusaha buat gak benci sama dia,tapi gak bisa ,dia udah ngerebut semuanya dari aku" ucap vani menangis melihat kearah nara


"Kak,buat vani ngerti ya kak,aku mau ngajak salsa keluar sebentar" ujar nara mendekat kearah salsa


"INI BUKTINYA SAL!!,KAMU NGEREBUT SEMUANYAAA" teriak vani mengambil gelas dimeja hendak melemparnya kearah salsa tetapi tangannya dicekal oleh shaka


"Sadar vani" ucap shaka menenangkan vani


"GAKK,INI SEMUA KARNA DIA KAK" teriak vani ngos-ngosan layaknya orang yang sedang lari maraton


Shaka memeluk vani membuat nara sedikit terkejut,sedikit aje kalo kebanyakan entar kembung


"Sadar vani" shaka mengelus lembut kepala vani membuat emosi vani perlahan-lahan menurun


"Ayo,ikut aku" ucap nara tersadar dari lamunannya kepada salsa mencoba untuk tidak cemburu


Setelah kepergian nara dan salsa diruangan itu tersisa dua manusia yang berbeda kelamin


"Sudah tenang?" tanya shaka melepaskan pelukan


"Pergilah mas,aku ingin sendiri terlebih dahulu" ucap vani mengambil selimut lantas menutup seluruh badannya


******


Ditaman rumah sakit


"Tenanglah salsa,vani hanya emosi" ucap nara mengelus punggung salsa yang sedang menangis


"Ta-tapi hiks..vani benci sam-sama salsa hiks.." ucap salsa sesengukkan


"Udah ya,jangan nangis lagi,kamu wanita kuat"ucap nara lantas memeluk salsa


"Kak nara,jangan tinggalin salsa ya dan jangan benci juga pada vani" ucap salsa sesengukkan lantas membalas pelukan nara


"Aku harap urusan ini cepat selesai" batin nara menatap langit yang dihiasi bintang

__ADS_1


"Semoga kalian akan terus akur seperti ini" ujar orang yang mengintip nara dan salsa lantas pergi keluar dari rumah sakit


__ADS_2