
"Bun ini gimana cara nya?"
"Sini biar bunda saja,kamu harus menyiapkan mental mu nanti"
Diruangan itu terlihat dua manusia :v iya si emang manusia.oke kita kembali kealam ghoib canda:v
Diruangan itu terlihat dua wanita berbeda umur yang dimana itu adalah nara dan ibu nya
Ya ini adalah hari pernikahan nara dan shaka (panggilan nya kita ubah) yang dimana nara harus mempersiapkan mental nya untuk berpisah dengan sang ayah dan ibu nya
Tanpa disadari air mata nara terjatuh
Sang ibu menunduk melihat nara dan kaget nya sang ibu ketika melihat nara sedang menangis
"Jangan nangis nak,kasian make-up nya luntur" ujar ibu nara sambil memegang dagu nara agar nara mendongak melihat kearah sang ibu
Sang ibu pun tersenyum menahan tawa melihat wajah nara yang dimana make-up nya sudah luntur
"Bundaaaaaaa.." ujar nara lantas memeluk perut sang ibu
"Jangan nangis sayang,sebentar lagi kamu bakalan turun loh" ujar sang ibu lantas mengusap lembut kepala nara
"Hiks..." Tangis nara pecah diruangan itu
Para tamu yang sedang menunggu pengantin wanita melihat kearah ruangan yang dimana suara tangis berada
Tamu-tamu yang berada disana pun berbisik-bisik membicara ada apa diruangan itu
Ibu shaka yang sedang berbicara dengan teman-teman nya pun kaget lantas berjalan menuju ruangan nara
"Ada apa jeng?" tanya ibu shaka yang didekat pintu
"Ini nara lagi nangis jeng" ujar ibu nara melihat kearah ibu shaka
Ibu shaka berjalan kearah nara lantas memegang kepala nara mengusap nya lembut
"Nara,sayang" ujar ibu shaka lembut
Nara yang masih menangis diperut sang ibu pun mendongak melihat kearah ibu shaka
"Udah nya sayang,itu para tamu sudah menunggu diluar kasihan mereka" ujar ibu shaka
Nara mengangguk berjalan menuju toilet diruangan itu lantas membersihkan muka
"Kita ulang lagi ya" ujar ibu nara melihat nara yang berjalan kearah kursi disebelahnya
Para tamu mulai kesal karna sudah menunggu lama menantikan pengantin wanita nya dan sebagian masih memakan makanan yang tersedia
Shaka yang sudah duduk dikursi pengantin pun khawatir karna nara belum kunjung turun
Wanita yang dimana semua tamu tunggu-tunggu pun turun dan membuat para tamu berdecak kagum akan kecantikannya
Shaka yang terdiam cukup lama melihat nara yang berjalan kearah nya pun tersadar karna sorakan-sorakan dari para tamu laki-laki yang dimana sebagian buaya
Shaka berjalan kearah nara membuat nara menghentikan jalan nya
"widihh lu si anjir malah godain dia"
"Gk ye ******,gw cuma kagum ae tapi kalo dia gk jadi nikah sama tu cwok berarti boleh lah buat gw"
__ADS_1
Shaka yang mendengar itu pun memberikan tatapan tajam pada pria itu
Shaka merangkul pinggang nara membuat nara terkejut
"Lepas shaka" ujar nara pelan
Shaka melihat kearah nara yang dimana nara sedang melihat kearah tempat duduk pengantin
"Aaaaa" Teriak nara mengudara saat shaka tiba-tiba mengendong nya ala bridal-style
"Shaka.." ujar nara pelan melihat shaka yang masih setia menampilkan wajah datar nya
"hm" shaka berdehem mendengar nara yang memanggilnya
Ibu shaka dan ayah shaka pun tersenyum melihat shaka begitu posesif akan nara
Hari sudah menunjukkan gelap nya awan yang dihiasi bintang-bintang terang yang dimana ini sudah malam hari dan itu artinya acara pernikahan nara dan shaka pun sudah selesai
******
Dirumah gavendra
"ganti baju mu sayang" ujar shaka yang melihat nara belum mengganti baju nya
Nara menggeleng pelan
"Kenapa hm?" ujar shaka mendekat kearah nara lantas memeluk nya dari samping membuat wajah nara memerah
"Nanti,kamu duluan saja" ujar nara gugup
"Berdua hm?"
"Berdua apa?" tanya nara balik tanpa membalas pelukan shaka
"Eghh enggak,kamu aja dulu" Ujar nara
"Jangan malu sayang" ujar shaka yang masih setia memeluk nara dari samping
"Ee.. anu,A-ak-aku nanti saja kamu duluan saja jika ingin mandi" ujar nara gugup memberikan senyuman nya kepada shaka
"Bercanda sayang" ujar shaka tersenyum penuh kemenangan yang dimana ia berhasil mengerjai sang istri
"Huftt untung saja" ucap nara lega
Pukul sudah menunjukkan waktu 20:00 malam yang dimana artinya sudah waktu makan malam
"Mom,ada yang bisa nara bantu gak?" tanya nara berjalan kedapur kearah ibu shaka yang sedang sibuk merapikan makanan
"Eh nara,Ini sayang tolong dibawa kemeja makan ya" ujar ibu nara menunjuk makanan itu dengan dagu
"Siapp mom" nara mengangkat salah satu tangan nya memberi hormat kepada ibu shaka yang membuat ibu shaka terkekeh pelan akan sikap nara
Dimeja makan itu sudah dipenuhi dengan banyak nya makanan yang dimasak oleh ibu shaka sementara orang nya? Ya tebak sendiri
"Shaka,nara kalian cepat-cepat buat debay nya biar mommy bisa cepat gendong cucu" ucap ibu shaka yang membuat wajah nara memerah
"Mom" panggil shaka yang melihat wajah nara memerah
"eugh bukan gitu sayang,maksud mommy jangan cepat dan jangan lambat juga" ucap ibu shaka kepada nara yang menunduk
__ADS_1
"Gak papa lah boys,malah bagus kalo cepet-cepet ada cucu" ujar ayah shaka yang tadi menyimak pembicaraan mereka
Shaka menatap tajam sang ayah tetapi tidak dihiraukan oleh sang ayah
"Sudah,jangan dipikirkan" ujar shaka menatap nara beralih memegang tangan nara
Nara mendongak melihat shaka yang masih setia memakai wajah datar nya
"Kenyang?" tanya shaka melihat nara yang sudah tidak menyentuh makanan nya
"uhmm iya"
"Tapi kita tidak boleh membuang-buang makanan,terus bagaimana" ujar nara lagi lantas melihat piring nya
Shaka tersenyum melihat nara
"lucu" batin shaka
"Biar aku yang memakan nya" ujar shaka lantas mengambil piring nara
Ibu shaka dan ayah shaka pun terkekeh pelan mendengarkan interaksi kedua nya
"Ngantuk?" tanya shaka melihat wajah nara lelah
Nara mengangguk mendengar pertanyaan shaka
"Ayo" ajak shaka
"Kemana?" ujar nara melihat shaka berdiri
"Tidur sayang"
"Ta-tapi kamu tidak akan-"
"Tidak sayang" ucap shaka memotong ucapan nara lantas mengendong nara kekamar
Ayah shaka dan ibu shaka pun saling tatap-tatapan
Mereka mengangguk lantas mengikuti keduanya yang sedang menuju kamar
"Apa tidak apa-apa?" tanya ibu shaka pelan kepada ayah shaka yang sibuk melihat kedua nya menaiki tangga
"Aku juga tidak tau" ujar ayah shaka menoleh melihat sang istri
"APA?" tanya ibu shaka melotot melihat sang suami menaik turunkan alis nya
"Hehehe" ujar ayah shaka nyengir melihat pelototan sang istri
"Bercyandyaaa bercyandyaa" ujar ibu shaka menyanyikan lagu bercyandyaa
"Jadi boleh honey?" tanya ayah shaka berbinar
"Mau ini?"ibu shaka mengangkat tangan mengepalkan nya kearah sang suami
"Bercyandyaa bercyandyaaa" ujar ayah shaka mengikuti ucapan sang istri tadi lantas berlari
"Awass kamu yaa" ujar ibu shaka lantas mengejar sang suami
"Ampun honeyyy" teriak ayah shaka melihat sang istri mengejarnya
__ADS_1
"Gak ada ampun-ampunan" lanjut mengejar sang suami
Alhasil terjadi lah kejar-kejaran