
"Kak ini bajunya ku sim-" ucapan nara terpotong ketika melihat shaka telanjang dada
"Aaaaa" teriak nara menutup mata
Shaka menoleh melihat nara lalu tersenyum jahil
"Sayang" panggil shaka berjalan kearah nara
"APA?!" tanya nara melotot mengetahui shaka yang hendak menjahili nya
"Hahaha,canda doang sayang" tawa shaka mendengar suara istri nya
"Ini baju kamu" nara memberikan baju dengan satu tangan yang satu nya lagi menutup kedua matanya
"Yakin gak mau hm?" tanya shaka jahil melihat nara yang masih setia menutup mata
"Aih udahlah" ucap nara pergi menahan senyum
"Duhh kotak-kotak gak tuh" batin nara
"Eh astaghfirullah,istighfar nara" batin nara lagi sambil mengusap dada nya pelan
"Nara,kamu gapain berdiri disini sayang" ujar ibu shaka berdiri didepan nara
"Eugh enggak mom" jawab nara
"Oh,ya udah mommy mau kekamar dulu ya sayang" ucap ibu shaka tidak heran dengan sikap nara lantas pergi menuju kamarnya
"Huftt"
"Kangen waktu kecil.."ucap nara pelan mengingat masa kecilnya
"Huftt udah lah,mau masak" ucap nara lantas pergi
Nara tersentak kaget ketika tangan yang kekar melingkari perutnya
"Kenapa kak?" tanya nara berusaha melepaskan tangan shaka
"Shutt sebentar doang sayang" shaka menghirup aroma wangi dari badan istri nya
"Geli kak" nara berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan shaka
"Kak.." ucap nara yang berhasil membuat shaka melepaskan pelukannya
"Masak apa hm?" tanya shaka basa-basi
"Kakak gak liat ini" ujar nara sedikit kesal dengan pertanyaan suaminya padahal ia melihat apa yang sedang dimasak oleh nara
"Jangan marah-marah sayang" shaka memegang dagu nara membuat nara mendongak melihat kearahnya
"Apa?" tanya nara melotot
Shaka terkekeh pelan dengan tingkah lucu istrinya itu
"Lagi dateng hm?"
"Gak"
__ADS_1
"Terus kenapa sayang hm?"
"Gak papa" nara menahan senyum mengalihkan pandangan
"Kita akan pergi kerumah nenek sementara,kamu ingin ikut?" tanya shaka
"Nenek kakak?" tanya nara balik yang fokus melihat makanan yang dimasaknya
"Hm" shaka berdehem menjawab pertanyaan sang istri yang membuat sang istri mendengus kesal
"Kakak mau makan?" nara meletakkan makanan yang sudah ia masak dipiring
"Ini,aku mau kekamar dulu kak" ujar nara memberikan piring itu lantas pergi meninggalkan shaka yang melihat makanannya
"Huftt,jujur aku belum siap buat ketemu nenek kak shaka" ucap nara merebahkan diri diranjang setelah sampai dikamar
"Kangen bunda sama ayah.." ucap nara pelan lantas memejamkan mata
"Sayang" nara membuka mata melihat shaka yang sedang berada didekat pintu
"Kenapa?" tanya shaka heran melihat nara yang terlihat lelah
"Gak papa"
"Oh iya,kita disana berapa hari kak?" nara mendudukkan diri ketika shaka berjalan kearahnya
"Mungkin 1 mingguan" shaka duduk disamping nara
"Oh" gumam nara pelan yang masih bisa didengar oleh shaka
"Gak usah,bajunya udah disediain disana" ujar shaka lantas menarik nara mendudukkan gadis itu dipangkuannya
"Shaka nara,ayo turun nak" panggil ibu shaka sedikit berteriak
"Ayo kak" nara hendak berjalan kearah pintu terhenti karna tangan shaka melingkari pinggangnya
"Ayo" shaka mengendong nara membuat nara tersentak kaget,kaget dikit gak ngaruh:v
"Ayo kita berangkat" ucap ibu shaka melihat kearah tangga yang dimana disitu ada nara yang digendong lantas pergi
"Loh,sekarang kak?" shaka menurunkan nara dari gendongannya
"Hm,ayo" shaka berjalan sambil memegang tangan nara
******
Dirumah nenek shaka
Nara mengedarkan mata nya kagum akan semua yang ia lihat di semua sisi rumah itu yang dimana rumah mewah itu sangat besar dengan barang-barang yang mewah menghiasi dalam rumah itu
"Assalammualaikum" nara tersadar akan lamunan nya lantas mengucapkan salam pada pemilik rumah itu yang dimana itu adalah nenek shaka bukan dedemit:v
"Wa'alaikumus salam" jawab orang yang berada didalam ruangan itu
"Cewek itu siapa anjir,cantik banget" bisik salah satu laki-laki kepada teman yang berada disebelahnya melihat nara dibelakang shaka
"Bidadari euy" jawab temannya tanpa mengalihkan pandangan
__ADS_1
"Punya gue ini"
"Gak,itu punya gue"
"Hei,diam lah" ucap seorang perempuan yang sudah tidak muda lagi tetapi masih terlihat sehat yang dimana itu adalah neneknya shaka
"Maaf nek" ucap kedua nya menunduk
Beralih menatap nara yang berada dibelakang shaka
"Nara arshellia aurora,kemarilah" nara kaget bagaimana nenek shaka mengetahui nama lengkapnya sedangkan mereka belum pernah bertemu pikir nara
"Nenek"
"Diam lah,aku hanya ingin mengenalnya" ujar nenek shaka yang membuat shaka mendengus lelah akan tingkah neneknya
"Mengapa kau menunduk,lihat lah kesini" ucap nenek shaka melihat nara berdiri didepannya dengan kepala yang menunduk
"Kemarilah,ayo duduk disini" ujar nenek shaka menepuk sofa disebelahnya
"Perkenalkan nama ku Naina,mereka memanggilku oma nai" ujar nenek shaka memperkenalkan diri kepada nara yang terlihat tegang
"Baik oma nai"
"Apakah aku memberikan tugas kepada mu?" tanya oma nai heran dengan jawaban nara
"e.. Tidak bukan begitu oma nai,saya hanya mengiyakan"
"Apa aku bertanya padamu?" tanya oma nai lagi
"Itu bukan pertanyaan oma nai,itu adalah perkenalan" jelas nara
"Baik"
"Apa saya memberikan tugas kepada mu oma nai?" tanya nara balik bergurau
Terkekeh pelan dengan nara
"Tidak bukan begitu nara,saya hanya mengiyakan" ucap oma nai mengulang pembicaraan mereka
Tawa mereka pecah ketika berhasil meniru satu sama lain.sedangkan yang lainnya hanya diam,tidak berani ikut tertawa karena takut dengan oma nai
"Ayolah manis,kamu sangat pandai membuatku tertawa" shaka yang mendengar ucapan oma nai tersenyum tipis
"Hehe" nara nyengir
"Kau pasti lapar,ingin makan apa?" tanya oma nai
"Tidak oma,nara tidak lapar" suara dari perut nara membuat oma nai dan yang lain nya terkekeh
"Lalu itu suara apa"
"Ayo kemeja makan" oma nai memegang tangan nara lantas membawa nara pergi menuju meja makan
"Liat lah shaka,mereka terlihat akrab" ujar ayah shaka menyenggol pelan tangan shaka
"Aku harap mereka akan seperti ini selalu" shaka tersenyum lantas berjalan menuju meja makan
__ADS_1