
Nia memperhatikan fernand yang saat ini sedang duduk di depannya. Nia melihat sekeliling perpustakaan, ia merasa masih banyak tempat kosong disini. Tapi kenapa manusia yang pelit bicara ini malah duduk didepannya.
Setelah tersadar dari lamunannya akibat suara kursi tadi, nia segera melanjutkan membaca buku yang sempat terhenti. Nia merasa situasi saat ini sangat canggung, dia bingung apakah harus menyapa fernand atau tidak.
“ekhemm… bagaimana keadaanmu ? “ Tanya fernand
“ aku baik – baik aja kak. Terimakasih atas bantuannya kemarin “ ucap nia berterima kasih sambil menatap fernand
“ kamu masih ada jadwal kuliah ? “ Tanya fernand
“ tidak kak “ jawab nia
“ kalau begitu ikut aku sekarang ! “ ucap fernand sambil berdiri dari kursi
“ kemana kak ? “ Tanya nia penasaran sambil mengeryitkan dahinya menatap fernand.
“ bukankah kamu ingin berterima kasih ? kalau begitu ikut aku sekarang ! “ ucap fernand
Fernand keluar dari perpustakaan dengan santai, beberapa mahasiswi memperhatikan fernand ketika sedang menuju kearah pintu keluar. Langkah fernand tampak seperti model pria yang sedang berjalan diatas catwalk.
Begitupun dengan nia, banyak mahasiswa yang memperhatikannya. Walaupun nia memakai baju yang sederhana, tapi ia tetap terlihat cantik.
Nia mengikuti Fernand dari belakang menuju tempat parkir. Selama menuju ke tempat pa rkir, nia memikirkan banyak hal tentang apa yang diinginkan seniornya ini.
Sebenarnya gw mau di bawa kemana sih ? kalau gini kan gw jadi takut ! bagaimana pun gw baru kenal sama dia. Gw harus bilang kalau gw ada urusan, jadi gak bisa ikutin dia. Bathin nia
“ hmmm, kak. Maaf sepertinya aku gak bisa ikut. Bentar lagi aku juga harus kerja part time “ ucap nia sambil melihat jam tangannya.
“ kerja ? dimana ? ” Tanya fernand
“ aku kerja di RF café “ jawab nia
“ masuk jam berapa ? “ Tanya fernand
“ masuk jam 4 sore kak “ jawab nia berbohong, karena sebenarnya ia masuk jam 5 sore, nia terpaksa berbohong agar tidak jadi pergi dengan fernand
“ kalau gitu gak masalah, kita cukup pergi di sekitar area kamu kerja aja. Lagian sekarang masih jam 2 siang, jadi kamu masih punya waktu 2 jam sebelum berangkat kerja “ ucap fernand sambil melihat jam tangannya.
“ masuk ! “ ucap fernand
Dengan terpaksa nia masuk ke mobil fernand, dia tidak tahu harus melakukan apa agar tidak jadi pergi dengan fernand.
Gw terpaksa naik jadinya, kalau dia berani macam – macam gw akan pukul dia pakai tas gw. Lagian sebenarnya dia mau gw kemana sih ?. bathin nia yang saat ini mulai merasa panik.
***
__ADS_1
Selama di perjalanan, nia hanya melihat pemandangan luar dari dalam mobil. Begitu juga dengan fernand, ia hanya focus menyetir mobil dan melihat kedepan. Setelah 15 menit perjalanan, mobil fernand berhenti di sebuah restaurant mewah.
“ kak, ngapain kita disini ? “ Tanya nia ketika telah turun dari mobil
“ kamu bilang mau berterima kasih karena kejadian kemaren kan ? “ Tanya fernand yang diangguki nia. “ kalau gitu traktir saya makan siang disini “ ucap fernand
“ APA “ ucap nia terkejut
Awalnya gw takut mau diajakin kemana, tapi masa iya gw harus traktir dia di restaurant mewah ini. Bathin nia menangis meratapi uangnya.
“ ayo masuk “ ucap fernand
Nia mengikuti fernand masuk kedalam restaurant mewah tempat ia akan mentraktir fernand sebagai ucapan terima kasih karena telah menolongnya. Nia memikirkan berapa banyak uang yang akan pergi dari dompetnya gara – gara mentraktir fernand ditempat mewah ini.
Langsung miskin gw dalam sehari ni. Bathin nia makin panik memikirkan uangnya yang akan pergi begitu saja dalam sekejap.
Ketika berada dalam restaurant, fernand mencari tempat paling pojok. Hal itu membuatnya merasa nyaman karena berada jauh dari pandangan orang – orang yang ada di restaurant ini, selain itu fernand juga menyukai tempat yang sunyi jauh dari kebisingan.
Fernand menerima buku daftar menu dari pelayan, ia segera memesan makanannya. “ kamu mau pesan apa ? “ Tanya fernand menatap nia.
“ nasi gorenga aja kak “ ucap nia memesan makanan dengan harga termurah. “ minumannya ? “ Tanya
fernand lagi. “ air mineral aja “ ucap nia.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pesanan mereka sudah tiba dan dihidangkan oleh pelayan. “ silahkan menikmati “ ucap pelayan itu dengan senyum ramah sambil melirik ke arah fernand.
“ makanlah “ ucap fernand yang diangguki oleh nia sambil tersenyum.
seharusnya gw yang bilang begitu!! kan gw yang traktir. bathin nia
***
Setelah menyekesaikan kegiatan makan siang yang terasa sangat canggung. Mereka memutuskan untuk segera pergi dari restaurant ini.
“ hmmm, kakak duluan aja ke tempat parkir. Aku ke toilet sebentar “ ucap nia yang diangguki oleh fernand.
Setelah melihat fernand menuju tempat parkir, nia segera menuju toilet. Setiba nya di toilet, nia segera mencari kamar mandi yang kosong. Dengan segera nia membuka tasnya, lalu mencari dompet untuk melihat berapa uang
cash yang sedang ia bawa.
“ 1, 2, 3, 4, 5 “ ucap nia menghitung uang yang ada di dompetnya.
“ cuman ada 500 ribu, sampai gak ya ? hmmmmm, kalau gak salah tadi gw liat atm di sekitar restaurant ini “ ucap nia berbicara sendiri dalam kamar mandi.
Semoga aja cukup. Bathin nia
__ADS_1
Setelah keluar dari toilet, nia segera menghampiri kasir untuk membayar tagihan makanannya dan fernand.
“ kak, mau bayar yang di meja 7 “ ucap nia sambil menunjuk kearah tempat duduk ia makan tadi.
“ ohh, udah dibayar sama pacarnya kakak “ ucap kasir
“ pacar ? “ Tanya nia heran atas jawaban kasir ini.
“ iya kak, tu pacarnya “ ucap kasir yang menunjuk fernand dengan pandangan matanya.
“ ahh, itu bukan pacar aku kak, tapi senior “ ucap nia memperbaiki kesalahpahaman yang sedang terjadi
“ oh gitu “ ucap kakak kasir dengan senyum senang.
Setelah urusannya dengan kakak kasir selesai, nia segera menuju ketempat fernand memakirkan mobilnya. Tampak disana fernand sedang menunggu nia dengan melipat tangannya di depan dada.
“ maaf lama kak “ ucap nia hati – hati takut membuat fernand marah karena telah lama menunggu.
“ masuk “ ucap fernand dengan wajah datarnya.
Benaran marah ni ?. bathin nia karena fernand tidak mengiyakan permintaan maafnya tadi.
Nia segera memasuki mobil fernand, setelah nia selesai memasang seatbelt. Fernand segera mengantarkan nia ke RF café tempat nia bekerja. Suasana canggung kembali terjadi diantara mereka. Nia sedang asyik memainkan hpnya sementara fernand sedang fokus menyetir.
***
“ terima kasih udah ngantar kak. Hmmm, oh iya kak. Tagihan di restaurant tadi berapa ? kan aku yang traktir kakak ? “ tanya nia hati – hati karena sepertinya suasana hati fernand sedang tidak baik
“ keluarlah “ perintah fernand.
Setelah mendengar perintah fernand, nia segara melepaskan seatbeltnya dan keluar dari mobil fernand dengan kesal. Setelah nia turun dari mobil , fernand segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan area parkir RF
café.
“ huhh, kenapa sih tu orang ? kayak lagi PMS aja, emosi nya up and down gitu. Tadi perasaan masih baik – baik aja. Masa cuman karena masalah gw lama dari toilet sih ? “ ucap nia bicara sendiri dengan kesal atas ucapan fernand tadi.
“ katanya mau gw traktir ? tapi dia yang bayar ? pas ditanya, eh jawabnya gitu. Tau ah!! “ ucap nia masih dengan suasana hati kesal.
Nia segera memasuki café melewati pintu samping. Tampak karyawan sedang sibuk bekerja di dapur maupun melayani pengunjung yang saat ini lumayan ramai. Nia segera menuju kamar ganti untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja.
To be Continued
Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga agar mendapatkan notifikasi update.
terimakasih
__ADS_1