Nia Si Gadis Indigo

Nia Si Gadis Indigo
BAB 17 Marah


__ADS_3

Hallo readers,


Selamat membaca :):)


“Lepaskan Aku!” teriak Hantu itu meronta melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh Fiki.


“Jika Aku lepaskan, Aku yakin Kau akan membuat ulah lagi” ucap Fiki mengeratkan pegangannya.


Fiki berjalan menyusuri pantai mencari tempat sepi yang jauh dari pandangan manusia. Sementara itu Nia mengikuti Fiki dari belakang.


Setelah menemukan tempat yang dirasanya cocok, Fiki menarik hantu itu kesana. “Kemarilah” ucap Fiki menoleh pada Nia. Mendengar Fiki memanggilnya, Nia segera berlarian kecil agar cepat sampai disana.


“Lepaskan Aku!! Kau?! Seharusnya Kau membantuku, bukan menahanku seperti ini” teriak hantu wanita itu pada Fiki .


“Baiklah, akan Kulepaskan. Tapi Kau harus janji tidak akan membuat keributan lagi disini!”


“Baiklah, Aku janji”


“Kamu urus Dia” ucap Fiki pada Nia.


Apa Aku melakukan kesalahan? Kenapa ekpresi Fiki seperti itu?


“Aku?” tunjuk Nia pada dirinya sendiri.


“Tentu saja, bukankah Kamu ingin membantu pasangan tadi? Maka lakukanlah sampai akhir, jangan setengah-setengah” tegas Fiki.


Sepertinya Aku benar-benar telah melakukan kesalahan besar! Sepertinya Fiki benar-benar marah padaku! Bagaimana caraku menghadapi hantu wanita ini? Aku belum mempunyai pengalaman seperti ini sebelumnya.


Nia menarik nafas dalam, mengumpulkan kekuatan yang akan ia gunakan untuk menghadapi makhluk yang beda dunia dengannya. Ia mencoba menguasai ketakutannya agar terlihat seperti wanita pemberani.


Okay, rilekss.


“Hmmm, Kakak Hantu kalau boleh aku tau siapa nama Kakak?” tanya Nia ragu memulai percakapan.


“Huh, jadi itu pertanyaan pertamamu padaku? Dasar amatir! Aku baru kali ini bertemu dukun amatir seperti ini?” jawab hantu wanita itu sarkastik.


“Sepertinya Kakak Hantu salah paham, Aku bukan dukun!” tegas Nia.


“Kalau bukan dukun, lalu Kau apa?”


“Diam! Bisa tidak Kau jawab saja pertanyaannya?” teriak Fiki


Suasana hening setelah Fiki berteriak, Nia menoleh kearah Fiki melihat ekspresinya. Nia merasakan ketakutan ketika Fiki berteriak tadi.


“Kau….bisa memanggilku Titi” ucap hantu wanita itu ragu.

__ADS_1


“Baiklah Kak Titi, kenapa Kakak merasuki wanita itu tadi?” tanya Nia ragu.


“Dia memang pantas mendapatkan itu! Mereka itu tidak tau diri, berani sekali mereka membuat hal yang tidak pantas disini!” marah hantu itu mengingat kembali kelakuan sepasang kekasih yang di mabuk cinta tadi.


“Baiklah, Aku paham maksud Kakak. Atas nama Mereka Aku minta maaf”


“Kau tidak perlu meminta maaf, seharusnya Mereka tau apa yang boleh dilakukan atau tidak! Segala sesuatu itu mempunyai aturan, walaupun mereka fikir tempat itu sepi bukan berarti sepi! Cukup sampaikan itu saja pada


Mereka”


“Baiklah, akan Kusampaikan” ucap Nia


“Siapa namamu manusia?”


“Namaku…Nia Kak” ucap Nia ragu.


“Pegang tanganku” ucap hantu itu mengulurkan tangannya. ”Tidak apa, Aku tidak akan melakukan hal jahat padamu!”


Walaupun ragu awalnya, Nia tetap mengulurkan tangannya perlahan menyentuh tangan hantu wanita itu.


“Aku menyukai manusia sepertimu, jika Kau ada masalah cukup panggil namaku. Maka Aku akan datang padamu. Kalau begitu Aku pamit dulu” ucap hantu itu. Setelah mengucapkan salam perpisahan, hantu wanita itu segera menghilang dari pandangan Nia.


“Fiki, Aku-“


“Jika urusanmu sudah selesai Aku pergi dulu!” ucap Fiki dan lansung menghilang dari pandangan Nia.


Nia berjalan menuju tempat Dita berada dengan sepasang kekasih tadi. Nia melangkahkan kakinya lemah, Ia tak tahu alasan kemarahan Fiki padanya. Sementara ini, hanya pada Fiki Nia bisa meminta perlindungan ketika berada pada masalah yang tak bisa dihadapi oleh orang normal lainnya.


“Kamu baik-baik saja? Kenapa Kamu terlihat lelah?” tanya Dita khawatir.


“Aku baik-baik saja Kak. Dan untuk Kalian berdua, ada pesan untuk kalian darinya. Dia bilang kalian tidak boleh melakukan hal yang tak pantas di seberang tempat. Mungkin terlihat sepi bagi kalian, tapi sebenarya tidak” tegas Nia.


“Kami mohon maaf” ucap pasangan itu serentak.


“Ya udah, ayo Kita kembali ke Bus. Karena kejadian tadi, Kita harus pulang secepatnya kata Bu Eva” ucap Dita mengajak Nia menuju Bus.


“Baiklah Kak”


Selama perjalanan pulang Nia hanya duduk terdiam dikursinya mengingat kembali peristiwa yang terjadi di pantai. Nia masih bingung apa yang membuat Fiki marah padanya. Ia coba menebak alasan yang terpikirkan olehnya


tapi Ia tidak ingin berfikiran negatif karena selama ini Fiki selalu menolongnya.


“Sepertinya Kamu lelah, tidurlah. Nanti Aku bangunin saat kita udah sampai nanti” ucap Dita khawatir yang dibalas anggukan kepala oleh Nia.


***

__ADS_1


“Aku turun disana saja ya Kak” pinta Nia ketika melihat persimpangan rumahnya.


“Baiklah. Pak supir tolong berhenti disini sebentar” ucap Kak Dita pada Supir Bus.


“Hati-hati dijalannya” ucap Kak Dita pada Nia.


“Baik Kak, terima kasih atas hari ini” ucap Nia pamit pada Kak Dita dan pada rekan lainnya.


Nia menyusuri jalan persimpangan menuju kosnya. Tentu saja jantungnya berdebar setelah melihat jalan yang terlihat gelap.


Apa aku harus memanggil Fiki? Aku agak ragu karena ia terlihat sangat marah. Huuuffttt, Aku harus tanya padanya kenapa ia bisa marah seperti itu, perasaan seperti ini membuatku bingung harus bersikap seperti apa. Aku harus mencobanya, apapun hasilnya nanti Aku harus siap dengan kemungkinan itu.


Nia menarik nafasnya dalam, mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk memanggil Fiki.


“Fiki…” ucap Nia hati-hati dan melihat sekelilingnya melihat kedatangan Fiki. Tapi, Nia sama sekali tidak menemukan keberadaan Fiki disekitarnya.


Sepertinya dia sangat marah. Ahhh, bagaimana ini. Bathin Nia ketika menjambak rambutnya sendiri.


“Ada apa Kau memanggilku?” ucap suara yang berasal dari belakang Nia.


“Ah, kau mengagetkanku. Aku fikir kamu tidak akan datang ketika aku panggil” ucap Nia


“Aku bukanlah seperti seseorang yang tidak menepati janji, jika Aku bilang akan datang ketika kamu panggil, maka Aku akan datang” ucap Fiki tegas.


“Baiklah, terima kasih telah hadir ketika Aku minta. Bagaimana jika kita bicara sambil jalan menuju kos?” ucap Nia yang diangguki oleh Fiki.


“Apa Aku punya salah padamu? Kenapa kamu terlihat sangat marah padaku? Mengacuhkanku seolah-olah Aku mempunyai salah yang besar padamu?” tanya Nia.


“Jadi Kau tidak tau salahmu?” tanya Fiki tegas.


“Aku sama sekali tidak tau. Jangan bermain tebakan kata denganku. Jika Aku memang punya salah padamu tolong beritahu Aku agar bisa meminta maaf padamu dengan benar.


“Aku tidak akan memberitahukannya padamu, itu adalah tugasmu untuk mencari tahu sendiri. Kita sudah sampai, masuklah Aku pergi dulu” pamit Fiki pergi begitu saja.


“Tung-…Aish kok ngambekan banget sih? Aku mana tahu yang begituan kalau gak dikasih tau. Dia kenapa sih? Bikin penasaran aja. Ahh….Sudahlah, lebih baik aku masuk kedalam dari pada berdiri diluar seperti ini” ucap Nia bergidik ngeri lalu masuk kedalam kosnya.


“Sepertinya Icha belum kembali” ucap Nia melihat sekeliling rumahnya.


To be Continued


Author comeback again


Maaf ya reader semua, dikarenakan ada beberapa hal dan faktor lainnya yang membuat author hiatus selama beberapa bulan.


Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga agar mendapatkan notifikasi update

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2