Nia Si Gadis Indigo

Nia Si Gadis Indigo
BAB 15 Liburan 1


__ADS_3

Hallo readers,


Selamat membaca😊😊


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Hampir 4 hari Icha menginap di kos Nia, selama itu pula orang tuanya menghubungi Icha. Tidak pernah Icha merespon panggilan telepon dari orang tuanya. Bahkan orang tuanya menghubungi Nia untuk menanyakan keberadaan Icha saat ini. Tapi atas permintaan Icha, Nia tidak pernah memberitahukan keberadaan sahabatnya itu pada orang tuanya atas permintaan Icha.


“Sampai kapan kamu akan seperti ini?” tanya Nia.


“Entahlah! Aku hanya ingin hidup sendiri Nia. walaupun ucapanku terkesan durhaka saat ini, tapi inilah yang terbaik menurutku. Lagian untuk apa mereka mencariku? Ketika aku ada mereka mengacuhkan dan mengabaikanku! Tapi ketika aku tidak ada, mereka mencariku seolah-olah aku adalah anak kesayangan mereka” ucap Icha tersenyum getir.


“Jadi kamu tidak akan pulang?” tanya Nia.


“Apa kamu ingin mengusirku? Iya sih! Dengan keadaanku yang seperti ini aku pasti mengganggu dan menyusahkanmu?” ucap Icha menunduk sedih


“Bukan begitu maksudku! Aku senang kamu berada disini! Jadi aku punya teman ngobrol,” ucap Nia tersenyum hangat.


“Aku hanya ingin kamu berbaikan dengan orang tuamu? Lebih baik kamu menyampaikan apa yang menjadi keluh kesahmu daripada tidak ada kabar seperti ini!” ucap Nia meyakinkan sahabatnya itu.


“Aku yakin saat ini orang tuamu sedang khawatir memikirkanmu!” ucap Nia.


“Aku rasa tidak! Malahan mereka akan bahagia karena aku yang menjadi penghalang mereka sudah pergi! Pasti saat ini mereka sedang tertawa bahagia!” ucap Icha dengan nada sedih.


“Tapi setidaknya cobalah untuk…” ucap Nia terhenti karena dipotong Icha.


“Baiklah! Aku akan menemui mereka besok!” ucap Icha.


“Itu baru sahabatku!” ucap Nia tersenyum senang dan memeluk Icha.


“Tapi, maaf ya? Aku gak bisa nemenin kamu besok? Soalnya aku ada acara sama karyawan café lainnya?” ucap Nia khawatir.


“Gak apa-apa kok, aku bisa pergi sendiri besok! Aku bukan anak kecil yang perlu ditemanin!” ucap Icha dengan nada sombongnya.


***


Pagi itu Nia bangun dengan wajah yang sangat cerah, senyuman terlukis indah di bibir mungilnya. Pagi ini Nia akan pergi liburan dengan semua karyawan café di tempatnya bekerja. Tentu saja ini merupakan hal yang menyenangkan bagi Nia, selain mendapatkan liburan gratis ia juga akan mendapatkan bonus dari bosnya. Nia sangat bersyukur di terima bekerja di RF café. Selain pegawainya yang ramah, bosnya juga baik. Bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan karyawannya.


Nia melihat pantulan dirinya didepan cermin. Memakai celana jeans warna hitam dengan atasan baju kaos warna putih yang dipadukan dengan kemeja biru. Nia memoleskan sedikit liptint di bibirnya agar terkesan lebih fresh.


“Wahhh…cantiknya” ucap Icha dengan wajah berbinar menatap Nia yang tampak keren dengan penampilannya saat ini.

__ADS_1


“Ada yang mau pergi senang-senang nih! Trus aku ditinggal!” ucap Icha pura-pura marah.


“Eeeyyy…jangan ngambek gitu dong! Kan jadi hilang cantiknya? Bukankah kamu akan pergi nanti menemui orangtua mu?” ucap Nia sambil menarik pipi Icha seperti orang tersenyum.


“Entahlah! Aku tidak bisa janji. Jujur saja saat ini aku masih kecewa pada mereka”


“Jangan gitu dong Cha! Mereka kan juga khawatir sama kamu! Buktinya mereka terus nelpon kamu kan? Setidaknya bertemulah dengan mereka dan sampaikan apa yang kamu rasakan saat ini! Apa yang menjadi beban pikirmu saat ini! Okay?”


Icha hanya mengangguki kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu. Walaupun saat ini ia sedang marah dan merasa kecewa pada orang tuanya. Tapi hati kecilnya membenarkan apa yang diucapkan Nia.


“Baiklah! Aku akan keruumah nanti! Tapi aku tidak janji akan kembali tinggal disana!”


“Baiklah! Mau kembali tinggal disana atau tidak itu adalah keputusanmu! Kamu sudah besar untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk hidupmu. Semangat!!” ucap Nia menyentuh bahu Icha mencoba menyalurkan semangat.


“Kalau gitu, aku pergi dulu ya? Ingat yang kamu bilang tadi!” ucap Nia mengingatkan.


“Baiklah! Jangan lupa oleh-olehnya?” ucap Icha tersenyum cerah.


Nia berpamitan pada Icha, setelah mengambil tas yang sudah ia persiapkan semalam tak lupa mengambil handphone-nya yang tergeletak di meja balajar. Lalu Nia menutup pintu kamarnya.


***


Tampak seorang wanita cantik yang berpenampilan dengan elegan keluar dari rumah mewahnya yang berukuran minimalis. Ia tampak cantik dengan pakaian santainya yang membuat kesannya tampak lebih muda. Dia adalah


Sebelum memasuki mobilnya, Eva merogoh handphone-nya dalam tas dan menghubungi seseorang. Lama ia menunggu agar orang di seberang sana mengangkat telponnya.


“Hallo? Kamu dimana” ucap Eva setelah panggilannya terhubung.


“……..”


“Tolong kamu temanin mama kamu di rumah sakit! Saat ini mama kamu sedang sendiri! Tante gak bisa temanin mama kamu sekarang! Tante lagi ada urusan di luar.” ucap Eva pada orang di seberang sana.


“……..”


“Iya, Terima kasih. Kamu jagain mama kamu disana. Jangan sampai ia telat makan. Ngerti?!”


“……..”


Eva segera masuk kedalam mobil setelah mengakhiri panggilan telpon dengan keponakannya itu. Eva sangat merasa khawatir jika harus meninggalkan kakaknya sendirian di rumah sakit.


****

__ADS_1


Semua karyawan RF café sudah berkumpul di depan pintu masuk cafe. Di seberang jalan sudah berdiri bus pariwisata untuk transportasi mereka. Nia melangkahkan kakinya dengan cepat ketika Tika melambaikan tangannya agar cepat sampai ke tempat yang lainnya berkumpul.


“Semuanya sudah berkumpul kan?” tanya Dita melihat secara keseluruhan.


“Udah kak” ucap mereka kompak melihat satu sama lainnya.


“Okay. Karena semuanya sudah kumpul, kita akan menunggu kedatangan bos. Tadi beliau bilang saat ini sedang di jalan. Jadi kita akan menunggu beliau sama-sama.


Selama menunggu kedatangan bos RF café, semua karyawan saling mengobrol  sesama mereka. Setelah menunggu selama 10 menit, tampak sebuah mobil mewah memasuki parkiran RF café. Semua mata tertuju pada pintu mobil tersebut melihat bos mereka yang datang. Karena selama ini bos mereka tidak pernah menampakkan diri sejak café ini berdiri.


Nia melihat sosok wanita cantik yang sedang keluar dari pintu mobil. Nia melihat lama, ia merasa kenal dengan sosok wanita cantik itu. Walaupun saat ini wanita itu sedang memakai kaca mata hitam dan topi bundar untuk menutupi beberapa bagian wajahnya. Nia terkejut ketika melihat wanita cantik yang ia yakini itu adalah bosnya saat membuka kacamata.


“Buk Eva” gumam Nia menatap tak percaya


Nia memejamkan matanya sesaat memastikan apa yang dilihatnya ini adalah kenyataan. Bahwa dosen yang terkenal tegas di kampusnya merupakan bos di tempatnya bekerja part time.


“Kamu mengenal Buk Eva?” tanya Dita saat mendengar gumaman Nia.


“Jadi benar itu Buk Eva kak?” tanya Nia memastikan.


“Iya. Nama beliau adalah Eva Hendrawan. Kamu kenal beliau?” tanya Dita


“Iya kak. Beliau merupakan dosen di tempat kuliahku.” Ucap Nia.


“Aku memang tau beliau memang seorang dosen, tapi aku tidak tau kalau beliau adalah dosen di tempat kamu kuliah. Kamu pasti senang! Ternyata bosmu adalah dosenmu juga” ucap Dita.


senang dari mananya kak? Yang ada aku jadi merasa takut! Semua orang taunya Buk Eva itu sangat tegas dan juga galak! Bathin Nia.


Dita segera berjalan menuju ke tempat Eva untuk menyambut kedatangan bosnya itu. Semua karyawan berbisik senang karena telah melihat kedatangan bosnya. Terlebih lagi bos mereka adalah sosok wanita dewasa yang sangat cantik dan elegan.


Setelah selesai berbincang, Dita lansung mengajak Eva untuk bertemu dengan karyawan lainnya.


“Semuanya! Ayo kita berkumpul sebentar, ada yang ingin saya sampaikan” ucap Dita memanggil semua karyawan café agar berkumpul membentuk lingakaran.


“Baiklah. Sebelum kita masuk ke dalam bus, saya ingin memperkenalkan beliau pada kalian semua. Beliau adalah Eva Hendrawan yang merupakan pemilik dari RF Café” ucap Dita menjelaskan.


“Halo semuanya, senang bertemu dengan kalian semua. Mungkin ini merupakan pertemuan pertama kita karena untuk urusan café saya menyerahkan semuanya pada Dita” ucap Eva tersenyum ramah.


Nia bingung harus bersikap seperti apa ketika mendengarkan penjelasan Eva tadi. Nia terkejut ketika melihat sosok Eva yang sedang tersenyum ramah menatap karyawan lainnya.


To be Continued

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga agar mendapatkan notifikasi update


Terima Kasih😊😊


__ADS_2