Nia Si Gadis Indigo

Nia Si Gadis Indigo
BAB 4 Lelah


__ADS_3

“ selamat pagi semuanya, maaf kalau kedatangan saya mengganggu kegiatan adek – adek semuanya “ ucap nando dengan diiringi senyuman ramahnya


“ baiklah, agar tidak menyita waktu kalian terlalu lama. Saya akan lansung saja ke topik pembahasan yang ingin saya sampaikan “ ucap nando melanjutkan pembahasannya


“ Jurusan kita akan mengadakan MaKrab untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus saling kenalan. Kan ada yang bilang tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak …? “ ucap nando yang bertanya pada penghuni kelas


“ CINTA” ucap seluruh penghuni kelas dengan kompak sambil tertawa


“ acaranya akan diadakan pada hari sabtu pukul 19.00 WIB. Tapi diharapkan adek – adek semua datang pada pukul 17.00 WIB untuk membantu kegiatan yang akan diadakan nantinya.  Untuk itu kita harapkan partisipasi adek – adek semua dalam membantu kelancaran dari acara kita nanti “ ucap nando dengan senyumannya.


Setelah nando selesai mengucapkan beberapa patah kata, segera 2 teman yang bersamanya tadi menghampiri mahasiswa sambil menyodorkan kardus untuk meminta sumbangan berupa uang pada mahasiswa.


Setelah selesai, 2 teman nando segera kembali kedepan kelas. “ terimakasih saya ucapkan kepada adek – adek semua atas keikhlasannya. Selamat siang “ ucap nando mengakhiri ucapannya dengan senyuman.


“ oh iya, terakhir. Kalau ada yang gak ikut akan dikenakan sanksi, setiap mahasiswa akan dicek kehadirannya “ ancam nando sambil tersenyum dan meninggalkan kelas .


“ lu nanti datang ?? “ Tanya icha sambil menatap sahabatnya itu.


“ terpaksa, gw takut nanti kena sanksi “ ucap nia sambil menghela napasnya, ia takut nanti akan mempengaruhi beasiswanya.


“ trus gimana nanti kerja lu ? “


“ gw terpaksa minta izin sama manager nanti cha. Semoga aja gw dikasih izin “ ucap nia  yang diangguki oleh icha.


***


Saat ini tengah menunjukkan pukul 12.00 siang. Nia dan icha pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang tengah keroncongan. Setelah memesan makanan, mereka mencari tempat duduk.


Tak jauh dari tempat mereka duduk. 2 bangku didepan mereka adalah tempat duduk fernand dan nando. Ketika nando melihat kedatangan nia dan icha. Ia segera menyenggol lengan fernand.


“ apa ? “ Tanya fernand


“ itu bukannya cewek yang  sama lu yang di koridor tadi ? “ Tanya nando. Fernand mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjuk nando. “  iya “ jawabnya

__ADS_1


“ lu kenal sama dia ? “ Tanya nando yang penasaran dengan kejadian tadi pagi


“ nggak, tadi tu dia nabrak gw ” jawab fernand


“ trus, tadi kenapa lu kayak kelihatan marah sama dia ? “ Tanya nando yang masih penasaran


“ kepo banget sih sama urusan orang ? “ ucap fernand yang


mulai kesal


“ kan gw khawatir aja sama lu ??  secara lu kan baru disini. Udah sepatutnya gw sebagai ketua hima jurusan untuk tau masalah mahasiswa disini. Kalau bisa masalah nanti diselesaikan baik – baik “ ucap nando berdalih


“ hufffttt…. Tadi dia udah minta maaf, tapi kurang sopan. Pas minta maaf yang kedua, dia liat gw kayak liat monster “ ucap fernand


“ pufftt… hahahahaha. Masa wajah kek gini disangka monster ?? kayak gini aja disangka monster ? apalagi gw ??? “ ucap nando yang masih tak percaya dengan yang diucapkan fernand sambil tertawa.


Fernand tidak peduli dengan apa yang diocehkan oleh nando. Ia hanya ingin melanjutkan makannya dengan tenang, karena belajar pada jam ke 3 dan 4 lumayan menguras otaknya. Sehingga membuat ia merasa lapar.


Ditempat lain, nia dan icha lansung menoleh saat mendengar tawa seseorang. “ kenceng banget tawanya si ketua hima “ ucap nia yang tak habis pikir dengan suara nando yang juga diangguki oleh icha.


“ iya “ ucap nia dengan nada malas


“ berarti dia memang fernand wijaya, woww… gw gak nyangka, lu bisa tabrakan sama cowok yang diidamkan oleh cewek – cewek dijurusan kita  “ ucap icha dengan nada tak percaya. Sementara itu nia hanya menatap sahabatnya itu malas, dan lansung makan ketika makanannya baru tiba. Karena ia benar – benar lapar saat ini.


***


Nia merapikan tasnya, dosen pelajaran ke 5 dan 6 baru saja mengakhiri kelas hari ini. Karena saat ini yang menunjukkan pukul 4 sore. Nia terburu – buru karena takut akan telat berangkat kerja.


“ cha, lu gak pulang ? “ Tanya nia yang memperhatikan sahabatnya itu masih terlihat santai


“ nggak nya, gw ada urusan bentar “ jawab icha. “ ya udah kalau gitu gw duluannya, takut telat “ ucap nia berpamitan pada icha.


“ oke. Hati – hati ya “ ucap icha. Nia hanya menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari kelas, tak lupa melambaikan tangannya pada icha.

__ADS_1


Semoga hari ini aman – aman aja. Bathin nia


***


Tampak nia sedang sibuk melayani pelanggan yang ada di café. Pada hari ini pengunjung cafe cukup rami, sehingga nia hanya memiliki sedikit waktu istirahat. Setelah hari menunjukkan pukul 9 malam, nia segera menuju ketempat ganti baju yang berada didekat dapur. Nia melangkahkan kakinya dengan berat karena ia benar – benar merasa lelah hari ini.


“ ah… capeknya “ ucap nia yang tengah memijit tengkuknya.


Untung gw gak melihat penampakan yang terlalu menakutkan. Bathin nia yang merasa lega karena sepertinya sepanjang sore menuju malam ini, ia tidak melihat makhluk yang terlalu menakutkan baginya.


Semoga aja kayak gini terus. Bathin nia. Ia telah selesai mengganti bajunya dan segera mencari keberadaan kak Dian sang manager cafe untuk berpamitan pulang


***


Nia jalan kaki menuju kosnya, karena menurut nia tanggung kalau harus naik ojek kalau cuman untuk menuju kos. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dan juga tentunya lebih hemat pengeluaran.


Entah kenapa malam ini terasa dingin, membuat bulu kuduk siapapun berdiri ketika lewat pada saat – saat seperti ini. Selain terasa dingin, malam ini juga terasa sunyi. Bahkan suara jangkrik pun terdengar dengan jelas. Saat ini nia tengah melewati tempat pembuangan sampah yang ada di area kosannya.


Selama berjalan nia selalu menundukkan pandangannya. Dia tidak berani menatap lurus, ia takut akan bertemu pandang dengan sosok yang tak ingin ia lihat.


Srek srek srek


Saat telah melewati tempat pembuangan sampah, nia mendengar bunyi yang membuatnya segera menoleh kebelakang. Nia melihat sosok yang berbentuk kerdil dengan telinga atas yang runcing tengak menjilat sesuatu yang ia yakini itu adalah pembalut. Ia merasa yakin dengan apa yang telah ia lihat berkat penerangan dari lampu jalan.


Seketika nia merasa terkejut dan takut sehingga ia memutuskan untuk lari dari tempat itu. Untungnya makhluk itu tidak melihat nia ketika ia tengah asyik menjilat tadi karena posisinya membelakangi nia.


Setelah tiba dikosnya nia segera membuka kuncinya dan segera memasuki kamarnya. Untunglah malam ini kamarnya  aman – aman saja, ia tidak melihat sosok apapun di kamar ini.


Huufftt.. untung aja kamar gw aman – aman aja. Sebenarnya makhluk apa itu tadi ? benar – benar mengerikan. Bathin nia yang masih menetralkan napasnya karena lari dari tempat sampah tadi menuju kosnya.


Setelah ia rasa detak jantungnya telah normal, nia segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi nia segera tidur, karena hari ini benar- benar melelahkan baginya. Tidak lama berbaring di tempat tidur nia lansung tertidur.


To be Continued

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga!!


terimakasih


__ADS_2