
Hallo readers…
Ini merupakan episode yang sudah di revisi
Selamat membaca :):)
Saat ini Nia dan Icha duduk di halte, menunggu bus yang mengarah ketempat tujuan mereka. Toko buku yang mereka tuju berjarak sekitar 5 km dari kampus. Sambil membunuh waktu menunggu bus yang belum kunjung datang, Nia dan Icha mengayunkan kaki mereka kedepan dan kebelakang sambil sesekali tertawa dengan tingkah konyol mereka.
Ketika melihat ke sisi kanan jalan Nia melihat bus berwarna biru dari kejauhan. Segera Nia berdiri dan tak lupa menggenggam tangan Icha menunggu bus yang akan menghampiri mereka. Ketika bus mendarat didepan mereka, Nia segera masuk dan mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk yang kosong untuk dua orang.
Setelah menemukan tempat yang cocok, Nia menarik tangan Icha menuju tempat duduk nomor dua dari belakang. “Ada bawa headset gak ?” tanya Icha menatap Nia dan mengadahkan tangannya.
Nia mencari headset dari dalam tas dan memberikannya pada Icha. Dangan segera Icha memasangkan ke handphone-nya. Walaupun lagu yang diputar merupakan lagu korea, Nia memejamkan matanya menikmati alunan musik yang ia dengar. Sementara Icha bersenandung kecil mengikuti irama musik.
Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di toko buku yang mereka tuju. Icha segera memukul pelan paha Nia agar ia terbangun. “Disini satu pak” ucap Icha pada pak sopir agar berhenti di halte yang berjarak 10 meter dari tempat toko buku.
***
Kedua gadis cantik itu memasuki toko buku bak model yang sedang berjalan di red carpet. Mereka menuju lantai dua mencari buku yang akan dijadikan referensi untuk tugas mereka. Nia dan Icha tidak perlu bertanya pada kakak yang bertugas di toko, karena mereka paham betul posisi buku yang merekan inginkan. Karena ini bukanah yang pertama kalinya mereka kesini bersama.
“Kamu cari disini, lalu aku akan kesana” ucap Nia membagi kerja agar memudahkan mereka menemukan buku yang tepat.
Nia menyusuri rak buku dengan teliti, tidak ada satupun buku yang telewat dari tatapannya. Merasa tidak menemukan buku yang sesuai, Nia berpindah ke rak sebelah berharap menemukan buku yang sedang ia cari.
Nia masih memperhatikan dengan seksama membaca judul buku dan juga nama pengarang buku. Ketika matanya menengadah melihat rak bagian atas, Nia tersenyum melihat buku incarannya.
Merasa rak bukunya terlalu tinggi, Nia berjinjit untuk meraih buku itu. Nia berusaha mengangkat tangannya tinggi agar mendapatkan buku itu. Tiba-tiba dari arah belakang Nia, muncul tangan yang lebih panjang dan mengambil buku itu.
Seketika Nia berbalik melihat orang yang telah membantunya mengambil buku. Nia menatap orang itu dengan tersenyum. “Terimakasih” ucap Nia pada orang yang telah mem membantunya.
Pemuda itu mengernyitkan alisnya bingung, kenapa gadis di depannya ini berterima kasih padanya. Paham dengan situasi yang terjadi, pemuda itu segera menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
“Sepertinya kamu salah paham! Aku mengambil buku ini bukan untukmu tapi untukku!” ucap pemuda itu dengan tegas.
“Apa??” ucap Nia keget tidak percaya mendengar ucapan pemuda itu. “Tidak! Sepertinya disini kamu yang salah paham! Aku yang terlebih dahulu menemukan buku itu!” ucap Nia protes tidak terima.
“hmph, siapa yang cepat dia yang dapat! Apa kamu tidak tahu istilah itu?” ucap pemuda itu menatap Nia remeh dan pergi ke kasir melakukan.
__ADS_1
Nia menatap dengan tak percaya pemuda yang telah mengambil incarannya. “Apa di dunia ini masih ada orang seperti dia? Apa dia tidak belajar sopan santun? Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu?” gumam Nia yang menatap punggung pemuda itu tak percaya.
Nia merasa sangat kesal, ia melihat kembali ke tempat rak buku tadi. Ternyata buku tadi cuman ada satu, Nia tidak menemukan yang lainnya. Ketika Nia bertanya pada karyawan disini ternyata buku itu merupakan stok terakhir dan tidak ada lagi yang tersimpan di gudang.
Nia segera menuju ke tempat Icha berada sekarang. Berharap sahabatnya itu akan menemukan buku untuk referensi tugas mereka.
“Oh? Bagaimana? Apa kamu menemukan bukunya?” tanya Icha menatap Nia yang sedang menghampirinya.
Nia menggelengkan wajahnya dengan wajah yang murung “Aku tidak mendapatkanya!” ucap Nia kesal mengingat kejadian tadi.
“Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu tak semangat seperti ini?” tanya Icha
“hahh, tadi aku mendapatkan buku yang sangat sesuai untuk referensi tugas. Tapi buku itu sudah direbut oleh orang lain! Ditambah lagi orang itu sangat menyebalkan!! Aku tidak percaya bahwa didunia ini masih ada orang sepertinya?” ucap Nia
Icha merasa saat ini Nia benar-benar merasa sangat kesal, Icha berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar tidak membahas masalah itu lagi. “Sudahlah, walaupun kamu tidak mendapatkan buku itu. Setidaknya aku
berhasil mendapatkan satu!” ucap Icha mengangkat buku yang ia dapatkan sambil tersenyum manis pada Nia.
“Sebaiknya sekarang kita ke kasir, ayo!!” ajak Icha menarik tangan Nia menuju kasir
***
“Iya. Kamu?” ucap Nia setelah selesai menyeruput es tebunya
Cuaca hari ini sangat panas, untung saja dalam perjalanan menuju halte, mereka menemukan penjual es tebu. Selain enak, es tebu sangat sehat karena terbuat dari tebu asli. Menambahkan sedikit es batu membuat rasanya menjadi semakin segar.
“Kamu pakai aja dulu bukunya aku malas kalau lansung mengerjakannya” ucap Icha menyerahkan buku yang dibelinya tadi pada Nia.
Nia menatap Icha dengan senyum sumringahnya “I love you!!” ucap Nia menatap Icha dengan mata yang berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan permen.
Segera Nia memasukkan buku itu kedalam tas untuk mengamankannya. “Okay! Kita pisah disini ya?” ucap Nia berdiri membuang gelas plastik bekas es tebunya ke tong sampah.
“Iya. Aku juga harus pulang melanjutkan menonton drama semalam!” ucap Icha berdiri dari tempatnya duduk.
“Jangan sering nonton ya Icha ku sayang! Sekarang kamu harus lebih fokus sama kuliah. Karena tidak lama lagi kita akan melakukan magang.” ucap Nia menasehati
“Okay!” ucap Icha sambil mengangkat jempolnya tidak lupa ia juga mengedipkan matanya sebelah dengan centil yang membuat Nia tertawa.
__ADS_1
Setelah menungu hampir 2 menit, bus yang menuju ketempat kerja Nia sampai di depan halte mereka. Nia segera berpamitan untuk pergi terlebih dulu pada Icha.
***
Setelah 15 menit perjalanan menuju ketempatnya bekerja. Nia akhirnya tiba di café RF tempatnya bekerja. Nia memasuki café dari pintu samping, ketika memasuki ruangan itu tampak karyawan lainnya yang sedang bekerja di bagian dapur.
“Kok cepat?” tanya Kak Tika yang merupakan salah satu karyawan senior disana.
“Iya kak, tadi kuliah selesai cepat. Daripada pulang mending lansung kesini aja” jawab Nia terseyum ramah. “Kalau gitu Nia ke ruang ganti dulu ya kak” ucap Nia kemudian pergi ke tempat ganti seragam khusus wanita.
Nia sudah bekerja di Café ini selama hampir setahun, lebih tepatnya sudah 11 bulan Nia bekerja disini sebagai pekerja part time untuk shift sore sampai malam. Nia cukup nyaman kerja disini karena memiliki partner yang baik dan menyenangkan.
Setelah selesai berganti baju, Nia segera menuju ke meja pelanggan yang baru datang untuk melayani mereka. Terlihat Nia sangat sibuk karena pengunjung Café hari ini cukup ramai. Pengunjung Café ini terdiri dari berbagai golongan baik remaja maupun orang tua.
Café ini didekorasi dengan cukup unik sehingga menarik minat pengunjung untuk datang. Selain itu, menu makanan yang disediakan juga sangat enak. Sehingga Café ini tidak pernah sepi pengunjung.
Setelah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Nia segera menuju ruangan ganti baju. Setelah keluar dari sana, Nia menuju ruangan Manager untuk laporan.
“Kak, Nia pulang dulu ya kak” ucap Nia berpamitan pada Dita yang merupakan Manager Café saat ini.
“Iya. Hati-hati dijalan ya” ucap Dita yang dibalas ancungan jempol oleh Nia “Siap bosku!” ucap Nia sambil hormat pada Dita.
***
Nia memasuki kosannya dengan langkah kaki gontai seperti orang yang tidak makan selama 3 hari. Nia meraba dinding kamarnya mencari saklar lampu kemudian menekannya.
Dengan langkah gontainya, Nia menyeret kakinya menuju tempat tidur dan lansung merebahkan dirinya ke kasur. Tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Nia memejamkan matanya mencoba meredam lelah yang dirasakannya saat ini.
Satu kata yang bisa menggambarkan perasaan yang dialami Nia saat ini, kesepian. Nia mencoba untuk mengesampingkan perasaannya. Perlahan ia membuka mata dan beranjak pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah keluar dari kamar mandi, Nia segera menuju meja belajar untuk mengerjakan tugas yang diberkan Bu Eva tadi pagi. Nia mulai mengeluarkan buku dari dalam tasnya dan membuka laptopnya.
Setelah setengah jam, rasa kantuk mulai dirasakannya. Setelah menyelesaikan tugasnya, Nia mematikan laptopnya dan menuju tempat tidur. Rasa kantuknya sudah tidak bisa ditawar lagi, segera Nia menarik selimutnya dan pergi ke alam mimpi.
To Be Continued
Jangan lupa like, vote dan tambahkah ke favorit untuk
__ADS_1
mendapatkan notifikasi update :)
Terimakasih